
Rubby belum bisa membalas pernyataan cinta dari Philip, pria yang lebih pantas untuk menjadi pamannya itu. Gadis itu memilih untuk diam bahkan hingga mereka kembali ke villa, hal ini sempat membuat Philip salah tingkah hingga pria itu memutuskan untuk kembali mengajak bicara Aiden sang adik yang sudah memiliki banyak pengalaman dalam urusan percintaan itu.
“ Apa? Kau menyatakan cinta dengan cara seperti itu?” Aiden tergelak.
“ Itu pemaksaan namanya Phil “ Kembali Aiden tergelak
“ Meski aku akui caramu tadi itu memang terbilang romantis “ Lanjutnya.
“ Sudahlah Aiden! Jangan menambah kebingunganku dengan tawamu itu!” Ucap Philip, lalu meremas rambutnya sendiri.
“ Apa yang harus aku lakukan sekarang?” Lanjutnya, melirik sekilas ke arah Aiden yang masih menertawakan dirinya.
“ Bersabarlah Phil, kamu harus memahami bahwa Rubby itu usianya masih terbilang remaja…Gadis itu masih berumur 19 tahun Phil “
“ Kau tahu kan usia segitu masih labil? bahkan hal yang kita anggap sepele pun akan terlihat penting bagi mereka” Lanjutnya.
“ Iya aku tahu…Terus aku harus bagaimana? Aku tidak tahan dengan sikap diamnya itu “ Ucap Philip, pria dingin itu tidak rela jika senyuman manis gadis itu harus hilang dari wajahnya. Philip bahkan tidak bisa membayangkan jika Rubby akan berubah menjadi sosok yang dingin seperti dirinya.
“ Biarkan dia Phil, jangan terlalu memaksakan diri kepadanya itu hanya akan membuatnya takut “ Jawab Aiden. Dia tidak percaya jika sang kakak yang terkenal selalu tahu harus bagaimana menyelesaikan masalah bahkan paling yang paling pelik sekalipun, saat ini justru sedang merasa kebingungan. Cinta memang bisa membuat orang menjadi buta! Pikir Aiden.
Baru saja Aiden menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba saja terdengar teriakan Jenna memanggil Philip dari luar ruangan dimana mereka duduk dan berbincang saat ini. Aiden bergegas keluar ruangan itu dan mencari keberadaan sang istri tercintanya, lalu memeluknya sesaat setelah pria itu menemukannya.
“ Ya Tuhan! Apa lagi sekarang “ Ucap Philip seraya mengusap wajahnya kasar.
“ Loh kok bangun baby?” Tanya Aiden, lalu mencium keningnya.
“ Dimana Philip Aiden?! Aku harus menghajar pria itu “ Ujarnya kesal.
Tentu saja Jenna kesal kepada Philip, apalagi setelah wanita itu menemukan Rubby yang tengah terdiam di dalam kamarnya, gadis itu benar-benar terdiam meski Jenna memanggil namanya dan mengajaknya bicara. Ini pasti ada hubungannya dengan Philip pikir Jenna saat itu.
__ADS_1
“ Tadi kami memang sedang berbincang sebelum kamu memanggilnya dan aku mencarimu “ Ucap Aiden.
“ Hei…Ada apa? Kenapa kamu marah seperti ini hhmmm? Ini gak baik untuk kesehatanmu dan bayi kita baby “ Lanjutnya, lalu mencium kening Jenna.
“ Rubby sayang…Rubby sepertinya sedang syok saat ini “ Jenna menghela nafasnya sejenak, mencoba untuk mengatur kembali ritme jantungnya yang bergejolak.
“ Entah apa yang telah dilakukan oleh kakakmu itu kepadanya, tadi di pantai dia masih ceria…Saat ini dia….Entahlah “ Lanjutnya. Jenna memang tidak bisa menebak kondisi Rubby saat itu, apakah gadis itu sedang bersedih atau marah dia benar-benar tidak mengerti. Yang dia tahu gadis itu benar-benar hanya terdiam dan membisu saat dirinya memanggil namanya dan mengajaknya berbicara tadi.
“ Baby…Baby dengarkan aku, Rubby sudah besar sayang dia sudah cukup dewasa untuk bisa menyelesaikan masalah nya sendiri “ Ucap Aiden sambil menuntun Jenna kembali ke kamarnya.
