
Seminggu kemudian Philip kembali ke Sanremo bersama dengan Aiden dan Jenna. Philip sempat melarang Aiden untuk ikut bersama dengannya ke kota kecil itu mengingat kehamilan Jenna yang masih rentan, tetapi setelah perdebatan kecil mereka dan juga setelah dokter memberikan ijinnya, akhirnya mau tidak mau Philip pun membawa mereka ke Sanremo.
Sesuai dengan janjinya kepada Rubby dan kedua orang tuanya, hari ini Philip akan melamar anak gadisnya, lalu menikahi kekasih nya itu.
Tiba di Sanremo mereka bertiga langsung menuju ke kediaman orangtua Rubby, disana mereka disambut dengan hangat oleh nyonya Theresia terutama Jenna. Sementara tuan Mischa masih terlihat sungkan, dan memilih untuk tidak terlalu banyak bicara.
" Maafkan kami karena tidak bisa hadir di pernikahanmu sayang " Ucap Theresia setelah menciumi kedua pipi Jenna. Wanita itupun tidak lupa mengucapkan terimakasih yang mendalam kepada Philip, kerena telah membiayai pengobatannya di rumah sakit selama seminggu penuh.
" Tidak apa-apa nyonya Theresia, doa darimu sudah lebih dari cukup, lagi pula anak gadis mu ada berada bersamaku disana " Ujar Jenna, lalu menduduki kursi yang sudah disediakan untuk mereka.
Sementara mereka berbincang, Philip menanyakan keberadaan Rubby kepada sang ayah yang dari tadi membuang wajahnya terhadap Philip.
" Maaf tuan Mischa, dimana Rubby?" Tanya Philip penuh selidik.
" Aku menyuruh nya untuk mengambil beberapa barang " Jawab Mischa tanpa melihat ke arah Philip.
Entah mengapa jawaban Mischa ini malah membuat Philip diliputi rasa khawatir, pasalnya hari ini dia meminta agar Paloma memberinya libur juga memberitahu Rubby untuk menunggu nya dirumah.
" Maaf tuan, kemana anda menyuruhnya?" Tanya Philip, sambil mencoba untuk menghubungi gadis itu.
" Ada apa kak?" Tanya Aiden, melihat Philip yang memainkan ponselnya didepan calon mertuanya. Itu sangat tidak sopan pikir Aiden.
" Rubby Aiden, dia..." Philip belum menyelesaikan kalimat nya ketika tiba-tiba pria itu menekan benda kecil yang tersemat di telinganya. Rupanya gadis itu merespon panggilan darinya.
" Dimana kamu baby?" Tanya Philip.
Tiba-tiba pria itu berdiri dari duduknya dan bergegas meninggalkan ruangan itu, menuju mobil yang dia parkir kan didepan pintu halaman kecil rumah itu.
" Ada apa dengan Philip Aiden?" Tanya Jenna khawatir.
" Sepertinya telah terjadi sesuatu terhadap Rubby sayang...Kau tunggu saja disini aku akan menemani nya " Jawab Aiden sambil menyusul sang kakak menuju mobilnya.
" Mischa, apa yang telah kamu lakukan terhadap anak gadis kita?" Tanya Theresia kesal.
Dirinya tidak percaya jika suaminya itu benar-benar membuat Rubby mendatangi rumah wakil Sherif, dengan dalih untuk mengambil beberapa barang yang menurutnya begitu tidak penting disaat sepenting ini.
" Tuan Mischa, anda tidak tahu kekacauan apa yang telah anda buat..." Ujar Jenna terdengar begitu kecewa terhadap pria paruh baya itu.
__ADS_1
" Apa maksud mu Jenna?" Tanya Mischa, pria tua itu mulai terlihat khawatir.
" Apa Rubby tidak pernah menceritakan tentang Shawn yang telah menyakitinya belum lama ini kepada anda?" Jenna menatap lekat wajah tua lelaki yang pernah menjadi majikannya itu.
" Philip hampir saja menembak kepala pemuda itu karena telah menarik rambut Rubby tuan " Lanjut Jenna.
" Semoga saja tidak terjadi hal buruk disana " Ucap Theresia sambil mengelus dadanya.
" Ya Tuhan! Apa yang telah aku lakukan..." Ucap Mischa sambil mengusap wajahnya kasar.
Sebelumnya..
