
Tiga hari kemudian, Jenna sedang memeriksa kursi-kursi dihalaman depan toko bersama dengan Megan. Wanita itu sedang mempertimbangkan untuk menambahkan sedikit dekorasi bunga diatas meja untuk mempercantik tampilannya.
Jenna juga mengeluhkan tentang debu dari gedung sebelah yang sedang direnovasi oleh pemiliknya kepada Megan, dan meminta gadis itu untuk membersihkan meja sesering mungkin.
" Jenna...."
Jenna sangat hafal suara milik siapa yang memanggilnya dari arah belakang tubuhnya, wanita itu memutar tubuhnya lalu melemparkan senyuman manis yang dipaksakan nya.
" Hallo Bella, ada yang bisa aku bantu?"
" Aku ingin bicara dengan mu jika kamu tidak keberatan "
" Bicara saja Bella, aku tidak keberatan " Jenna mempersilahkan Bella untuk duduk.
" Bisakah kita berbicara ditempat yang lebih pribadi? Aku ingin berbicara empat mata denganmu " Pinta Bella, wanita itu sepertinya benar-benar ingin mengutarakan isi hatinya tanpa diketahui oleh siapapun. Sesekali Bella mengarah pandangan matanya kesekitar seakan dia sedang mencari keberadaan seseorang, Jenna memahami hal ini lalu mengajaknya masuk kedalam toko dan menuntunnya ke salah satu sudut ruangan.
" Duduklah " Pinta Jenna.
" Apa yang ingin kamu bicarakan Bella?"
" Jenna...Bisakah kamu menghilang dari kehidupan kami?" Bella tertunduk saat mengatakan hal itu.
" Maksudmu Bella? Bukankah itu yang aku lakukan selama ini?" Jenna berusaha untuk menahan emosi yang mulai hadir didalam dirinya. Bagaimana mungkin Bella bertanya hal bodoh semacam itu, sudah jelas-jelas dia langsung pergi dari kehidupan lamanya saat itu agar Jenna bisa melupakan semuanya.
" Maksudku... Selama Kevin bisa menemukan mu, aku dan Mulan..."
" Apa belum cukup pengorbanan ku selama ini Bella? Aku menyerahkan Kevin langsung kepadamu hari itu dan memutuskan untuk pergi dari hidup kalian tanpa membawa apapun...Apa lagi yang kamu inginkan Bella?"
" Aku sudah menyerahkan semuanya kepadamu Bella, bukan salahku jika Kevin mencari ku, dan bukan berarti itu adalah keinginan ku " Lanjutnya.
" Untuk sekarang sebaiknya kalian lah yang pergi dari hidupku " Jenna menghela nafasnya sejenak.
" Maafkan aku Jenna..." Bella mulai terisak, tubuhnya mulai bergetar karena menangis.
" Kevin tidak pernah berhenti mencintaimu..." Lanjutnya.
" Aahh sayang disini kamu ternyata " Tiba-tiba Aiden datang dan memeluk tubuhnya dari arah belakang.
" A...Aiden..." Jenna terhenyak apalagi setelah melihat tangan kekar Aiden melingkar di lehernya, pria itu bahkan menciumi pipi Jenna tanpa merasa risih sedikit pun dengan kehadiran Bella disana.
" Ya...Aku datang Jenna sayang " Aiden mendudukkan dirinya dikursi samping Jenna.
" Owh...Siapa ini Jenna?" Aiden mengerutkan keningnya, pasalnya wanita yang sedang ada dihadapannya ini seperti sedang menangis.
" Ini Bella, istri Kevin " Jenna menjawab dengan suara terbata.
" Owh..." Raut wajah Aiden berubah seketika.
__ADS_1
"Apa aku mengganggu kalian?"
" Ti ..Tidak, maaf aku akan pergi sekarang... Terimakasih Jenna, aku harap kamu mau mempertimbangkan kata-kataku tadi " Bella beranjak pergi, meninggalkan sejuta tanya dibenak Jenna apalagi Aiden.
" Apa maksud perkataannya Jenna?"
" Entahlah Aiden, aku pun tidak mengerti apa maksud Bella..." Jenna menghela nafasnya sejenak, apa dia sudah gila pikirnya.
" Kamu bisa menceritakannya kepadaku Jenna, kau tahu itu bukan?" Jenna melihat tidak ada senyuman yang tersungging diwajah Aiden saat pria itu berbicara.
Jenna pun menceritakan pertemuannya dengan Bella sebelum Aiden tiba-tiba memeluknya.
" Sepertinya wanita itu sudah benar-benar putus asa "
" Aku harap kamu tidak mendengarkan apapun perkataan nya " Lanjut Aiden.
" Bagaimana bisa Aiden? Mengerti saja aku tidak "
Seketika tawa Aiden terdengar.
