Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Hadirnya Bella


__ADS_3

Sementara Jenna sedang sibuk dengan aktivitas barunya, diseberang jalan sana ada seorang pria yang sedang menunggu kesempatan untuk menemuinya selepas kepergian Aiden.


Kevin melihat Aiden datang dengan membawa sebuah koper pagi ini, dan dia yakini bahwa hari ini pria itu akan pergi jauh meninggalkan Jenna sendirian di tokonya.


" Aku pasti akan lebih mudah menemui mu setelah kepergian laki-laki sialan itu Jenna..." Gumamnya.


Seketika dadanya bergemuruh dan tangannya mengepal kuat saat Kevin menyaksikan langsung drama perpisahan mereka, Kevin melihat Aiden mencium Jenna begitu mesra dan lama lalu memeluknya erat sebelum pria itu memasuki sebuah mobil mewah yang menjemputnya. Kevin juga melihat senyuman indah terlukis diwajah mantan istrinya itu, senyuman yang terlihat lebih indah dibandingkan saat mereka bersama dulu.


Kevin baru saja akan beranjak dari duduknya saat dia melihat sebuah nomor yang tertera dilayar handphone nya, nomor yang entah sudah berapa puluh kali mencoba untuk menghubungi nya selama beberapa hari dia disini. Dan seperti biasa pria itu bahkan tidak akan mengindahkan panggilan darinya.


" Aku tidak akan membiarkan kamu menghalangi niatku untuk merebut kembali Jenna ku " Gumamnya lalu menonaktifkan ponselnya.


Sementara didalam toko coklat milik Jenna.


" Oke...Apa kalian sudah siap??" Tanya Jenna kepada rekan kerja barunya dengan antusias, entah mengapa setelah menerima ciuman Aiden yang begitu dalam Jenna serasa memiliki semangat baru dalam hidup nya.


" Siap nona!" Jawab mereka hampir bersamaan.


" Oke...Kita buka toko kita dan mulai beraksi " Ujar Jenna.


Megan dan Erica bertugas untuk membuka pintu toko dan memasang tanda toko dibuka, kedua gadis itu terkejut setelah melihat antrian panjang para pelanggan diluar toko. Mereka lalu mempersilahkan mereka untuk masuk sesuai dengan antrian.


Kedua gadis itu dengan cekatan melayani para pelanggan satu demi satu dan memastikan apapun yang mereka butuhkan akan mereka dapatkan. Jenna yang melihat aksi keduanya sempat bertanya dalam hatinya, darimana mereka mendapatkan kepiawaian seperti itu? Mereka seperti sudah terbiasa melayani para tamu.


Begitu pula dengan Jill dan Wayan, berapapun banyaknya jumlah pesanan yang masuk, mereka dengan antusias dan cekatan membuatkan pesanan untuk para tamu. Bahkan Ruby dan dirinya saja sempat kewalahan melayani permintaan para pelanggan yang terus saja datang silih berganti.


" Sepertinya kita kekurangan tempat duduk nona, ruangan ini tidak bisa menampung banyaknya jumlah pelanggan yang datang " Ujar Paloma disela-sela waktu istirahat makan siang mereka.


" Aku pikir juga begitu Palma, tapi aku belum terpikir bagaimana caranya agar bisa menambah kapasitas kursi untuk tamu yang datang "


" Apa kita tambahkan beberapa meja didepan toko? Bagaimana menurut mu?" Lanjut Jenna


" Itu ide yang bagus nona, sebaiknya anda bicarakan hal ini dengan tuan Aiden "


" Ahh iya Aiden...Aku hampir saja melupakan pria itu saking sibuknya hingga siang hari ini " Batin Jenna.


" Sepertinya aku harus kembali Palma, tamu-tamu sudah berdatangan lagi " Ujar Jenna, wanita itupun beranjak dari duduknya.

__ADS_1


Anda sangat beruntung nona - Paloma


Baru saja Jenna melangkahkan kakinya keluar dari dalam dapur, matanya sudah disuguhi pemandangan yang sangat dia benci. Jenna melihat kehadiran Kevin diantara para pelanggan yang datang, bahkan pria itu dengan sengaja melambaikan tangannya kearah Jenna.


" Nona...Biar aku yang melayani pria itu " Cegah Ruby


" Aku tidak ingin nona kembali sakit hati karena dia " Lanjutnya.


Alih-alih mendapatkan pelayanan dari Jenna, Kevin malah dilayani oleh gadis yang pernah mengusirnya beberapa waktu yang lalu.


