
Ingatan Jenna melayang kembali ke masa kecilnya, wanita itu menyandarkan tubuhnya di sofa sambil memejamkan matanya. Dulu saat dirinya berusia 10 tahun mendiang ibunya pun pernah mengalami keguguran ketika mengandung anak keduanya yakni adik Jenna, mendiang ayahnya pun selalu mendukungnya sama seperti Kevin terhadap dirinya.
Bahkan saat ini Jenna lebih beruntung karena selain mendapatkan dukungan penuh dari sang suami, dia pun mendapatkan dukungan dan kasih sayang dari papa dan mama mertuanya serta Bella sahabatnya.
Sekilas Jenna seperti mendengar suara bisikan ditelinga nya yang mengatakan pada dirinya untuk bangkit, dan menjalani kembali hidupnya lebih baik dari sebelumnya.
" Aku harus bangkit demi mendiang anakku, demi suamiku dan demi orang-orang yang aku sayangi dan menyayangiku " Gumamnya. Jenna menghela nafasnya sejenak lalu membuka kembali matanya.
Hal pertama yang akan dia lakukan sore itu adalah mandi air hangat lalu merias dirinya secantik mungkin agar nanti ketika Kevin kembali pria itu sudah bisa melihat Jenna yang baru, Jenna yang sudah bangkit dan terlahir kembali. Jenna juga ingin membuat beberapa jenis masakan untuk Kevin, rasanya sudah lama sekali dirinya tidak memanjakan lidah sang suami dengan masakan lezat nya.
Selesai mandi Jenna melihat dirinya melalui pantulan cermin.
" Huh...Kusam sekali kulit muka ku "
" Dan ini....Ya Tuhan...Aku terlihat sangat kurus sekali !" Jenna melihat tonjolan di tulang bahu dan tulang rusuknya, wanita itu mengusapnya berkali-kali sambil melihat tampilan tubuhnya dari samping kanan, kiri dan depannya.
" Ahhh...Ya ampun!!" Keluhnya ketika kedua telapak tangannya menyentuh dua bagian menonjol di belakang tubuh bagian bawahnya.
Jenna menghela nafasnya kasar, selama tiga bulan lebih ini nafsu makannya memang sempat turun drastis karena berkabung terlalu lama. Ada rasa sesal dihatinya, tapi secepat kilat dia menepis rasa sesal itu.
" Bukan waktunya untuk menyesali diri Jenna, buang semua kesedihan mu! Ayo bangkit !" Ujarnya pada dirinya sendiri sambil mengepalkan tangan kanannya.
Sementara disebuah restoran siang tadi.
Kevin tengah mengajak Bella ketempat itu untuk berbicara empat mata, tentang perbuatan terlarang yang telah terlanjur mereka perbuat sebelumnya. Lebih tepatnya karena Kevin yang telah memaksakan kehendaknya kepada sahabat istrinya itu.
Pada awalnya Bella marah dengan perbuatan Kevin terhadap dirinya, tetapi wanita ini juga tidak bisa memungkiri bahwa pada saat itu diapun menikmati sensasi nya. Bisa saja Bella melaporkan perbuatan Kevin kepada pihak berwajib karena tindakan asusilanya, tetapi entah mengapa hal itu tidak dia lakukan.
Terkadang jika Bella mengingat kejadian malam itu, ada rasa benci, jijik, kecewa dan marah juga sedih bercampur dihatinya, tetapi terkadang dia juga merasa terbuai dengan sentuhan dan keagresifan yang diberikan oleh Kevin terhadap dirinya malam itu. Apa yang selama ini tidak dia dapatkan dari Rodrigo, justru dia dapatkan dari Kevin.
Bella menghela nafasnya lalu menggelengkan kepalanya.
" Kenapa Bell? Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Kevin ketika matanya melihat Bella melakukan hal itu.
" Ahh...Tidak Kev, aku baik-baik saja "
__ADS_1
Aku harus bisa menghindar dari Kevin, aku tidak mau menghancurkan hidup sahabat ku sendiri ...Aku harus melupakan semuanya....Aku harus meminta Rodrigo untuk segera menikahi ku...-Bella
" Kevin aku mohon, ini kali terakhir kita bertemu..."
" Ini tidak baik Kev...Aku tidak mau menghancurkan rumah tangga kalian, aku begitu menyayangi Jenna sebagai sahabat terdekat ku.." Lanjutnya.
