Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Insiden Fatal


__ADS_3

Belum selesai keharuan Jenna, wanita itu kembali dikejutkan dengan hadiah lain dari Aiden yang kini sudah resmi menjadi tunangan nya itu. Tetapi bukan Aiden namanya jika tidak membuat drama terlebih dulu.


" Aku mendengar dari seseorang bahwa ada seorang wanita yang cantik dan cerewet akan melayangkan keluhan-keluhan selama gedung ini direnovasi kepada pemilik gedungnya langsung " Aiden berusaha untuk menahan tawanya.


" Ahh iya tuan Aiden, hampir setiap hari wanita itu menegur sang mandor...Untung saja mandor itu tidak berani menegurnya kembali " Kekeh Wayan.


" Dan anda tau tuan? Wanita itu bahkan pernah mengancam sang mandor untuk cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya sebelum dia melaporkan nya kepada Sherif " Kali ini Paloma yang berbicara. Wajah Jenna sudah terlihat seperti udang rebus karena menahan rasa malunya, mana dia tahu jika Aiden lah pemilik gedung tersebut.


" Tapi kasian loh tuan, wanita itu sampai pusing kepala karena hampir seminggu terakhir ini tidak nyenyak tidur nya " Sambung Ruby, gadis itu bahkan memeragakan adegan tidur dengan menangkup kedua telapak tangannya lalu meletakkan nya di salah satu pipi chubby nya.


" Jadi...Apa kamu sudah siap melayangkan semua keluhan-keluhan itu sekarang sayang?" Kekeh Aiden.


" Aku sudah sangat siap mendengarnya " Lanjutnya sambil merentangkan kedua tangannya.


" Dasar gila " Jenna mencubit perut Aiden, hingga membuat laki-laki itu berpura-pura merasakan sakit.


" Awwwhhh...Sakit sayang " Mengelus perut sixpack nya.


" Lagi dong..." Aiden mengedipkan sebelah matanya yang kontan membuat semua orang tertawa, tetapi malah membuat Jenna memajukan bibirnya.


" Jenna sayang...Di hari spesial mu ini aku akan menghadiahkan gedung ini untukmu " Aiden menyerahkan sebuah map besar berisikan dokumen lengkap kepemilikan gedung itu kepada Jenna.


" Demi kemajuan usahamu, agar kamu lebih bersemangat lagi meraih impian terbesarmu " Lanjutnya.


" Owh my God Aiden...Ini terlalu banyak " Ucapnya, Aiden bisa melihat kelopak mata kekasih nya yang sudah memulai tergenang oleh air mata. Pria itu meraih tubuh Jenna kedalam pelukannya.


" Tidak ada yang terlalu banyak untukmu sayang " Bisiknya.


" Awww...So sweet " Ucap Wayan.


" Congrats future nona Teuscherro " Ucap Paloma.


Malam semakin larut, merekapun kembali ke rumahnya masing-masing. Philip membawa Aiden pulang ke villa, sementara Wayan terlebih dulu mengantarkan Ruby ke rumahnya sebelum dirinya dan Paloma juga pulang ke villa yang sama. Dan sisanya Jenna, Jill serta Erica dan Megan kembali ke ruko disebelah gedung baru milik Jenna.


Rencananya besok mereka akan memulai kepindahan mereka ke gedung sebelah, sementara gedung lama akan mulai direnovasi.


Aiden dan Jenna sepakat untuk menyatukan dua gedung tersebut, agar daya tampung pelanggan bisa lebih banyak lagi.


" Jenna..." Tiba-tiba Kevin menghampiri Jenna ketika Jenna dan teman-teman nya hampir memasuki pintu masuk samping gedung.

__ADS_1


" Kalian duluan saja anak-anak...Aku akan menyusul sebentar lagi " Pinta Jenna kepada ketiga temannya.


" Jangan lama-lama nona Teuscherro " Ujar Erica sopan.


" Hari sudah malam, anda tidak ingin tuan khawatir bukan?" Lanjutnya sambil menganggukkan kepalanya kearah Kevin.


" Iya Erica, terimakasih "


" Nona Teuscherro??" Ujar Kevin terbata.


" Perasaanku mengatakan aku pernah mendengar nama itu, tapi dimana...?" Batin Kevin.


" Ada yang ingin kamu bicarakan Kevin? Ini sudah malam..." Tanya Jenna tanpa mengindahkan keinginan tahuan mantan suami itu.


