
Setelah seminggu mereka menghabiskan waktu bersama di negara kepulauan B, kini tiba saatnya mereka harus terbang kembali ke negara XXX, kembali pada rutinitas mereka masing-masing. Aiden kembali memimpin perusahaannya dan Philip kembali membersamai Aiden sebagai asisten kepercayaannya. Setumpuk pekerjaan sudah menanti Aiden dan Philip di Teuscherro Inc menunggu untuk mereka selesaikan.
Sama hal nya dengan Rubby. Gadis itu harus segera kembali ke Sanremo, sudah satu minggu lebih dia absen dari toko cokelat kesayangannya juga dia juga sidang sangat ingin menemui ibu yang sudah sangat di rindukannya itu.
Berbeda halnya dengan Jenna, Aiden tidak mengijinkan wanita itu untuk kembali ke Sanremo dalam waktu dekat karena kondisi kehamilannya yang masih rentan. Tetapi dia berjanji akan mengajari Jenna remote working yakni bagaimana menjalankan usahanya dari jarak jauh.
Ada yang berbeda dari Rubby dan Philip saat ini, jika seminggu yang lalu mereka melalui perjalanan mereka dengan canggung dan penuh drama maka kali ini keduanya menjadi lebih akrab. Rubby sudah tidak begitu canggung lagi ketika berada di dekat Philip, begitu juga sebaliknya. Pria dingin dan kaku itu kini sudah mulai menghangat ketika sedang bersama dengan Rubby maupun Aiden dan Jenna.
Hal yang membahagiakan untuk Aiden tentunya. Sepeninggal orang tuanya sikap Philip berubah drastis! Philip berubah menjadi sosok yang dingin dan kaku, keceriaannya seperti hilang begitu saja.
" Nona apa anda tidak menonton film lagi?” Tanya Rubby tiba-tiba. Saat ini gadis cantik itu tengah menemani Jenna di kabin pribadi dalam pesawat itu.
“ Nonton film? Kapan?” Jenna menjawab pertanyaan Rubby dengan pertanyaan, wanita itu benar-benar tidak paham dengan maksud pertanyaan Rubby.
“ Waktu kita sedang terbang ke pulau B, aku mendengar …Mmmmpp” Philip terpaksa membekap mulut Rubby dengan tangannya, sebelum gadis itu menyelesaikan kalimatnya dan hal memalukan terjadi. Untung saja Philip datang tepat waktu, tadi dirinya memang akan memanggil Rubby agar gadis itu membiarkan nona besarnya beristirahat.
“ Philip…Kenapa kamu menutupi mulutnya?” Jenna mengerutkan keningnya.
“ Maafkan aku nona, tapi burung kecil ini jika dibiarkan terus berkicau akan mengganggu istirahat mu “ Ujarnya seraya menuntun Rubby keluar dari ruangan kecil itu.
“ Aiden, apa yang dimaksud oleh Rubby? Kapan kita nonton film dipesawat ini? “ Tanya Jenna sesaat setelah sang suami memasuki ruangan itu dengan senyuman mengembang diwajahnya.
“ Owh itu…Waktu itu kamu tidur sangat nyenyak baby, jadi aku memutuskan untuk menonton film “ Jawab Aiden asal, lalu menaiki ranjang bersiap untuk memasuki alam mimpi bersama dengan sang istri tercinta dengan senyuman yang masih mengembang diwajahnya.
Sengaja Aiden meminta Philip untuk memerintahkan sang pilot agar membawa mereka terbang pada saat hari menjelang malam, agar ketika mereka tiba di negara XXX nanti hari sudah malam dan mereka bisa melanjutkan kembali istirahat mereka.
“ Kenapa kamu menutup mulutku seperti itu? “ Tanya Rubby dengan bibir yang mengerucut sempurna.
__ADS_1
“ Hhhmmm…Apa kamu sengaja membuat bibirmu seperti itu? Agar aku menciummu lagi? “ Tanya Philip tanpa mengindahkan pertanyaan gadis itu kepadanya, lalu mendudukan gadis mungil itu di pangkuannya.
Walhasil Rubby pun langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya sambil menggelengkan kepalanya, hal ini membuat Philip kembali tertawa. Rubby terlihat semakin menggemaskan pikirnya.
“ Baiklah jika kamu tidak mau menjawab pertanyaanku tuan kesayangan, boleh yah kita menonton film yang ditonton oleh nona dan tuan Aiden waktu itu?” Tanya Rubby sambil memperlihatkan puppy eyes nya.
