Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Like Father Like Son


__ADS_3

Tiba di hari keberangkatan mereka Bella mengantarkan Billy ke bandara saat Aiden mengirimkan seorang sopir untuk menjemput anak itu dari rumahnya, terlihat aura keceriaan dari wajah bocah bertubuh subur itu saat mereka tiba di sana.


“Terimakasih telah mengajak anakku bersama kalian” Ucap Bella kepada Jenna, wanita itu masih terlihat begitu sungkan saat berbicara dengan wanita yang dulu sangat dekat dengannya.


“Sama-sama Bella, kami akan berada di sana selama seminggu, aku harap kamu tidak keberatan” Berbeda dengan Bella yang terlihat canggung, Jenna terlihat biasa-biasa saja saat berbicara dengan temannya itu.


Sementara di dalam kabin pesawat anak-anak sudah tidak sabar menunggu agar mereka segera terbang menuju Sanremo, celotehannya membuat Rubby sesekali tertawa apalagi setelah melihat kepolosan Billy.


“Benarkah????! Pesawat ini milikmu Noah??” Tanya bocah itu dengan bola mata yang membulat.


“Bukan milikku, ini milik daddy ku” Jawab Noah, lalu meminta Zaya untuk segera duduk di kursinya begitu pula kepada Ariel. Dia sudah sangat mirip dengan Aiden dan Philip pikir Rubby, ajaibnya lagi kedua adiknya itu selalu menuruti perintah Noah.


Sementara Philip dan Aiden terlihat begitu serius menatap layar ponselnya, mereka baru saja memasuki pesawat bersama dengan Jenna. Keduanya baru melepaskan perhatian mereka dari ponselnya setelah seorang pramugari memberitahukan bahwa pesawat sudah siap untuk lepas landas.


“Dad, ada apa?”  Rubby bertanya ketika semua anak-anak sudah dalam keadaan tertidur.


“Dari tadi daddy hanya diam saja” Lanjut Rubby, sambil menyandarkan kepalanya di dada suami besarnya itu.


“Tidak ada apa-apa baby, hanya masalah kecil di perusahaan” Jawab Philip, lalu mencium kening istri kecilnya.


Billy sebenarnya hanya berpura-pura tidur saat itu, bocah itu bisa mengintip kemesraan kedua orang tua temannya itu melalui pantulan layar televisi yang masih tergantung di langit-langit pesawat. Ada rasa iri dan sedih dihatinya karena seingatnya mommy dan daddy nya tidak pernah bersikap seperti itu satu sama lain selama hidupnya.


Tiba di Sanremo kedatangan mereka disambut hangat oleh Mischa dan Theresia kakek dan nenek Ariel juga Noah dan Zaya, mereka pun sangat senang dengan kehadiran Billy di sana dan langsung menjamu semua anggota keluarga dengan makanan dan minuman kesukaan mereka masing-masing.


“Keluargamu sangat baik Noah…” Ucap Billy, ketika keduanya sudah siap untuk tidur. Jenna menempatkan Billy dan Noah dalam satu kamar, serta Ariel dan Zaya dalam satu kamar yang berbeda.


“Aku rasa sama seperti keluarga lainnya, memangnya keluargamu tidak baik?” Tanya Noah dengan polosnya.


“Daddy tidak pernah memperlakukan mommy dengan baik, juga terhadapku dan kak Mulan..” Ucap Billy, lalu menghela nafasnya dan menoleh ke arah Noah.

__ADS_1


“Daddy ku selalu membentak kami “ Lanjutnya.


“Mungkin daddy mu sedang lelah, terkadang pria dewasa memang seperti itu” Ujar Noah, dia memberikan jawaban yang sama seperti yang daddy nya berikan ketika dia bertanya tentang perilaku ayah dari temannya ini ketika di rumah sakit dulu.


“Mommy ku juga sering bilang begitu, apa daddy mu pernah memarahimu atau mommy mu?” Tanya Billy, kali ini dia menatap wajah Noah dengan serius.


“Aku akan memberikan pelajaran serius kepada daddy jika dia berani memarahi mommy ku dan kedua adik ku” Jawab Noah sambil memicingkan matanya.


