Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Hari Nahas


__ADS_3

Seminggu setelah ulah Lolita.


Jenna masih mengeluhkan tentang debu dan suara berisik dari gedung sebelah yang sedang direnovasi oleh pemiliknya, tak jarang wanita ini melayangkan keluhan tersebut kepada mandor yang bertanggung jawab disana.


" Kapan kalian akan selesai merenovasi tempat ini tuan?" Jenna kembali menemui sang mandor.


" Tamu-tamu saya sangat terganggu dengan suara bisingnya, kami juga " Lanjutnya.


Jenna sangat dibuat kesal karena justru seminggu ini mereka mempercepat proses pekerjaan dengan menambah jam kerja, mereka bekerja hingga malam hari. Tentu saja selama seminggu ini Jenna dan teman-teman yang tinggal satu atap dengannya tidak bisa tidur dengan nyenyak.


" Hari ini hari terakhir kami bekerja nona, malam nanti kami sudah harus meninggalkan tempat ini dan menyerahkan kunci kepada pemiliknya " Jawabnya dengan sopan.


" Owh...Jadi pemilik tempat ini akan datang malam ini?" Tanyanya kembali.


Jenna berpikir nanti malam adalah saat yang tepat bagi dirinya untuk meminta pertanggungjawaban kepada sang pemilik karena telah proses renovasi gedung itu telah mengganggu dirinya dan para pelanggannya, wanita ini memutuskan akan menemui langsung sang pemilik gedung.


" Iya nona, saya permisi..." Sang mandor pamit untuk meneruskan pekerjaannya.


" Bagaimana nona? Apa kamu sudah menegur mandor itu lagi?" Tanya Ruby sesaat setelah dirinya memasuki dapur.


" Sudah Ruby, dan dia bilang nanti malam pemilik gedung akan datang..." Jenna menghela nafasnya


" Malam ini mereka akan menyerahkan kunci gedung itu kepada pemiliknya " Lanjutnya


" Apa kamu akan menemui orang itu nona?"


" Iya sepertinya begitu Ruby "


" Bagaimana jika pemilik gedung itu seorang pria atau wanita yang jahat nona? Aku tidak akan membiarkan kamu untuk menemuinya seorang diri " Ruby melipat salah satu tangannya, dan membuat satu tangannya lagi sebagai penopang untuk dagunya.


" Kau terlalu banyak nonton film drama Ruby " Kekeh Jenna sambil menggelengkan kepalanya.


" Ruby benar nona Jenna, kita tidak bisa menganggap enteng hal itu...Kami akan menemanimu untuk menemui pemilik gedung itu sekaligus melayangkan keluhan kepadanya " Sambung Paloma.


" Iya nona, seminggu ini tidur kita juga tidak nyenyak kan jadinya?" Jill berkata sambil memijat keningnya.


" Baiklah kalau begitu, nanti malam kita akan menemui pemilik gedung itu bersama-sama "


Belum selesai kekesalannya terhadap debu dan suara bising dari samping gedung, kekesalan wanita itu bertambah dengan tingkah Aiden yang tiba-tiba mengeluhkan tentang neraca keuangan dan alur keluar masuk barang. Selama ini Aiden tidak pernah sekalipun mengeluh hal tersebut, karena Jenna benar-benar selalu mengecek ulang semua laporan pembukuan perusahaan yang dilaporkan oleh Paloma.


" Kamu yakin sudah benar-benar mengecek ulang semua laporan itu?" Aiden menatapnya tajam.

__ADS_1


" Sudah Aiden, aku sudah yakin semua laporan itu sudah benar " Jenna pun tidak mau kalah, dia membalas tatapan tajam Aiden.


" Buktinya apa? Aku melihat banyak kejanggalan didalam laporan ini..."


" Apa maksud kata-kata mu itu Aiden? Apa kamu sedang menuduhku melakukan kecurangan?!"


" Aku tidak mengatakan hal itu Jenna, aku hanya mengatakan apa yang aku lihat "


" Sudah taruh saja laporan itu disana, aku akan memeriksanya kembali nanti! Pelanggan sudah antri dibawah " Jenna beranjak dari duduknya lalu meninggalkan kamarnya.


Menyebalkan sekali Aiden! Dia pikir karena dia investor tunggal di bisnisku dia bisa seenaknya bicara - Jenna.


Jenna menapaki tangga turun bersamaan dengan Philip yang sedang menapaki tangga menuju lantai dua, Philip melayangkan senyuman ramahnya seperti biasa tetapi Jenna tidak membalasnya. Wanita itu bahkan berpura-pura untuk tidak melihat kedatangan Philip.


