
Jika kita tahu orang yang paling berperan dalam penyelesaian kasus antara Aiden dan pamannya Bonny serta wanita yang memiliki tingkat kepercayaan diri level dewa adalah Philip, maka itu adalah jawaban yang sangat tepat.
Selain menjadi saksi di pengadilan yang prosesnya memusingkan menurut pria dingin itu, pria itu pun harus mengurus semua berkas-berkas aset di perusahaan Crouch Overseas milik Peter Crouch ayah dari Lolita dengan bantuan dari Stevan tentunya.
Philip terpaksa harus banyak meninggalkan tugasnya mendampingi Aiden selama beberapa hari ini karena adanya panggilan sidang dan urusan diluar sidang, tetapi hal itu tidak menjadi masalah besar bagi Aiden sendiri karena untuk urusan jadwal Philip telah menyerahkannya langsung kepada sekertaris nya.
" Dimana tuan Aidenamian Teuscherro saat ini Philip?" Tanya seorang pengacara di sesi akhir persidangan.
" Keberatan tuan hakim, pertanyaan pengacara Roman tidak relevan " Sanggah Stevan.
" Keberatan diterima" Ucap sang hakim
" Anda sudah diberitahu tentang surat kuasa tuan Aidenamian Teuscherro bukan tuan Roman?" Lanjut sang hakim seraya menurunkan kacamatanya dengan jari tangan wanita paruh baya itu.
" Baik yang mulia, saya tidak ada pertanyaan lebih lanjut "
" Tuan Stevan, apa anda mempunyai bukti baru yang akan anda berikan di pengadilan ini?" Lanjut hakim ketua, melihat map coklat tebal diatas meja pengacara muda itu.
" Bukan bukti yang mulia, ini adalah berkas perjanjian baru yang di kuasa kan oleh tuan Aidenamian Teuscherro kepada saya untuk saya bacakan dihadapan anda dan para anggota sidang " Jawab Stevan, pria itu berjalan menuju meja sang hakim ketua dan memberikan map tersebut kepadanya. Sang hakim pun mulai memeriksa berkas tersebut lembar demi lembar disaksikan oleh dua orang jaksa disamping kiri dan kanan nya.
" Baik tuan Stevan, anda dipersilahkan untuk membacanya " Ujar sang hakim ketua setelah dua orang disampingnya mengangguk pelan.
Stevan pun membaca dengan jelas dan lantang isi perjanjian baru yang dibuat olehnya atas persetujuan langsung dari Aiden.
" Satu hal lagi untuk diketahui oleh tuan Bonny bahwa nona Lolita Crouch bukan dan tidak pernah bertunangan dengan Aidenamian Teuscherro, serta tuan Aidenamian Teuscherro sekarang ini sudah sah menikah dengan nona Jenna Davis "
" Apa? Itu tidak mungkin !" Pekik Lolita dari kursi peserta sidang.
" Aiden belum menikah dengan siapapun!" Lanjutnya.
Hal ini tentunya menyebabkan kericuhan diruangan sidang.
Tak! Tak! Tak!
Sang hakim ketua memukulkan palunya.
" Harap tenang semuanya! " Titahnya dengan suara lantang.
__ADS_1
" Apa anda mempunyai bukti tentang pernikahan tuan Aidenamian Tuan Stevan?"
" Ada yang mulia " Stevan pun menyerahkan bukti pernikahan Aiden dengan Jenna kepada sang hakim berupa sertifikat pernikahan mereka di negara kepulauan itu dan sebuah rekaman video.
" Ijin memutar video ini yang mulia " Lanjutnya
" Ijin diberikan "
Tak lama sebuah layar besar menampilkan prosesi pernikahan antara Aiden dan Jenna setelah lampu ruangan itu meredup, hal ini sontak membuat Lolita kembali histeris dan hakim terpaksa memerintahkan kepada petugas keamanan untuk mengeluarkan wanita itu dari ruangan sidang.
Akhir dari proses sidang yang memusingkan itu adalah putusan pengadilan berdasarkan surat perjanjian yang dibuat oleh Aiden dan harus ditandatangani oleh Bonny, dengan sangat terpaksa pria itu pun menandatangani surat itu disaksikan langsung oleh hakim ketua berserta dua orang jaksa dan pengacara Aiden.
" Ingat isi perjanjian ini tuan Bonny, jika anda melanggarnya maka anda akan berurusan dengan hukuman " Pesan sang hakim ketua.
