
Semenjak kejadian itu Jenna menjadi semakin protektif terhadap Rubby, gadis cantik berambut kriting itu memang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri. Jenna sudah seperti seorang ibu yang melindungi anak gadisnya dari perhatian pria dewasa seperti Philip, wanita itu berpikir jika Rubby terlalu muda untuk Philip yang usianya terpaut 14 tahun lebih tua dari gadis itu.
Hal ini tentu membuat Philip kesal. Pria dingin ini justru lebih ingin melindungi Rubby dari pria-pria mentah seusia gadis itu, pria-pria yang belum mempunyai pemikiran matang dan belum tahu bagaimana seharusnya memperlakukan seorang wanita dengan benar.
“ Aku harus menikah gadis ini “ Batin Philip
Philip memutuskan untuk mengutarakan niatnya kepada Aiden, satu-satunya orang yang bisa memberikan pengertian kepada Jenna. Dirinya bukan tidak berusaha untuk berbicara kepada Jenna, selain mood wanita itu kini semakin sulit untuk ditebak akibat kehamilannya juga karena Aiden sendiri yang selalu cemburu kepada Philip saat dirinya berusaha untuk berbicara kepada Jenna.
“ Apa kamu yakin Phil?” Tanya Aiden memastikan, pria itu lalu meraih buah kelapa muda yang terletak di atas meja yang memisahkan dirinya dan Philip lantas meminum airnya.
“ aku sangat yakin tuan, aku tak pernah merasa seperti ini terhadap wanita manapun “ Jawabnya, melirik sekilas kearah Aiden lalu menatap kembali hamparan pasir putih dihadapannya. Bisa terlihat dengan jelas dari sana gadis berambut keriting itu tengah bercanda dengan nona mudanya, sesekali Aiden berteriak memintanya untuk berhati-hati.
“ Bahkan terhadap Susan mantanmu itu?” Tanya Aiden lagi kali ini pria itu menengok ke arah Philip.
“ Kami tidak benar-benar berpacaran Aiden, saat itu aku memang menyukainya tetapi perasaan ini hanya aku rasakan terhadap Rubby “ Jawab Philip, Dia pun menengok ke arah Aiden.
“ Tapi dia itu masih kanak-kanak Philip, apa tidak ada wanita lain yang kamu sukai? Paloma mungkin? Dia terlihat lebih cocok denganmu, usia kalian pun tidak terpaut jauh “ Ujar Aiden mencoba untuk memberikan pengertian kepada kakaknya itu.
“ Aku tidak punya perasaan apapun terhadap wanita itu Aiden, aku hanya mencintai Rubby…Kurasa aku benar-benar jatuh cinta kepada gadis itu “ Ujar Philip, dia pun benar-benar mengakuinya saat ini.
“ Baguslah…Karena jika tidak aku sendiri yang akan menghabisimu Philip, kamu tahu itu kan?” Tanya Aiden, lalu beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Jenna. Sudah saatnya singa betina ini tidur pikirnya, karena jika tidak sudah bisa dipastikan bahwa nanti malam wanita itu akan gelisah akibat merasakan pegal diseluruh tubuhnya.
“ Aku tahu itu “ Jawab Philip
“ Bawa dia pergi Aiden, aku ingin menghabiskan waktu bersama dengan gadis kecilku” Batin Philip.
__ADS_1
Seperti mengerti dengan keinginan hati sang kakak, Aiden membawa Jenna pergi dari sana dan menyuruh Rubby untuk meneruskan permainannya dengan pengawasan dari Philip tentunya.
“ Aiden…Aku khawatir jika harus meninggalkan Rubby bersama dengan Philip “ Rengek Jenna, seraya menatap gadis itu dari kejauhan karena Aiden telah membawanya pergi dari bibir pantai itu dengan menggendongnya.
“ Philip gak akan berani macam-macam terhadap Rubby sayang, aku jamin itu “ Ucapnya.
“ Jika tidak aku sendiri yang akan menghabisinya “ Lanjutnya, lalu mencium bibir manis sang istri tercintanya.
