
" Kenapa kamu melihatku seperti itu tuan?" Tanya Rubby ketika menyadari sorot mata tajam Philip kepada dirinya. Rubby baru saja selesai mengantarkan kedua dokter tersebut ke halaman depan villa, ada rasa cemburu dalam hati pria itu ketika melihat tatapan hangat dokter pria itu kepada Rubby.
" Buatkan aku coklat dingin " Pintanya dengan ketus, seraya membuang pandangannya ke arah yang lain.
" Baik tuan " Ucap Rubby malas.
" Kenapa dia tiba-tiba marah seperti itu?" Batinnya.
Rubby pun pergi ke dapur berniat untuk membuatkan minuman dingin pesanan tuannya, tetapi setelah dia mencari bahan-bahan yang harus digunakan gadis itu nyaris tidak menemukannya didalam lemari manapun. Dia pun bergegas menghampiri Philip kembali.
" Tuan, aku tidak menemukan bahan utama untuk minumanmu " Ucap Rubby.
" Apa kamu ingin mengganti nya dengan minuman yang lain?" Lanjutnya.
" Apa yang bisa kamu buat?" Tanya Philip masih ketus.
" Ada nanas, yoghurt dan madu...Apa mau aku buatkan smoothies tuan?"
" Buatkan saja Rubby dan cepat " Titahnya.
Rubby pun kembali ke dapur untuk membuatkan minuman itu untuk Philip, dan tak berselang lama gadis cantik itu sudah berada dihadapan Philip dengan dua gelas minuman segar buatannya.
" Untuk siapa minuman itu?" Tanya Philip kepada Rubby saat gadis itu berniat untuk membawa gelas berisi minuman yang masih afaada diatas nampannya kembali.
" Untuk tuan Aiden tuan.."
" Tidak usah! Taruh minuman itu disini" Ujar Philip, seakan tidak rela jika adiknya itu meminumnya.
" Tapi tuan...."
" Jangan membantahku Rubby...Taruh minuman itu disini dan duduklah disampingku" Titahnya sambil menepuk busa empuk disampingnya.
" Jangan melakukan itu lagi " Pinta Philip tiba-tiba tanpa melihat kearah gadis itu.
" Melakukan apa tuan? " Rubby menautkan kedua alis matanya.
" Melakukan hal yang tadi " Jawabnya ambigu.
" Apa yang sudah aku lakukan tadi tuan? Aku hanya membuatkanmu minuman ini " Tanya Rubby, gadis itu benar-benar tidak memahami maksud perkataan Philip.
" Kamu tersenyum kepada dokter itu tadi, jangan lakukan itu lagi " Pintanya yang terdengar seperti sebuah perintah ditelinga Rubby.
__ADS_1
" Aku hanya bersikap ramah tuan, dan aku melakukan nya kepada siapa saja " Bela Rubby.
" Kamu hanya boleh bersikap seperti itu kepadaku, lainnya tidak "
" Tapi tuan...."
" Apa kamu berani membantahku?" Philip menatap tajam netra gadis cantik itu.
" Ti...Tidak tuan " Jawab Rubby, entah mengapa hatinya sangat sedih setelah melihat cara Philip menatap nya.
" Mengapa dia menatapku seperti itu? Apa salahku?" Batin Rubby.
Baru kali ini Rubby mendapatkan perlakukan seperti itu dari seorang pria, dirinya benar-benar tidak memahami sikap Philip terhadapnya. Emosi tuannya yang satu ini benar-benar sulit ditebak, terkadang sikapnya baik dan hangat terkadang dingin dan menakutkan. Seperti yang terjadi saat ini.
" Hoaaamm..." Tiba-tiba rasa kantuk menyerang gadis itu, Rubby merasa bosan karena Philip tetap sibuk dengan ponselnya sementara pria itu melarangnya beranjak dari tempat duduknya. Tanpa terasa Rubby pun tertidur pulas dengan posisi tubuh bersandar di sandaran kursi sambil memeluk bantal.
Bugh!
Tiba-tiba saja kaki mungil Rubby menendang kaki Philip, hingga hampir saja membuat ponsel yang ada di tangan pria dingin itu terjatuh.
" Hei...Ap...." Hampir saja Philip membentak Rubby, tetapi dia urungkan karena melihat gadis itu yang tengah tertidur dengan pulasnya.
