
Tiga bulan kemudian
Jenna menerima undangan pernikahan dari Madeline, akhirnya wanita itu menyadari bahwa cinta sejatinya selama ini ada dekat dengannya. Mereka akan mengadakan resepsi pernikahannya pada sabtu malam pukul 7 malam di sebuah hotel berbintang, Madeline bahkan meminta secara khusus kepada Jenna untuk hadir bersama dengan keluarga besarnya.
Madeline sempat menyatakan permohonan maafnya kepada Jenna secara langsung, saat wanita itu tengah mengunjungi suaminya Aiden di kantornya untuk mengajaknya makan siang bersama. Madeline tadinya akan menemui Aiden di kantornya, tetapi saat dia melihat keduanya keluar dari ruangan Aiden, maka dia putuskan untuk mengikuti keduanya hingga ke tempat mereka bersantap siang bersama.
Madeline secara tulus meminta maaf kepada Aiden dan Jenna karena perilaku buruknya selama ini, andai saja saat itu Aiden tidak menolaknya saat di acara makan siang yang diadakan oleh Kevin dan andai saja saat itu dirinya tidak menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri betapa baiknya Jenna mungkin saat ini dia masih menggunakan cara lama untuk mendapatkan cinta Aiden.
“Sungguh aku merasa sangat bersalah terutama kepadamu nona Jenna” Ucap Madeline, lalu meraih tangan Jenna.
“Aku sudah memaafkan anda sejak lama nona Madeline, dan aku turut bahagia pada akhirnya anda menemukan cinta sejati anda” Jenna tersenyum, tetapi dia hanya bisa tersenyum ke arah Madeline.
Aiden sudah menatap tajam Pieter agar pria itu tidak menatap Jenna nya terlalu lama.
Butuh keberanian bagi Madeline untuk mengutarakan isi hatinya kepada Aiden dan Jenna, tetapi jika dia tidak melakukannya maka dirinya akan dihantui rasa bersalah seumur hidupnya.
Madeline bahkan berencana untuk meminta maaf kepada Kevin setelah menemui Aiden hari itu di kediamannya, apalagi setelah staf terbaiknya itu menyerahkan surat pengunduran dirinya secara langsung di meja nya pagi kemarin sebelum dirinya tiba di kantor rasa bersalah kembali menghantui Madeline.
“Jika kamu ingin hidupmu tenang sayang, ada baiknya kamu meminta maaf kepada mereka” Ucap Pieter ketika dirinya menemani wanita itu untuk berkonsultasi ke psikiater.
Madeline mengalami mimpi yang buruk setiap malam setelah kejadian terakhirnya bersama dengan Kevin, rupanya dia dihantui rasa bersalah terlebih kepada Pieter yang selama ini selalu setia mendampinginya.
Orang pertama yang dia mintai maaf adalah Pieter, pria itu bahkan harus menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri ulah bejat nya selama ini.
“Maafkan aku Pieter, hatimu pasti sakit selama ini karena aku” Madeline terisak dalam pelukan Pieter malam sebelum dirinya menemui Aiden.
“Aku selalu memaafkan mu Maddy, kau tak perlu menangis seperti ini…” Pieter mencium puncak kepala wanitanya itu.
“Kau pasti sangat kecewa padaku…” Kembali Madeline terisak, tetapi Pieter tetap meyakinkan dirinya bahwa dia telah dan selalu memaafkan Madeline sejak lama.
__ADS_1
“Aku pasti akan selalu menghubungimu nona Jenna, aku harus belajar banyak darimu” Pinta Madeline saat wanita itu menjawab pertanyaannya seputar hubungannya dengan Kevin dulu.
“Dan aku acungkan jempol padamu Aiden, keputusanmu untuk memperistri wanita ini sangat lah tepat” Lanjutnya kepada Aiden.
“Terimakasih Maddy, jangan terlalu menyanjungku” Aiden memasukan kembali potongan daging panggang nya kedalam mulutnya.
“Sepertinya aku pun harus belajar kepadamu tuan Aiden” Ucap Pieter, dia yang sedari tadi hanya asik mendengarkan percakapan ketiganya sambil menyantap makan siangnya akhirnya tertarik juga untuk membuka suara.
“Kau lebih tepat jika berbincang dengan kakakku, kalian hampir sama…” Kekeh Aiden, yang disambut dengan gelak tawa Madeline dan Jenna.
