
Hari demi hari Jenna lalui tanpa sedikitpun terlepas dari pandangan Aiden, pria itu selalu ada disampingnya. Bahkan jika Jenna boleh bilang perhatian Aiden ini terlalu berlebihan kepadanya.
" Yang terluka itu pelipis ku Aiden, bukan kaki dan tanganku " Keluh Jenna, Aiden tidak juga membiarkan dirinya untuk turun dari tempat tidur terkecuali untuk menunaikan panggilan alamnya.
" Aku tidak perduli sayang, pokoknya seminggu ini aku tidak memperbolehkan mu untuk turun dari tempat tidur ini kecuali untuk pip dan pup...Oke?"
" Tapi aku bosan didalam kamar terus sayang, aku ingin menghirup udara segar diluar "
Ditengah perdebatan kecil mereka, tiba-tiba Philip mengetuk pintu dan memasuki kamar setelah Aiden mengijinkannya.
" Ada apa Phil?"
" Tuan, ada tamu..." Ucapnya ragu.
" Aku sudah bilang Philip, aku tidak mau diganggu seminggu ini " Aiden menghela nafasnya.
" Tapi tuan, nona Helena sudah ada di..." Belum sempat Philip menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba seorang wanita cantik bak supermodel memasuki ruangan.
" Hallo Ai....den " Kata-kata Helena terhenti setelah dirinya melihat Aiden yang tengah memeluk seorang wanita diatas ranjang nya, Aiden bahkan terlihat begitu memanjakan wanita itu.
" Siapa yang mengijinkan mu untuk memasuki kamarku " Ucap Aiden datar, pria itu semakin mengeratkan pelukannya pada Jenna.
" Ma..maafkan aku Aiden, aku pikir..."
" Bawa dia keruang tamu Philip, dan tolong jelaskan kembali kepada nona Helena tentang batasan-batasannya dirumah ini "
" Siapa wanita cantik ini, apakah dia pacarnya Aiden? Dia benar-benar wanita yang sangat cantik dan anggun " Batin Jenna, sekilas dia merasa tidak percaya diri setelah melihat kecantikan wanita itu.
Philip menuntun Helena keluar dari kamar Aiden, pria itu sangat menyesali perbuatan Helena yang tidak mau mendengarkan kata-katanya.
" Sayang, aku harus menemui wanita itu...Tapi jika kamu tidak menyukainya aku tidak akan menemuinya " Aiden menatap manik indah milik wanita yang dicintainya itu, berharap jika Jenna tidak mengijinkannya.
" Siapa dia Aiden...?"
" Dia mantan istriku Helena " Aiden seakan tidak rela menyebutkan namanya didepan Jenna.
" Te...mui saja dia Aiden " Ucapnya ragu.
" Apa kamu yakin?"
" Kamu bisa ikut denganku jika kamu mau, kamu tunangan ku sekarang...Kamu boleh melarang ku untuk menemui nya " Lanjutnya.
" Aku...aku tidak tahu Aiden, tidak adil rasanya jika aku melarang mu untuk menemui Helena sementara selama di Sanremo Kevin.." Kata-kata Jenna terhenti tatkala Aiden menaruh telunjuknya dibibir Jenna sambil menggelengkan kepalanya.
" Jangan sebut nama pria itu didepan ku, aku masih belum bisa memaafkan orang itu karena telah berani menamparmu hingga terluka seperti ini " Aiden menyibak surai rambut Jenna, lalu mengecup bekas luka yang ada di pelipisnya.
__ADS_1
Sementara diruang tamu.
" Duduklah nona " Philip mempersilahkan Helena untuk duduk di sofa yang sudah dia tunjukkan kepadanya.
" Saya sudah bilang untuk menunggu tuan muda disini, kenapa anda malah masuk tanpa ijin kedalam kamar beliau nona?" Nada suara Philip begitu dingin dan datar, tidak seperti dulu ketika wanita itu masih menjadi nona Teuscherro dirumah ini.
" Philip, apa kamu lupa bahwa aku pernah menjadi istri tuan Aiden?" Helena menumpang kan kakinya.
" Itu dulu nona, sekarang sudah tidak lagi dan tolong jaga sikap anda didepan tuan muda dan tunangannya " Pinta Philip.
" Anda sudah bukan siapa-siapa lagi disini " Lanjutnya.
" Kau...!"
" Ekhemm.." Aiden memasuki ruang tamu tanpa melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang ramping Jenna.
Hanya satu perbedaan yang terlihat begitu jelas dari kedua wanita cantik ini, kepercayaan diri. Mereka sama-sama cantik, postur tubuh mereka pun kurang lebih sama hanya saja Jenna tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi seperti yang dimiliki oleh Helena.
Helena menurunkan kakinya, dan memperbaiki posisi duduknya saat Aiden duduk di sofa tepat diseberang dirinya.
