
" Maafkan aku sayang...Mungkin karena sudah terlalu lama " Kilah Kevin
" Its oke Kev, aku mengerti "
Entah kenapa ingatan Kevin tertuju kepada Bella saat dia sedang melakukan hubungan intim dengan istrinya sendiri, akibat nya bukannya memberi kepuasan kepada Jenna, dia sendiri bahkan tidak bisa mencapai puncak pelepasannya.
Pria itu sempat panik saat ingatan nya tertuju pada tubuh polos wanita itu, tubuh wanita yang telah dia nikmati ketika hasrat tertinggi nya memuncak malam itu.
Sedangkan Jenna, dia berpikir karena memang sudah terlalu lama mereka tidak melakukan hubungan intim maka Kevin menjadi seperti itu, dia juga menyangka bahwa karena tubuhnya yang sudah tidak menarik itulah yang menjadi penyebab utamanya. Bagaimanapun Kevin adalah seorang pria yang pastinya menyenangi bentuk tubuh indah dari pasangannya.
Satu kali, dua kali hingga tiga kali Jenna masih mengerti dengan kondisi Kevin, tetapi lama-kelamaan wanita ini pun menaruh curiga kepadanya.
Tiga bulan lamanya Jenna berusaha mengembalikan kondisi tubuh nya, tubuh kurusnya kini sudah kembali berisi. Lekukan-lekukan di dada, pinggang serta bokong nya sudah terlihat lebih menonjol.
Meski terkadang Kevin bisa membuat Jenna mencapai puncak pelepasannya, tetapi entah mengapa sentuhan jemari tangan suaminya ini terasa berbeda, cara pria itu memperlakukan Jenna diatas ranjang pun sudah tidak sama. Bahkan jika Jenna ingat-ingat lagi, Kevin lebih mementingkan dirinya sendiri ketika sedang berhubungan. Seringkali Jenna tidak mencapai puncak pelepasannya karena suaminya itu sudah terlebih dulu mencapainya.
Aaahhh...Ini hanya pikiran buruk ku saja, mungkin karena dia terlalu lelah bekerja -Jenna
.
.
" Hai Bell, apa kamu ada acara siang ini?"
" Sorry beb, aku baru aja on the way ke luar kota bareng Rodrigo" Sesal Bella diseberang sana.
" Owh, kamu keluar kota lagi yah " Jenna menghela nafas sejenak, sahabatnya ini makin susah saja untuk bisa dia temui pikirnya.
" Ada apa beb? Kamu kayaknya lagi sedih..."
" Engga...Aku cuma ingin berbincang dengan my sambil nongkrong ditempat biasa " Jawab Jenna, meski sebenarnya dia ingin sekali mengutarakan isi hatinya langsung kepada sahabatnya saat ini juga.
" Gimana kalau hari Rabu? Sepulang dari sini kita bertemu ditempat biasa? Oke??"
" Oke Bell...Sampai jumpa hari Rabu yah "
__ADS_1
Pagi itu Jenna memutuskan untuk menghubungi sahabatnya Bella karena hari itu Kevin harus kembali pergi berdinas ke luar kota, ini sudah ke tiga kalinya dalam satu bulan ini saja. Meski Jenna semakin bertanya-tanya kenapa Kevin lebih sering mengambil tugas luar kota padahal dirinya sekarang sudah mempunyai beberapa asisten dan kenapa suaminya itu sekarang-sekarang ini tidak lagi mau mengajaknya, berbeda dengan dulu kemanapun dia pergi Jenna pasti akan selalu diajaknya.
Alasannya bermacam-macam, terkadang Kevin berkata bahwa dia tidak ingin membuat Jenna merasa lelah karena perjalanan jauh, atau bosan karena harus menunggunya sendirian di kamar hotel, seringnya pria itu mengatakan jika dirinya tidak ingin peristiwa yang sama terulang kembali. Kevin mengatakan bahwa dia trauma dengan kejadian itu!
Merasa bosan sendirian di apartemen, Jenna memutuskan untuk pergi menemui mama mertuanya dirumahnya seperti yang biasa dia lakukan jika Kevin sedang berdinas ke luar kota.
" Loh...Itu bukannya Rodrigo? Bukannya dia sedang pergi ke luar kota bersama dengan Bella..?" Jenna memutuskan untuk memutar kemudi mobilnya memasuki sebuah pusat perkantoran. Kebetulan arah menuju kediaman sang mertua cukup jauh, dan harus melewati beberapa pusat perkantoran dan sebuah mall besar.
