
Keesokan harinya Philip berkunjung ke rumah orang tua Rubby, seperti yang sudah di janjikan nya kepada gadis itu.
Dikarenakan kondisi kesehatan Rubby kemarin, Philip tidak mengijinkan gadis itu untuk pulang maka dari itu pagi ini mereka datang bersama-sama kesana untuk meminta restu kepada sang calon mertua.
Lima menit kemudian mereka tiba di kediaman milik keluarga Rubby, sebuah rumah yang mungil menurut Philip.
Meski rumah tersebut terlihat mungil, tetapi rumah tersebut terlihat bersih dan asri. Pot-pot bunga disana tertata rapi, rumput dihalaman depan rumah itupun terlihat begitu terawat.
" Ayah...Ibu..." Seru Rubby dari luar pagar rumah, sambil mendorong pintu kayu kecil itu dengan kaki dan tangannya.
" Aku pulang..!" Serunya lagi, kali ini gadis itu membuka pintu dengan sedikit mendorongnya dengan tubuhnya.
Sementara Philip hanya menyaksikan tingkah lucu gadis kesayangannya itu tanpa melepaskan tautan jemari tangannya dengan tangan mungil Rubby dan mengikuti langkah kakinya.
" Darimana saja kamu! Kenapa kamu tidak pulang semalam hah?!" Ucap seorang pria paruh baya sambil berkacak pinggang dan menunjuk wajah gadis itu sambil menatap tajam kearahnya.
Philip mengeratkan rahangnya, hampir saja dia marah karena tidak terima dengan perlakuan pria tua terhadap Rubby.
" Ayah, maaf kemarin aku tidak sempat memberitahu mu kalau...."
" Maaf tuan, saya yang tidak mengijinkan putri anda untuk pulang semalam " Potong Philip. Sontak pria paruh baya yang mengaku sebagai ayah dari gadisnya ini langsung mengarahkan pandangan nya kepada Philip.
" Kamu siapa? Berani-beraninya kamu menahan putriku untuk tidak pulang semalam! Apa kamu tahu berapa khawatir nya kami??!" Ujar pria tua itu.
" Ayah...Dia dad....Tuan Philip, dia adalah...."
" Calon suami anak gadis anda tuan " Terpaksa Philip kembali memotong perkataan Rubby, sebelum gadis itu menyebutkan siapa dirinya kepada calon mertua nya itu.
" Maaf saya lancang tuan, Nama saya Philip Damian Teuscherro " Ucap Philip sambil melepaskan tautan tangannya dan mengulurkan tangannya itu kepada sang calon mertua.
Seketika pria paruh baya itu diam membisu mendengar kepanjangan dari namanya, dia seperti pernah melihat nama itu sebelum nya tapi dia lupa kapan dan dimana dia melihatnya.
" Mischa sayang, kenapa kamu tidak menyuruh tamu kita untuk duduk? Kamu sangat tidak sopan " Ucap seorang wanita paruh baya sambil berjalan terseok kearahnya. Wanita yang Philip yakini adalah Teresia ibu dari gadis kesayangannya Rubby, sudah sering kali gadis itu bercerita tentang ibunya ini.
__ADS_1
" Maafkan atas ketidak sopanan kami nak, silahkan duduk " Pintanya seraya menuntun pria yang dibawa pulang oleh anak gadisnya itu.
Philip pun menduduki kursi kayu yang ada disana, sengaja dia memilih kursi tersebut agar nyonya Teresia bisa menempati satu-satunya sofa empuk disana. Sang ayah dan anak gadisnya pun mengikuti langkah Philip dan sang nyonya rumah untuk bergabung bersama.
" Jadi, apa maksud kedatangan mu kemari nak..?" Tanya Theresia, setelah dirinya menduduki sofa tersebut dengan susah payah.
Rubby pernah bercerita bahwa ibunya tersebut sudah sering sakit-sakitan, dan ayahnya itu terpaksa harus meninggalkan sang istri untuk bekerja demi pengobatan istrinya itu. Rubby pun terpaksa mengorbankan sekolahnya demi membantu sang ayah untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Philip bahkan tidak percaya jika dulu mereka adalah pemilik toko coklat yang sekarang ini sudah menjadi milik nona mudanya.
" Maksud kedatang...."