" Apa yang membawamu kemari Helen?" Tanya Aiden langsung tanpa basa-basi.
" Aku mengundangmu untuk makan malam bersama keluargaku kemarin malam, tapi kenapa kamu tidak menghadirinya Aiden? Apa Philip tidak memberitahu mu?"
" Maaf Helen sepertinya Philip lupa memberitahumu bahwa aku sedang tidak bisa diganggu selama seminggu ini " Aiden melirik sekilas kearah Philip, dia tahu pasti asistennya ini tidak mungkin lupa untuk memberitahu Helena.
" Tetapi kamu tidak pernah melewatkan acara ini Aiden, dari dulu...."
" Dulu aku tidak punya alasan kuat untuk tidak menghadiri acara itu, sekarang aku punya " Aiden mengajak Jenna untuk beranjak dari duduknya.
" Kita kembali ke kamar sayang" Bisiknya ditelinga Jenna, tanpa memperdulikan lagi keberadaan Helena.
" Apa karena wanita itu?!" Teriak Helena, rasa cemburunya yang sudah muncul seketika setelah dirinya memasuki kamar tidur Aiden tadi sudah tidak bisa lagi dia tahan.
" Jaga sikap anda nona " Titah Philip.
" Aiden...!" Pekik Helena
" Aku belum selesai bicara dengan mu!" Lanjutnya.
" Sebaiknya anda pergi dari sini nona, tuan Aiden sedang tidak bisa diganggu " Pinta Philip, lalu menuntunnya ke pintu depan mansion itu.
" Bilang pada Aiden Philip, aku akan kembali lagi besok pagi " Ujar Helena sesaat sebelum mobil yang dikendarai oleh sang sopir meninggalkan halaman depan mansion.
" Hufftthhh, yang satu sudah hilang yang satu malah datang... Sungguh merepotkan" Batin Philip.
__ADS_1
Sementara didalam kamar.
" Kenapa kamu tidak menghadiri acara itu Aiden?"
Jenna menyandarkan tubuhnya di dada bidang Aiden, sementara Aiden menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidurnya. Aiden mengelus rambut Jenna dan sesekali menciumnya sementara Jenna asik memainkan jarinya didada Aiden, hingga tanpa Jenna sadari telah memunculkan reaksi aneh disekujur tubuh pria itu.
" Aku tidak pernah suka dengan acara itu.."
" Kamu dengar kan apa yang aku bilang tadi? Dulu aku tidak punya alasan untuk tidak menghadiri acara itu, sekarang aku punya " Aiden mencium puncak kepala Jenna.
" Apa karena aku?" Jenna mendongakkan kepalanya.
" Hhhhmmmm...iya apa iya yah?" Kekeh Aiden, pria itu sudah benar-benar tidak tahan merasakan reaksi ditubuhnya yang semakin memuncak.
" Iissshhh...Aku serius Aiden " Jenna memajukan bibirnya, sambil terus memainkan jarinya didada bidang Aiden. Jenna tidak menyadari bahwa keisengan nya ini telah membangunkan sesuatu didalam diri Aiden.
" Jangan memancingku sayang " Pinta Aiden sambil menyentuh bibir Jenna.
" Bibirmu itu apa sudah mau aku habiskan malam ini hhmmm??"
Entah sejak kapan Aiden sudah berada diatas tubuh Jenna, pria itu menatap dalam netra indah milik wanitanya itu.
" Kau telah membangunkan singa tidur dengan sentuhan mu itu sayang " Aiden menautkan bibirnya dengan bibir ranum milik Jenna, pria itu mengigit bibir bawah Jenna agar ia mau memberikan kesempatan untuknya bermain-main didalam mulut wanitanya itu.
" Hhmmmhh..." Jenna mendorong tubuh Aiden, agar pria itu mau memberinya kesempatan untuk menghirup udara.
" You are mine princess " Aiden meneruskan aktivitasnya yang sempat tertunda.
Well you know lah ya, mereka kan sudah berpengalaman melakukan hal itu jadi bisa ditebak kan bagaimana endingnya??
Tapi jangan salah, Aiden sempat kesulitan memasukkan king cobra nya kedalam sarangnya. Entah karena sarangnya yang terlalu sempit atau king cobra nya yang terlalu besar, othor tidak tahu ( atau pura-pura tidak tahu ).
Sampai akhirnya mereka menemukan sebuah cara agar si king cobra bisa melesat masuk kedalam sarangnya dan memuntahkan bisa nya didalam sana selama beberapa kali, bersamaan dengan lenguhan yang terdengar indah bak musik klasik ciptaan Mozart ditelinga Aiden dan cakaran kuku jari-jari Jenna yang sukses berbekas dipunggung mulus pria itu.
" Aku mau lagi Aiden..." Menatap wajah tampan Aiden dengan puppy eyes nya.
" Hah??!"
.
.
.
To be continued π
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah π
Selamat berhalu ria πβοΈ