" Baiklah Bella, aku paham...." Ucap Kevin
" Tapi aku mohon maafkan aku Bell, maafkan atas kesilapan ku " Lanjutnya dengan sungguh-sungguh.
" Aku sudah memaafkan mu Kev, aku juga minta maaf karena tidak berusaha lebih keras untuk mencegah perbuatan mu malam itu "
" Bella...Ada satu permintaan dari ku, dan aku mohon tolong kabulkan permintaan ku ini.." Ucapnya lirih
" Tolong kunjungi istriku kembali, dia akan semakin bersedih jika tiba-tiba kamu menghilang dari hidupnya...Datanglah ketika aku sudah berangkat ke kantor atau telah pergi ke luar kota " Pintanya dengan sedikit memaksa.
" Aku akan pertimbangkan hal itu Kev, bagaimana pun Jenna sudah aku anggap sebagai saudariku "
Pulang kantor biasanya Kevin akan langsung masuk ke kamarnya untuk menyapa sang istri, mencium keningnya dan memeluknya, sudah menjadi kebiasaan pria itu semenjak sang istri mengalami depresi akibat kehilangan bayi mereka.
Sudah berbagai macam cara Kevin lakukan untuk wanita tercintanya agar dia bisa kembali pulih dari kondisinya, dia bahkan membawa Jenna pergi menemui psikiater secara berkala. Dia hanya ingin Jenna nya yang dulu, seorang Jenna yang periang dan penuh semangat, yang selalu menjadi tempat bagi dirinya untuk bermanja-manja. Hal yang paling dirindukan oleh pria itu adalah menyentuh kembali tubuh polos milik sang istri, dan memiliki dia seutuhnya.
" Aku sedang membuat masakan kesukaan mu sayang " Jenna meliriknya sekilas lalu kembali fokus dengan wajan dan sutil kayu nya.
Suara itu...Suara yang sudah aku rindukan selama ini...-Kevin
Kevin langsung memeluk tubuh Jenna dari arah belakangnya, dia akui tubuh milik istrinya sekarang ini jauh lebih kurus dibandingkan dengan Bella.
Tunggu...Kenapa aku memikirkan wanita itu?? -Kevin
" Masak apa sayang...?"
" Pasta, kentang panggang dan ayam panggang... Aku harap kamu tidak keberatan dengan dobel karbo malam ini " Kekeh Jenna
" Aku pasti akan memakan habis masakan mu itu sayang, sudah lama aku ingin memakan masakan mu lagi " Kevin mencium telinga dan leher Jenna.
__ADS_1
" Mandi dulu sayang, aku akan menyiapkan nya untukmu "
Kevin mengangguk dan dengan sangat terpaksa melepaskan pelukannya, lalu pergi ke kamar mandi.
Sepertinya malam ini aku sudah bisa menikmati tubuh istriku kembali, pikirnya. Seketika terlukis sebuah senyuman diwajahnya.
" Masakan mu selalu yang paling enak sayang..." Kevin kembali melahap habis isi piringnya. Ini adalah piring keduanya.
" Hati-hati gemuk Kev.." Kekeh Jenna, wanita ini terlihat begitu bahagia melihat sang suami yang dengan lahap menghabiskan isi piringnya bahkan hingga dua kali.
Begitupun dengan nya, dia ingin segera mengembalikan kondisi tubuh nya seperti dulu.
" Terimakasih sayang " Kevin mencium kepala Jenna, wanita itu tengah menyandarkan kepalanya didada bidang miliknya.
" Terimakasih sudah kembali kepadaku malam ini " Lanjutnya sambil mengeratkan pelukannya.
" Maafkan aku Kev, maafkan aku telah membuatmu terlalu lama menungguku " Ucapnya lirih.
" Sayang...Aku akan menunggu mu sampai kapanpun, karena aku mencintaimu...ingat itu " Secepat kilat Kevin mengubah posisi nya hingga saat ini dia telah mengungkung tubuh mungil istrinya.
" Apa kamu sudah siap malam ini?" Kevin menatapnya penuh harap, jiwa kejantanannya sudah bergejolak sejak tadi.
Jenna mengangguk dan memberikan senyuman, bagaimana pun dia adalah suaminya dan sudah kewajiban baginya untuk melayaninya diatas ranjang.
.
.
.
To be continued π
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah π
Ehh...Othor gak kasih dulu adegan hareudang antara Jenna dan Kevin yaa...
__ADS_1
Jadi pagi ini silahkan berhalu ria dengan pasangannya masing-masing ππβοΈ
Happy reading π€