“Apa daddy mu itu tidak pernah lelah bekerja? Sepertinya dia sangat baik kepadamu…” Billy menggaruk alisnya, dia tidak percaya jika ternyata teman kecil nya ini ternyata seorang pemberani.


“Seingat ku tidak” Jawab Noah dengan yakin nya.


Malam itu Billy tidak bisa memejamkan matanya, ini kali pertama selama hidupnya dia berada jauh dari mommy nya. Kata-kata Noah juga masih terngiang-ngiang di telinganya saat mereka membicarakan daddy mereka, ada banyak pertanyaan yang muncul di pikiran bocah kecil ini. Tetapi yang sangat mengganggu pikirannya malam itu adalah kenapa daddy nya tidak sebaik daddy temannya ini.


Dia juga yakin bahwa daddy Ariel juga sama-sama baik, meski dirinya tidak berani menatap wajah laki-laki menyeramkan itu. Tetapi ketika dia melihat perlakuan baik daddy Ariel terhadap mommy nya, keyakinan itu tiba-tiba saja muncul dibenaknya.


Billy memutuskan untuk pergi ke dapur untuk mengambil air susu, seperti yang sering mommy nya berikan ketika dia sedang kesulitan untuk tidur. Dia berharap segelas susu bisa membuat rasa kantuknya segera muncul.


“Ya Tuhan ampuni aku!” Pekik Billy sambil memejamkan matanya.


“Hei…Buka matamu, atau akan aku makan kamu” Kekeh Philip, dia sangat terhibur dengan tingkah lucu anak bertubuh bulat itu.


Perlahan Billy membuka matanya, dia juga mengucek kedua matanya itu dengan tangannya. “Daddy Ariel…?”


“Kenapa kamu belum tidur Billy? Ini bukan waktunya anak kecil berkeliaran…” Philip menyuruh Billy untuk duduk di kursi sementara dia membersihkan tumpahan susu didepan lemari pendingin.


“Aku tidak bisa tidur…” Jawabnya lalu menundukkan wajahnya lagi.


“Teringat mommy mu?” Philip menuangkan segelas susu hangat kepadanya, setelah dia selesai membersihkan tumpahan susu tadi. Billy pun mengangguk.

__ADS_1


“Ceritakan tentang mommy mu” Pinta Philip.


Billy pun mulai menceritakan tentang wanita yang selalu menjadi malaikat pelindungnya itu, bagaimana dia selalu menyayanginya dan selalu melindungi dirinya juga kakaknya dari daddy nya meski kakaknya itu terkadang selalu bersikap buruk terhadapnya.


“Apa kamu menyayangi daddy mu?” Tanya Philip, dia berbicara layaknya seorang pria kepada seorang pria.


“Aku menyayanginya, dia telah bekerja keras untuk kami selama ini”


Philip tersenyum tipis mendengar jawaban polos dari bocah yang sudah mulai terlihat mengantuk itu, dia pun menyudahi sesi perbincangan malamnya dengan Billy lalu mengantarkan bocah itu ke kamarnya. Billy terkejut saat pria menyeramkan itu mencium keningnya saat mengantarkan dirinya tidur, satu hal yang tidak pernah dia dapatkan dari daddy nya.


Keesokan harinya Billy diajak jalan-jalan ke toko cokelat milik kakek dan nenek Ariel, dia sangat gembira melihat surga makanan di ruangan besar itu, bahkan lebih bahagia lagi ketika mereka mengijinkan dirinya untuk mengambil apapun yang dia mau di sana.


“Kau boleh mengambil apapun yang kamu mau, asal jangan kau berikan apapun kepada kedua adikku, mengerti?” Bisik Noah di telinganya.


Billy tidak mengerti kenapa teman kecilnya ini begitu tidak suka jika ada anak lain yang mendekati kedua adiknya itu, dia hanya menggelengkan kepalanya saat bocah aneh itu berjalan bersama bersamanya sambil menjauhkan kedua adik nya itu dari dirinya.


Melihat pemandangan tak biasa itu, Jenna langsung mengabadikannya melalui kamera ponselnya dan menggugah video tersebut ke akun sosial medianya dengan caption “ Like father like son” dengan banyak emoticon lucu di kalimatnya itu.


"Kurang ajar!" Kevin melempar ponselnya


.


.


.


To be continue


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2