" Hei tuan Aiden, kenapa kamu tiba-tiba datang kemari?" Jenna melipat kedua tangannya.
" Aku benar-benar merindukanmu sayang "
Blush
" Kamu semakin cantik " Kekeh Aiden
" No...!" Jenna mencoba untuk menutupi wajahnya, tetapi aksi pria itu langsung menghentikannya.
Aiden menautkan bibirnya, dan menggigit pelan bibir Jenna agar wanita itu mau memberikan akses kepadanya untuk memainkan lidahnya dengan milik Jenna.
" Huh..." Jenna menghela nafasnya saat Aiden melepaskan tautan bibirnya.
" Rasa cokelat " Aiden tersenyum.
" Aiden...Mereka melihat kita "
" Tidak ada yang berani melihat kita sayang " Kekeh Aiden.
Benar saja, saat Jenna mengedarkan pandangannya dia tidak menemukan keberadaan siapapun didalam sana kecuali dirinya dan Aiden, bahkan pintu toko pun masih tertutup rapat.
Tiba di penginapan, Bella melihat Kevin tengah mengemasi pakaiannya.
" Apa kita akan pulang hari ini Kev?" Ada rasa bahagia didalam hatinya, tetapi sekuat mungkin Bella menahan rasa itu.
" Tiba-tiba kantor menugaskan aku ke luar negeri Bella, aku akan mengantarkan kalian pulang karena dua hari lagi aku harus pergi ke negara H "
__ADS_1
" Owh..." Bella menyunggingkan senyumnya, dia memutuskan untuk membantu suaminya mengemasi pakaian mereka. Sepertinya keinginannya agar Kevin menjauh dari Jenna terlaksana tanpa bersusah payah pikirnya.
" Aku akan menemui Jenna sebelum kita pergi ke bandara, kamu tunggu disini " Secepat kilat pria itu pergi keluar meninggalkan Bella.
" Kev...!Kevin...!" Bella hanya ingin memberitahu Kevin bahwa Jenna sedang bersama dengan seorang pria saat ini, tetapi laki-laki itu sudah terlalu jauh untuk mendengarkan panggilan darinya.
" Baguslah dia tidak mendengar ku, kau harus melihatnya dengan mata kepalamu sendiri Kevin " Kekeh Bella.
" Jenna..."
Langkah Kevin terhenti ketika netranya melihat kembali adegan mesra antara Jenna dan pria itu, saat dirinya sudah hampir sampai halaman depan di toko milik Jenna. Niatnya untuk memberi tahukan kepergiannya kepada wanita itu terpaksa harus dia urungkan, dia pun ingin memberi tahu Jenna bahwa sekembalinya dia dari negara H dia akan kembali ke kota ini untuk menemuinya.
Tekad Kevin sudah bulat untuk menceraikan Bella, dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan cinta mantan istrinya itu.
Sudut mata Aiden melihat kehadiran Kevin diluar sana, posisi Jenna yang membelakangi jendela dia pergunakan dengan sangat baik. Aiden pun kembali melancarkan aksi mesranya kepada Jenna.
" Sorry bung! Apa yang sudah menjadi milikku tidak akan pernah bisa menjadi milik orang lain " Batin Aiden.
Senyumannya bahkan mengembang saat pria itu tengah menautkan bibirnya kembali, dan kali ini Jenna pun memberikan akses kepadanya dengan sukarela hingga memudahkan dirinya untuk memainkan tangannya dileher dan punggung wanita yang begitu dia cintai itu.
" I Love you sayang " Bisik Aiden ditelinga Jenna, lalu menggigitnya pelan.
" Aiden..." Jenna memeluk tubuh laki-laki itu dengan erat, wanita itu harus bisa mengontrol dirinya saat ini.
" Atur nafas mu sayang " Kekeh Aiden sambil mencium pucuk kepala Jenna dan mengelus punggung wanita itu.
" Apakah hal ini wajar Aiden? Kita belum lama saling mengenal " Jenna tidak berani menatap wajah Aiden.
" Sangat wajar untukku tapi tidak untuk orang lain " Aiden tergelak.
" Iiissshhh...Aku serius tuan Aiden " Jenna memukul dada bidang pria itu.
" Kau adalah milikku Jenna" Aiden meraih jemari Jenna dan mencium jari manis yang telah dia sematkan cincin disana.
" Baguslah dia sudah pergi " Batin Aiden saat dirinya sudah tidak lagi melihat keberadaan Kevin diluar sana
.
.
.
To be continued π
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah π
Happy reading π€
__ADS_1
Dukung cerita Aiden dan Jenna di novel ini yah kakak-kakak tercinta, othor lagi ikutan grup battle crazy up nih πβοΈ