Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Permintaan Rubby


__ADS_3

Philip masih kesal dengan perlakuan bocah tengik itu terhadap Rubby, dia semakin tidak ingin menunda lagi pernikahannya dengan gadis itu. Philip juga tidak mau meninggalkan Rubby di sanremo tanpa ada dirinya disisinya, tetapi bagaimana caranya? Apakah gadis itu bersedia meninggalkan tanah kelahirannya? Dimana keluarganya ada disni, dan kecintaanya terhadap toko cokelatnya itu begitu besar.


“ Huffhhthh…” Philip menghela nafasnya kasar.


Dia tidak mau egois, meski sebenarnya dia sangat sanggup menentukan hidup gadis itu.


“ Kenapa lama sekali?” Gumam Philip. Sudah hampir setengah jam Rubby berada didalam kamar mandinya.


Pria dingin itupun memutuskan untuk menyusul Rubby kesana.


“ Rubby…Apa kamu sudah selesai?” Ucap Philip dari balik pintu kamar mandi.


Philip menajamkan pendengarannya, dia masih bisa mendengar suara air didalam sana. Dia lalu melihat jam tangan mewah yang melingkar dipergelangan tangannya.


“ Ini sudah 30 menit sayang…” Seru Philip kembali, kali ini pria itu pun mengetuk pintu kamar mandi itu sambil menarik gagangnya.


Perlahan Philip melangkahkan kakinya memasuki ruangan kecil itu, hatinya begitu sedih saat melihat keadaan Rubby saat itu. Rubby yang masih berpakaian lengkap dan duduk di sudut bath tub itu membiarkan tubuhnya dibasahi oleh air dari pancuran yang dibiarkannya menyala. Parahnya gadis itu sedang menangis.


Secepat kilat Philip mematikan keran air lalu menarik gadis itu kedalam pelukannya, Philip tidak perduli jika pakaian yang dikenakannya menjadi basah karena memeluk tubuh Rubby yang basah kuyup. Tetapi bukannya berhenti, tangisan gadis itu malah semakin menjadi.


“ Hei…Kenapa gadis daddy malah menangis?”


Rubby hanya menggelengkan kepalanya, tanpa bisa mengatakan apapun.


“ Dan kenapa kamu membiarkan dirimu seperti ini? Kamu bisa sakit baby…” Ucap Philip lalu mencoba untuk menguraikan pelukannya, tetapi tangan mungil gadis itu malah semakin erat memeluk tubuh kekar Philip.


Philip pun memutuskan untuk menggendong tubuh Rubby dan membawanya keluar dari sana, dia tidak mau gadis itu sampai sakit karena terlalu lama membiarkan tubuhnya dalam keadaan basah.


“ Sayang, kamu harus mengganti pakaianmu…Kamu bisa melakukannya sendiri?” Tanya Philip, lalu menurunkan tubuh mungilnya diatas bufet.


“ No…Daddy…No!” Jawab Rubby sambil menangis dan menggelengkan kepalanya.


Philip tidak mengerti dengan maksud perkataan gadis itu, pria itu mengerutkan keningnya dan menatap wajah cantik Rubby yang kini terlihat merah.


“ Daddy tidak mengerti sayang…Kamu harus mengganti bajumu, nanti kamu sakit “ Ujar Philip

__ADS_1


“ No! “ Teriak Rubby, dan tangisannya pun kembali pecah.


Philip semakin tidak mengerti dengan tingkah gadis ini, dia semakin frustasi dibuatnya. Satu sisi dia harus membuat gadis ini mengganti pakaiannya yang basah, disisi lain dia masih ragu apakah dia yang harus membantu gadis itu mengganti pakaiannya. Philip sendiri masih ragu apakah dirinya sudah siap melihat tubuh polos gadis itu jika memang dia yang harus mengganti pakaian Rubby.


“ Kamu kenapa baby? Kenapa kamu menangis seperti ini hmmm?” Tanya Philip. Akhirnya pria dingin itu kembali memeluk tubuh mungil Rubby, berharap agar gadis itu kembali tenang dan mau mengganti pakaiannya sendiri,


“ Daddy marah kan sama aku? Daddy mau tinggalin aku kan tadi? Karena aku sudah disentuh oleh Shawn…” Rengek Rubby, lalu kembali menangis.