" Tuan Philip jahat mama...." Gumam Rubby.
" Cantik..." Gumam Philip sesaat setelah dirinya menyelimuti tubuh Rubby.
Seketika detak jantungnya berdegup kencang, dan Philip mulai tidak bisa mengontrol pikiran nya.
" Sial! Bisa-bisanya aku berpikir seperti ini" Batin Philip.
Sebagai pria dewasa meski belum pernah melakukan hubungan intim dengan gadis manapun, tentunya jika melihat gadis secantik Rubby naluri lelaki-lakiannya pasti akan timbul begitu saja. Philip memilih untuk meninggalkan Rubby di kamarnya dan kembali mengerjakan tugasnya mengontrol kinerja karyawan dari jarak jauh.
" Dimana Rubby?" Tanya Aiden saat dirinya berpapasan dengan Philip. Aiden baru akan masuk kembali ke kamarnya saat bertemu dengan Philip yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.
" Dia sedang tidur tuan" Jawab Philip tanpa berpikir bahwa jawaban yang diberikannya itu akan menimbulkan kecurigaan dari Aiden.
" Apa yang telah kamu lakukan kepada nya Philip??! Demi Tuhan dia masih anak-anak!" Ucap Aiden berusaha untuk memelankan suaranya.
" Apa maksudmu tuan?" Tanya Philip, benar-benar tidak memahami maksud pertanyaan adiknya itu.
" Aku hanya menidurkannya tadi " Lanjutnya.
__ADS_1
" Ya Tuhan Philip! Sejak kapan kamu doyan sama bocah kecil hah?!" Tanya Aiden sambil tetap berusaha untuk memelankan suaranya, khawatir jika Jenna akan mendengarnya.
" Kamu ini pria dewasa Philip! Pilih wanita yang usianya gak terlalu jauh gitu bisa kan?"
" Gadis sekecil itu bisa bahaya kalo sampe hamil Phil!" Lanjutnya lagi.
" Siapa yang akan hamil tuan?" Philip menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Rubby Philip! Kau menidurinya kan tadi?!" Aiden menatap lekat kearah Philip, berharap agar pria dingin itu menjawabnya dengan jujur.
" Aku tidak....Kami tidak...Aaahhh! Kenapa kamu bisa berpikir sejauh itu Aiden???"
" Aku hanya menidurkan nya bukan menidurinya " Lanjut Philip, antara ingin memarahi atau menertawai kelakuan konyol adiknya itu.
" Siapa yang telah berani meniduri Rubby??!!!!" Tanya Jenna. Tiba-tiba saja wanita itu berdiri telat dibelakang Aiden dan Philip sambil melipat kedua tangannya di dada.
" Ya Tuhan!" Ucap Aiden dan Philip secara hampir bersamaan seraya memutar tubuh mereka masing-masing menghadap kearah Jenna.
" Bukan sayang, kamu salah paham...Philip hanya meniduri eeh menidurkan Rubby tadi " Aiden meraih tubuh Jenna agar singa betina itu kembali menjinak, pasalnya si king cobra satu-satunya senjata yang bisa meluluhlantakkan pertahanan wanita itu tengah dalam mode hibernasi saat ini.
" Apa kamu bi.....mmmppphhhh "
Dengan sangat terpaksa Aiden menutup mulut sang singa betina dengan bibirnya sebelum aumannya menggema di seluruh ruangan, seraya menuntunnya kembali memasuki kamar dan mengibaskan tangannya agar Philip sesegera mungkin menyelamatkan dirinya.
" Senam jari senam jari deh nanti malam, yang penting kamu tenang baby " Batin Aiden.
" Hhuufftthh....Memusingkan!" Keluh Philip, tanpa sadar memasuki kamar tidurnya kembali.
" Ahh sial! Kenapa aku harus masuk lagi kesini!" Keluhnya.
Sebenarnya Philip bukan tidak mau memasuki kamarnya kembali, tetapi saat ini tanpa sengaja dia melihat tubuh Rubby yang sedikit terbuka. Sepertinya gadis itu tanpa sadar menendang selimutnya saat tengah tertidur!
" Hah! Apa aku harus senam lima jari malam ini?? Keluh Philip didalam hatinya.
.
.
.
To be continue😉
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 🤗
Happy reading n see you all tomorrow 😘