
Enam tahun kemudian.
"Noah Damian Teuscherro!" Seru miss Jenkins, wali kelas Noah ini tengah memanggil nama-nama muridnya sebelum pelajaran pertama dimulai.
"Hadir Miss Jenkins!" Jawab seorang bocah tampan berpakaian rapi sambil mengangkat salah satu tangannya dan tersenyum.
Setelah guru cantik itu memanggil semua anggota muridnya, dia pun memulai mata pelajaran pertama pagi itu. Bahasa Inggris.
Noah begitu senang mengikuti pelajaran pertama di sekolah barunya, saat ini bocah tampan ini baru saja memasuki jenjang sekolah dasar di salah satu sekolah favorit di kota itu.
Sama halnya seperti Ariel, gadis ini memasuki sekolah yang sama dengan kakaknya Noah hanya saja mereka menempati kelas yang berbeda.
Hal ini sengaja dilakukan oleh pihak sekolah agar mereka berdua bisa bergaul dengan teman-teman yang berbeda di kelas yang berbeda pula.
Kehadiran mereka di sekolah itu menjadi pusat perhatian bagi teman-teman nya yang lain, ada yang kagum dengan ketampanan Noah dan kecantikan Ariel ada juga yang malah merasa iri dengannya.
Banyak dari mereka yang berlomba untuk menjadi teman-teman anak-anak pengusaha kaya tersebut, tetapi bagi Noah dan Ariel kebersamaan keduanya itu sudah lebih dari cukup.
Terbukti ketika jam istirahat dimulai, Noah langsung mencari keberadaan adik kecilnya itu.
"Ariel!" Seru Noah, bocah kecil ini terlihat sangat marah ketika mendapati sang adik tengah dikelilingi oleh beberapa teman prianya.
Dia langsung bergegas untuk mendekati Ariel dan menarik tangannya, lalu membawanya pergi menjauhi mereka.
"Tanganku sakit kak!" Rengek Ariel, Noah pun langsung tersadar dan melonggarkan pegangan tangannya.
"Maafkan aku..." Pinta Noah saat mereka sudah berada di bangku taman samping sekolah.
Noah dan Ariel pun membuka kotak bekal makanan mereka masing-masing dan mulai menyantap makanan favorit mereka yang dibuatkan oleh mommy Jenna pagi ini.
"Lihat anak-anak culun itu, mereka memakan bekal seperti anak miskin yang gak dikasih uang jajan sama Daddy nya" Ejek salah seorang bocah bertubuh gemuk sambil tertawa terbahak-bahak bersama dengan tiga orang temannya.
Dilihat dari postur tubuhnya yang lebih besar dari Noah dan Ariel, sepertinya mereka ini adalah kakak-kakak kelas kedua bocah itu.
"Jangan dihiraukan Ariel" Ucap Noah sambil menggelengkan kepalanya, saat adik kecilnya itu mulai terpancing dengan kata-kata yang dilontarkan mereka kepada dirinya dan Noah.
"Mereka jahat sekali kak!" Ariel kesal, dia memajukan bibirnya sambil menusuk-nusuk makanannya dengan garpu.
__ADS_1
"Habiskan makanan mu, mommy sengaja bikin buat kita tadi pagi" Pinta Noah, tanpa memperdulikan ejekan-ejekan anak-anak dibelakang mereka.
"Hei! Apa selain miskin kalian itu tuli!" Hardik bocah bulat tadi sambil merebut makanan milik Ariel dan melemparnya.
Sementara teman-temannya yang lain menyoraki Noah dan Ariel sekaligus menyemangati bocah sombong itu untuk menghajar Noah.
Bugh!
Bugh!
Dua pukulan Noah mendarat di wajah bocah itu dan membuatnya meringis sambil memegangi pipinya, tak terima dengan perlakuan Noah bocah itupun langsung melawan dengan mendorong tubuh Noah hingga jatuh ke tanah.
Terjadilah perkelahian antara keduanya, Ariel berteriak histeris memanggil guru yang ada di sana, siapapun yang menurutnya paling dekat dengan lokasi mereka.
"Bu guru! Pak guru! Tolooooongg!!!" Pekik Ariel. Gadis itupun berusaha untuk melerai keduanya, hingga pukulan bocah gemuk yang diketahui bernama Billy itu mendarat di pipinya.
Bugh!
