
Hari pernikahan yang telah direncanakan oleh Philip dan Rubby terpaksa diundur selama dua minggu lamanya, hingga gadis cantik berambut merah ikal itu benar-benar pulih dan luka dilehernya pun sudah sembuh total.
Ini semua Philip lalukan agar gadis itu terlihat sempurna dihari pernikahan nya, bukan hanya untuk dirinya ataupun tamu-tamu yang akan datang nanti, tetapi ini semua demi Rubby sendiri. Pernikahan merupakan momen sekali seumur hidup, Philip tidak mau jika suatu saat nanti setiap kali Rubby menatap foto pernikahan nya dia harus kembali mengingat peristiwa mengerikan itu.
" Nona...Aku sangat gugup " Ucap Rubby. Saat ini gadis itu masih berada di dalam kamar ria pengantin bersama dengan Jenna dan seorang make up artist.
" Itu hal yang sangat wajar Rubby, aku rasa semua wanita akan mengalami hal yang sama..." Kekeh Jenna sambil menatap wajah gadis cantik itu melalui pantulan cermin.
" Apa anda pun mengalaminya?" Tanya Rubby, menoleh sedikit ke arah Jenna.
" Tentu saja, kamu bahkan ada disana saat itu bukan?" Jawab Jenna.
" Tapi aku tidak melihatnya nona, anda terlihat sangat tenang..."
" Aku hanya berusaha untuk tetap tenang Rubby, demi Aiden....Mungkin kamu bisa melakukan hal yang sama denganku "
" Ladies...Apa kalian sudah siap?" Tanya Aiden sambil memasuki ruangan bersama dengan ayah Rubby.
Orang tua Rubby telah datang bersama dengan rombongan Paloma dua hari yang lalu di negara XXX, mereka sangat takjub dengan kemegahan mansion Teuscherro dimana putri mereka tinggal selama ini setibanya mereka disana.
" Kamu sangat cantik sayang..." Puji sang ayah, seraya mengulurkan tangannya kepada anak gadisnya yang sebentar lagi akan menjadi bagian dari keluarga besar itu.
Sulit rasanya mempercayai momen indah yang tengah terjadi saat ini bagi Mischa, rasanya baru kemarin pria itu menggendong Rubby kecil di pangkuannya. Dan saat ini gadis itu telah beranjak dewasa dan seorang pria akan mempersunting nya.
" Terimakasih ayah....Terimakasih telah menjadi ayah yang baik untukku "
Rubby pun menyambut ukuran tangan Mischa dan melingkarkan nya di lengan pria paruh baya itu, lalu berjalan bersama dengan nya menuju altar dimana seorang pemuka agama dan petugas catatan sipil sudah menunggu disana bersama dengan Philip. Pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
Philip menatap lekat ke arah Rubby, gadis cantik yang akan menjadi istrinya sebentar lagi. Dia terlihat semakin cantik dengan gaun pengantin berwarna putih, dengan rambut keriting yang dibiarkan terurai dengan sebuah mahkota kecil tersemat di atas nya.
Keduanya pun mengucapkan janji sehidup semati dihadapan para saksi, Tuhan dan hukum, setelah Mischa menyerahkan anak gadisnya kepada pria dewasa yang saat ini terlihat begitu gagah.
" Anda boleh mencium pengantin wanitanya " Ucap sang pemuka agama diakhir kalimatnya.
" I love you baby " Bisik Philip, ketika dia melepaskan tautan bibirnya.
" I love you too daddy " Ucap Rubby, lalu memeluk pria itu begitu erat.
__ADS_1
" Selamat berbahagia sayang " Ucap Theresia sambil merentangkan kedua tangannya, agar anak gadisnya berhambur kedalam pelukannya.
" Terimakasih ibu...Terimakasih sudah hadir disini...Terimakasih telah menjadi ibu yang sangat baik untukku " Ucap Rubby penuh haru.
Rubby pun kembali memeluk sang ayah, dia sangat bersyukur karena pada akhirnya Mischa merestui hubungan nya dengan Philip.
" Apa kamu akan melupakan kami?" Tanya Jenna sambil merentangkan kedua tangannya sama seperti Theresia.
" Tidak mungkin nona Jenna..." Ucap Rubby lalu masuk kedalam pelukan wanita yang tengah hamil itu.
