
" Apa anda akan membeli sesuatu ?" Tanya Philip kepada pemuda itu. Pria dingin itu melihat Shawn yang masih berdiri didekat mereka, sementara Rubby meneruskan pekerjaannya memajang permen-permen coklat buatan nya.
" Tidak tuan..." Jawab Shawn kecewa. Pemuda itu pun memutar tubuhnya dan pergi meninggalkan Rubby disana, bersama dengan pria yang menurutnya terlalu dewasa untuk Rubby.
" Aku harus mendapatkan cinta Rubby, dan aku harus menyelamatkan gadis itu dari pria mengerikan itu" Batin Shawn.
Selesai memajang permen-permen cantik hasil keterampilan tangannya, tiba-tiba saja Rubby merasa tubuhnya melayang. Gadis itu sangat terkejut melihat tangan kekar melingkar di pinggang nya, memutar dan mengangkat tubuh mungil nya lalu menggendong nya.
" Hei...Turunkan aku...!" Pekik Rubby
" Kenapa? Kamu tidak suka? Bukannya tadi pagi kamu bilang kamu merindukanku? Lalu kenapa kamu malah asik berpacaran dengan pemuda ingusan itu hmmm??" Cecar Philip sambil melangkahkan kakinya kedalam menuju lift yang akan mengantarkan mereka ke lantai tiga gedung itu.
" Aku tidak pacaran dengannya! Dia yang terus mengejarku" Ucap Rubby tak terima dengan tuduhan yang dilontarkan Philip.
" Hhmm...seperti nya aku harus segera menikahimu agar tidak ada pria manapun yang mendekatimu lagi nona cantik " Philip menggodanya, dia bahkan tidak perduli dengan tatapan mata Wayan dan teman-temannya ketika pria itu berjalan melewati mereka.
" Hhhh...Rupanya manusia es itu sudah mencair " Ucap Wayan, sambil menggelengkan kepalanya dan mengusap dadanya dengan tangan lentik nya.
" Mereka terlihat lucu sekali.." Sambung Paloma, yang juga memperagakan gerakan yang sama dengan Wayan.
Tiba dilantai tiga Philip membawa gadis itu masuk ke ruang santai, lalu mendudukkan dirinya diatas sofa empuk dengan Rubby tetap dipangkuan nya.
" Kenapa kamu bisa ada disini? Bukankan tadi pagi bilang kalian sedang sibuk di kantor?" Tanya Rubby, sambil membuka celemek yang masih menempel di badannya dan meletakkan nya sembarang.
" Apa kamu tidak senang aku disini sekarang?" Tannya Philip, seraya mengerutkan keningnya dan menatap manik indah milik gadis itu.
" Tentu saja aku senang, maksudku.....Mmmppphh..." Ucapannya terhenti tatkala pria yang sangat dirindukan nya itu menakutkan bibirnya.
" Apa buktinya jika kamu senang hhmm?" Tanya Philip, ketika dirinya menguraikan tautan bibirnya dan membiarkan gadisnya itu untuk memenuhi paru-paru nya dengan udara.
" Aku....Mmmmhhh...." Baru saja gadis itu akan menjawab pertanyaannya, Philip kembali menakutkan bibirnya.
Pria itu cukup tahu kerinduan hati Rubby terhadapnya, tatkala gadis itu menyambut ciumannya yang semakin menuntut. Dan Ruby pun semakin terbuai dengan sentuhan lembut tangan kekar Philip yang mengelus rambut dan punggungnya.
" Sayang...Kenapa perutku aneh sekali rasanya?" Tanya Rubby, sesaat setelah mereka mengakhiri sesi ciuman mesranya. Gadis itu pun terlihat meremas perutnya yang terasa sangat aneh itu, Rubby tidak bisa menemukan kata yang tepat untuk menjelaskan rasa nya itu.
__ADS_1
" Mampus! Gimana cara jelasinnya...??" Batin Philip.
Sebagai pria dewasa Philip tahu benar apa yang sedang dirasakan oleh Rubby saat ini, karena dia pun merasakan hal yang sama. Bahkan Philip mati-matian menahan naluri kejantanannya agar tidak timbul saat ini.
" Itu hal yang normal ketika orang sedang berciuman " Jawab Philip sekena nya.
" Apa kamu juga merasakannya?" Tanya Rubby, gadis itu sekarang malah meremas tangan Philip dan menggigit bibir bawahnya seperti sedang menahan sesuatu.
" Iya baby...Aku juga merasakannya" Jawab Philip, sambil menutup mata dan memijat keningnya.