" Sepertinya kamu sudah sangat keterlaluan tuan, nona Jenna terlihat sangat kesal tadi "


" Biarkan saja Philip, dia harus belajar menghadapi tekanan yang lebih berat lagi " Aiden menyandarkan tubuhnya di sofa, dia lalu memijat keningnya.


" Apa semuanya sudah kamu persiapkan Phil? Aku tidak mau ada kesalahan sedikit pun "


" Sudah tuan, mereka mengerjakannya dengan sangat baik...Sesuai dengan permintaan anda "


" Bagus...Aku mau yang spesial Philip "


" Sepertinya dia belum datang...Didalam masih gelap " Ujar Jenna.


Jenna mengintip keadaan dalam gedung melalui kaca jendelanya, mereka telah berada depan pintu masuk gedung itu dan Jenna melihat keadaan dalam gedung yang masih gelap. Para tukang telah meninggalkan areal gedung sejak sore tadi.


" Coba masuk aja nona, siapa tahu tidak dikunci " Saran Ruby.


Aksi mencurigakan mereka diam-diam diketahui oleh Lolita, saat wanita itu sedang menikmati secangkir kopi panas dari cafe seberang jalan bersama dengan seorang pria.


Jenna pun mencoba untuk mendorong pintu kaca itu dengan tubuhnya, dan ajaibnya pintu gedung itu memang dalam keadaan tidak terkunci.


" Ceroboh sekali pemilik gedung ini " Gumam Jenna saat dirinya sudah berhasil memasuki gedung itu, diikuti oleh teman-temannya.


" Gelap sekali nona " Ujar Wayan, pria gemulai itu terlihat melingkarkan tangannya pada lengan Paloma.


" Ssstt...Apa kalian mendengar suara itu?" Tanya Ruby yang berada di urutan paling akhir saat memasuki gedung itu. Semua orang sontak langsung menghentikan langkahnya.


" Sepertinya seseorang telah memasuki gedung ini juga " Lanjutnya setengah berbisik.

__ADS_1


" Bagaimana mana ini nona Jenna, aku takut " Ucap Wayan lirih.


Ceklek!


Tiba-tiba sebagian lampu didalam ruangan itu menyala, bertepatan dengan hadirnya Lolita dan pria yang begitu dikenal oleh Jenna. Wanita itu bertepuk tangan seolah-olah dia telah berhasil menangkap para pencuri.


" Wah...Wah...Hebat sekali kalian, memasuki gedung ini tanpa ijin " Dengan pongahnya wanita itu berkata.


" Hei...Bukankah kalian juga memasuki gedung ini tanpa ijin?!" Bela Ruby.


" Well gadis rambut merah, kami sudah terlebih dulu melaporkan aksi kalian kepada Sherif, sebentar lagi dia dan teman-temannya akan datang kemari " Kekeh Lolita.


" Kamu bisa terhindar dari tuduhan itu Jenna, jika kamu ikut denganku " Ujar pria itu yang ternyata adalah Kevin.


" Biarkan teman-teman mu yang menanggung akibatnya Jenna " Lanjutnya


" Sorry Kev, itu hal yang mustahil aku lakukan " Jenna menarik salah satu sudut bibirnya, selain pengkhianat apalagi yang tidak diketahui oleh Jenna dari pria yang sudah begitu lama hidup dengannya itu pikirnya.


" Mereka adalah keluargaku " Lanjutnya.


Deg


Pernyataan yang keluar dari mulut Jenna telah mengusik hati Kevin, bagaimana mungkin orang yang belum lama dikenal oleh Jenna sudah dianggap sebagai keluarga oleh wanita itu, sementara dirinya yang jelas-jelas sudah begitu lama hidup bersamanya seperti dianggap orang lain oleh Jenna.


" Mereka orang lain Jenna, mereka bisa saja menjebak mu nanti...Aku yang sudah lama hidup denganmu!"


" Hei brengsek, kau mungkin pernah lama hidup bersama dengan nona kami, tapi lihat dengan siapa dirimu berdiri sekarang ini hah ?!" Wayan yang kesal dengan kehadiran dan tingkah laku kedua mahluk astral dihadapannya akhirnya mengemukakan kekesalannya.


" Sungguh pria yang aneh " Lanjutnya dengan aksi dramanya.


" Selamat malam nona Jenna, maaf saya telah menerima sebuah laporan tentang anda dan teman-teman anda "


.


.


.


To be continued πŸ˜‰


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


Happy reading πŸ€—


__ADS_2