“Iya…Kalian sama-sama kaku” Gelak Madeline.
Pieter hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, dia bahkan belum berani menyapa manusia es batu itu apalagi jika harus berbincang dengannya.
“Aku akan memberimu hadiah yang besar jika berhasil membuat kakakku itu berbicara panjang lebar selain dengan istrinya” Kali ini Aiden tidak bisa menahan tawanya.
Tiba di kediaman Kevin kedatangan Madeline disambut hangat oleh Bella, wanita yang dia ketahui sebagai sahabat dari Jenna yang dulu merebut Kevin dari wanita itu.
Kesan pertama yang Madeline dapatkan setelah berbincang cukup lama dengan Bella adalah sebenarnya wanita ini sangat baik, jika dia pernah berasumsi bahwa Bella bukanlah istri yang baik itu karena dia hanya melihat dari kacamata Kevin.
Perilaku Kevin selama bekerja dengannya mengisyaratkan bahwa sang istri bukanlah seorang wanita yang bisa membahagiakan suaminya, tetapi setelah dia mengetahui peristiwa yang sebenarnya dia pun dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya Kevin lah yang keliru memperlakukan Bella selama ini.
Setiap orang bisa berbuat salah di masa lalunya, tetapi semua orang pun berhak untuk memperbaiki kesalahannya di masa depannya, mungkin itulah kata-kata yang tepat untuk dirinya dan Kevin juga Bella pikir Madeline.
“Kedatanganku kemari adalah untuk meminta maaf kepadamu Kevin” Ucap Madeline tak lama setelah Kevin tiba dari supermarket sehabis menjemput anak-anaknya sekolah.
“Terimakasih karena telah menolak ku waktu itu” Lanjutnya.
Bella yang tidak mengerti dengan ucapan Madeline hanya bisa tersenyum, tak ada niat didalam hatinya untuk menanyakan hal yang sebenarnya terjadi kepada Kevin dan wanita yang duduk dihadapannya saat ini. Dia hanya bersyukur mendengar kalimat terakhir yang diucapkan oleh Madeline, bahwa suaminya telah menolaknya.
__ADS_1
Bella semakin yakin bahwa Kevin bersungguh-sungguh dengan ucapannya.
“Saya sudah memaafkan anda sejak lama nona Madeline, saya pun minta maaf karena saya tidak berhasil meyakinkan tuan Aiden perihal proposal kerjasama yang kita ajukan kepada perusahaan beliau” Balas Kevin.
“Kamu tidak usah khawatir tentang itu Kev, aku yakin Aiden akan mempertimbangkan kembali ketika mereka sudah benar-benar siap menerima kita sebagai partnernya” Madeline tersenyum.
“Untuk itu mohon maaf Kev, saya tidak bisa mengabulkan surat pengunduran dirimu karena nanti pun kamu lah yang akan menemui Aiden kembali” Lanjutnya.
“Kamu jangan khawatir, Aku sudah berbicara dengan Aiden tentang hal ini” Madeline tidak main-main dengan ucapannya, apalagi dengan rencana bulan madunya yang sudah ada didepan mata. Siapa lagi yang bisa mengurus perusahaannya selama dia pergi bersama dengan Pieter jika bukan Kevin, staf terbaik yang sudah tidak diragukan lagi kinerjanya itu.
Madeline pun berpamitan setelah dia mendapatkan jawaban langsung dari Kevin, meski terlihat gurat kekecewaan di wajah Bella. Tetapi setelah Madeline mengatakan hal yang sesungguhnya kenapa dia mempertahankan suaminya itu di perusahaannya, senyuman manis terlukis diwajah cantiknya.
“Aku bangga padamu sayang” Ucap Pieter saat dirinya membawa mobil yang ditumpangi oleh wanita tercintanya kembali ke kediamannya.
Kepergian Madeline menyisakan perasaan malu dibenak Kevin, pria itu belum meminta maaf kepada Jenna dan Aiden secara langsung setelah perbuatannya yang memalukan tersebut.
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak-jejak kalian disini.
Novel ini hanya tersisa beberapa episode saja sebelum othor buat tamat, gak apa-apa yah khaaaan masih ada novel othor yang lainnya,...
Happy Reading
__ADS_1