
Jenna menarik tubuh mungil itu kedalam pelukannya,dia bangga dengan sikap dewasa Noah meski anaknya ini masih berusia 7 tahun.
“Mommy selalu memaafkan Noah…Mommy loves you sayang” Jawab Jenna sambil memeluk Noah dan mengusap punggungnya.
“Thanks mommy, Noah juga sayang sama mommy” Balas Noah, lalu mencium kening dan pipi sang mommy tercinta setelah wanita kesayangannya itu mengurai pelukannya.
“Mom…Apa wajahku akan jelek nanti?” Tanya Noah dengan polosnya, pasalnya dari tadi dia menatap wajahnya di cermin, lebam-lebam diwajahnya itu tidak juga hilang.
Aiden tertawa mendengar perkataan anak sulung polosnya itu, dia meraih tubuh mungilnya dan mengangkatnya ke udara.
“Daddy! Aku bukan anak kecil lagi..!” Pekik Noah
Disisi lain Ariel masih terlihat kesal saat gadis cantik itu memasuki kamar mommy dan daddy nya. Rupanya keduanya sepakat untuk meminta maaf kepada mommy dan daddy mereka masing-masing karena kenakalan yang telah mereka perbuat hari ini, juga karena mereka telah membuat para mommy khawatir karena telah menunggu kepulangan mereka sore tadi.
“Mommy…” Ucap Ariel, gadis itu meremas tangannya sendiri saat berjalan mendekati kedua orang tuanya.
“Hai anak kesayangan mommy…Kenapa wajahmu murung hmmm?”Rubby menghampiri Ariel, lalu berjongkok dihadapannya. Dia mengintip wajah anak gadisnya yang masih asik menatap lantai.
“Aku minta maaf atas kenakalan ku hari ini mom” Ucap Ariel, sambil menatap bola mata indah milik mommy nya.
“Uuuhhh…Anak mommy kok manis banget sih?” Rubby memeluk putri kecilnya itu erat, lalu mencium keningnya.
“Mommy selalu memaafkan kamu sayang” Lanjutnya, sambil tersenyum dan menatap manik indah milik gadis kecilnya itu.
“Thanks mom” Ariel kembali menundukkan wajahnya.
Dia masih belum menerima jika Noah dan dirinya mendapatkan hukuman dari kepala sekolah, padahal jelas-jelas Noah mengatakan dengan jujur bahwa dirinya hanya membela diri siang tadi. Billy lah yang mencari gara-gara tadi itu, apalagi anak gemuk itu telah berani menghina mereka dengan mengatakan bahwa mereka miskin.
“Loh…Kok gadis daddy masih murung?” Philip meraih tubuh mungilnya lalu menaruhnya di pangkuannya.
__ADS_1
“Aku masih kesal dad…” Jawab Ariel, melirik sekilas ke wajah sang daddy lalu kembali menatap jemari tangannya.
“Sayang…Daddy tahu kalian hanya membela diri, dan kami bangga atas keberanian dan kejujuran kalian tadi siang…Tetapi sayang, sekolah mempunyai aturan yang harus mereka terapkan” Philip mensejajarkan wajahnya dengan wajah anak gadisnya, dia berharap agar gadis mungil itu memahami semua perkataannya.
“Apa sekarang aku termasuk anak nakal dad?” Tanya Ariel polos, karena yang dia tahu jika ada anak yang suka berkelahi itu artinya anak tersebut adalah anak yang nakal.
“Siapa yang berani mengatakan hal itu sayang?” Kekeh Philip
Berbeda dengan Noah dan Ariel, saat ini Billy justru sedang mendapatkan hukuman dari sang daddy. Bocah itu pun terpaksa mendengar pertengkaran antara mommy dan daddy nya saat sang mommy berusaha untuk memberikan pengertian kepada daddy nya tersebut.
“Huh dasar tukang cari gara-gara!” Ejek Mulan, kakak perempuan Billy yang sekarang telah berusia 10 tahun lebih sambil melemparkan bungkus bekas makanan ke wajah adiknya itu.