“ Beri Philip kesempatan untuk membuktikan cintanya kepada Rubby sayang, dia pria yang baik “ Lanjutnya.
“ Yaa meski terkadang sikapnya memang menakutkan, dingin dan ketus. Tapi aku yakin perasaannya tulus kepada Rubby “ Lanjutnya lagi, seraya membantu sang istri untuk menaiki ranjangnya kembali lalu menyelimutinya.
Sementara Philip yang diam-diam mendengarkan percakapan mereka dari balik pintu kamar Aiden memutuskan untuk menemui Rubby dikamarnya.
“ Apa kamu baik-baik saja?” Tanyanya seraya berlutut dihadapan gadis cantik yang masih terlihat syok itu.
“ Hei…Look at me baby..” Ucap Philip, meraih wajahnya yang tetap mengarah ke luar jendela. Gadis itu seperti sedang menatap sesuatu diluar sana dengan pandangan yang sulit diartikan, bahkan oleh Philip sekalipun.
“ Kenapa hhmmm?” Tanya Philip kembali. Kali ini dia menyatukan kening mereka seperti saat mereka berenang tadi lalu memejamkan matanya, Rubby pun sama.
Philip membiarkan situasi mereka yang seperti itu berapapun waktu yang akan terbuang nantinya dia tidak perduli, dia hanya akan membiarkan perasaan mereka menyatu dengan sendirinya. Keduanya bahkan membiarkan hembusan nafas mereka menyapu wajah-wajah mereka saat ini, hingga tiba-tiba gadis itu menyatukan bibirnya dengan bibir pria dihadapan nya itu.
Lagi-lagi Philip membiarkan hal itu terjadi, pria itu hanya akan menerima apapun perlakuan Rubby padanya saat ini bahkan jika itu hal yang paling buruk sekalipun.
“ Are you oke baby?” Philip kembali bertanya saat Rubby telah melepaskan penyatuan bibir mereka. Dia hanya ingin memastikan keadaan gadis yang dicintainya itu benar-benar dalam keadaan yang baik-baik saja.
“ Aku baik-baik saja…” Ucapnya lirih.
__ADS_1
“ Lalu kenapa kamu hanya diam saja ? Kamu tahu nona Jenna sangat mengkhawatirkan mu tadi apalagi aku “ Ujar Philip seraya menyapu surai rambut keriting yang menutupi wajah cantik gadis itu.
“ Aku hanya bingung…Jantungku seperti akan meledak tadi dan….” Ucapan gadis itupun kembali terhenti.
“ Dan apa?” Tanya Philip seraya menautkan kedua alis matanya. Sebenarnya dia sangat ingin tertawa saat ini, menyadari kepolosan gadis yang telah membuatnya jatuh cinta itu. Bagaimana tidak, tadi itu dia benar-benar bingung dengan keadaan Rubby yang tiba-tiba saja terdiam. Pria dingin itu bahkan sempat berpikiran buruk tentang Rubby, apakah gadis itu akan menolak cintanya pikirnya saat itu.
“ Aku tidak tahu harus memanggilmu apa “ Lanjutnya polos. Rubby pun menundukkan wajahnya yang merona, karena Philip tak juga melepaskan tatapannya.
“ Ya ampun sayang! Aku pikir kamu tadi kenapa “ Ucap Philip, pria dingin itu bahkan tergelak saat mengucapkan kalimatnya.
“ Kamu bisa memanggilku sesukamu baby, yang penting tidak memanggilku dengan sebutan tuan “ Kembali Philip tergelak.Benar kata Aiden, bagi gadis seusia Rubby ternyata hal itu merupakan hal yang sangat penting.
“ Sepertinya kamu sangat bahagia saat ini kak, ini pertama kalinya aku melihatmu tertawa se bahagia itu “ Batin Aiden saat melihat pemandangan langka itu dari balik celah pintu kamar Rubby.
Aiden diam-diam melihat keduanya melalui celah pintu itu bersama dengan Jenna, tadi istrinya itu memaksa dirinya untuk bersama-sama melihat keadaan Rubby. Tetapi saat mengetahui bahwa Philip ada didalam tengah membersamai gadis itu, dia pun mengurungkan niatnya dan menahan Jenna agar tidak memasuki kamar gadis itu. Aiden meminta Jenna untuk memerhatikan keduanya dari sana.
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian di novel ini.
Happy reading, happy satnite & see you all tomorrow
Love you all se alam semesta raya.
__ADS_1