Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
From Honeymoon to Babymoon


__ADS_3

Perjalanan selama 6 jam yang sangat melelahkan bagi semua awak pesawat, jika Jenna lelah karena terus melayani keinginan Aiden maka Philip lelah karena harus menahan keinginannya terhadap Rubby gadis cantik yang diam-diam telah mewarnai hidupnya.


Bagaimana tidak, hampir separuh perjalanan pria dingin itu tidak bisa juga sekedar untuk memejamkan matanya. Selain karena wajah cantik Rubby terlihat semakin menggodanya saat gadis itu tengah tertidur disampingnya, juga karena telinganya yang terus ternodai dengan suara-suara Aiden dan Jenna dari dalam kabin pribadi mereka.


" Rubby...Kita sudah sampai, bangunlah " Philip mengelus pipi berbintik gadis itu.


" Ngghhh...Aku masih ngantuk " Ujarnya dengan suara khas bangun tidur nya.


" Aku hitung sampai tiga, jika kamu tidak juga bangun aku akan menciummu lagi " Bisik pria dingin itu ditelinga Rubby.


Mendengar bisikkan yang terdengar seperti sebuah ancaman di telinganya, gadis itu langsung membukakan matanya.


" Aku bangun...Aku sudah bangun tuan!" Ujarnya.


" Baguslah " Ucap Philip sedikit kecewa. Padahal dirinya berharap agar gadis itu tidak mengindahkan perkataannya, dan memilih untuk tetap tertidur. Sama seperti nona besarnya yang masih tertidur saat pesawat yang mereka tumpangi sudah mendarat dengan sempurna, hingga Aiden terpaksa harus menggendong nya seperti seorang anak kecil.


" Dia kelelahan Philip, aku tidak berani membangunkan nya " Ucap Aiden saat dirinya berjalan Philip dan Rubby.


" Tentu saja nona akan sangat kelelahan karena terus melayani mu tuan muda " Batin Philip.


Merekapun turun dari pesawat itu menuju mobil yang sudah setia menunggu mereka diluar.


" Selamat datang di negara kepulauan B tuan-tuan dan nyonya-nyonya " Sambut salah seorang sopir yang telah menanti mereka didepan pintu masuk mobil yang sudah dia bukakan untuk para tamunya.


" Terimakasih " Ucap Aiden, lalu mendudukkan Jenna di kursi penumpang sebelum dirinya duduk disampingnya. Jenna sempat terbangun sejenak untuk membenarkan posisinya sebelum wanita itu kembali tertidur.


" Kamu satu mobil denganku Rubby " Ucap Philip seraya meraih tangan gadis itu saat dirinya akan mengikuti Aiden untuk memasuki mobil di depannya.


" Ba...Baiklah tuan " Ucap Rubby, lalu memasuki mobil diikuti oleh pria yang entah sejak kapan telah membuat jantungnya berdegup tak karuan.


Satu jam kemudian mereka pun sampai di tempat tujuan, setelah sebelum nya menaiki sebuah yach untuk bisa sampai pulau itu selama lebih dari tiga puluh menit.


Rubby terlihat sangat menikmati perjalanan laut nya dibandingkan dengan perjalanan udaranya, gadis itu tak hentinya berdecak kagum melihat banyak lumba-lumba yang melompat ke udara. Tentu saja Philip pun ikut berbahagia karena seringkali Rubby tiba-tiba memeluk nya saking gembiranya saat sedang menikmati pemandangan langka itu.


Berbeda dengan Aiden, pria itu terlihat begitu mengkhawatirkan kondisi sang istri yang terus saja muntah selama mereka menempuh perjalanan laut itu.


" Apa kamu mabuk laut sayang?" Tanyanya sambil mengoleskan minyak hangat di tubuh Jenna.


" Atau mungkin masuk angin?" Lanjutnya.

__ADS_1


" Entahlah Aiden, kepalaku pusing dan perutku mual sekali " Jawabnya sambil memegangi perutnya.


" Aku akan memanggil dokter sesampainya kita disana " Ujarnya.


.


.


" Bagaimana kondisi istri saya dok?" Tanya Aiden khawatir saat dokter yang memeriksa Jenna telah selesai melakukan tugasnya.


" Kondisi istri anda sehat tuan Aiden, aya akan memanggil rekan saya kemari karena pemeriksaan selanjutnya merupakan tanggung jawab nya " Jawab dokter sambil tersenyum.


" Maksud dokter?" Aiden mengerutkan keningnya.


