Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Kerinduan Hati


__ADS_3

" Hallo baby..." Sapa Philip kepada gadis yang telah dirindukannya selama sebulan ini.


Philip belum bisa kembali ke Sanremo untuk mengunjungi Rubby sejak terakhir kali dia mengantarkannya kesana, tetapi komunikasi antar mereka tidak pernah terputus sehari pun. Sebanyak 3 kali sehari Philip menghubungi gadis itu ataupun sebaliknya, seperti yang terjadi pagi ini.


" Hai tuan kesayanganku, selamat pagi..." Rubby membalas sapaan pria tampan pujaan hatinya melalui sambung videonya.


" Apa kamu sudah di toko sepagi ini?" Tanya Philip ketika dia melihat latar belakang dimana Rubby saat ini.


" Iya, pagi ini nyonya Arthur akan mengambil pesanannya....Jadi aku dan Jill sedang menyiapkan nya " Jawab Rubby riang. Seperti biasa gadis itu selalu bahagia jika Philip menghubungi nya.


" Baiklah aku tidak akan mengganggu mu lagi baby, jangan lupa makan ya sayang..." Ucap Philip. Ingin rasanya pria itu memeluk gadis mungil kesayangan nya, tetapi saat ini Aiden benar-benar sedang sangat membutuhkan dirinya.


" Oke my love...I miss you " Ucap gadis itu mengutarakan kerinduannya. Dia tidak akan menyangka jika kata-katanya ini akan membuat pria diseberang sana berbuat sesuatu diluar nalarnya.


" Benarkah?" Tanya Philip. Selain bola matanya yang membulat juga senyumannya mengembang sempurna di wajah tampan pria itu, dirinya bahagia mendengar pernyataan gadis pujaan hatinya.


" Iyaa...." Ucapnya manja sambil mengangguk dan menggigit bibir bawahnya, bahkan wajah gadis itu terlihat merona.


" I miss you too baby " Jawab Philip, tulus dari lubuk hatinya.


" Ahh...Sepertinya nyonya Arthur sudah didepan sayang, aku harus menemuinya sekarang " Rubby membuang pandangan ke arah depannya, lalu kembali mengarahkan bola mata indahnya ke arah Philip.


" Oke baby...Sampai bertemu nanti sore " Ucap Philip lalu mengakhiri sambungan telepon nya.


Rubby tidak begitu memerhatikan perkataan Philip sesaat sebelum pria itu mengakhiri sambungan telepon nya, dia hanya fokus pada kehadiran nyonya Arthur ditokonya pagi ini. Sementara itu Philip benar-benar memutar otaknya, pria itu begitu sungguh-sungguh dengan kalimat terakhirnya kepada Rubby.


" Aku harus pergi kesana hari ini " Gumam Philip, lalu menghela nafasnya panjang.


" Pergilah kak " Ucap Aiden, kedatangannya yang tiba-tiba diruang makan pagi ini telah mengejutkan sang kakak. Sebenarnya Aiden dan Jenna telah berdiri tak jauh dari kursi yang di duduki oleh Philip sejak tadi, hanya saja mereka memutuskan untuk mendengarkan percakapan dua sejoli itu terlebih dulu sebelum benar-benar menghampiri nya.


" Aiden...Nona..." Ucap Philip terkejut, pria dingin itu bermaksud untuk berdiri dari duduknya tetapi ditahan oleh Aiden.

__ADS_1


" Pergilah ke Sanremo setelah jam makan siang nanti Philip, setelah kita menyelesaikan pertemuan kita dengan tuan Simon " Ujar Aiden, sambil menarik kursi untuk Jenna lalu untuk dirinya.


" Tapi bagaimana dengan pertemuan kita pada sore harinya?" Philip menatap heran Aiden.


" Aku bisa mengatasinya Phil, kamu serahkan saja tugasmu kepada sekertarisku " Jawab Aiden.


Siang itupun Philip benar-benar terbang ke Sanremo untuk menemui pujaan hati yang sudah sangat dirindukan nya itu.