" Jenna, aku akan menepati janjiku dulu...Aku akan menceraikan Bella agar kita bisa kembali hidup bersama " Kevin berusaha untuk meraih tangan Jenna, tetapi dengan cepat wanita itu menepisnya.


" Apakah kamu belum memaafkan aku Jenna?" Kevin menghela nafasnya berat.


" Kevin...Aku sudah mengatakannya kepada mu, aku sudah memaafkan mu dan Bella sejak dulu..."


" Tapi itu bukan berarti aku akan kembali lagi kepadamu Kev, semua sudah berakhir disaat pertama kali kamu memutuskan untuk mengkhianati cintaku dengan sahabatku sendiri " Jenna membalikkan tubuhnya, sungguh saat ini dia tidak ingin menghancurkan perasaan bahagia yang masih menyelimuti hatinya.


" Hentikan Kev! Kamu menyakiti tanganku!" Jenna mencoba untuk melepaskan tangannya dari Kevin dan menatap tajam kearah Kevin.


" Apa ini karena pria itu Jenna?! "


Deg...


Setelah sekian lama Kevin akhirnya bisa kembali menatap bola mata indah milik Jenna, milik wanita yang dulu begitu dia cintai, wanita yang selalu ada disampingnya dalam suka maupun duka. Tetapi Kevin menyadari bahwa dia bisa menemukan kembali tatapan cinta untuknya dari Jenna, dia hanya bisa melihat sorot mata penuh kekecewaan dari wanita itu.


" Lepas Kevin! " Jenna kembali mencoba untuk melepaskan tangannya dari genggaman tangan Kevin yang menurutnya terlalu keras, hingga benar-benar menyakiti dirinya.


" Katakan padaku Jenna! Apa ini semua karena pria kaya raya itu?! "


" Iya ini semua karena Aiden! Kau puas?! sekarang lepaskan tanganmu Kevin!"


" Jadi perkiraan ku benar! Kau lebih memilih pria kaya raya itu daripada aku! Kau menyedihkan Jenna!" Kevin berusaha untuk mendorong tubuh Jenna ke dinding, hinga tiba-tiba..


BUGH!

__ADS_1


" Jaga mulut kotor mu itu Kevin! " Jenna mengarahkan tendangan kakinya diantara pangkal paha pria itu hingga membuatnya tersungkur.


" Aku memilih dia bukan karena hartanya! Ingat itu Kevin! Aku memilih nya karena aku mencintainya!" Teriak Jenna, wanita itu langsung tersulut emosi mendengar hinaan yang dilayangkan oleh Kevin terhadap dirinya.


PLAK!


Bruk! Prang!


" Jenna! "


BUGH! BUGH! BUGH!


" Aaahh...!!"


" Kau! " Pekik Kevin setelah seorang pria menghujaninya dengan pukulan-pukulan telak.


" Singkirkan dia Philip! Pastikan dia mendapatkan hukuman setimpal!" Teriaknya sambil membawa tubuh wanitanya masuk kedalam mobil. Aiden membawa Jenna ke rumah sakit, wanita itu pingsan setelah Kevin menamparnya yang mengakibatkan luka menganga di keningnya karena terantuk ujung besi penyangga tempat sampah disana.


Entah mengapa Aiden tiba-tiba merasakan kegelisahan dihatinya ketika mereka memutuskan untuk meninggalkan Jenna seusai acara kecil mereka tadi, Aiden memerintahkan Philip untuk memutar kemudinya dan kembali ke tempat tinggal Jenna.


Benar saja, begitu mereka tiba di lokasi Kevin sudah menampar wanita itu hingga dia terantuk dan pingsan. Aiden menyaksikan semua itu dengan mata kepalanya sendiri!


Secepat kilat Aiden berlari menghampiri Jenna, sementara Philip langsung menarik baju yang dikenakan oleh Kevin lalu menghujani nya dengan pukulan-pukulan telak.


" Jenna...Jenna bangun sayang..." Aiden menepuk pelan pipi Jenna dengan salah satu tangannya, perasaan nya berkecamuk apalagi melihat darah mengalir dari kening kekasihnya itu.


Aiden kembali menambah kecepatan laju mobilnya agar mereka bisa lebih cepat lagi sampai dirumah sakit.


" Dokter! " Pekik Aiden saat dirinya tiba dipintu masuk ruang gawat darurat.


.


.


.


To be continued πŸ˜‰


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


Happy reading πŸ€—


__ADS_2