"Aaaahhhh!!!" Pekik Ariel, bukannya menangis gadis itu malah semakin geram dan langsung menendang Billy diantara kedua kakinya.
"Mommy....!!!" Teriak Billy, bocah itupun mulai menangis.
"Ya Tuhan! Apa yang terjadi?!" Pekik miss Jenkins, dia melihat tiga anak babak belur dan satu diantara nya tergeletak sambil menangis sambil memegangi burung kecilnya.
"Kalian bertiga ikut sama kami ke kantor kepala sekolah!" Ucap miss Jenkins, yang mau tidak mau disetujui oleh ketiganya karena sang satpam sekolah memandangi mereka dengan wajah seram nya.
" Ada apa dengan mereka bertiga miss Jenkins?" Bahkan kepala sekolah langsung terkejut dengan penampilan ketiganya saat mereka digiring satpam sekolah masuk kedalam ruangan itu.
"Mereka berkelahi pak" Jawab miss Jenkins, lalu menghela nafasnya sejenak.
" Saya sudah memanggil orang-orang tua mereka kesini" Lanjutnya.
Wanita muda itu berjalan bolak-balik sambil memijat keningnya, dia tidak tahu apa yang harus dia katakan kepada orang tua Noah dan Ariel saat mereka melihat keadaan anak-anak kesayangannya dalam keadaan seperti ini.
"Selamat siang nona Jenkins, pak Hamilton..." Sapa seorang wanita cantik saat dirinya memasuki ruangan, ternyata ibu Billy yang terlebih dulu sampai di ruangan itu.
"Siang nyonya Bella, silahkan duduk.." Ucap pak Hamilton ramah.
__ADS_1
"Ada apa dengan Billy anak saya pak? Kenapa dia sampai seperti ini? Apa kedua anak ini telah membully anak saya?" Cecar Bella, sambil memeriksa wajah sang anak yang lebam di beberapa bagian.
Yang dia tahu anak gemuk sudah pasti akan menjadi bulan-bulanan anak-anak lainnya disekolah, dan yang dia tidak tahu justru anaknya lah yang melakukan pembullian terhadap teman-temannya.
"Kami belum mengetahui kejadian sebenarnya nyonya, sebaiknya kita menunggu orang tua Noah dan Ariel datang terlebih dulu" Ucap pak Hamilton, mencoba untuk menenangkan sang nyonya cantik.
"Kalian berdua, saya tahu tubuh kalian bagus! Tapi itu bukan berarti...."
"Hentikan nyonya, anda tidak tahu kejadian yang sebenarnya " Ucap Noah, yang membuat seisi ruangan menjadi hening. Bagaimana bisa anak sekecil itu sudah bisa berbicara seperti orang dewasa? Pikir mereka.
Tak lama kemudian Aiden dan Philip memasuki ruangan.
"Ariel??" Philip terlihat geram setelah melihat sudut bibir anak gadis kesayangannya, lalu mengangkat tubuh mungil Ariel dan menaruhnya di pangkuannya setelah dia menduduki kursi kosong dihadapan sang kepala sekolah.
"Noah sayang, apa kamu bisa menceritakan kepada Daddy apa yang sudah terjadi tadi?" Pinta Aiden, sambil berjongkok dihadapan Noah yang masih tertunduk.
Sementara Bella sudah membeku semenjak dia mengetahui siapa yang memasuki ruangan itu.
Noah pun menceritakan kejadian yang telah dia alami bersama dengan Ariel saat keduanya tengah menikmati kotak bekal makan siangnya, dia sangat menyesali perbuatannya terlebih karena dia tidak bisa melindungi Ariel.
"Anda sudah mendengar sendiri pernyataan dari anak saya Noah pak Hamilton, sekarang kami ingin mengetahui penjelasan dari anak ini " Ucap Aiden.
Aiden sebenarnya sudah mengetahui siapa ibu dari anak yang sudah berani menghina dan berkelahi dengan anaknya Noah, tetapi sengaja dia berpura-pura tidak mengenali Bella di sana.
Dan dia sudah bisa menduga jika anaknya Billy akan menceritakan hal sebaliknya kepada mereka yang ada didalam ruangan itu, bahkan anak itu menangis sambil memegangi pipi dan burung kecil yang berhasil ditendang oleh Ariel.
Jurus pamungkas yang diajarkan sang ayah kepada anak gadisnya untuk melindungi diri.
.
.
.
To be continued
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah
__ADS_1
Happy reading π€π