
Seketika jantung Rubby berdetak kencang, gadis itupun berusaha untuk mengontrol nafasnya yang sudah mulai terasa sesak.
" Aduh...Kenapa jantungku berdetak kencang seperti ini?" Gumam gadis itu sambil mengelus-elus dadanya.
" Mmmhhh..." Philip bergumam dalam tidurnya, dan itu membuat perasaan Rubby semakin tidak karuan. Suara berat gumaman Philip terdengar begitu indah ditelinga gadis itu, Rubby pun menghela nafasnya kembali.
" Aahh tuan Philip kenapa suaramu terdengar begitu menenangkan hatiku" Batin Rubby.
" Wangi rambutnya aku suka " Gumamnya sambil menghirup panjang udara yang telah terkontaminasi oleh wangi rambut Philip disekitarnya seraya memejamkan matanya.
" Benarkah?" Tiba-tiba suara berat pria itu terdengar ditelinga Rubby
" Owh my God!" Batinnya.
Rubby pun membuka matanya perlahan, dan bola mata itu membulat sempurna tatkala manik matanya bertatapan langsung dengan mata elang milik pria tampan pria itu. Jaraknya pun begitu dekat, hingga gadis itu bisa merasakan hembusan nafas berbau mint dari mulut pria dewasa itu.
" Tu...Tuan Phi.... Mmpppphh" Bola mata Rubby semakin membulat saat Philip membungkam mulutnya dengan bibir dingin pria itu. Rubby mencoba untuk memberontak, tetapi rasanya sangat tidak mungkin karena tangan pria itu telah mengunci tengkuknya.
Philip menggigit bibir bawah gadis itu hingga dia membuka mulutnya, dan dia pun bebas untuk bermain-main dengan lidahnya disana. Pria itu bisa merasakan kekakuan dari gadis kecilnya, dia mengelus tengkuk gadis itu berharap agar dirinya bisa memberikan kenyamanan untuknya. Benar saja lama kelamaan Rubby semakin pasrah, nafasnya yang sempat tertahan terlepas begitu saja Gadis cantik itu semakin terbuai dengan ciuman dalam dan mesra yang diberikan oleh Philip kepadanya.
Philip melepaskan tautan bibirnya, dan mengusap bibir basah gadis itu dengan jari tangannya. Philip tidak melepaskan tatapannya dari wajah Rubby yang kini merona, seketika senyuman manis mengembang dibibir pria itu.
" Rasanya manis " Ucap Philip dan langsung memicu reaksi dari gadis itu. Rubby menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Tuan Philip...Anda telah mengambil ciuman pertama ku " Ujarnya sambil menggelengkan kepalanya.
" Baguslah dan akan aku pastikan bahwa hanya aku yang akan terus mengambilnya darimu " Bisiknya ditelinga Rubby.
Rubby membuka tutupan wajahnya, dan menoleh kearah Philip yang telah menyandarkan kembali tubuhnya dikursi.
" Apa maksud anda tuan?" Seketika rasa takut timbul didalam dirinya. Apa mungkin tuan Philip akan berlaku tidak senonoh kepada nya? Pikirnya.
" Hilangkan pikiran buruk mu itu Rubby, mulai hari ini kau adalah milikku " Ucap Philip tanpa menatap gadis itu. Philip lalu menghela nafasnya panjang dan menutup kembali matanya.
" Tapi tuan..."
" Apa kamu ingin aku mencium mu kembali hhmmmm??" Philip mendekatkan kembali wajahnya untuk memotong perkataan Rubby.
__ADS_1
" Tidak.... Tidak....Jantungku saja masih berdegup kencang, jika tuan melakukannya lagi bisa-bisa jantungku ini pecah didalam sana " Ucapnya seraya menggelengkan kepalanya.
" Maksud mu disini?" Philip menunjukan jarinya tepat diantara dua gundukan kecil didada gadis itu, tetapi kali ini tindakannya telah menimbulkan reaksi tidak terduga dari Rubby. Gadis itu berteriak sambil menampar wajahnya.
" Ma...Maafkan saya tuan...saya tidak sengaja " Ucap Rubby ketakutan. Rubby bahkan tidak berani menatap wajah Philip, dia takut Philip akan menghukumnya.
" Apa kamu tidak bisa mengontrol tangan mu itu?!" Tanya Philip sambil mengelus pipinya yang terasa panas, gerakan reflek tangan Rubby lumayan kencang di pipinya.
" Maafkan aku tuan...Aku tidak sengaja...Hiks " Isak Rubby.
