Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Selamat Tinggal


__ADS_3

Sesuai janji Aiden kepada Amanda untuk mencari keberadaan Bella dan bayi mungilnya Mulan, hari itu Aiden mengerahkan banyak anak buahnya untuk mencari keberadaan mereka termasuk Brian. Pria itu menawarkan dirinya untuk mencari kakak iparnya itu sebelum semuanya terlambat, pasalnya Kevin sudah beberapa kali ini menerima surat panggilan sidang dari pengadilan. Untungnya pria bodoh itu selalu menolak untuk menceraikan istrinya Bella.


Hanya butuh waktu 24 jam saja bagi mereka untuk menemukan keberadaan Bella, itupun karena salah seorang dari anak buah Gerry tidak sengaja berpapasan dengan wanita itu ketika dirinya sedang mengantarkan istrinya berbelanja.


Flashback on


" Crish, kenapa kita berhenti disini? Aku ingin membeli pakaian bayi disana " Wanita yang tengah hamil itu mengerutkan keningnya, karena tiba-tiba saja suaminya seperti tengah menemukan sesuatu.


" Sayang, aku rasa aku menemukan orang yang sedang dicari oleh bos besar " Jawabnya tanpa melihat kearah sang istri.


" Oiya?? Mana?" Tanya sang istri begitu antusias, dikepala nya langsung tergambar tambahan angka sebagai bonus yang akan masuk ke rekening suami tercintanya.


" Bisakah kamu mengajak wanita berkaus putih itu berbicara? Sementara aku menghubungi bos ku?"


" Oke sayang, serahkan semuanya kepadaku " Ujar sang istri sambil mengedipkan sebelah matanya


Flashback off


" Bagaimana Ger? Kamu sudah menemukan informasi tentang wanita itu dan anaknya?"


" Saya sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan nona Bella tuan, salah seorang pengawal tidak sengaja berpapasan dengan nona Bella ketika beliau sedang berbelanja salah satu pusat grosir pakaian di kota W..." Gerry menghela nafasnya sejenak.


" Tapi?" Tanya Aiden, dia tahu pengawalnya ini masih belum menyelesaikan perkataannya.


" Tapi nona Bella pergi bersama seorang pria tuan " Lanjutnya.


" Huufttt...Sudah ku duga " Aiden memijat keningnya.


" Apa dia tahu dimana mereka tinggal?" Lanjutnya


" Iya tuan, saya sudah mengirimkan alamatnya melalui pesan singkat "


" Oke Ger... Terimakasih, suruh orang-orang itu tetap mengawasi pergerakan mereka "


Aiden mengakhiri sambungan telponnya dengan Gerry, lalu memberitahukan dua kabar tentang Bella ini kepada Jenna. Saat ini mereka tengah berada di kediaman Kevin, untuk menjenguk James suami dari Amanda mantan mertua kekasih hatinya.


" Bagaimana sayang? " Aiden baru saja memasuki kamar pria itu ketika Jenna bertanya.


" Gerry sudah menemukan keberadaan Bella, tapi sayang sebaiknya kita bicara diluar saja "


Bersamaan dengan itu Brian memasuki ruangan, pria itu terlihat panik dan tergesa-gesa.


" Kak...Mama koma " Isak Brian.

__ADS_1


" Kak Kevin baru saja menghubungi ku " Lanjutnya.


" Ya Tuhan...!" Ucap Aiden dan Jenna hampir bersamaan.


" Bri...Bawa papamu ke rumah sakit!, kami akan menemui mu disana nanti " Pinta Aiden, lalu bergegas pergi mengajak Jenna untuk menemui seseorang.


" Kita kesana sekarang Ger " Pinta Aiden setelah dia dan Jenna memasuki mobil.


" Baik tuan "


" Kita akan kemana Aiden?!"


" Kita akan menemui Bella sayang, persiapkan dirimu "


Satu jam kemudian mereka tiba di alamat kediaman Bella yang ternyata adalah gedung apartemen kecil di kota W, kedatangan mereka disambut oleh Chris sang penemu dan dua orang temannya. Crish terlihat begitu takjub melihat sosok Gerry dan Aiden apalagi Jenna, mereka terlihat seperti artis di film-film mafia pikirnya.


" Jaga matamu itu Chris!" Titah Gerry.


" Maaf tuan " Ketiga pria itu langsung menundukkan kepala mereka.


