
" Maafkan mama Aiden..." Ucap wanita itu lirih.
Megan tahu perilaku anak gadisnya memang sudah sangat keterlaluan, meski dia belum merelakan perceraian diantara Aiden dan putri sulungnya tetapi dia tahu bahwa hubungan mereka sudah tidak bisa lagi diselamatkan.
" Seharusnya mama tidak melibatkan mu dalam hal ini " Lanjutnya.
" Its oke ma, tapi maaf Aiden tidak bisa membantu mama lebih jauh lagi..Aku sudah menikah sekarang, aku tidak ingin menyakiti hati istriku ma "
" Tidak! Aiden hanya milikku! Bukan milik wanita itu!" Pekik Helena, rupanya diam-diam wanita itu telah mencuri dengar percakapan diantara mereka.
" Iya...Iya sayang..." Megan mencoba untuk menenangkan Helena tetapi wanita itu malah semakin menjadi.
" Kita belum bercerai kan Aiden?! Katakan padaku mereka itu bohong kan?!" Helena menarik-narik baju yang dikenakan oleh Aiden.
Aiden hanya terdiam, dia tak habis pikir dulu Helena lah yang memaksanya untuk melepaskannya sekarang wanita itu malah mati-matian ingin kembali kepada nya. Dan itu sudah sangat terlambat bagi Aiden, karena di hati pria itu hanya terukir nama Jenna.
" Maaf Helena, diantara kita sudah berakhir...dan kamulah yang pergi meninggalkan ku dulu " Aiden melepaskan tangan Helena dari bajunya, lalu pergi meninggalkan wanita itu.
" Tidak Aiden! Itu hanya sebuah kesalahan kecil! Aku akan memperbaiki semuanya!" Teriak Helena.
Jenna yang tadinya memutuskan untuk tidur terpaksa mengurungkan niatnya karena kegaduhan yang terjadi diluar ruangannya, wanita itupun perlahan turun dari ranjangnya karena menurutnya dia seperti mengenal pemilik dari suara itu. Dengan mendorong tiang penyangga infusan Jenna berjalan perlahan keluar kamar.
" Aiden! Aku mohon berhenti! Atau aku akan bunuh diri!" Teriak Helena, wanita itu berlari mengejar Aiden dan memeluk pria itu dari arah belakang tubuhnya.
" Aiden..." Jenna menutup bibirnya, lalu membalikkan tubuhnya dan berlari dengan sisa tenaganya tanpa tahu arah tujuannya.
" Jenna! Tunggu! " Aiden mencoba untuk melepaskan pelukan Helena dari tubuhnya.
Philip yang baru saja tiba disana dan menyaksikan langsung adegan itu memutuskan untuk mengejar Jenna tanpa memperdulikan Aiden dan Helena saat dirinya berpapasan dengan mereka.
" Memusingkan sekali!" Batin Philip
Philip berlari menelusuri lorong kemana Jenna berlari tetapi pria itu tidak menemukan keberadaan Jenna, Philip mulai membuka satu demi satu pintu ruangan disepanjang koridor hingga dia berhadapan dengan sebuah pintu darurat yang menghubungkan lantai itu dengan lantai yang lainnya melalui titian tangga.
" Nona...Apa anda ada disini?" Philip melihat ke arah bawah tangga dan kearah atas tangga.
" Kemana dia " Gumamnya.
Samar-samar Philip mulai mendengar Isak tangis seseorang, dia pun mulai menaiki tangga mencoba untuk mencari sumber suara.
__ADS_1
" Nona..." Baru kali ini Philip merasa sedih melihat pemandangan yang dia lihat didepannya, biasanya pria dingin dan datar itu tidak pernah terlalu perduli dengan masalah memusingkan seperti itu. Philip melihat Jenna tengah terisak disalah satu sudut tangga sambil memeluk kedua lututnya.
" Aku mau pulang Philip, aku mohon bawa aku pulang sekarang " Isak Jenna, wanita itu menatap wajah Philip dengan tatapan memohon.
" Baiklah nona, aku akan membawamu pulang ke mansion sekarang " Philip mengulurkan tangannya.
" Aku mau pulang ke Sanremo Philip, aku merindukan rumahku " Kembali Jenna terisak.
" Baiklah nona, aku akan membawa anda ke Sanremo malam ini juga...Tapi kita harus kembali ke kamar, aku harus mengurus kepulangan anda terlebih dulu "
" Tidak Philip, aku mau pergi sekarang!" Seketika tangis Jenna pecah, Meski ragu Philip membalikkan tubuhnya agar Jenna menangis dipunggung nya, sementara dia memikirkan sesuatu yang menurutnya gila! Philip akan membawa kabur Jenna dari rumah sakit dan kembali ke Sanremo.