" Hai Rod..." Sapa Jenna, kebetulan Rodrigo sedang duduk di pelataran sebuah cafe yang terdapat di lantai dasar gedung perkantoran itu bersama dengan satu orang temannya.
" Owh hai Jenna, apa kabar?" Rodrigo membalas pelukan Jenna.
" Kau sudah sehat sekarang ?" Lanjutnya
" Apa yang sedang kamu lakukan disini?"
" Kebetulan sedang ada urusan disini Rod, aku melihat mu tadi, jadi aku putuskan untuk menemui mu " Jawab Jenna. Wanita ini memang sedang ada urusan disana, urusan dengan pria yang saat ini tengah berbincang dengannya.
" Apa aku mengganggu kalian?" Lanjut Jenna
Benar apa yang dikatakan oleh Rodrigo, pria yang tengah duduk bersamanya itu berpamitan sesaat setelah Rod mengucapkan kata-kata nya.
" Duduklah Jen, apa kamu suka minum kopi? Kebetulan cappucino disini enak "
" Aku lebih suka dengan coklat panas Rod, apa mereka punya minuman itu disini?" Jenna mendarat bokongnya di kursi dekat Rodrigo.
" Aku dengar bahkan bubuk cokelat yang mereka gunakan dipesan khusus, pasti enak kan?" Kekeh Rod
Setelah berbicara kesana-kemari dan berbasa-basi, akhirnya Jenna memberanikan diri untuk menanyakan hal yang sebenarnya adalah tujuan utama kenapa dirinya menemui Rod disana saat itu.
" Apa kamu yakin Bella mengatakan hal itu Jen? Bahwa dia sedang pergi ke luar kota bersama denganku tadi ?" Rod menautkan kedua alis matanya, sekilas ada aura kecemburuan hadir dari sorot matanya.
" Iya Rod, aku tidak salah mendengar nya..."
" Sebaiknya aku menghubungi Bella dan menanyakan langsung kepada nya " Rod meraih benda pipih didepannya, tetapi sebelum dia menelpon Bella, Jenna terlebih dulu menahannya.
__ADS_1
" Apa yang akan kamu tanyakan kepada Bella Rod? Apa kamu akan memastikan perkataan ku tadi? "
" Dia tidak akan mengakui Rod..." Lanjutnya.
" Lalu apa yang harus aku lakukan Jen? Maksudku kenapa kebetulan sekali? Dia pergi saat suamimu juga pergi "
" Mungkin ini hanya prasangka buruk ku saja Rod, tapi jika kamu tetap ingin menanyakan tentang keberadaan nya, tanyakan saja dimana dia saat ini...Aku pun akan menanyakan hal yang sama kepada suamiku "
Rod dan Jenna pun menghubungi pasangan mereka masing-masing, Jenna baru menghubungi Kevin setelah Rod selesai menghubungi Bella. Mereka sepakat untuk menyalakan speaker ponselnya agar Jenna dan Rod bisa mencari tahu kesamaan diantara kedua nya.
" Aku baru tiba di kota Y sayang, aku sedang bersama temanku, aku sudah bilang kan semalam...?" Jawab Bella dengan mesranya.
" Aku baru sampai dikota Y sayang, maaf baru bisa menghubungi mu...Aku terpaksa menyetir sendiri mobilnya, sopir dikantor ku sedang sibuk " Kilah Kevin.
Satu kesamaan yang didapatkan oleh Jenna dan Rod ketika mereka bersama-sama mendengarkan suara-suara yang tertangkap dibelakang Kevin dan Bella, suara deru ombak yang sama dengan kicauan burung yang sama.
Rod mengepalkan telapak tangannya, pria itu juga mengeratkan rahangnya bahkan terdengar dengan jelas helaan nafasnya ditelinga Jenna.
" Maafkan aku Rod..." Pinta Jenna lirih
" No Jenna...Aku yang seharusnya meminta maaf kepadamu karena telah mengijinkan kekasihku ke luar kota beberapa kali terakhir ini "
" Apa menurut mu mereka telah lama melakukan hal itu?" Lanjutnya
" Jika firasat ku benar Rod, mereka telah melakukan nya sejak lima bulan yang lalu.."
Saat dimana Kevin mulai lebih mementingkan dirinya sendiri diatas ranjang, saat dimana Kevin mulai sering pulang terlambat dengan alasan lembur, dan saat dimana pria itu mulai sering pergi untuk bertugas ke luar kota tanpa mengajak dirinya.
.
.
To be continued π
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah π
__ADS_1
Happy reading π€