
Cinta memang tak mengenal kasta ketika dia datang, dia juga tak mengenal usia. Seperti halnya cinta yang dirasakan oleh pasangan Madeline dan Pieter, selain usia sang wanita yang tiga tahun lebih tua dari sang lelaki, secara kasta Madeline pun jauh di atas Pieter.
Tetapi cinta mengalahkan segalanya.
Rasa nyaman yang hadir ketika berada dekat dengan Pieter, juga cinta yang besar serta ketulusan dari pria dingin itu telah membuat Madeline lupa akan ambisinya mengejar cintanya yang semu terhadap Aiden.
Madeline bersyukur asisten pribadinya itu tidak pernah pergi dari sisinya selama ini, andaikan Pieter menyerah padanya sejak dulu entah bagaimana hidup dirinya saat ini.
Hari ini adalah hari yang dinantikan keduanya, bahkan mungkin semua orang yang telah mengenal mereka sejak lama. Mereka mengucapkan janji sucinya dihadapan orang-orang terdekat mereka termasuk Aiden dan keluarga besarnya, yang dibimbing oleh salah seorang pemuka agama.
“Aku mencintaimu Maddy…” Bisik Pieter setelah dirinya diperbolehkan untuk mencium pengantin wanitanya.
“I Love you more sayang…” Balas Madeline
Seperti halnya dua ujung magnet yang saling bertentangan, begitu pula dengan hubungan mereka dimata orang-orang. Banyak yang mendukung pada akhirnya keduanya secara sah mengikat cinta mereka dalam tali pernikahan, tak sedikit pula orang yang mencibir dikarenakan jarang yang terlalu jauh diantara mereka.
“Sayang sekali, wanita sekaya itu harus menikah dengan seorang pelayan” Cibir salah seorang tamu yang duduk didekat Jenna.
“Ekhem…” Jenna harus berpura-pura terbatuk untuk menghentikan ocehan wanita tak tahu diri itu.
“Syukurlah, akhirnya mereka bersatu…”….Dan masih banyak lagi kata-kata yang terlontar dari mulut para tamu yang hadir di gedung tersebut.
Tetapi semua itu tidak dipedulikan oleh Madeline dan Pieter sama sekali, toh bahagia tidak tergantung pada pendapat setiap individu.
Puncak dari rangkaian acara mereka adalah berbulan madu, keduanya terbang ke pulau tujuan mereka setelah acara resepsi pernikahan mereka berakhir. Dan sesuai dengan ucapan Madeline kepada Kevin bahwa pria itulah yang akan menggantikan posisinya selama dia berbulan madu bersama dengan Pieter, wanita itu memberikan keleluasaan kepada Kevin untuk mengambil keputusan mewakili dirinya.
__ADS_1
Di sinilah keduanya berada sekarang, disebuah pulau pribadi milik Aiden. Ya! Aiden dan Jenna menghadiahkan paket berbulan madu selama seminggu penuh kepada Madeline dan Pieter di pulau milik mereka.
"Aku harus mengucapkan banyak terimakasih kepada tuan Aiden karena telah memberikan hadiah yang sangat luar biasa ini" Ucap Pieter kepada Madeline setelah dirinya menaruh koper milik mereka di sebuah ruangan khusus tempat menaruh pakaian
"Kita pasti akan memberikan ucapan terimakasih kepada mereka setelah kita selesai berbulan madu sayang, dari sini aku ingin pergi ke negara M, tapi aku juga ingin mengunjungi kota Sanremo katanya disana ada toko cokelat yang sangat legendaris" Balas Madeline, lalu melingkarkan kedua tangannya di leher suami barunya.
"As you wish my lady, aku akan selalu menemanimu kemanapun kamu pergi" Ucap Pieter, sambil mengeratkan pelukannya, lalu menautkan kedua bibir mereka.
Meski keduanya acap kali melakukan hubungan intim tetapi kali ini terasa berbeda bagi Madeline dan Pieter, Maddy tidak lagi menjadikan suaminya itu sebagai pelampiasan dari hasratnya. Pieter pun memperlakukan Maddy lebih leluasa, tidak ada lagi keraguan atau batasan apapun yang menghalangi keduanya sekarang.
Entah berapa lama keduanya memadu kasih bersama, Maddy selalu menuntut Pieter untuk memberikan lebih untuknya. Begitu pun sebaliknya, sentuhan-sentuhan lembut Pieter di setiap inchi tubuh polos Maddy juga lenguhan wanita itu bagaikan candu bagi keduanya, hingga keduanya benar-benar telah mencapai puncak kenikmatannya bersama dan pada akhirnya larut kedalam dunia mimpinya masing-masing.
"Selamat pagi sayang.." Bisik Pieter ditelinga Maddy.
Baru kali ini dirinya bisa menikmati wajah cantik Madeline di pagi hari, dulu dia selalu bangun dan bergegas untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk aktivitas mereka di hari itu hingga tak pernah sekalipun dia berani menatap wajah wanita yang telah lama menjadi majikannya tersebut.
"Pagi sayang..." Balas Maddy dengan suara bantalnya, wanita itu seperti enggan membuka matanya saat menjawab sapaan pagi dari suaminya.
"Apa kamu menggodaku dengan suara indah mu itu sayang?" Kekeh Pieter, lalu mencium kening sang istri tercintanya.
"Hmmm...Iya" Jawab Madeline sambil membenamkan wajahnya di celuk leher Pieter, lalu mencium wangi khas dari tubuh pria itu dan tak lupa meninggalkan sebuah tanda disana.
"Kau nakal sekali baby..." Pieter memejamkan matanya. Bukan hanya bibir wanita itu saja yang membangkitkan sesuatu didalam dirinya pagi itu, tetapi jemari tangan Maddy pun semakin asik bergerilya menjamah bagian sensitifnya.
Tak tinggal diam Pieter pun membalas serangan fajar yang dilakukan oleh sang istri kepadanya.
__ADS_1
Dan terjadi lagi.......( Boril mana Boril....!!! )
Ternyata tidak hanya sampai disini, Pieter membawa tubuh polos milik sang istri ke kolam rendam air hangat yang berada di halaman belakang villa besar itu.
Menurutnya akan lebih romantis jika mereka melakukan perpaduan disana, toh di pulau itu hanya ada mereka dan para pelayan yang menjaga dan melayani mereka.
"Sayang...Ini sangat indah" Ucap Maddy, setelah melihat pemandangan yang mengarah langsung ke laut.
"Semakin indah dengan adanya dirimu baby..." Balas Pieter yang tengah sibuk bermain-main di bagian bawah tubuh Madeline.
Maddy memejamkan matanya, entah ke berapa kalinya dia mencapai puncak kenikmatan nya karena ulah Pieter pagi ini. Dirinya enggan bila hanya merasa kan hal tersebut seorang diri, Maddy memutar balik keadaan.
Sudah saatnya pria yang terkenal dengan dinginnya itu memekikkan namanya, pikir Maddy.
"Maddy.....Faster!"
(Nah kan...sedingin apapun dirimu wahai kaum Adam, kau tetap akan memekikkan nama istri mu dengan suara yang eheeemmm bila sedang.......)
.
.
.
To be continue
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah
Happy reading dan kipas-kipas...