" Angkat telepon nya sayang...Aku mohon..." Batin Philip.
Ada perasaan lega ketika Rubby merespon panggilan darinya, tetapi bukan suara Rubby yanh dia dengar diseberang sana. Melainkan suara pemuda sialan yang telah berani menarik rambut ikal milik gadis nya itu.
Tanpa pikir panjang Philip bergegas meninggalkan ruangan itu untuk menjemput Rubby yang terdengar berteriak tadi.
" Katakan dimana kalian !" Tanya Philip, segera setelah dirinya memasuki mobil, diikuti oleh Aiden.
Sesampainya ditempat yang telah di beritahukan oleh Shawn.
" Lihat kamu Rubby! Kamu sangat memalukan!" Bentak Shawn sambil menarik rambut gadis itu hingga kepalanya mendongak.
" Kau seperti gadis murahan saat ini " Lanjut nya.
" Lepaskan dia brengsek!" Ucap Philip, sambil berjalan mendekati Rubby serta Shawn dan kedua temannya.
Emosi Philip semakin memuncak saat dirinya melihat kondisi Rubby saat ini, Shawn kembali menarik rambut ikal gadis itu hingga kepalanya mendongak. Dirinya juga bisa melihat bekas tamparan di pipinya, terlihat jelas dari darah yang keluar dari sudut bibir gadis kesayangannya itu.
" Jangan mendekat atau akan aku bunuh dia!" Ancam Shawn saat Philip terus berjalan mendekati nya, sambil menekan pisau kecil dileher Rubby.
Shawn masih belum mau menerima kenyataan bahwa Rubby lebih memilih pria itu ketimbang dirinya, dia juga tidak terima dengan kenyataan bahwa sang ayah yang telah dipecat karena peristiwa antara dia dan Rubby belum lama ini.
Shawn memerintahkan kedua temannya untuk menghajar Philip, pemuda ingusan itu juga mengancam jika Philip berani melawan maka dia akan menusukkan pisau itu dileher Rubby.
Dor!
__ADS_1
Dor!
Dua timah panas dari pistol milik Aiden berhasil menembus kaki dua orang pemuda tadi, pria itu muncul dari arah belakang mereka. Hal ini membuat Shawn semakin panik dan tanpa sengaja melukai leher Rubby dengan pisaunya, hingga membuat Rubby berteriak.
" No...!!!" Pekik Philip, lalu mendendang tubuh Shawn hingga terpental dan membentur tiang kayu setelah pemuda ingusan itu menjatuhkan pisaunya karena terkejut.
" Rubby....Bertahanlah " Pinta Philip, lalu mengeluarkan sapu tangannya dan menutup luka dilehernya, mencoba untuk menghentikan pendarahan dileher gadis itu.
" Cepat bawa dia Philip!" Teriak Aiden.
Aiden mendahului Philip memasuki mobil dan duduk dibelakang kemudi, lalu melajukan mobilnya setelah Philip berhasil menempati kursi belakang mobil dengan membawa Rubby bersamanya.
" Jangan bicara oke baby ..." Pinta Philip saat gadis itu mencoba untuk memanggil namanya.
" Cepatlah Aiden!!" Teriak Philip.
Baru kali ini Aiden kembali melihat Philip yang begitu khawatir dan panik, setelah kejadian dulu yang menimpa kedua orang tuanya.
" Iya Philip! Ini sudah kecepatan tinggi! " Ujar Aiden, dirinya pun sama dengan kakaknya itu. Mengkhawatirkan kondisi Rubby yang masih mengeluarkan darah dilehernya.
" Kita akan menikah baby...Kamu harus kuat untuk daddy oke...." Ucap Philip lalu mencium kening gadisnya itu.
Sementara Aiden tengah menghubungi rumah sakit terdekat, agar mereka menyiapkan semua tim dan peralatan medis disana. Setelah itu dia menghubungi Paloma agar wanita itu segera membereskan kekacauan yang terjadi di gudang tua tadi.
Sesampainya di pintu utama unit gawat darurat, secepat kilat Philip membawa Rubby dan menempatkan tubuh mungil gadis itu diatas ranjang yang telah menunggu mereka disana.
" Dia akan baik-baik saja kak " Ucap Aiden sambil menepuk bahu pria tinggi besar itu.
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah...
__ADS_1
Happy reading π€π€π€