Sepeninggal Aiden dan Jenna, Philip pun beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Rubby. Gadis itu tengah asik bermain-main dengan pasir pantai dan kerang-kerang kecil layaknya seorang anak kecil, dia bahkan mengajak bicara kerang dan bintang laut yang berhasil di kumpulkannya.
“ Tuan Philip, Lihat ini! Mereka sungguh menggemaskan bukan?” Tanya Rubby seraya memperlihatkan kerang-kerang laut yang telah berhasil dia kumpulkan kepada pria dingin itu.
“ Iya…Mereka lucu “ Jawabnya, tanpa tahu artian yang sebenarnya.
Philip pun duduk didekat Rubby dan membiarkan gadis itu untuk meneruskan aktivitas bermain nya dengan kerang-kerang dan bintang laut yang berhasil dia kumpulkan.
“ Iya tuan, aku sangat bahagia hari ini “ Jawabnya riang.
“ Apa kamu bisa berenang?” Tanya Philip, menatap Rubby yang masih asik dengan kerang-kerangnnya. Semakin terlihat jelas sikap kekanak-kanakkannya yang menggemaskan itu.
“ Hhhmmm…Aku pernah belajar, tapi aku tidak tahu apa aku benar-benar bisa berenang tuan” Jawabnya sambil mengangguk tanpa melihat ke arah Philip
“ Apa kamu mau berenang? Bibir pantai ini sepertinya tidak terlalu dalam, ombaknya pun cukup tenang “ Tanyanya lagi, kali ini dia berharap agar gadis itu mengiyakan ajakannya. Philip pun berdiri.
“ Tapi aku takut tuan “ Ucap Rubby seraya mendongakkan wajahnya. Terlihat dengan jelas semua lelukan di tubuh kekar pria itu saat terkena pantulan sinar matahari oleh mata polos Rubby, gadis itupun menelan salivanya dengan susah payah.
__ADS_1
“ Ada aku yang akan menjagamu Rubby, gak usah takut“ Ucap Philip seraya mengulurkan tangannya. Rubby pun menyambut uluran tangan kekar philip dan beranjak dari duduknya lalu berlari mengikuti pria itu.
Philip dan Rubby berenang beriringan selama beberapa menit, ternyata Rubby merupakan perenang yang baik terbukti saat gadis itu membersamai Philip didalam air.
“ Mau mencoba untuk menyelam? “ Ajak Philip sambil memegang tangan Rubby saat mereka menyembul ke permukaan untuk mengisi paru-paru mereka dengan oksigen sebanyak-banyaknya.
“ Kedengarannya asik tuan “ Jawab Rubby terengah-engah.
Mereka pun melanjutkan aktivitas berenang mereka kembali, dan kali ini mereka berdua berenang lebih dalam lagi tanpa Philip lepaskan genggaman tangannya dari tangan mungil gadis itu. Rubby terlihat kagum melihat keindahan karang laut dan ikan-ikan yang berwarna-warni didalam sana, hingga tiba-tiba gadis itu seperti kehabisan nafas. Dia memberikan tanda kepada Philip untuk segera berenang ke permukaan, pria itupun mengangguk dan mulai menggerakkan tubuhnya mengarah ke permukaan.
Dalam perjalannya Philip menautkan bibirnya dengan bibir gadis itu, memberikan sisa oksigen yang ada didalam paru-parunya agar gadis itu bisa bernafas melalui mulutnya disana. Hingga tiba di permukaan Philip tidak juga melepaskan tautan bibirnya di bibir gadis itu, pria itu semakin mengeratkan pelukannya dan mengunci tengkuk leher Rubby seakan tidak rela jika gadis cantik itu melepaskannya.
“ Tuan…” Ucap Rubby saat Philip melepaskan tautan bibirnya dan menyatukan kening mereka berdua.
“ Jangan panggil aku tuan lagi sayang.. “ Pinta Philip seraya memejamkan matanya.
“ Kau adalah milikku Rubby, aku mencintaimu.. “ Lanjutnya. Philip membuka matanya dan menatap netra teduh gadis itu dengan mata elangnya.
.
.
.
To be continue
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian di novel ini.
Happy Reading