Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Titik Terang


__ADS_3

Setelah Gerry diam-diam berhasil mengambil sampel rambut milik Robert dan menyerahkan nya kepada Aiden, dia dan Philip pun segera melakukan test DNA sebelum sidang pertama dimulai.


Gerry berpura-pura menjadi seorang petugas kebersihan setelah dia menemukan rumah milik Robert, dia berhasil mengambil helaian rambut milik pria tua itu setelah dia membersihkan kamar tidurnya.


Menurut Gerry rumah tinggal Robert tidak terlalu jelek, bahkan bisa dibilang bagus jika dibandingkan dengan apartemen miliknya. Hanya saja didalam sama memang terlihat sedikit berantakan, dia juga menemukan fakta yang lain di sana. Robert merupakan pecandu alkohol berat!


Ini menjelaskan mengapa sikap pria tua itu sangat menyebalkan, cenderung pemarah dan tidak rasional.


Dua hari menjelang sidang pertama, Aiden dan Philip mendapatkan hasil tes DNA nya. Ini adalah momen memegang bagi keduanya, terutama untuk Philip. Sungguh dia tidak rela jika Robert adalah benar-benar ayah biologisnya yang telah menyerahkan dirinya ke panti asuhan.


" Bagaimana hasilnya dok?" Tanya Aiden kepada Davin.


Davin membuka amplop putih tersebut dan mengeluarkan isinya, dia terlihat mengerutkan keningnya saat membaca hasil tes tersebut.


" Disini dinyatakan bahwa antara Robert dan Philip memang ada ikatan keluarga, tetapi pria itu bukan ayahmu Phil " Ujar Davin, lalu menghela nafas panjang.


" Kemungkinan nya dia adalah saudara kandung ayahmu, entah adik atau kakaknya " Lanjutnya, sambil memasukkan kembali kertas itu kedalam amplopnya.


" Huh .." Philip bisa sedikit bernafas lega setelah mengetahui hal tersebut, tetapi muncul pertanyaan baru dibenaknya. Dimana ayahnya saat ini?


" Kita masih punya waktu dua hari untuk mencari keberadaan ayahmu Phil " Ucap Aiden, saat mobil yang ditumpangi nya bersama dengan Philip melaju meninggalkan rumah sakit.


" Entahlah, apa aku masih ingin mencarinya atau tidak..." Ucapnya ragu.


Memang ada keraguan di hati pria dingin itu, dia ragu apa dia bisa memaafkan dan menerima orangtuanya kembali atau tidak. Karena selama hidupnya yang dia anggap keluarga hanyalah keluarga Teuscherro. Keluarga yang sudah membesarnya dan memberi nya kasih sayang yang utuh sebagai seorang anak juga kakak bagi Aiden.


" Memangnya kamu tidak mau masalah ini cepat selesai?" Tanya Aiden. Sama halnya seperti Philip, diapun ragu apakah dirinya bisa menerima keluarga Philip sebagai bagian dari keluarga Teuscherro. Melihat perilaku Robert yang seperti itu pikirnya.


Tiba di kantor, Aiden kembali memberikan perintah kepada Gerry untuk menyelidiki lebih lanjut dimana keberadaan orang tua Philip. Tanpa ragu asisten dari kakak nya itu langsung menjalankan perintah yang diberikan oleh Aiden.


Gerry sudah mendapatkan gambaran dari ma dia akan mulai mencari keberadaan orang tua bis nya itu, dia juga ingin agar masalah yang sedang dihadapi bisa nya ini cepat selesai. Karena sejak pria dingin bin kaku ini menghadapi masalah keluarga nya, bos nya ini hampir setiap hari uring-uringan. Bahkan terkadang memberinya perintah yang tidak jelas

__ADS_1


Gerry merindukan sikap bos nya yang lama, dingin dan kaku tetapi jelas dalam memberikan perintah. Philip yang sekarang sangat mengerikan menurut nya.


" Sebaiknya kamu pulang saja kak, biarkan dirimu beristirahat " Saran Aiden, dia prihatin juga melihat sang kakak yang terus memijat keningnya sendiri. Lebih bagus jika istri kecilnya itu yang melakukan untuknya pikir Aiden.


