Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
LDR


__ADS_3

" Owh ya ampun! Aiden..." Jenna terkejut melihat berapa puluh kali Aiden telah mencoba untuk menghubungi nya tadi siang, wanita itupun langsung menghubungi Aiden kembali.


Selama ini Jenna jarang membawa ponselnya, wanita itu bahkan sering kali lupa untuk mengisi daya benda pipih itu saking jarangnya dia berkomunikasi dengan orang lain.


" Owh ya Tuhan Jenna...Apa kamu baik-baik saja? Kau membuatku sangat khawatir "


Pria itu langsung merespon panggilan Jenna dikali pertama dering telepon tersambung.


" Aku baik-baik saja Aiden, maafkan aku...Aku ketiduran tadi "


" Syukurlah jika kamu baik-baik saja, aku pikir kamu kenapa-kenapa Jenna, Paloma memberitahu ku apa yang terjadi tadi siang di toko " Aiden terdengar masih sangat khawatir


" Kamu jangan khawatir Aiden, aku bisa mengatasinya "


" Apa kamu yakin? Aku bisa kembali besok jika mereka masih saja mengganggu mu "


" Jangan Aiden...Aku bisa mengatasinya, kamu jangan khawatir oke, percayalah padaku " Jenna berusaha untuk meyakinkan Aiden, lagipula wanita ini tidak mau jika pria itu harus mengurusi hal yang bukan urusannya.


" Oke...Aku percaya padamu Jenna sayang, tapi tolong angkat telepon ku segera jika aku menghubungi mu...Aku bisa mati berdiri jika kamu tidak juga merespon panggilan telepon dariku " Aiden terdengar sangat bersungguh-sungguh ketika mengatakan hal ini, Jenna yang tadinya menganggap perkataan Aiden ini hanya candaan belaka mengurungkan niatnya untuk tertawa.


" O...Oke Aiden, maafkan aku "


" Jangan meminta maaf padaku Jenna, kamu tidak salah apa-apa " Kekeh Aiden


" Oiya, tadi aku meminta Paloma untuk menyiapkan lantai tiga untuk Jill, Megan dan Erica...Kamu tidak keberatan kan jika mereka tinggal bersama mu?"


" Tidak Aiden, tapi bagaimana kamu tahu tentang ruangan itu?"


" Aku tidak sengaja menemukan nya sayang, malam itu aku pemasaran melihat pintu disamping pintu kamarmu, aku pikir itu pintu lemari ternyata ketika aku membukanya, aku langsung melihat tangga menuju lantai tiga...Lalu aku menanyakan hal itu kepada Ruby "


" Owh...Pantas saja " Kekeh Jena


" Lalu, dimana Wayan dan Paloma akan tinggal Aiden?" Lanjutnya.


" Kamu jangan mengkhawatirkan masalah itu, mereka tinggal di villa untuk sementara waktu "


" Villa..?" Jenna mengerutkan keningnya


" Ah ya aku lupa memberitahumu, aku meminta Philip untuk membeli sebuah Villa di Sanremo karena nanti aku akan lebih sering berkunjung kesana "


" Owh..I see "


" Apa kamu sudah mengantuk sayang? " Aiden mendengar suara Jenna yang semakin memelan.


" Iya Aiden...Disini sudah hampir tengah malam, aku harus bangun jam 5 besok pagi "

__ADS_1


" Baiklah, sebaiknya kamu beristirahat.."


" Oke Aiden... Terimakasih... Selamat malam "


" Selamat malam Jenna sayang..."


Jenna mengakhiri sambungan telponnya, hari ini cukup melelahkan baginya terlebih dengan kehadiran Keenan juga Bella dikota itu. Entah apa yang akan terjadi besok pikirnya, sejujurnya dia sudah tidak mau lagi berurusan dengan satupun dari mereka.


Sementara sebuah kamar mewah yang terletak begitu jauh dari negara dimana Jenna tinggal.


" Love you Jennaku " Gumam Aiden setelah wanita itu mengakhiri sambungan telpon darinya.


" Ya Tuhan...Aku sudah merindukannya..." Aiden berbicara kepada dirinya sendiri, pria itu memeluk guling seakan benda itu adalah Jenna.


" Apa aku sudah benar-benar jatuh cinta padanya?? Padahal aku baru seminggu mengenal wanita cantik itu..." Lanjutnya sambil senyum-senyum sendiri.


Keesokan paginya.


Aiden melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kanannya, waktu sudah menunjukkan pukul 6.30 pagi. Sebuah senyuman manis mengembang diwajah tampannya.