Seumur hidup baru kali ini Philip menghadapi tingkah seorang gadis yang begitu polos, yang tidak mengerti dengan maksud perkataannya sendiri.  Jadi seperti ini rasanya berpacaran dengan seorang gadis ingusan pikirnya. Terlebih Rubby lahir dan besar disebuah kota kecil, dimana norma-norma sosial masih diterapkan dengan baik.


“ Tidak sayang…Mana mungkin daddy marah sama gadis kesayangku ini “ Jawab Philip, sambil mengelus tubuhnya.


“ Dan aku tidak mungkin meninggalkanmu…” Lanjutnya.


Tak lama tangisan gadis itu pun berhenti, dan Philip merasa suhu tubuh Rubby semakin hangat.


“ Sayang kamu…” Ucapan Philip terhenti saat dirinya menyadari tubuh Rubby yang juga semakin lemas, gadis itu pingsan dalam pelukannya.


Philip langsung membopong tubuh Rubby dan meletakkannya diatas kasur, mau tidak mau dia sendiri yang harus mengganti pakaian basah yang masih melekat ditubuhnya.


Philip lalu menghubungi Paloma dan memintanya untuk memanggilkan seorang dokter untuk memeriksa keadaan Rubby.


“ Apa yang terjadi?!” Tanya Paloma ketika wanita itu memasuki kamar Rubby.


“ Tadi dia baik-baik saja Philip, apa yang telah kamu lakukan kepadanya?!” Lanjut Paloma, lalu mendekatkan punggung tangannya dikening gadis itu.


“ Suhu tubuhnya tinggi Philip, dia demam!” Ucapnya.


Philip pun menceritakan peristiwa yang belum lama ini terjadi, kenapa gadis itu menjadi sakit seperti sekarang ini.


“ Kamu itu! Masih aja terlalu banyak berpikir…Lihat kan akibatnya!” Ucap Paloma kesal.


“ Aku tidak mau hal buruk terjadi, bagaimana jika aku khilaf tadi…” Ujar Philip, dia tidak terima jika Paloma menuduhnya seperti itu.


“ Aaah sudahlah! Kamu itu memang keras kepala!” Ucap Paloma semakin kesal. Bagaimana mungkin mahluk kutub utara ini sampai berpikir sejauh itu, jika saja Philip langsung berinisiatif untuk mengganti pakaian Rubby sejak awal mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi pikirnya.

__ADS_1


Tak lama kemudian Megan datang bersama seorang dengan dokter wanita. Sebelumnya Paloma sempat meminta kepada pihak rumah sakit untuk mendatangkan seorang dokter wanita kesana, karena dia sangat memahami sikap pria dingin ini yang tidak akan mungkin mengijinkan pria manapun menyentuh miliknya.


“ Bagaimana dok?” Tanya Philip.


“ Nona Rubby hanya demam, saya sudah menyuntikan obat penurun panas…Mungkin sejam atau dua jam lagi suhu tubuh ya akan kembali normal “ Ujar sang dokter, sambil memasukan kembali alat-alat medisnya kedalam tas.


Dokter itupun pamit meninggalkan ruangan, bersamaan dengan Paloma dan Megan.


“ Baby…Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan bersama denganmu ketika kita sudah menikah nanti, tapi aku berjanji aku akan selalu mencintaimu…” Gumam Philip, lalu mencium kening Rubby.


Seketika senyuman tipis terlukis diwajah pria dingin itu, betapa bodonya dia tadi pikirnya. Dia yang terkenal begitu cepat dalam mengambil sebuah keputusan selama ini untuk kelangsungan perusahaannya, ternyata sempat merasa bingung ketika menghadapi seorang Rubby. Gadis cantik yang telah berhasil menghangatkan hatinya yang dingin.


“ Bocah kecil “ Gumam Philip, lalu memejamkan matanya dan menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang disamping Rubby.


“ Daddy…” Ucap Rubby lirih.


“ Kamu sudah bangun sayang…?” Philip kembali membuka matanya dan membuang pandangannya ke arah Rubby.


“ Ayo kita menikah…” Ucapnya, sambil mendongakkan wajahnya.


Philip tersenyum mendengar permintaan polos gadis kesayangannya, mimpi apa dia tadi pikirnya.


“ Iya sayang…Kita akan menikah secepatnya “ Ucap Philip, sambil mengelus pipi berbintik gadis itu.


.


.


.


To be Continue


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini…


Happy Reading…

__ADS_1


__ADS_2