Perlahan pria itu mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya dan mulai menuliskan sebuah pesan singkat kepada seseorang, lalu memasukkan ponselnya kembali.
" Nona...Jika Anda ingin pulang sekarang, anda harus berhenti menangis dan....Ijinkan saya melepaskan infus itu dari tangan anda " Pinta Philip.
Jenna pun mengulurkan tangannya tanpa Philip mengubah posisi nya. Philip mengambil saputangan dari sakunya lalu perlahan melepaskan jarum suntik yang masih menancap ditangan majikan perempuannya itu lalu mengikatkan kain itu ditangan Jenna mencegah agar tidak terjadi pendarahan.
" Apa anda sudah siap? Kita akan melewati tangga ini " Philip merasakan kepala Jenna mengangguk dipunggung nya.
Dengan sangat hati-hati Philip menuntun Jenna meniti tangga itu hingga ke lantai paling dasar, yang langsung terhubung dengan tempat parkir gedung rumah sakit itu seketika Philip membukakan pintu.
" Apa anda baik-baik saja? Kita akan berjalan sedikit kearah sana nona, saya memarkirkan mobil disana "
Kembali ke dalam gedung dimana Helena semakin berteriak histeris ketika Aiden mencoba untuk melepaskan tangannya, dan tim medis sudah berada disana mencoba untuk menenangkan Helena.
" Aiden! Aku mohon jangan tinggalkan aku!" Teriaknya saat Aiden telah terlepas dari pelukannya.
" Jenna!" Teriak Aiden, pria itu berlari secepatnya untuk mencari keberadaan sang istri.
" Philip! Dimana kalian?!" Seperti orang gila Aiden mencari keberadaan istri dan asisten pribadi nya itu, dia mulai membuka pintu-pintu kamar disepanjang koridor hingga dia menemukan sebuah pintu darurat dan membukanya secara paksa.
" Jenna! Philip!" Setengah berlari Aiden menaiki tangga hingga langkahnya terhenti saat netranya melihat tiang penyangga infus milik sang istri yang teronggok disana.
" Jenna, Philip....Dimana kalian sebenarnya?" Aiden menjatuhkan tubuhnya hingga berlutut sambil memegangi tiang besi itu, seketika kecurigaan Aiden timbul. Dia curiga jika Philip telah membawa Jenna pergi dari sana, Aiden mengeratkan rahangnya dan mengepalkan tangannya lalu bangkit dan berjalan menuruni tangga.
" Kurang ajar kamu Philip!" Aiden melemparkan ponselnya setelah dia menghubungi Gerry. Aiden mencoba untuk menghubungi asisten pribadi nya itu tetapi handphone nya dalam keadaan tidak aktif, sama halnya dengan handphone milik Jenna.
" Berani-beraninya kamu!" Lanjutnya.
__ADS_1
" Aiden! Apa yang terjadi? Dimana istri mu?!" Spencer memasuki ruangan, sudah setengah jam dia mencari keberadaan Jenna di seluruh gedung itu.
" Philip telah membawanya pergi!" Jawab Aiden kesal.
" Tenangkan dirimu Aiden, aku yakin dia memiliki alasan yang kuat untuk melakukan hal itu"
" Apa Spence?!!"
" Bukankah tadi Jenna melihat Helena memeluk mu Aiden?"
" Tapi itu bukan keinginan ku!" Sanggah Aiden
" Aku tahu itu, tapi apakah Jenna tahu? Mungkin saat ini Philip hanya ingin menenangkan Istri mu, aku yakin dia akan memberikan pengertian kepada Jenna"
Aiden menghela nafas kasar.
" Aassh11ttt!! Kenapa ini harus terjadi!" Teriak Aiden.
" Aku mencintai nya Spence!" Lanjut Aiden.
" Tenangkan dirimu Aiden! Bagaimana kamu bisa memberikan penjelasan kepada Jenna jika dirimu masih seperti ini?!"
" Aku harus pergi menyusul dia! Percuma aku disini hanya mendengar ocehan mu saja!" Aiden melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.
" Kemana Aiden?!" Teriak Philip
" Sanremo!!" Pekik Aiden
" Dan bereskan wanita itu Spencer! Atau aku cabut ijin praktek mu!" Lanjutnya
.
.
.
To be continued π
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah π
__ADS_1
Happy reading π€
See you all tomorrow π