Tanpa pikir panjang Philip pun menyetujuinya, Moodnya untuk bekerja hari ini sudah hilang sejak pulang dari rumah sakit tadi. Saat ini dia hanya ingin ada bersama dengan Rubby, gadis cantik yang sudah dia miliki seutuhnya.


Saat Philip tiba di mansion, istri kecilnya itu sedang asik berkutat dengan bahan makanan sambil menemani nona mudanya yang sedang melakukan video call dengan nyonya Theresia. Mereka memang tidak main-main dalam menjalankan bisnisnya bersama.


" Selamat siang nona... Selamat siang ibu " Sapa Philip saat dirinya memasuki dapur.


" Siang menantu " Jawab Theresia


" Siang Philip...Dimana Aiden?" Jenna merasa heran karena Philip hanya datang seorang diri, biasanya pria dingin dan suaminya itu selalu datang bersama-sama.


" Tuan muda masih sibuk nona, aku pulang duluan " Jawabannya, lalu melanjutkan langkahnya menghampiri istri kecilnya yang masih belum menyadari kepulangan nya.


" Loh ...Daddy sudah pulang?" Tanya Rubby, lalu melihat sang suami dan jam dinding secara bergantian. Ini belum saatnya pulang kerja pikir gadis itu .


" Apa daddy sakit?" Rubby kembali bertanya, dia melihat sang suami yang sedikit murung.


Jenna menghela nafasnya melihat peristiwa langka yang terjadi dihadapannya, dan hal tersebut memicu pertanyaan dari Theresia.


" Kenapa nona? Apa sesuatu sedang terjadi?"


" Hhmmm...Menantu mu menculik anakmu nyonya, sepertinya aku harus melanjutkan acara masak memasak sekarang ini " Kekeh Jenna.


" Seperti nya menantuku sedang murung, apa sedang ada masalah disana?" Tanya Theresia.


Jenna pun mulai menceritakan masalah yang tengah dihadapi oleh menantu nyonya Theresia itu, perihal kedatangan pria tua bernama Robert yang mengaku sebagai ayah kandung Philip secara tiba-tiba yang dia sendiri tidak mengetahui asal usul dari Robert ini.


" Apa kamu memiliki foto dari tuan Robert ini? Yaa...siapa tahu kami bisa membantumu untuk mencari tahunya disini " Ucap Theresia, yang langsung disetujui oleh Jenna.

__ADS_1


Jenna pun mengirimkan photo wajah Robert melalui pesan singkatnya, Theresia bahkan langsung membuka pesan dari Jenna dan seperti nya mertua dari Philip itu terlihat begitu familiar dengan gambar wajah tersebut.


" Sayang...Coba lihat ini " Seru Theresia kepada Mischa suaminya.


" Kau masih mengenalnya?" Lanjutnya sambil menyodorkan ponselnya kepada sang suami.


" Ahh...Iya ini Robert Miller, dulu keluarga itu sempat tinggal di Sanremo memang..." Jawab Mischa.


Jenna sangat bahagia mendengar kabar baik ini langsung melalui sambungan videonya bersama dengan Theresia.


" Lalu dimana mereka sekarang tuan Mischa? Apa mereka masih tinggal di sana?" Tanya Jenna antusias.


Sayangnya keluarga itu sudah lama meninggalkan Sanremo, semenjak meninggal nya anak sulung mereka David Miller bersama dengan istrinya Samantha Miller karena sakit yang tidak diketahui jenis penyakitnya.


Dulu hal tersebut masih terbilang mistis di kota kecil tersebut, keluarga Miller terpaksa pindah dari sana karena tidak tahan dengan cibiran dari penduduk sekitarnya yang mengatakan bahwa mereka telah kena kutukan.


Dan demi menyelamatkan sisa penduduk dari ancaman kutukan tersebut, maka keluarga Miller memilih untuk hengkang dari Sanremo.


" Tetap aku tidak mempercayai omong kosong itu, aku yakin Robert ada kaitannya dengan peristiwa itu " Ucap Mischa.


" Apa anda yakin bahwa Robert yang anda maksud adalah Robert yang kami kenal baru-baru ini tuan Mischa?" Tanya Aiden penasaran.


Jenna hampir saja berteriak karena terkejut dengan kedatangan sang suami yang tiba-tiba.


.


.


.


To be continued

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah 😊


Happy reading πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2