" Disana sudah jam 5 dini hari, sedang apa dia?"


Aiden meraih benda pipih yang ada disampingnya, lalu menekan tombol angka 1 yang akan terhubung langsung dengan nomor ponsel seorang wanita yang sudah sangat dirindukannya.


" Hhufftt...Pasti dia lupa membawa ponselnya lagi, dia itu memang..." Kekeh Aiden


" Selamat pagi tuan " Sapa seorang gadis dengan suara bantalnya.


" Apa kamu tidak melihat jam berapa ini Jill? Kau mau membuat Jennaku bekerja sendirian di dapur?"


" Ya Tuhan! Maafkan aku tuan, aku kesiangan " Terdengar kepanikan dalam nada suara Jill


" Baiklah kali ini aku memaafkan mu, tolong segera temani dia dan....Jill tolong beritahu nona Jenna untuk mengangkat telpon dariku sekarang"


Aiden mengakhiri sambungan telponnya.


" Apa perlu aku memotong gaji mereka? Tega-teganya mereka membiarkan Jennaku sendirian di dapur " Keluh Aiden.


Tak lama seorang pelayan pria memasuki ruang kerja Aiden dengan satu nampan berisi dua helai pancake dengan sirup mapel dan segelas susu hangat serta satu buah pisang, bersamaan dengan itu sambungan telepon Aiden baru saja direspon oleh Jenna.


" Pagi Jenna, apa kamu lupa membawa ponsel mu lagi?" Kekeh Aiden


" Maafkan aku Aiden, aku benar-benar lupa..."


" Apa ini? Kenapa pancake nya rasanya seperti ini?" Aiden bertanya kepada pelayan sementara dirinya masih terhubung dengan Jenna. Pelayan itu hanya bisa tertunduk.

__ADS_1


" Pancake? Apa kamu sedang sarapan Aiden ?"


" Maafkan aku Jenna, aku sedang berbicara kepada Philip...Iya Philip..." Kilah Aiden.


Aiden menyuruh pelayan itu untuk membawa kembali nampan beserta isinya itu dengan isyarat tangannya.


" Kami sedang membuat pancake untuk sarapan, tapi sepertinya dia salah memasukan bahan, rasanya sungguh aneh " Kilah Aiden lagi. Nyatanya pria itu sedang mengusap lehernya karena bingung harus memberikan alasan apa kepada Jenna.


Tanpa Aiden sangka, ternyata Jenna sedang menertawakan dirinya diseberang sana.


" Apa aku harus mengajari Philip bagaimana cara membuat pancake Aiden ?" Kekeh Jenna.


" Itu ide yang bagus sayang, minta Jill atau Ruby untuk merekam video jika kamu sedang membuat pancake agar si Philip bisa membuatnya sama persis denganmu "


" Apa kamu sedang membuat coklat?" Aiden meraih dan membuka satu bungkus coklat kecil yang dia simpan diatas meja kerjanya, lalu memasukkan nya kedalam mulutnya. Seketika pria itu memejamkan matanya.


" Iya Aiden, dan kamu tahu sekarang Jill dan Ruby membantuku membuatnya "


Aiden bisa mendengar suara kompor menyala, dentingan sendok kayu dan panci stainless yang beradu, rasanya dia ingin cepat-cepat kembali kesana.


" Baguslah, pekerjaan kalian semakin cepat jadinya "


" Kau membuat apa untuk sarapan pagi kalian?" Lanjut Aiden, pria itu sudah mulai mengenal kebiasaan Jenna. Pasti setiap pagi wanita itu akan membuat sendiri sarapan untuk dirinya dan mereka.


" Aku berpikir untuk membuat sandwich dengan isi ikan salmon panggang serta sayuran untuk sarapan pagi ini.." Jawab Jenna dengan antusias.


" Kamu bisa membuatku terbang kesana saat ini juga sayang untuk menyantap habis masakan mu pagi ini " Kekeh Aiden


" Ya Ampun Aiden...Maafkan aku, tapi sebagai gantinya bagaimana jika nanti ketika kamu kembali lagi kesini aku akan membuat masakan untukmu setiap hari..."


" Itu akan sangat bagus sekali Jenna, aku sudah tidak sabar menunggu saat hari itu tiba "


Aiden melihat Philip memasuki ruangan kerja nya, pria itu dengan sangat terpaksa mengakhiri sambungan telponnya dengan Jenna setelah melihat raut wajah asisten pribadi nya.


" Tuan..."


.


.


.


To be continued πŸ˜‰


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


Happy reading πŸ€—


__ADS_2