Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
King Cobra


__ADS_3

" Apa tuan sudah bangun?" Philip menghampiri salah satu pelayan di dapur, pria itu baru saja tiba dari bandara.


" Belum tuan " Jawabnya sopan.


Philip melihat jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan kanannya, waktu menunjukkan pukul 9 pagi.


" Ck...Gak biasanya dia bangun sesiang ini " Philip pun memutuskan untuk menunggu tuan mudanya dikamarnya, dan meminta kepada pelayan untuk segera memberitahunya jika Aiden sudah bangun.


Sementara didalam kamar.


" Awwwhhh..." Jenna berusaha untuk bangun, tetapi rasa pening di kepalanya itu membuat dirinya mengurungkan niatnya.


Merasa ada pergerakan dibelakangnya, Aiden pun terbangun.


" Apa masih sakit sayang?" Tanya Aiden dengan suara khas bangun tidurnya, pria itu pun mengubah posisi tidurnya hingga tubuhnya menghadap kearah Jenna lalu menyibak Surai rambutnya.


" Iya Aiden...Kepalaku sakit sekali " Jenna masih menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya, diapun merasa tidak nyaman dengan wajahnya.


" Jenna! Wajahmu!!" Bola mata Aiden sukses membulat sempurna saat netranya melihat sebelah wajah Jenna yang sudah membengkak. Secepat kilat pria itu beranjak dari tidurnya, lalu berlari menuju keluar kamar dan memanggil Philip.


" Philip!!!" Pekiknya.


Mendengar lengkingan suara sang majikan, Philip langsung berlari menuju sumber suara.


" Sesuatu pasti telah terjadi " Batin Philip.


" Ada apa tuan?" Philip melihat kepanikan diwajah Aiden.


" Jenna Philip! Siapkan helikopter! Kita harus membawanya kerumah sakit segera!" Jawabnya panik.


Tanpa bertanya kembali, Philip langsung menghubungi Sherif dan mengabarkan keadaan darurat tersebut agar dia dengan segera menyiapkan sebuah helikopter untuk membawa nona mudanya ke rumah sakit pusat jauh dikota besar.


" Cepatlah Philip!" Pinta Aiden setelah helikopter itu mendarat dihalaman depan villa dan dua orang paramedis membawa Jenna dengan menggunakan berangkar.


" Bersabarlah sayang, semua akan baik-baik saja " Aiden tidak melepaskan genggaman tangannya dari jemari tangan Jenna, sesekali pria itu menciuminya. Philip melihat semua itu dengan perasaan haru, Aiden bahkan tidak se khawatir itu terhadap mantan istrinya dulu.


15 menit kemudian helikopter yang membawa mereka telah mendarat sempurna di atap gedung rumah sakit itu, tim medis pun telah menunggu kedatangan mereka disana.


" Semoga dia baik-baik saja Philip.." Aiden mengacak rambutnya sendiri, dia terlihat sangat khawatir.


" Saya yakin nona Jenna akan baik-baik saja tuan " Philip memeluk Aiden dari samping lalu menepuk pundaknya.


" Dia harus mendapatkan ganjaran setimpal Philip! Pria itu harus bertanggung jawab karena telah membuat Jennaku sakit!" Aiden mengepalkan tangannya.


" Anda tidak usah memikirkan hal itu tuan, aku akan pastikan tuan Kevin tidak akan pernah bisa lagi menemui nona Jenna "


Setengah jam kemudian, salah satu dokter menghampiri Aiden.

__ADS_1


" Bagaimana istri saya dokter?"


" Kondisi istri anda sudah stabil tuan Aiden, bengkak diwajahnya akibat benturan keras pada pelipisnya, untuk jahitannya terpaksa kami buka dan kami perbaiki "


" Bagaimana dengan kondisi kepalanya dok, apa ada keretakan?"


" Untungnya tidak tuan, anda sudah bisa menemui nona Jenna sekarang "


Aiden pun bergegas menuju ruang gawat darurat dimana Jenna masih terbaring disana, dia meminta Philip untuk mengurusi kepulangannya hari itu juga.


" Siapkan pesawat Phil, aku akan membawa Jenna pulang ke mansion "


" Tuan, apa tidak sebaiknya anda menunggu nona Jenna siuman? Mungkin nona...."


" Apa kamu meragukan keputusan ku Philip!?" Aiden menatap tajam kearah Philip. Baru kali ini Aiden meninggikan suaranya dihadapan pria itu.