" Untuk pastinya, sebaiknya anda menunggu hasil pemeriksaan rekan saya nanti tuan, untuk sementara biarkan nyonya Jenna untuk beristirahat "


Tidak lama kemudian rekan sejawat yang dimaksud oleh dokter tersebut sampai disana, dengan ditemani oleh Rubby dokter wanita itupun memasuki kamar lalu memulai pemeriksaan nya.


" Kapan anda terakhir haid nyonya?" Tanya dokter itu sambil memeriksa bagian bawah perut Jenna.


" Bulan lalu dok, bulan ini saya belum mendapatkan haid " Jawabnya.


" Baiklah.." Ucap dokter itu, lalu meraih sebuah benda kecil dari dalam tas nya dan memberikannya kepada Jenna.


" Apa itu baby?" Tanya Aiden saat dirinya mengantarkan Jenna ke pintu kamar mandi.


Dulu saat masih hidup dengan Helena, wanita itu tidak pernah terlihat menggunakan benda itu pikirnya.


" Tunggu saja nanti hasilnya Aiden " Jawab Jenna.


" Hasil? Hei...Apa maksudnya baby?" Tanya Aiden kembali semakin penasaran, tetapi istrinya itu sudah terlanjur menutup pintu kamar mandinya.


Tiga menit kemudian Jenna keluar dari kamar mandi dengan wajah yang tertekuk sempurna, wanita itu bahkan sempat menciup bibir Aiden sekilas dan menghela nafasnya begitu berat sebelum menyerahkan benda kecil itu kepada sang dokter.


" Dua garis " Ucap sang dokter.


" Ada apa dengan dua garis itu? Apa artinya? Apa istri saya sakit parah dokter" Tanya Aiden semakin dibuat penasaran.


" Selamat tuan, anda akan menjadi seorang ayah " Ucap dokter wanita itu seraya menjabat tangan Aiden.

__ADS_1


" Apa??!! Tapi itu tadi....Kamu...Wajahmu itu tadi " Ucapnya terbata-bata sambil menunjukkan jari telunjuknya kepada Jenna dan benda kecil yang masih dipegang dokter itu secara bergantian.


" Kamu menjahiliku yah " Ucap Aiden, seraya menarik tubuh sang istri kedalam pelukannya.


" Pelan-pelan sayang, bayi kita masih sangat kecil " Bisik Jenna.


" Maafkan aku baby, aku sangat bahagia" Ucapnya lalu menguraikan kembali pelukannya.


Dokter pun menjelaskan fase-fase kehamilan kepada Jenna dan Aiden, lebih tepat nya kepada Aiden karena ini baru pertama kalinya bagi pria tampan itu menghadapi kehamilan pada sang istri. Dengan antusias Aiden mendengarkan dokter wanita itu, bahkan dirinya banyak mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar masa kehamilan istrinya Jenna.


" Kamu dengar itu sayang? Kamu tidak boleh terlalu banyak aktivitas " Ucapnya kepada Jenna sesaat setelah sang dokter meninggalkan kamar.


" Iya Aiden, aku mendengarnya " Jawab Jenna sambil mengelus perutnya yang masih rata. Dan kali ini Jenna bersungguh-sungguh akan menjaga kandungan nya, dia tidak mau hal buruk terulang kembali.


" Aku berjanji akan menjaga kalian " Ucap Aiden, mengerti akan kekhawatiran istri tercintanya itu.


" Sepertinya king cobramu ini harus beristirahat selama tiga bulan penuh " Ucapnya kembali sambil terkekeh pelan.


" Maafkan aku Aiden, ini semua demi..."


" Iya sayang, aku sangat mengerti...Kamu gak usah minta maaf seperti itu, ini demi kebaikan kalian berdua, aku akan melakukan apapun untuk menjaga kamu dan bayi kita " Ujar Aiden memotong perkataan Jenna sebelum istrinya itu merasa bersalah.


" Terimakasih sayang " Ucap Jenna lalu memeluk Aiden.


" Toh si king cobra sudah puas memuntahkan bisa nya disana selama ini " Kekehnya, lalu mencium puncak kepala Jenna.


Sementara diluar kamar.


" Kenapa kamu melihat ku seperti itu tuan?" Tanya Rubby saat dirinya menyadari sorot mata tajam Philip kepada dirnya.


.


.


.


To be continue πŸ˜‰


Hai kakak-kakak mohon maaf baru up lagi cerita ini, dan terimakasih karena telah setia menunggu episode terbaru novel ini.

__ADS_1


Happy reading πŸ˜‰


Jangan lupa tinggalkan jejak yah 😘


__ADS_2