Uhuk…Uhuk…!
Tiba-tiba saja Philip tersedak salivanya sendiri ketika mendengar permintaan gadis itu kepadanya, bagaimana caranya menjelaskan hal itu pikirnya.
“ Aku mau mengambilkan minum untukmu “ Ucap Rubby, ketika tangan kekar Philip malah menahannya. Pria itu menggelengkan kepalanya lalu berdeham, tak lama seorang pramugari menghampirinya dengan segelas air putih untuknya.
“ Bagaimana jika kamu tidur saja?” Tanya Philip setelah meneguk habis isi gelas itu.
“ Tapi aku belum mengantuk “ Jawabnya sedikit kecewa. Rubby berpikir menonton film akan mengusir kebosanannya, karena perjalanan yang akan ditempuh cukup panjang dengan waktu yang cukup lama pula.
Cup!
Philip mencium bibir ranum itu sekilas, bibir manis yang semakin membuatnya ketagihan.
“ Oke…Aku pikir kamu sudah cukup besar untuk mengetahuinya “ Ucapnya lalu memecet tombol layar kecil yang ada di depannya. Sengaja Philip memilih untuk memutar film dewasa itu dalam sebuah layar kecil, toh hanya mereka berdua yang akan menontonnya dan biar tidak terlalu jelas juga gambarnya pikirnya.
Satu menit, dua menit hingga lima menit adegan film dewasa itu hanya mempertontonkan adegan romantis antara dua pemeran pria dan wanitanya, hingga menit berikutnya adegan film itu semakin mempertontonkan adegan panas diantara mereka. Ajaibnya Rubby benar-benar memerhatikan film itu sambil sesekali menutup wajahnya dengan kedua tangannya atau membenamkan wajahnya di dada bidang pria dingin itu.
“ Aiihhhh…Kenapa mereka melakukan hal itu?” Cicit Rubby
“ Apa film itu yang ditonton oleh nona dan tuan waktu itu?” Lanjutnya tanpa melihat kearah layar.
__ADS_1
“ Hhhmmm…Iya mereka menonton film seperti itu” Kilah Philip, yang tentu saja hanya alasan dia karena tidak mungkin pria itu harus menceritakan hal sebenarnya kepada gadis yang terus saja bergerak dipangkuannya itu.
Pergerakan Rubby dipangkuannya, juga karena adegan film yang ditontonnya perlahan membuat jiwa kelaki-lakian Philip muncul. Bagai buah simalakama pria berwajah tampan itu harus menahannya sekuat tenaga agar tidak sampai menerjang Rubby saat itu juga, gadis yang terus saja bergerak dipangkuannya.
“ Sial! Kenapa dia malah bangun disaat seperti ini?!” Batin Philip meronta.
Philip menghela nafasnya panjang sambil membenarkan posisi duduknya, sesuatu dibawah sana terasa sangat ngilu karena Rubby terduduk diatasnya. Hingga akhirnya Rubby pun terdiam tanpa berani menatap kearah Philip, gadis itu bahkan tidak berani menggerakkan tubuhnya kembali. Rubby bisa merasakan suatu benda yang semakin mengeras tiba-tiba muncul ditempat yang dia duduki, dan setelah dia menonton film itu diapun menyadari benda apakah itu.
“ Aku…” Ucap Rubby sambil menunjukan jarinya kesamping Philip, bermaksud agar dia turun dari pangkuan laki-laki itu dan akan duduk disampingnya.
Tentu saja Philip tidak mengijinkannya, akan sangat memalukan baginya jika gadis itu harus melihat sesuatu yang besar menyembul dibawah sana. Kembali philip menahan tubuh Rubby dengan tangan kekarnya,
“ Sebaiknya kamu tidur baby…” Ucapnya seraya membenamkan kepala gadis itu di lehernya, lalu mematikan kembali layar monitor kecil itu.
Philip dan Rubby masing-masing menurunkan kembali ritme jantungnya dengan mengatur nafas sepelan mungkin, hingga pada akhirnya terdengar hembusan nafas pelan dari gadis itu pertanda dirinya telah terlelap dalam tidurnya. Bersamaan dengan itu pula sesuatu dibawah sana pun ikut tertidur dan Philip pun mengikuti Rubby ke alam mimpinya, meski pria ini tahu ketika bangun nanti kepalanya akan terasa sangat pening.
“ Sabar Junior…Belum waktunya kamu masuk kesana “ Batin Philip.
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini
__ADS_1
Happy Reading, happy Sunday