" Terimakasih nona...Tuan....Terimakasih atas kebaikan kalian berdua..." Ucap Rubby dalam dekapan keduanya.
" Pergilah kalian berdua " Titah Aiden sambil menyerahkan sebuah amplop putih kepada Philip.
" Sekarang sebelum aku berubah pikiran " Lanjut nya.
Philip memang sengaja tidak membuat resepsi besar-besaran seperti saudaranya waktu itu, karena dia pikir setelah pernikahannya dia harus kembali bekerja bersama dengan Aiden. Tetapi rupanya diam-diam Aiden dan Jenna telah menyiapkan sebuah kejutan untuk keduanya sebagai hadiah pernikahan mereka.
Gerry telah menunggu keduanya di pintu keluar gedung itu, siap untuk mengantarkan mereka ke bandara dimana pesawat pribadi milik Aiden sudah menunggu keduanya.
" Selamat berbulan madu tuan Philip " Ucap Gerry setelah mereka tiba di bandara.
" Kemana kita akan pergi dad?" Tanya Rubby penasaran.
" Entahlah baby, tidak ada yang mau memberitahu ku..." Jawab Philip pasrah.
" Kita lihat saja nanti..." Lanjutnya. Lalu mengangkat tubuh Rubby dan menaruhnya dipangkuan nya.
" Kamu tahu, kamu sangat cantik hari ini...Aku tidak rela berada jauh darimu baby " Ucap Philip. Rubby pun mengalungkan kedua tangannya di leher Philip dan mencium bibir pria itu sekilas.
Cup
" Thanks dad, sudah memenuhi janjimu..." Ucapnya.
" Anytime baby.." Jawab Philip, lalu menautkan bibirnya. Kali ini dalam dan semakin menuntut.
Tidak ada lagi batasan yang akan menghalangi mereka untuk mencurahkan keinginan tertinggi mereka masing-masing sampai kapanpun.
__ADS_1
" Hah...hah...Dad, jangan disini " Ucap Rubby ketika Philip sudah mulai menikmati leher jenjang gadis itu, tangannya pun sudah mulai nakal.
" Tidak baby...Aku akan melakukannya nanti..." Bisik Philip. Dia hanya ingin memenuhi rasa penasaran nya saja saat ini, tanpa ada rasa untuk menuntaskan keinginan nya.
Philip ingin melakukan nya nanti ditempat yang sudah Aiden sediakan untuknya sebagai hadiah pernikahan nya bersama Rubby, dia juga masih harus membimbing gadisnya ini untuk melakukan ritual malam pertamanya dan tidak mungkin itu bisa dia lakukan disini.
Philip menghentikan aktivitas nya dan memutuskan untuk membiarkan Rubby melakukan apapun yang dia inginkan dengan tubuhnya.
" Jangan terlalu banyak bergerak baby, nanti dia bangun " Pinta Philip, sambil tetap menutup matanya menikmati semua sentuhan yang diberikan oleh gadis itu kepadanya.
" Dad...Apa sebaiknya kamu mengukir namaku disini ?" Ucap Rubby sambil menggerakkan telunjuknya didada bidang Philip, tanpa mengindahkan permintaan pria itu.
" Hhmmm...Itu ide yang bagus, aku akan melakukannya nanti " Ucap Philip.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu hingga tiga jam penuh, pesawat yang mereka tumpangi itu pun mendarat disebuah pulau kecil.
" Pulau X..." Gumam Philip
" Aiden benar-benar melakukan nya..." Lanjut nya, lalu membangunkan Rubby yang tertidur pulas dipangkuan nya.
Aiden pernah bertanya kepadanya beberapa waktu yang lalu, jika dirinya memilih sebuah pulau untuk berbulan madu, pulau apa yang akan dia kunjungi. Philip menjawab pulau X, tanpa mengira jika adiknya itu benar-benar akan mengabulkan keinginan nya.
" Apa kita sudah sampai dad?" Tanya Rubby.
Mereka benar-benar telah sampai di villa, Philip memutuskan untuk menggendong Rubby turun dari pesawat tadi, karena gadis itu sulit untuk dibangunkan oleh nya.
" Iya baby...Kita sudah sampai..."
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah....
__ADS_1
Happy reading ππ€ππ€π