
KIta tinggalkan dulu ke uwuan daddy Philip dan baby Rubby sejenak, mereka sedang asik-asiknya menjalani hubungan percintaan mereka yang sedikit unik, dimana Philip benar-benar memanjakan gadis kesayangannya itu.
Akhir-akhir ini selera makan ibu hamil sedang turun,Jenna sendiri bingung kenapa ketika menginjak satu bulan masa kehamilannya justru dirinya malah bermasalah dengan pola makannya.
Terkadang Jenna bangun tengah malam karena perutnya terasa lapar, dia terpaksa bangun untuk membuat sendiri makanan yang tiba-tiba diinginkannya itu tanpa membangunkan suami tercintanya. Tetapi anehnya pada siang harinya justru selera makannya malah menurun, beruntung Jenna masih ada keinginan untuk makan buah-buahan segar atau segelas jus buah dan sayur.
" Kenapa gak dimakan lagi sayang? Ini enak loh " Tanya Aiden, ketika dirinya melihat sang istri yang hanya menyendok sedikit sarapan paginya.
" Aku hanya ingin makan buah apel Aiden, aku tidak berselera makan pagi ini " Jawab Jenna malas.
" Apa mau aku buatkan sarapan pagi nona? " Tanya Rubby, gadis itu merasa khawatir melihat tingkah nona mudanya yang akhir-akhir ini sering menolak untuk dibuatkan makanan oleh Rubby, ataupun memakan makanan yang sengaja dibuatkan gadis itu untuknya.
" Tidak terimakasih Rubby, pagi ini aku hanya ingin makan buah apel saja" Jawab Jenna. Aiden pun mengambilkan buah apel dan mengupas serta memotongnya untuk Jenna.
" Kamu yakin kamu baik- baik saja sayang?" Tanya Aiden memastikan, sambil mengupas buah apel itu untuk sang istri.
" Entahlah..Akhir-akhir ini aku malas sekali untuk makan makanan berat " Jawab Jenna lalu menghela nafasnya berat. Memikirkan makanannya saja sudah membuat Jenna malas dan kehilangan selera makannya.
Aiden pun memperhatikan jika sang istri akhir-akhir ini cepat merasa lelah dan lebih banyak tidur. Aiden masih ingat dengan pemaparan dokter kandungan langganan Jenna, yang mengatakan jika pada fase awal kehamilan calon ibu akan mudah merasa lelah, pusing kepala serta mual. Tetapi untuk kasus istrinya ini termasuk unik, karena justru ketika sudah memasuki usia kandungan satu bulan lebih, gejala itu baru muncul.
" Sebaiknya kamu beristirahat saja sayang " Pinta Aiden. Pria tampan itu menuntun Jenna kembali kekamarnya setelah selesai sarapan, sebelum dirinya berangkat kerja bersama dengan Philip.
__ADS_1
Jenna pun menurut saja pada permintaan suaminya ini, biasanya dia justru cenderung menolak dan akan merayu Aiden agar suaminya itu mengijinkan dirinya untuk beraktivitas seperti biasanya.
Setelah memastikan sang istri merasa nyaman di tempat tidur, Aiden lalu mencium kening dan bibirnya lalu meninggalkan sang istri dengan kebiasaan barnya itu. Pria itu sempat berpesan pada Rubby untuk menemaninya sesekali dan menawarinya makanan atau membawakannya buah-buahan untuk dimakan oleh sang istri sebelum dirinya memasuki mobil bersama dengan Philip.
" Apa kamu yakin jika nona Jenna baik-baik saja Aiden? Sepertinya nona sedang bermasalah dengan selera makannya.." Ucap Philip yang beberapa hari ini dirinya juga memerhatikan kebiasaan baru nona mudanya itu, berlama-lama tidur dan lebih manja menurutnya.
" Sepertinya ini salah satu gejala pada fase kehamilan awal Philip, tapi aku akan membawanya ke rumah sakit jika ini terus berlanjut.." Jawab Aiden, yang langsung dibenarkan oleh pria dingin dan kaku itu.
Selama di kantor beberapa kali Aiden menghubungi istrinya itu, meski dirinya yakin jika sang istri dalam keadaan baik-baik saja tetapi lelaki tampan itu tetap mengkhawatirkannya. Terlebih setiap kali dirinya bertanya sudah atau belum Jenna makan saat itu, wanita itu selalu saja menjawab belum atau hanya ingin memakan buah-buahan saja.
Malam harinya setelah pertempuran panas mereka yang terpaksa Aiden lalukan atas permintaan sang istri tercinta, Aiden terpaksa harus kembali ke ruangan pribadinya untuk mempelajari beberapa berkas yang tidak sempat dia selesaikan di kantor tadi siang. Tepat pada pukul 11,30 malam saat aiden baru saja menyelesaikan pekerjaanya, pria itu mendapati sang istri telah menghilang dari kamarnya. Aiden sempat mencarinya ke kamar mandi tetapi Jenna tidak ada disana.
" Baby...Aku mencarimu kemana-mana...Kamu lagi ngapain di dapu malam-malam begini sayang?" Tanya Aiden, lalu memeluk dan mencium istrinya itu.
" Aku lapar Aiden..." Ucapnya manja
" Kamu mau makan apa? Sini biar aku yang masak.." Ucap Aiden, lalu mengangkat tubuh sang istri dan mendudukkannya di meja dapur.
" Aku mau makan pasta meat ball sayang, sepertinya itu sangat enak " Pinta Jenna.
" Oke, kamu tunggu saja disitu biar aku buatkan untukmu " Ujar Aiden. Laki-laki itu pun mulai merebus air untuk memasak pasta yang diinginkan oleh istri tercintanya itu.
__ADS_1
Dengan lihai dan cekatan Aiden bisa menyelesaikan pesanan Jenna hanya dalam waktu sepuluh menit saja, Jenna pun melahap habis pasta meat ball ala chef Aiden yang terasa sangat enak dimulutnya begitu Aiden menyodorkan piring berisi makanan tersebut kehadapan istrinya.
" Jadi tiap malam kamu bangun sayang?" Tanya Aiden setelah istrinya itu menceritakan aktivitas barunya, ketika keduanya sudah kembali ke kamar tidur mereka, bersiap untuk menuju alam mimpi bersama
" Ehemmh..." Jawab Jenna sambil membenamkan wajahnya didada bidang Aiden.
" Mulai besok malam bangunkan aku jika kamu lapar oke baby..." Pinta Aiden lalu mencium puncak kepada sang istri dengan penuh kasih sayang.
" I love you Jenna sayang..." Ucap Aiden, lalu menyusul Jenna ke alam mimpinya.
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak tercinta, terimakasih telah meninggalkan jejak-jejak kalian disini..
Happy reading..
__ADS_1