" Baik tuan " Philip pun meninggalkan ruangan itu untuk menghubungi pilot pesawat melalui sambungan telepon genggam nya.


.


.


" Ngghh " Jenna membuka matanya perlahan, dia merasa seseorang tengah menggenggam tangannya.


" Hallo sayang " Aiden mengembangkan senyuman saat Jenna menatapnya.


" Dimana ini?" Jenna mengedarkan pandangannya, lalu berusaha untuk bangun.


" Jangan terlalu banyak bergerak dulu sayang " Aiden mengelus wajah cantik Jenna dengan punggung tangannya.


" Masih bengkak " Batinnya.


" Aiden...Dimana kita?"


" Kita ada didalam pesawat sayang, aku akan membawamu pulang ke mansion "


" Tapi Aiden, bagaimana dengan tokoku dan teman-teman ku disana?"


" Jangan mengkhawatirkan itu, aku sudah meminta Paloma untuk menangani semuanya sampai kita kembali lagi kesana "


" Istirahat lah, satu jam lagi kita akan sampai " Aiden mencium kening wanita itu lalu mengelus rambut nya hingga ia kembali tertidur.


Tiba di bandara negara ZYX Jenna masih tertidur, tidak mau membangunkan wanita itu akhirnya Aiden menggendongnya dengan sangat hati-hati.


" Sepertinya pengaruh obat tidurnya lumayan kuat " Gumamnya.


Selama perjalanan pun Jenna masih tetap tertidur dipangkuan Aiden, pria itu juga menggendong Jenna masuk kedalam mansion hingga pria itu menurunkannya diatas ranjang kamar mewahnya.

__ADS_1


" Meski kamu sedang terluka, kamu masih terlihat sangat cantik princess " Aiden menarik kedua sudut bibirnya, lalu mencium kening, hidung dan bibirnya.


" Siapkan makan malam untuk kami Philip, seperti dia baru akan bangun sore nanti " Pintanya kepada Philip yang masih setia berdiri tak jauh darinya.


" Baik tuan.."


" Oia Phil, atur ulang semua jadwal temu ku dengan klien-klien yang khusus meminta bertemu denganku...Aku tidak mau diganggu hingga seminggu kedepan " Aiden beranjak dari duduknya, pria itu mulai melepaskan pakaiannya dan meminta handuk kepada Philip.


" Tuan...Rabu lusa nona Selena akan pulang, beliau mengundang anda untuk makan malam bersama " Ujar Philip sambil memberikan kimono mandi kepadanya.


" Katakan padanya aku sedang sibuk Phil.. " Aiden menghela nafasnya kasar.


" Aku sudah mengabulkan keinginannya untuk mengejar cita-cita nya, jadi untuk apalagi aku harus menemui nya?" Lanjutnya.


" Baik tuan, akan saya sampaikan "


" Aaahhh!! Aiden! Pakai bajumu!" Pekik Jenna saat dia baru saja membuka matanya dan melihat Aiden yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk untuk menutupi barang berharganya.


" Ya Tuhan Jenna! Aku pikir kamu masih tidur sayang " Sesungguhnya Aiden ingin sekali tertawa, dia melihat Jenna menarik selimut untuk menutupi wajahnya. Bagaimana mungkin dia merasa malu melihatnya seperti itu? Dia kan pernah menikah pikirnya.


Timbul ide jahil dipikiran Aiden, pria itu mendekati Jenna masih dengan keadaan yang sama. Hanya mengenakan handuk kecil untuk menutupi bagian bawah tubuhnya, sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil ditangannya.


" Apa kamu sudah memakai pakaian Aiden?" Tanya Jenna dari balik selimut.


" Sudah sayang " Jawab Aiden.


Mendengar jawaban itu Jenna langsung keluar dari dalam persembunyiannya.


" Aiden....!" Pekiknya sambil menahan rasa sakit dan pening di pelipisnya. Jenna kembali menutupi wajahnya dengan selimut, seketika terdengar suara gelak tawa Aiden.


" Gak lucu Aiden!"


" Owh ayolah sayang, kamu ini seperti tidak pernah melihat king cobra saja " Aiden tergelak.


" Ayo buka selimutnya " Pintanya dengan jahil.


" Gak mau Aiden! Cepat pakai baju mu.!"


" Aku tidak pernah melihat king cobra sebesar itu Aiden " Batin Jenna.


.


.


.


To be continued πŸ˜‰

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading πŸ€—


__ADS_2