Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Merepotkan


__ADS_3

Mansion Teuscherro sebulan kemudian


Semenjak  Jenna dinyatakan positif hamil sebulan yang lalu Aiden semakin protektif terhadap wanita itu, beruntung kehamilan Jenna kali ini tidak seberat masa-masa awal kehamilan pertamanya seperti ketika dulu wanita itu masih menjadi istri dari Kevin.


Sudah berulang kali Jenna memberitahu Aiden bahwa dirinya baik-baik saja dan bisa beraktivitas normal seperti biasanya, tetapi kekhawatiran berlebih yang dirasakan pria itu membuat dirinya tidak mau mengambil resiko dan tetap meminta agar sang istri tetap menjalankan saran dokter untuk bed rest. Apalagi dokter telah memberitahu Aiden bahwa di trimester pertama kandungan istrinya itu masih sangat rentan.


Jenna sering kali merasa bosan, terlebih tiga minggu yang lalu Rubby sudah kembali ke Sanremo.


“ Aku bosan Aiden, aku ingin pergi berjalan-jalan “ Keluh Jenna pagi ini disaat dirinya membantu sang suami memakaikan dasinya, satu-satunya aktivitas rutin yang diperbolehkan oleh Aiden.


“ Engga sayang, kamu masih harus banyak beristirahat selama dua bulan lagi “ Sanggah Aiden, lalu mencium kening istri cantiknya itu.


“ Apa kamu tega membiarkan aku sendirian terus sepanjang waktu?” Tanya Jenna, dengan bibirnya yang mengerucut.


“ Kamu bisa berinteraksi dengan para pelayan disini sayang, sementara menungguku pulang kerja “ Jawab Aiden setelah pria itu mencium bibir tipis wanitanya.


“ Mereka tidak sama dengan Rubby Aiden “ Ucap Jenna seraya melepaskan dirinya dari pelukan sang suami, lalu memutuskan untuk mendudukkan dirinya ditepi ranjang. Entah mengapa jawaban dari Aiden membuat dirinya begitu kecewa, dan ingin menangis.


Memahami psikologi sang istri yang labil akibat kehamilannya, akhirnya Aiden memutuskan untuk mengajak Jenna pergi ke kantor dan menemaninya bekerja.


Sepanjang jalan menuju ke gedung megah itu, beberapa kali Jenna meminta Aiden untuk membeli makanan setiap kali wanita itu melihat papan iklan yang memperlihatkan foto-foto makanan yang menurutnya begitu menggiurkan itu. Hal ini membuat Philip sedikit kesal, karena beberapa kali juga dia harus memutar balik kendaraannya untuk mencari toko-toko makanan tersebut.


“ Kita akan terlambat sampai kantor tuan “ Ujar Philip, ketika mereka tiba di toko terakhir yang ditunjuk oleh Jenna. Untung saja toko makanan kali ini letaknya berdekatan dengan lokasi gedung Teucherro Inc.


“ Hanya untuk hari ini saja Phil “ Kekeh Aiden, pria itu bisa melihat kekesalan sang asisten pribadi melalui wajahnya.


Bukan hanya karena harus memutar arah tujuan saja yang membuat Philip kesal, tetapi karena nona muda nya itu menyuruhnya untuk membeli banyak macam makanan dengan jenis yang hampir sama dari setiap toko yang mereka kunjungi. Walhasil saat ini dirinya pula yang harus membawa bungkusan makanan-makanan tersebut menuju ke lantai dimana ruangan kerja Aiden dan dirinya berada, yakni dilantai 25.


Mana mungkin dia akan menghabiskan semua ini seorang diri pikir Philip, dan benar saja dari semua jenis makanan yang ada Jenna hanya memakan satu pie buah, satu cup puding buah mangga dan satu potong croissant coklat! Selebihnya wanita itu meminta dirinya dan Aiden yang menhabiskannya.


“ Aku sudah kenyang “ Ucapnya, lalu meninggalkan meja yang penuh dengan makanan itu dan menjatuhkan dirinya diatas sofa panjang didekatnya.


