
BUGH!
BUGH!
BUGH!
" Itu pelajaran buat kamu Philip! karena kamu telah berani membawa pergi istriku tanpa seizin dari ku!" Aiden geram hingga dia melayangkan beberapa pukulan diwajah dan perut asisten pribadi nya itu.
" Apa kamu tahu aku sudah seperti orang gila mencari kalian disana hah!" Lanjutnya
Philip tetap diam seribu bahasa, meski dia sempat tersungkur tetapi pria dingin itu kembali berdiri tegak. Darah segar menetes disalah satu sudut bibirnya.
" Jawab aku! Kenapa kamu membawa pergi brengsek! Kamu tahu kan dia itu milikku!" Aiden kembali memukuli nya.
" Hentikan tuan muda, anda bisa membuatnya mati " Pinta Paloma
" Dia terlalu kuat untuk mati Paloma! Dia tidak akan berani mati sekarang!"
Philip memang memilih untuk diam ketimbang melawan Aiden, menurutnya percuma memberitahu nya alasan kenapa dirinya memutuskan untuk membawa Jenna pergi dari sana kemarin. Lagipula andaikan saja Aiden berada di posisinya saat itu pria itu yakin Aiden akan mengambil keputusan yang sama dengannya.
" Aku perintahkan kamu untuk bicara Philip!" Teriak Aiden, dia semakin kesal karena pria dingin didepannya tetap diam seribu bahasa.
" Sudah selesai?" Tanya Philip
" Apa maksudmu brengsek?"
" Apa anda sudah selesai tuan? saya harus kembali ke mansion jika anda sudah selesai " Ujar Philip datar dan dingin.
Begitulah Philip, pria itu memang sama sekali tidak pandai mengungkapkan perasaan nya. Terlebih lagi terhadap Aiden, betapapun dia marah dan kesal terhadap adik angkatnya itu Philip tetap memilih untuk tidak memperlihatkannya. Pria misterius itu selalu ingat kata-kata terakhirnya kepada ayah angkatnya bahwa dirinya akan selalu menjaga dan melindungi Aiden.
Beda halnya ketika ada Jenna diantara mereka, kehadiran wanita itu sedikitnya bisa membuat Philip memperlihatkan sisi lain dari ke kakuannya selama ini.
Aiden menghela nafasnya kasar, sebenarnya dia tahu Philip tidak mungkin berbuat macam-macam dengan istrinya. Tapi kenekatan saudara angkatnya ini telah benar-benar membuat Aiden marah, bagaimana jika terjadi sesuatu hal yang buruk terhadap Jenna selama dalam perjalanan mereka menuju Sanremo? Kenapa pria yang terkenal tidak mentolerir sebuah kesalahan itu malah bertindak sembarang seperti itu? Pikirnya.
" Pergilah dan renungkan semua kesalahanmu Philip!" Titah Aiden.
Philip pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu, bergegas menuju mobil yang terparkir didepan jalan sebelum Jenna melihatnya. Karena dia yakin jika sampai wanita itu melihat penampilannya saat ini, maka akan ada masalah baru antara wanita itu dan Aiden.
" Kita pergi sekarang Ger, dan cepat...Kita harus sampai di perusahaan sebelum malam tiba " Titahnya kepada Gerry.
" Anda benar-benar membiarkan tuan muda untuk menghajar mu tuan?" Gerry menggelengkan kepalanya. Dia memang telah lama mengabdi kepada keluarga ini tapi sampai sekarang pun dia masih belum bisa memahami hubungan kakak adik yang aneh itu, menurutnya pria yang tengah duduk disampingnya ini mempunyai cara yang aneh untuk menyayangi adiknya.
.
.
" Kenapa dengan jari tangan mu Aiden?" Tanya Jenna ketika Aiden menyuapinya. Wanita itu melihat tanda kemerahan di setiap buku jari kanan suaminya.
" Owh ini...Aku kemarin memukul dinding" Jawab Aiden terbata.
" Dimana Philip?" Mulai mencurigai sesuatu.
" Dia...Dia harus kembali ke kantor, jadi dia terbang kembali kesana...Dia tidak sempat memberitahu mu tadi " Kilah Aiden.
__ADS_1
" Kamu gak mukulin Philip, ya kan?" Tanya Jenna, menatap Aiden penuh curiga.
" Iya...Eh Maksudku tidak " Jawab Aiden ragu, pasalnya pertanyaan sang istri mengandung jebakan yang sangat membahayakan.
" Iya atau tidak?"
Aiden hanya terdiam pasrah, mau apapun jawaban yang dia berikan akan tetap salah dimana Jenna. Apalagi kucing betina itu masih dalam mode marah dan rasa cemburunya belum sepenuhnya hilang.