" Sungguh memusingkan!" Ucap Philip saat berpapasan dengan Bonny dan Lolita diluar ruangan sidang ketika dirinya dan Stevan berjalan keluar gedung itu menuju pelataran parkir.
Isi perjanjian yang terpaksa harus ditandatangani oleh Bonny menyatakan bahwa dirinya akan memasuki di panti rehabilitasi untuk mengatasi kecanduan judi dan mirasnya selama dua tahun penuh, menempati sebuah rumah sederhana diujung kota dengan biaya hidup sebesar 10.000 dollar perbulan yang semuanya ditanggung oleh Aiden dan mengabdi pada perusahaan Teuscherro sebagai petani coklat di perkebunan coklat milik keluarganya hingga batas waktu yang hanya bisa ditentukan oleh Aiden sendiri.
" Maaf nona Lolita, kali ini saya tidak lagi bisa membantu anda " Ujarnya setelah dua orang petugas panti rehabilitasi menjemputnya.
Sementara di mansion milik Aiden didalam ruangan kamar, saat itu Jenna sedang menerima sebuah panggilan video dari Rubby dan teman-temannya. Mereka menyatakan kerinduan dan kebahagiaan atas pernikahan Jenna dan tuan muda mereka baru-baru ini.
" Kami turut bahagia disini nona Jenna " Sambung Paloma
" Uuhhh...aku sudah tidak sabar melihat tuan Aiden junior!" Ucap Wayan dengan gaya. khasnya.
" Kapan nona akan kembali?" Kembali Rubby yang berbicara.
" Entahlah Rubby, aku harap secepatnya kami bisa kembali kesana, aku pun sudah sangat merindukan kalian " Jawab Jenna, kelopak matanya pun telah dipenuhi bulir-bulir air mata.
" Bagaimana dengan perkembangan renovasi gedung?" Lanjutnya sambil menyeka air matanya dengan selembar tissue.
" Sudah hampir rampung nona, mungkin sekitar dua Minggu lagi baru benar-benar selesai " Jawab Paloma.
" Aahh...Semoga aku sudah disana saat itu tiba yah, aku ingin mendekorasi toko kita " Kekeh Jenna.
Sedang asyik-asyiknya mereka mencurahkan kerinduan mereka masing-masing melalui sambungan ponsel, tiba-tiba Jenna mendengar salah seorang pelayan mengetuk pintu. Jenna pun berjalan mendekati pintu dan membukanya tanpa mematikan sambungan teleponnya.
__ADS_1
" Maaf mengganggu waktu luang anda nona, dibawah ada nona Lolita ingin bertemu dengan anda " Ujarnya, gadis itu terlihat was-was.
" Denganku?"
" Iya nona dengan anda " Jawab gadis itu sambil menunduk.
" Baiklah, aku akan menemui nya...Dimana dia?"
" Nona Lolita ada di ruang tamu nona " Jawabnya seraya menuntun majikan barunya keruangan itu.
" Hati-hati dengan ular berbisa itu nona, jangan sampai takut menghadapi wanita itu" Saran Wayan, pria gemulai itu terlihat kesal dengan suara yang dia dengar melalui sambungan video nya.
" Aku akan menghubungimu kalian lagi nanti oke, aku akan menemuinya sebentar " Ujar Jenna, lalu memutus sambungan videonya.
" Selamat siang sore nona Lolita, ada yang bisa saya bantu?" Sapa Jenna ramah.
" Hentikan basa basi busuk mu itu murahan! Kau telah merayu Aiden untuk mengambil semuanya dariku kan?!" Lolita berusaha untuk menyerang Jenna, tetapi Noni pelayan wanita itu menghalangi nya.
" Jaga sikap anda nona Lolita atau saya panggil keamanan untuk mengusir anda!" Pinta Noni.
" Menyingkir kamu!" Mendorong tubuh Noni hingga gadis itu terjatuh.
" Jangan kurang ajar nona!" Jenna mendorong tubuh Lolita hingga wanita itu terjerembab di sofa, lalu menolong Noni untuk bangkit.
" Berani-beraninya kau mendorong ku!" Lolita mengambil apapun yang bisa dia raih dari atas meja, lalu melemparkan nya ke arah Jenna.
PRANG!
" Aaahhh...!!"
.
.
.
To be continued π
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah π
Mohon maaf baru up pagi ini πβοΈ