" Teuscherro katamu?!" Tiba-tiba tuan Mischa memotong kalimat Philip.
" Teuscherro merk coklat terkenal itu??!" Lanjut nya dengan bola mata yang membulat sempurna.
" Iya ayah, dia adalah anak pertama dari tuan pemilik perusahaan itu " Ucap Rubby
" Dan kamu mau menikahi putri kami?? Tidak! Aku tidak mengijinkan nya!" Ucap Mischa.
Bukan tanpa sebab Mischa melarang Philip untuk menikahi putri nya itu, selain karena usia Philip yang pastinya terpaut jauh dari putrinya, Mischa juga sangsi akan kesungguhan pria dewasa itu terhadap Rubby.
" Ayah...! Aku...." Ucapan Rubby terhenti ketika dia melihat Philip menggelengkan kepalanya.
" Sebaiknya kamu mencari wanita seusiamu! Rubby masih terlalu muda untukmu tuan Philip " Lanjut nya sambil melipat kedua tangan di dada.
" Mischa, jaga ucapanmu...Kau akan menyinggung perasaan nya " Ucap Theresia sambil mengelus dadanya yang mulai terasa sakit.
Sementara Rubby mulai terisak sambil menundukkan kepalanya, hatinya hancur saat sang ayah tidak merestui hubungan mereka.
" Maaf tuan Mischa, saya mengerti kekhawatiran anda...Tetapi saya sangat mencintai putri anda tuan dan saya bersungguh-sungguh untuk menikahi putri anda "
" Bagaimana saya tahu jika kamu tidak akan menyakiti putri kami?" Tanya pria tua itu ketus.
" Saya tidak akan bisa meyakinkan anda dengan kata-kata saya tuan, tetapi saya hanya bisa membuktikan nya saja " Ucap Philip, lalu menghela nafasnya sejenak.
__ADS_1
" Saya harus kembali ke negara XXX untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan penting, untuk sementara ini saya mohon untuk menjaga putri anda untuk saya " Lanjutnya.
" Saya tidak mengijinkan pria manapun untuk mendekatinya apalagi menyentuhnya " Ucap Philip, dirinya juga khawatir jika tiba-tiba akan ada Shawn-Shawn yang lainnya hadir kedalam kehidupan gadis kesayangannya itu.
" Apa kamu sudah beristri? Hingga harus mengurus sesuatu dinegaramu itu?" Tanya Mischa dengan penuh rasa curiga.
" Tidak tuan Mischa, saya belum pernah menikah...Saya tidak punya waktu untuk itu dulu hingga saya bertemu dengan anak gadis anda " Jawab Philip tanpa keraguan sedikit pun.
" Saya akan kembali minggu depan untuk melamar sekaligus menikahi putri anda tuan " Lanjut nya.
" Dan untuk sementara ini tolong tuan terima bukti cinta saya terhadap anak anda " Ucap Philip, lalu meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.
Tak lama kemudian datang ambulance untuk menjemput nyonya Theresia, Philip menghubungi Paloma untuk mengurus dan membiayai seluruh pengobatan calon mertuanya itu.
Mischa hanya menghela nafasnya berat, dia memang sangat membutuhkan uang untuk pengobatan istri tercintanya itu tetapi dia belum yakin sepenuhnya apakah dia akan memberikan restu untuk hubungan mereka.
" Dad....Bagaimana jika ayah tidak juga merestui hubungan kita?" Tanya Rubby khawatir.
" Jangan khawatir baby, aku yakin ayahmu akan merestui hubungan kita...Kamu lihat saja nanti..." Jawab Philip, kalau perlu dia akan membawa kabur gadis itu pikirnya. Lalu memeluk erat tubuh mungil Rubby sebelum Philip membiarkan gadis itu untuk ikut bersama dengan kedua orang tuanya menuju rumah sakit dan dia terbang kembali ke XXX.
Mischa yang sempat melihat kemesraan anak gadisnya dengan pria dewasa itu sempat terharu, meski dirinya masih ragu tapi ada satu keyakinan baru jauh didalam lubuk hatinya.
" Semoga keputusan ku tepat..." Batin Mischa.
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak terima kasih karena telah meninggalkan jejak kalian disini
__ADS_1
Happy reading π€π€π€