" Kau memukuli kakakmu sendiri Aiden?!" Bola mata Jenna membulat sempurna.
" Abisnya dia udah berani bawa kamu pergi sayang, aku kesal " Aiden memajukan bibirnya.
" Apa kamu gila?! Kamu tau perjuangan Philip ketika aku memaksa nya untuk membawaku pulang kesini?!" Jenna menghela nafasnya kasar
" Dia bisa melakukan seribu cara untuk itu, dan aku tau dia pria yang kuat " Jawab Aiden asal.
" Aiden!" Pekik Jenna. Wanita ini kesal dengan tingkah kekanakan suaminya ini.
Suara nyaring Jenna sukses membuat sendok yang sedang dipegang oleh Aiden terpental saking kagetnya.
" Kenapa kamu malah membela Philip sih sayang? Apa kamu gak kasian sama aku?" Rengek Aiden.
" Aarrghhh!!"
" Aku masih kesal sama kamu! Sekarang aku tambah kesal sama kamu!" Jenna menendang-nendang selimut nya.
" Kenapa kamu tega melakukan hal itu sama saudara kamu sendiri??!" Lanjutnya.
" Abis dia udah berani bawa kamu kabur, aku ketakutan setengah mati...Ya udah aku hukum dia aja"
" Gak mau!" Rengek Aiden
" Minta maaf gak?!"
" Gak mau sayang...Kan dia yang salah, kenapa aku yang harus minta maaf?"
" Minta maaf atau king cobra mu itu tidak akan bisa lagi masuk sarangnya!" Ancam Jenna, dan kali ini ancaman nya itu benar-benar manjur. Secepat kilat Aiden meraih ponselnya dan menghubungi pria itu, dia berharap Philip masih berada di dataran.
" Video call!" Bentak Jenna
" Iya sayang, tunggu sebentar..."
Tak berselang lama terlihat jelas wajah lebam Philip melalui layar handphone Aiden.
" Ya tuan muda? Apa saya melupakan sesuatu?" Tanya Philip. Pria itu terlihat keheranan karena Aiden tiba-tiba saja menghubungi nya melalui sambungan video.
" Cepat katakan!" Terdengar suara bisikan milik sang nona muda, dan Philip langsung paham mengapa tuan mudanya tiba-tiba saja menghubunginya.
" Iya sayang...Tunggu" Bisik Aiden.
" Tuan, apa ada masalah?" Philip berpura-pura tidak tahu.
" Ekhem... Philip aku mau minta maaf sama kamu " Ucap Aiden kaku, pria itu mencoba untuk tetap menjaga image nya didepan Philip.
__ADS_1
" Yang benar ngomong nya!" Bisik Jenna kembali.
" Tuan, aku tidak mengerti apa yang sedang anda bicarakan..." Kilah Philip, sebenarnya dia hanya ingin membantu Jenna untuk memberikan pelajaran kepada adik angkatnya itu.
" Aku minta maaf Philip..." Aiden menghela nafasnya pelan
" Aku minta maaf karena telah memukuli mu tadi, dan karena aku telah marah padamu " Lanjutnya dan kali ini terdengar begitu tulus.
" Cepat katakan semua nya!" Bisik Jenna lagi.
" Dan aku berterima kasih karena kamu telah mengabulkan permintaan istriku "
" Anda tidak perlu mengatakan nya tuan muda, itu sudah menjadi tanggung jawab ku"
" Tapi awas kamu....."
Tut!
Kalimat terakhir dari Aiden terputus, sepertinya Jenna telah memutuskan sambungan telepon mereka pikir Philip.
Seketika senyuman tipis tergambar diwajah pria dingin itu.
" Anda memang luar biasa nona " Batin Philip.
" Apa aku tidak salah dengar tuan? Itu tadi tuan muda kan?" Tanya Gerry.
" Jangan banyak tanya Ger, orang yang banyak tanya cepat mati " Ujar Philip datar.
.
.
" Kenapa malah dimatiin sih sayang? Aku kan belum selesai ngomong nya " Rengek Aiden
" Udah cukup...gak usah banyak-banyak ngomong nya, pulsa mahal" Kilah Jenna, wanita itu menyembunyikan tawanya.
" Memangnya kamu yang bayar pulsanya? Kan aku...Kamu nakal sayang..!"
Dan terjadi lagi.....( Boril mana Boriiil !! )
.
.
.
To be continued π
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah π
Happy reading π€
See you all tomorrow π
__ADS_1
Loph yu se alam semesta raya β€οΈβ€οΈβ€οΈ