" Tunjukkan dimana mereka " Titah pria tinggi besar berwajah dingin itu kepada mereka.


.


.


" Kamu...?!" Bola mata Bella membulat sempurna saat netranya bertemu dengan manik tajam milik sahabat lamanya.


" Boleh saya masuk?" Jenna memasuki ruangan tanpa menunggu jawaban dari Bella, wanita itu masih berdiri mematung di ambang pintu. Apalagi melihat siapa yang berjalan dibelakang Jenna, dua orang pria tinggi besar yang sangat tampan. Bella mengenal salah satunya.


" Bagaimana mungkin kamu bisa menemukan keberadaan ku Jenna?"


" Aku tidak akan banyak bicara basa basi Bell, saat ini mama Amanda sedang koma dirumah sakit U begitu juga dengan papa James dirumahnya dan aku tidak menerima penolakan darimu " Jenna menghela nafasnya kasar.


" Kalian harus ikut dengan kami sekarang juga, kita tidak punya banyak waktu "Lanjutnya tanpa memberikan kesempatan sedikit pun kepada Bella untuk berbicara.


" Ta...Tapi Jenna aku .."


" Kemasi barang-barang mu sekarang juga Bella, apa kamu tidak mendengarkan perkataan ku barusan?!"


" Bella? Ada apa ini? Siapa mereka?" Adam tiba-tiba memasuki ruangan dengan satu kantong plastik besar ditangannya.


" Ini Jenna Adam..." Jawab Bella lirih.

__ADS_1


Adam langsung memahami situasi yang tengah terjadi, pria itu berjalan mendekati Bella.


" Sudah saatnya sayang, kamu harus menghadapi semuanya..."


" Ingat kata-kataku, hatimu akan semakin terluka jika kamu terus saja berlari dari masalah mu, dan kamu akan melukai lebih banyak orang lagi " Lanjutnya.


Melihat cara Adam berjalan dan berbicara, seketika hancur gambaran yang ada dikepala Aiden juga Gerry. Gambaran mengenai sosok Adam yang mereka kira adalah seorang pria tampan dan gagah serta bertubuh atletis seakan menguap begitu saja keudara, ternyata gerak-gerik Adam hampir sama seperti Wayan!


Tiba di rumah sakit Bella berlari memasuki ruangan ICU dimana Amanda dan James saat ini berada, sebelumnya wanita itu menitipkan Mulan kepada Jenna.


" Dia terlihat lucu sekali Aiden " Melihat pipi chubby dan mata bulat bayi mungil yang ada dipangkuan nya.


" Hhhhmmmm..." Aiden tersenyum, pria itu menyelipkan rambut panjang Jenna ke telinga wanita berhati malaikat itu.


" Kita bisa membuatnya, lagi dan lagi dan lagi..." Bisik Aiden lalu mencium pipi mulus Jenna nya.


" Menikah dulu sayang " Mengecup bibir Aiden.


" Hhhmmm....Menikah gak yah..." Kekeh pria tampan itu jahil.


" Aiden...!"


" Iya...Iya sayang, aku pasti akan menikahi mu...Kita akan membuat pesta yang sangat meriah " Aiden tergelak, lalu mencium kening,hidung dan bibir Jenna.


Tak lama kemudian Aiden melihat Brian berjalan dengan langkah gontai mendekati mereka.


" Ada apa Brian?" Aiden merasa kedatangan Brian membawa berita buruk tentang kedua orangtua pria itu.


" Maaf kak, mama dan papa..." Brian menjatuhkan dirinya dan berlutut dihadapan Jenna dan Aiden sambil menangis.


" Mama meninggal, disusul oleh papa kak " Tubuh Brian bergetar, pria itu tengah menangis tersedu. Sementara tangis Jenna pecah seketika, Aiden menarik tubuh wanita itu kedalam pelukannya diantara bayi mungil yang masih ada dipangkuan nya.


Kevin, pria itu tadinya akan menyampaikan berita duka ini kepada Jenna. Tetapi pria itu terpaksa harus mengurungkan niatnya setelah melihat adegan yang tengah terjadi dari balik pintu tuang tunggu pasien, pria itu sadar sudah tidak ada lagi namanya di hati wanita yang begitu dia cintai selama ini.


.


.


.


To be continued πŸ˜‰


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


Happy reading πŸ€—


__ADS_2