Sementara di Sanremo Rubby terlibat begitu gelisah karena siang ini Philip tidak juga menghubungi nya, ataupun mengiriminya pesan. Gadis itupun sudah berusaha untuk menghubungi pria itu, tetapi ponsel miliknya dalam keadaan tidak aktif.


Ini tidak seperti biasanya menurut Rubby, biasanya pria dingin itu selalu memberitahu nya jika memang hari itu dirinya tidak bisa menghubungi Rubby atau sedang tidak bisa dihubungi.


" Mungkin dia sedang sibuk Rubby " Ucap Jill, saat melihat Rubby yang belum juga menyentuh makan siangnya.


" Iya...Mungkin juga Jill, tapi ini tidak seperti biasanya " Ucap Rubby lirih, gadis itu hanya mengaduk makanannya tanpa mau memakannya.


" Perutmu tidak akan kenyang hanya dengan mengaduk nya saja sayang..." Ujar Wayan, lalu memeluk gadis cantik itu.


" Hhh....Cinta, terkadang bisa membuatmu menangis, terkadang membuatmu tertawa bahagia " Ujar Wayan seraya menggelengkan kepalanya sambil mengelus dadanya.


Rubby pun kembali berkutat dengan bahan-bahan pembuat permen coklat andalan toko itu, hingga membentuk berbagai macam karakter unik dengan hiasan yang lucu dan menggugah selera.


Pada saat gadis itu tengah memajang permen coklat imut buatannya, seorang pemuda tampan menghampiri nya.


" Hai Rubby, apa kabarmu hari ini?" Tanya pemuda itu dengan senyuman lebar menghiasi wajahnya.


" Aku baik-baik saja terimakasih " Jawab Rubby malas.


Shawn nama pemuda itu, dia adalah anak dari wakil Sherif setempat. Usianya tidak terpaut jauh dari Rubby, mereka adalah teman satu kelae semenjak di sekolah dasar. Dulu Shawn sering mengejek Rubby dengan mengatainya si rambut keriting, tetapi setelah lulus sekolah menengah atas pemuda tampan itu malah menyukai Rubby karena kecantikan nya.


" Apa kamu ada waktu Rubby? Aku ingin berbicara denganmu "

__ADS_1


" Apa kamu tidak lihat Shawn, aku sedang sibuk " Jawab Rubby tanpa melihat ke arah pemuda itu.


" Ayolah Rubby, kamu tidak akan terus bekerja kan? Bagaimana jika nanti malam? Aku akan mengajakmu makan malam " Ujar Shawn tidak menyerah. Pasalnya sudah sebulan ini pemuda itu semakin gencar mengejar cinta gadis itu.


" Maaf Shawn aku benar-benar tidak bisa " Tolak Rubby, dan ini entah untuk keberapa kalinya gadis itu menolak ajakan Shawn untuk pergi bersama.


" Kau tidak bisa menolak ku terus Rubby, pada akhirnya kamu harus menerima ajakan ku " Ucap Shawn sedikit memaksa.


" Dia tidak akan pernah menerima ajakkan mu, karena aku tidak akan pernah mengijinkan nya" Suara berat Philip tiba-tiba terdengar dari arah belakang gadis itu. Philip bahkan menatap tajam kearah Shawan, pemuda kemarin sore ini berani-beraninya mengganggu gadisku pikir Philip.


" Tuan kesayangan?!" Ucap Rubby sedikit memekik, gadis itu sempat terkejut karena tiba-tiba mendengar suara pria yang telah lama dirindukan nya itu.


" Hallo sayang, sedang apa kamu disini?" Philip melingkarkan tangannya di pinggang ramping Rubby dan mencium rambut keriting gadis itu. Wangi rambut yang selalu dirindukan olehnya.


" Siapa dia Rubby!?" Tanya Shawn cemburu.


" Aku tunangannya, anda?" Philip menjawab pertanyaan Shawn untuk Rubby.


Sebenarnya Philip pun merasa cemburu kepada pemuda itu, karena saat dirinya tiba disana Philip melihat interaksi antar keduanya dari pintu masuk toko itu.


" Ini tidak bisa dibiarkan!" Batin Philip.


.


.


.


To be continue😘


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini 🤗🤗🤗

__ADS_1


Happy reading 😘


__ADS_2