“Kamu juga sama! Biang masalah!” Balas Billy, bocah itu berusaha untuk beranjak dari duduknya dan saat bersamaan Mulan pun menertawakannya karena menurutnya lucu melihat sang adik yang kesusahan saat sedang berusaha untuk berdiri dari duduknya.
“Mommy! Mulan mentertawakan ku!” Pekik Billy. Seperti biasa bocah itu akan mengadu kepada sang mommy jika kakaknya Mulan menjahilinya.
Seketika percekcokan yang terjadi antara mommy dan daddy nya pun terhenti saat mereka mendengar teriakan Billy dari ruang sebelah, Bella menggeser pintu lalu memasuki ruangan itu bersama dengan Kevin.
“Ini tidak adil dad!” Pekik Mulan saat dia menghentakkan kakinya dan meninggalkan ruangan itu menuju kamarnya.
“Dan kamu! Sebagai laki-laki mulai hari ini kamu daddy larang untuk merengek dan mengadu! Apa kamu mengerti?!” Ucap Kevin sambil berkacak pinggang didepan Billy, bocah itu bahkan tidak berani mengangkat wajahnya dan hanya menunduk sambil meremas ujung kaosnya.
“Satu hal lagi! Jika daddy masih mendapatkan laporan dari sekolahmu tentang kenakalan mu itu, maka daddy tak akan segan-segan untuk mengirim mu ke sekolah asrama!” Lanjutnya, lalu meninggalkan Billy yang terisak sambil menatap lantai dibawahnya.
Bella menghampiri Billy lalu memeluk anak bontotnya itu, sang mommy bahkan menitikkan air matanya melihat perlakuan sang suami kepada anak-anaknya.
“Maafkan mommy sayang…” Ucap Bella sambil mengelus punggung anaknya itu.
“No mommy, apa yang dikatakan oleh daddy memang benar! Aku laki-laki jadi aku harus kuat!” Billy mengentikan tangisannya seketika, lalu melepaskan pelukan sang mommy dan mencium keningnya.
__ADS_1
Sementara dikamar Mulan, gadis itu mulai mengamuk dan menghancurkan barang-barang yang ada di atas meja belajarnya.
“Ini gara-gara bocah pengadu itu! Aku tidak akan pernah memaafkannya!” Pekik Mulan, lalu memukul foto keluarga yang tergantung di dinding dengan tongkat baseball nya hingga kacanya pecah.
“Keluarga macam apa ini?! Disini seperti neraka! Tidak ada yang menyayangiku!”Mulan menjatuhkan dirinya dilantai, seketika tangisannya pun pecah.
Mendengar keributan dari dalam kamar anak gadisnya, Kevin bergegas menghampiri ruangan itu dan mulai menggedor pintunya. Sementara Bella, tidak mau terjadi hal yang buruk terhadap putrinya diapun berlari menaiki tangga menuju kamar Mulan. Disana dia sudah melihat Kevin yang tengah menggedor pintu anak gadisnya sambil berteriak memanggil namanya.
Bruk!Bruk!Bruk!
“Mulan! Buka pintunya atau daddy dobrak sekarang!” Seru Kevin.
“Kevin! Hentikan!” Bella menarik tangan Kevin agar suaminya itu menghentikan aksinya.
Bagaimanapun Mulan masih anak-anak, dan aksi menggedor pintu kamar oleh suaminya tadi pasti akan membuatnya takut. Apalagi Kevin menggedor pintu sambil meneriaki Mulan, untuk memaksa agar gadis itu mau membukakan pintu kamarnya untuk dirinya.
“Demi Tuhan Kevin! Dia itu anak gadismu! Dan dia masih anak-anak…Tak bisakah kamu berbicara baik-baik padanya? Kasian dia Kev…” Ucap Bella dengan mata yang berkaca-kaca.
“Kamu itu terlalu memanjakan anak-anakmu! Lihat akibatnya! Tak ada satupun yang bisa diatur!” Kevin menghempaskan tangan Bella, dan berlalu meninggalkan sang istri yang sudah mulai terisak.
“Mereka itu anak-anak mu juga Kevin!”
.
.
.
To be continue
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini
Happy reading