“ Apa anda ingin agar makanan itu disimpan untuk nanti?” Tanya Philip kepada Jenna.

__ADS_1


“ Tidak, untukmu dan Aiden saja “ Jawabnya enteng


“ Nanti siang aku ingin makanan yang lain” Lanjutnya.


“ Sebanyak ini nona?” Tanya Philip keheranan, sementara Aiden hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tertawa.


“ Bagikan saja makanan itu kepada karyawan yang lain Phil “ Ucap Aiden, lalu menghampiri sang istri dan mengelus perutnya yang masih terlihat rata itu.


“ Kamu seneng banget ngerjain daddy dan daddy Phil nak…” Kekeh Aiden lalu mencium perut Jenna.


“ Masih didalam perut saja sudah merepotkan seperti ini, apalagi nanti” Batin Philip.


Siang harinya Aiden terpaksa harus mengundur jam makan siangnya karena rapat penting yang sedang terjadi saat ini, pria itu sudah terlihat gelisah karena teringat akan sang istri yang pasti tengah menunggunya untuk pergi makan siang bersama seperti yang sudah dijanjikannya tadi.


" Nona sedang tidur tuan " Bisik Philip setelah pria itu mematikan kembali layar ponselnya.


Aiden menghela nafasnya lega dan kembali melanjutkan pertemuan itu,hingga satu jam kemudian rapat itu benar-benar telah selesai dan Aiden beserta Philip bergegas untuk menemui Jenna diruangannya. Betapa terkejutnya mereka saat Philp membuka pintu ruangan itu, mereka melihat ada banyak kotak makan siang diatas meja. Itupun sang sekertaris masih membawa masuk beberapa kotak makan siang lagi kedalam ruangan.


" Nona muda tuan, beliau meminta saya untuk memesan semua makanan ini melalui layanan aplikasi online " Jawabnya sungkan. Lalu meninggalkan kembali ruangan itu setelah Philip memerintahnya.


Tak lama berselang Jenna pun memasuki ruangan sambil menenteng sattu kantong plastik berisi makanan ringan.


" Kamu darimana sayang?" Tanya Aiden khawatir, dirinya sempat mencari keberadaan wanita itu diruangan pribadinya tadi.


" Aku dari pantry Aiden, disana ada banyak sekali makanan, jadi aku mengambilnya satu-satu " Jawabnya tanpa beban.


" Lalu makanan ini?" Tanya Aiden kembali.


" Ahh...Iya tadi aku memesan makanan ini, untuk kita makan siang " Jawab Jenna seraya mendudukan dirinya diatas sofa.


" Untuk apa makanan sebanyak ini sayang? Tidak mungkin kita akan menghabiskannya " Ujar Aiden sambil menggaruk alisnya. Pria itu terlihat menghela nafasnya sambil melihat kearah meja yang sudah dipenuhi berkotak-kotak makanan diatasnya, yang tanpa sengaja telah memicu kesedihan dihati sang istri tercintanya.


" Kebanyakan yah?" Tanya Jenna dengan raut wajah sedihnya.

__ADS_1


" Tidak nona, ini tidak terlalu banyak " Jawab Philip, lalu membuka salah satu kotak makanan tersebut.


" Tapi sepertinya kita harus mengajak beberapa orang lagi untuk menghabiskan ini semua " Lanjutnya, lalu menyantap makanan tersebut.


" Anda tidak makan tuan?" Tanya Philip kepada Aiden yang masih berdiri dan menatapnya tak percaya. Pria dingin itu mengerlingkan matanya agar Aiden mengerti kondisi yang tengah terjadi saat ini sebelum macan betina itu kembali merajuk.


" Ahh...Iya, aku mau makan yang itu " Tunjuk Aiden, meminta kepada sang istri agar mau mengambilkan kotak makanan yang ada dihadapannya. Jenna pun dengan senang hati mengambilkan kotak makanan tersebut dan memberikannya kepada Aiden dengan senyuman manis diwajahnya.


" Selamat....Selamat..." Batin Aiden.


.


.


.


To be Continue


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah


Happy reading


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2