Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Masa Lalu Part 1


__ADS_3

" Kevin Browser bersedia kah kamu menerima wanita cantik ini, Jenna Abigail Clancy sebagai istri baik dalam suka maupun duka mulai saat ini hingga maut memisahkan kalian?"


" Bersedia" Jawab Kevin tanpa ada keraguan sedikitpun.


" Jenna Abigail Clancy bersedia kah kamu menerima Kevin Browser sebagai suamimu dalam suka maupun duka hingga maut memisahkan kalian?"


" Bersedia " Jenna pun menjawab tanpa ada keraguan sedikitpun.


Setelah mengucapkan janji sehidup semati, sang pemuka agama pun mempersilahkan pengantin untuk saling menautkan cincin pernikahan dijari manis mereka masing-masing lalu mengijinkan pengantin pria untuk mencium pengantin wanita nya.


Sebulan kemudian...


" Sayang...Besok aku harus pergi keluar kota, ada yang harus aku bereskan disana "


" Kamu bersiap-siap, besok kita akan pergi bersama " Lanjutnya.


" Oke sayang..." Seketika sebuah senyuman manis mengembang dibibir Jenna.


Kebiasaan Kevin jika dia mendapatkan tugas luar kota adalah mengajak Jenna serta, pria itu tidak bisa tahan berlama-lama berada jauh dari istri tercintanya.


Kevin bekerja sebagai seorang senior manager disalah satu perusahaan eksport import terbesar di negaranya, dedikasi terhadap perusahaan dan kecintaannya terhadap pekerjaannya membuat karirnya lebih cepat naik dibandingkan dengan karyawan seusianya di perusahaannya itu.


Kepiawaian Kevin dalam hal persuasi memudahkan pria itu untuk mendapatkan banyak klien baru dan meloloskan banyak penawaran perusahaannya di perusahaan-perusahaan lain.


Jenna lah yang selama ini berada dibelakang keberhasilan Kevin, bahkan sejak hubungan percintaan yang mereka jalin semenjak SMA dulu. Wanita itu tahu benar bagaimana awal Kevin meniti karir nya dibidang sales marketing, dari mulai menjadi sales door to door hingga menjadi seorang senior manager dibidang yang sama saat ini.


Setahun berlalu sejak janji suci mereka ucapkan, Jenna dinyatakan hamil oleh dokter. Tentu saja ini menjadi berita yang paling membahagiakan di keluarga mereka, terutama keluarga Kevin karena dia adalah anak laki-laki pertama di keluarganya.


" Andai ayah dan ibuku masih hidup, mereka pasti akan sangat bahagia mendengar berita ini " Ucap Jenna lirih.


" Jangan bersedih sayang...Mama disini untukmu " Amanda memeluk menantu kesayangannya erat.

__ADS_1


Kehadiran Jenna didalam keluarganya membuat kerinduan wanita itu terhadap kehadiran seorang anak perempuan sedikit terobati. Amanda mempunyai dua orang anak laki-laki Kevin dan Brian, sebenarnya dia masih ingin mengandung dengan harapan anak ketiga dirinya dan James adalah seorang perempuan tetapi sayang setelah kehamilan keduanya rahim Amanda bermasalah hingga dengan sangat terpaksa dokter mengangkat rahimnya.


" Terimakasih mama...Mama adalah mama mertua paling baik di dunia ini " Ujar Jenna masih dalam pelukan Amanda.


" Kamu gak boleh mengajak Jenna pergi keluar kota dulu Kev, kandungan nya masih rentan " Nasihat Amanda.


" Tapi Kevin gak bisa berlama-lama jauh dari Jenna ma " Keluh pria itu.


" Apa kamu gak sayang sama calon anakmu Kev? Biar Jenna tinggal sama mama kalau kamu sedang keluar kota "


Perkataan sang mama memang benar adanya, tapi dasar Kevin pada akhirnya pria itu nekat juga mengajak sang istri pergi keluar kota. Biar sang istri dan jabang bayi dalam kandungannya bahagia pikirnya.


Tentu saja sebelum dia memutuskan untuk mengajak Jenna, mereka berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan langganan Jenna terlebih dulu. Dan setelah dokter memastikan janin didalam kandungan Jenna sudah benar-benar kuat, Kevin baru bisa mengajak serta sang istri.


" Apa kamu yakin Kev? Maksudku aku bisa tinggal bersama mama jika kamu sedang bertugas keluar kota "


" Aku yakin sayang, apalagi dokter sudah bilang kalo janinnya sudah kuat "


" Tapi dokter juga bilang kalau kita gak boleh pergi terlalu jauh, ini kita akan naik pesawat dan jarak tempuh nya sangat jauh sayang " Ujar Jenna, masih ragu untuk mengikuti ajakan sang suami meski dia akui negara yang akan mereka kunjungi nanti merupakan tujuan para pengantin baru untuk berbulan madu.


" Aku yakin kalian akan baik-baik saja...Ya kan nak ?" Kevin mengelus perut istrinya yang masih terlihat rata.


" Ini kesempatan ku untuk membahagiakan mu sayang, selama ini aku hanya bisa mengajakmu keluar kota...Dan negara yang akan kita kunjungi nanti adalah negara tujuan para pengantin baru berbulan madu..." Kevin menghela nafasnya sejenak


" Maksudku...Kapan lagi kan?" Kevin menyunggingkan senyumnya, pria itu meraih tubuh sang istri kedalam pelukannya.


Dia sangat mencintai Jenna, bahkan sejak mereka memulai hubungan mereka di SMA dulu. Kevin menyukai sifat Jenna yang care terhadap orang lain meski dia belum mengenalnya dengan baik, dia juga suka dengan kemandirian dan keberanian gadis itu.


Selama ini Jenna lah yang telah mendukungnya dan mendampingi nya, dari yang dia bukan siapa-siapa hingga sekarang dia telah berhasil menjabat sebagai seorang senior manager di perusahaan nya juga seorang calon ayah.


" Oke jika menurut mu demikian sayang..." Ujar Jenna, meski dia tidak bisa menutupi kekhawatiran nya.

__ADS_1


.


.


" Apa dia tetap akan mengajakmu kesana Jen?"


" Iya sepertinya begitu Bell, maksudku kamu tahu dia seperti apa kan?"


" Ya...Antara maksa dan bucin beda tipis " Bella tergelak.


Bella adalah sahabat Jenna sejak SMA dulu, mereka selalu saling mencurahkan isi hati mereka masing-masing sejak itu. Tidak ada satu rahasia pun yang bisa mereka pendam sendiri saking dekatnya hubungan persahabatan mereka.


Bahkan kabar kehamilan Jenna tak luput dari perhatian Bella, gadis itu dengan sukarela bersedia untuk menggantikan Kevin mendampingi Jenna kontrol ke dokter kandungan jika pria itu sedang berdinas keluar kota.


" Iiissshhh....Aku doain kamu dan Rodrigo juga sama ntar "


" Just becareful oke beb...Jangan sampai keponakan ku merajuk nanti " Kekeh Bella.


Jenna mengakhiri sambungan telponnya setelah perbincangan lama mereka, kekhawatiran nya terhadap calon anak yang masih berada didalam kandungannya berkurang setelah dia menceritakan hal itu kepada sahabat setianya.


" Kamu yang kuat yah nak...Biar Daddy mu happy nanti bisa ngajak kita pergi jalan-jalan keluar negeri " Ucap Jenna sambil mengelus-elus perut nya


.


.


.


To be continued πŸ˜‰


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


Happy reading πŸ€—


Sorry baru bisa up pagi ini, seharian kemarin eror terus 😁✌️


__ADS_2