" Lalu bagaimana caranya agar ini hilang?" Tanya Rubby kembali, perasaan aneh diperutnya tidak juga hilang. Yang ada justru semakin menjadi tatkala dirinya melihat dada bidang pria itu, saat Philip melepaskan dasi dan membuka kancing kemejanya.
" Maaf sayang, disini gerah..." Ucap Philip, saat dia juga melepaskan jas yang dikenakan oleh nya.
Perlahan tangan Rubby mulai menyentuh bulu-bulu halus di dada Philip, gadis itu juga bisa melihat tatto dibaliknya. Bagus sekali pikirnya, lalu membuka satu demi satu kancing kemeja pria itu untuk melihat lebih jelas lagi gambar tatto di dadanya.
Bukannya menghentikan aksi Rubby, Philip malah menatap wajah gadis itu dalam dan membiarkan Rubby berbuat sesuka hatinya disana.
" Kamu boleh menciumnya " Ucap Philip, dirinya bisa melihat tatapan mata Rubby semakin intens memerhatikan dada bidang miliknya. Bak seekor kucing betina yang siap melahap mangsanya.
Tanpa menunggu jawaban dari Philip, Rubby langsung menyambar dua benda kecil disana secara bergantian. Benda kecil itu yang membuat dirinya begitu penasaran sejak tadi.
" Mmmhhh..." Philip menghela nafasnya berat seraya menutup matanya, tidak disangka gadis itu akan menyambar dua benda kecil itu dengan rakus! Kini dia benar-benar harus berjuang semakin keras untuk menahan naluri kejantanannya agar tidak sampai memberontak.
" Perutku semakin aneh rasanya daddy..." Ucap Rubby yang entah kenapa membuat Philip merasa sangat senang mendengar nya.
Suara manja gadis itu saat memanggilnya dengan sebutan daddy terasa begitu sexy di telinganya. Philip sangat yakin jika gadis itu bahkan tidak menyadari perbuatannya sendiri.
" Boleh daddy lihat perutmu itu baby?" Tanya Philip, seraya membuka kancing kemeja yang dikenakan oleh Rubby.
" Jangan! Aku malu..." Ucap Rubby, memegang tangan Philip agar pria itu menghentikan aksinya.
" Its oke baby...Kamu itu milik daddy, gak udah malu..." Philip pun meneruskan aksinya membuka kancing kemeja yang dikenakan Rubby.
Disini dad..." Rengek Rubby sambil menunjuk ke arah perutnya yang semakin terasa aneh, sepertinya sesuatu sedang terjadi didalam sana.
__ADS_1
Meski gadis itu menunjuk ke arah perutnya, tetapi tatapan mata Philip tertuju pada dua bukit kembar milik Rubby. Kedua bukit yang sudah pasti belum pernah terjamah itu terlihat sangat mulus dan menggoda, meski masih tertutup segel.
Perlahan satu tangan Philip bergerak mencari dimana letak kunci segel itu berada, dan ketika dia menemukannya seketika itu juga tangan itupun melancarkan aksinya untuk sesegera mungkin melepaskan nya.
" Perutku dad...bukan itu " Keluh Rubby, tetapi sekejap kemudian keluhannya berganti dengan lenguhan hingga pada akhirnya gadis itu pun mencengkram kuat bahu Philip dan merasakan sesuatu terlepas dari dalam perutnya.
.
.
" Minggu depan kita menikah Rubby " Ucap Philip. Pria itu cukup sadar jika hal ini sampai terulang kembali, baik dirinya maupun Rubby pasti sudah tidak akan bisa lagi menahan nalurinya.
" Secepat itu? Tapi kita...."
" No baby...Tolong jangan membantahku, kamu akan mengerti nanti setelah kita menikah oke....Ini demi kebaikan kita berdua " Pinta Philip.
Rubby terlihat menekuk wajahnya saat Philip memotong kalimatnya, harapan dirinya untuk berpacaran dulu sebelum menikah pupus sudah.
" Heii....Kenapa gadis daddy murung? Kamu tidak suka kita menikah?" Philip mengangkat wajah Rubby lalu menatap manik teduhnya.
" Aku ingin pacaran dulu, seperti orang kebanyakan..." Ucapnya dengan bibir yang mengerucut.
" Sayang...Kita akan bebas berpacaran setelah kita menikah, aku janji itu " Ujar Philip, lalu menarik tubuhnya kedalam pelukannya.
" Dan kamu akan bebas melakukan apapun yang kamu mau ditubuhku ini " Batin Philip.
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah
__ADS_1
Happy reading🤗🤗🤗