" Anda...Membuatku terkejut tuan...Hiks " Lanjutnya dan isak tangisnya pun semakin terdengar.
" Ya Tuhan...Apa aku semenakutkan itu dimatanya?" Batin Philip.
Philip mendekatkan kembali tubuhnya dan memeluk gadis itu.
" Maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk membentak mu Rubby " Bisiknya.
" Tuan..." Isak Rubby
" Apa anda mendengar sesuatu?" Tanya Rubby kepada Philip, pria itu masih memeluknya. Sedari tadi samar-samar Rubby bisa mendengar suara-suara aneh yang entah darimana asalnya, suara-suara itu terdengar seperti suara rintihan seseorang.
" Apa orang itu sedang merasakan kesakitan yah?" Batin Rubby
Philip mengurai pelukannya dan menatap wajah berbintik milik Rubby, dia pun menguatkan pendengaran nya.
" Sepertinya sedang terjadi sesuatu didalam sana " Lanjut gadis itu sambil menunjuk kearah kabin belakang pesawat, dimana tempat tidur milik Aiden berada.
Menyadari sumber suara, Philip langsung menaruh kedua telapak tangannya ditelinga Rubby dan menggelengkan kepalanya.
" Itu hanya suara dari film yang sedang ditonton oleh tuan Aiden dan nona Jenna " Ujar Philip.
Sementara didalam kabin pribadi tempat Aiden dan Jenna berada.
" Nnggghhh..."
Serasa sedang bermimpi Jenna merasakan sesuatu yang lembut tengah bergerak di seputar areola nya, dan rasa itu semakin lama semakin terasa begitu nikmat.
__ADS_1
Perlahan Jenna membuka matanya, lalu menatap kearah dadanya dimana Aiden sedang asik bermain-main disana.
" Sssshhhh... Mmmhhh...." Jenna meremas rambut pria itu, hingga dia merasa aktivitas nya terusik. Aiden melirik kearah dirinya dan tanpa melepaskan bibirnya dia pun tersenyum kearahnya lalu melanjutkan aktivitas nya kembali, kali ini semakin intens.
" Mmmhhh..." Keluh Aiden sambil melepaskan tautan bibirnya, lalu mengekplorasi bagian lain dari tubuh polos istri nya itu. Bagian favorit dari tubuh mulusnya, yang selalu sukses membuat wanita itu melontarkan kata-kata permohonan kepadanya.
Perlahan Aiden membuka kaki jenjang Jenna dan terlihat lah pemandangan indah itu, tanpa ragu diapun mulai menjelajahi nya.
Benar saja, belum lama dia menjelajahi tempat sakral dimana ular cobranya sering bersemayam suara-suara indah itu sudah mulai terdengar jelas ditelinga nya. Apalagi ketika dia menggigit pelan benda kecil disana, Jenna akan semakin membenamkan dirinya disana dan meneriakkan permohonannya.
" Aah....Lagi sayang...Lagi..."
Aksi Aiden akan semakin gencar disana ketika mendengar permohonan demi permohonan dari Jenna, dia bahkan akan sangat bahagia apabila telah mengantarkan wanita itu kepuncak pelepasan pertama nya.
" I want you " Bisik Jenna ditelinga Aiden ketika pria itu menciumi leher jenjangnya.
Mengerti dengan permohonan singa betina nya, Aiden pun menyerahkan begitu saja tubuh polosnya kepada wanita itu dan membiarkan Jenna membalas perlakuannya disana.
Aiden mulai menutup matanya, dan menikmati keagresifan singa betina nya ketika ia mencabik-cabik tubuhnya dengan bibir tipisnya. Tanpa sadar dia pun mulai melontarkan permohonan-permohonan itu kepada Jenna, apalagi saat singa betina itu menguasai ular cobra miliknya. Wanita itu telah membuat dirinya terbang ke angkasa!
Sekuat tenaga Aiden menahan sesuatu didalam dirinya untuk menyemburkan cairan tubuhnya, dia pun berusaha untuk menahan serangan singa betina itu dengan tangannya tetapi wanita itu tidak mau menyerahkan kembali ular cobra miliknya hingga dia pun menyemburkan bisanya disana.
" Aaaahhh baby!"
Tidak ingin kalah untuk kedua kalinya, Aiden membalas serangan singa betina lapar itu hingga berkali-kali lipat. Pertempuran sengit pun berlanjut hingga akhirnya auman keduanya terlepas dari bibir mereka tanda keduanya telah mencapai kenikmatannya bersama.
.
.
.
To be continued π
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah π
Maafkan pagi-pagi udah bikin hareudang bayeungyang!
__ADS_1