" Apa nona mu tidak mau melayaniku?" Tanya Kevin sinis


" Maaf tuan, nona sudah tidak lagi melayani para tamu...Tuan ingin memesan apa siang ini?"


" Aku pesan satu sandwich tuna panggang dengan telur dan sayuran serta juice buah dan sayur "


" Baik tuan, ditunggu sebentar..." Ruby meninggalkan Kevin yang masih saja mencuri kesempatan untuk memanggil Jenna untuk datang ke mejanya.


" Sebaiknya nona masuk kedalam " Pinta Megan setelah dia melihat aksi salah satu tamu berjenis kelamin pria terhadap majikannya yang membuat dirinya risih itu.


Jenna pun memasuki dapur dan memutuskan untuk membantu Jill dan Wayan serta Ruby.


Tak lama terdengar keributan diruang makan, teriakan dan makian diantara mereka telah membuat Jenna dan ketiga teman kecilnya memutuskan untuk mengintipnya dari balik tirai pintu dapur.


Betapa terkejutnya Jenna saat melihat siapa yang telah membuat keributan di toko yang sekarang telah berubah menjadi kedai tersebut, dia bisa melihat kehadiran Bella yang sedang menggendong seorang anak kecil dan tengah memarahi Kevin melalui celah kecil dibalik tirai plastik itu.


" Ya Tuhan...Apa yang sedang mereka lakukan disini..." Batin Jenna.


" Maaf tuan dan nyonya, sebaiknya anda selesaikan masalah anda diluar, anda telah mengganggu ketenangan pelanggan yang lain" Pinta Erica dengan sopan.


" Diam kamu! Ini semua gara-gara pemilik toko ini! Majikan mu itu! " Bentak Bella


" Jaga mulut kotor mu itu Bella! " Kevin hampir saja melayangkan sebuah tamparan di pipi mulus Bella saat sebuah tangan menghentikan nya.


Jenna berlari untuk menghentikan aksi Kevin terhadap Bella.


" Pergi kalian dari sini! Aku tidak ingin melihat kalian berdua disini.." Pinta Jenna dengan suara yang bergetar.

__ADS_1


" Kau! Untuk apa kamu menghentikan dia! Kamu masih mencintainya kan Jenna?!" Teriak Bella, seperti sengaja meninggikan suaranya agar semua orang bisa melihat siapa Jenna sebenarnya.


" Bodoh! Aku menghentikannya agar dia tidak menyakiti mu...Aku bilang pergi kalian dari sini! " Kali ini Jenna terpaksa harus meninggikan suaranya.


" Anda tidak tuli kan tuan dan nyonya? Sebaiknya anda mendengar perintah majikan ku " Kali ini kata-kata Erica penuh dengan penekanan.


" Atau aku harus memanggil Sherif agar kalian pergi dari sini?" Lanjutnya.


Mau tidak mau akhirnya Bella dan Kevin pergi dari ruangan itu, pria itu bahkan tidak memperdulikan Bella yang berusaha untuk menyamakan langkah kaki nya.


" Hai...hai...hai...Para pelanggan tercinta, terimakasih sudah tetap berada didalam ruangan ini, mohon maaf jika drama yang baru saja terjadi mengganggu ketenangan anda semua disini....Sebagai permohonan maaf kami kepada anda semuanya, Erica dan Megan akan membagikan kukis coklat gratis untuk anda semuanya " Ujar Wayan dengan aksi dramatis nya.


Aksi dramatis Wayan pun mendapatkan tepukan tangan meriah dari para pelanggan yang hadir didalam ruangan itu.


" Apa anda baik-baik saja nona? " Ruby menghampiri Jenna yang tengah duduk dibawah tangga.


" Aku baik-baik saja Ruby " Jawabnya lirih


" Sebaiknya anda beristirahat dikamar nona, biar kami yang akan melayani para pelanggan " Ruby mengulurkan tangannya kepada Jenna agar wanita itu berdiri dari duduknya, lalu menuntunnya kelantai dua dimana kamar Jenna berada.


" Jangan khawatirkan kami nona " Ujar Ruby saat gadis itu menutup pintu kamar untuk Jenna.


Jenna menjatuhkan dirinya diatas ranjang, lalu menghela nafasnya saat air matanya mengalir dari kedua sudut matanya dan menutup wajahnya. Tak lama terdengar suara tangis dari balik tangan wanita itu.


" Kenapa kalian harus kembali hadir didalam hidupku?" Ucapnya lirih


.


.


.


To be continued πŸ˜‰


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2