Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Kerinduan Aiden


__ADS_3

" Kau belum menjawab pertanyaan ku Aiden, kenapa kamu tiba-tiba datang kemari?" Tanya Jenna, saat ini mereka sedang berada di dapur. Aiden meminta nya untuk membuatkan sarapan pagi yang kesiangan untuknya.


" Aku dan Philip kebetulan sedang ada urusan bisnis dikota sebelah, kami akan bertemu dengan seorang klien nanti malam jadi aku putuskan untuk menemui mu " Aiden tengah asik memerhatikan aktivitas memasak Jenna dari tempatnya duduk saat ini.


" Hhmmm...Kota sebelah cukup jauh jaraknya Aiden, apa menurutmu tidak buang-buang waktu jadinya?" Jenna menyodorkan satu piring berisi sandwich tuna & keju panggang dengan sedikit sayuran segar dan acar didalamnya kehadapan Aiden.


" Untuk Jennaku tidak ada istilah buang-buang waktu " Aiden mulai memasukkan sandwich buatan Jenna kedalam mulutnya, gigitan pertama membuat matanya terpejam saking lezatnya makanan itu.


" Mmmmhhhh... Sungguh sangat lezat Jenna " Aiden dengan lahap memakan sandwich rasa cinta buatan Jenna nya.


" Mana sandwich untuk ku Jenna?" Tiba-tiba Philip memasuki dapur.


" Uhuk...Uhuk..." Aiden tersedak makanannya sendiri, Jenna buru-buru memberinya segelas air minum.


" Kau pintar sekali menghancurkan suasana Philip!" Ujar Aiden masih sedikit terbatuk-batuk.


Sementara pria perusak suasana itu tengah melahap sandwich yang ada di diatas piring tak jauh dari tempat Aiden duduk, tanpa memperdulikan perkataan Aiden.


" Maafkan aku Aiden, tapi demi sandwich ini aku rela melakukan apapun " Batin Philip.


Sore menjelang, Aiden dan Philip harus segera berangkat ke kota sebelah seperti yang sudah dia beritahukan kepada Jenna pagi tadi. Seperti biasa dia akan meminta Jenna untuk membungkus beberapa kotak besar cokelat-cokelat untuk dirinya dan Philip, Jenna bisa melihat sisi lain dari Aiden saat bersama dengan dirinya. Pria itu sedikit manja terlebih jika mereka sedang berdua.


" Aku akan kembali lagi Jenna sayang, setelah semua urusan dikantor selesai " Aiden mencium kening wanita itu lalu memasuki mobil.


" Iya Aiden, aku akan selalu berada disini " Jenna melambaikan tangannya, bersamaan dengan Philip melajukan mobilnya meninggalkan halaman depan ruko miliknya.


Tak terasa sebulan berlalu dari semenjak kepergian Aiden, meski usaha Jenna saat ini maju pesat dan jumlah pelanggan pun meningkat tajam dari hari ke hari ada kerinduan mendalam dari relung hati terdalam wanita itu. Aiden memang selalu menghubunginya setiap hari, tetapi Jenna tetap merasa ada yang kurang jika tanpa kehadiran Aiden disampingnya.


Bagaimanapun Aiden harus memulihkan kondisi perusahaannya sepeninggal Peter Crouch, dia harus mengembalikan sekaligus meyakinkan kepercayaan rekan bisnis yang lainnya disaat mereka tiba-tiba mendapatkan kabar bahwa Peter menarik penuh investasi nya.


Tidak hanya kabar mengenai penarikan saham Peter Crouch yang harus Aiden bereskan, tetapi kabar alasan kenapa pria itu tiba-tiba menarik investasinya lah yang benar-benar harus Aiden redam. Rumor yang beredar di khalayak ramai yang menyatakan bahwa Aiden menolak permintaan Peter untuk menikahi putrinya karena perselingkuhan yang dilakukan oleh Aiden, lumayan membuat pria itu geram.


" Ini pasti ulah Lolita " Gumam Aiden.


" Philip apa kamu sudah menemukan siapa yang menyebarkan rumor tersebut?"


" Aku telah meminta bantuan salah satu temanku untuk melacaknya tuan, dia menemukan satu akun medsos palsu yang pertama kali menyebarkan berita bohong tersebut "


" Lalu?" Aiden memainkan ballpoint nya diatas meja.

__ADS_1


" Pemilik akun itu telah dibayar oleh seseorang yang tidak dia kenal untuk menyebarkan berita itu " Philip menghela nafasnya sejenak.


" Aku membayarnya dua kali lipat untuk menyebarkan sesuatu " Philip menarik salah satu sudut bibirnya.


" Apa itu Philip?" Aiden menautkan kedua alisnya.


" Kamu akan melihatnya nanti tuan, tunggu saja " Kekeh Philip.


Aiden menghela nafasnya kasar, kerinduan hatinya kepada Jenna sudah tidak bisa dia bendung. Tetapi belum saatnya pria itu kembali ke Sanremo, dia masih harus membereskan sedikit lagi urusan perusahaannya.


" Kamu bisa kesana hari ini tuan, urusan perusahaan biar aku tangani " Philip seperti mengetahui ini hati bos besar nya itu.


" Aku pastikan lusa semua masalah sudah selesai " Lanjutnya.


" Tidak Philip, aku tidak bisa melakukan itu, lagipula serah terima gedung masih seminggu lagi kan?"


" Aku tidak mau merusak rencana awal ku yang sudah terlanjur molor waktunya gara-gara renovasi gedung itu sempat terhambat " Lanjutnya.


" Jadi kamu akan tetap memberikan kejutan kepada nona Jenna di hari ulang tahunnya?" Kekeh Philip


" Iya...Aku ingin memberikan yang terbaik untuk Jennaku Philip "


" Iya tuan, aku akui nona Jenna memang wanita yang gigih...Bakat bisnisnya sudah mulai terlihat berkat dukungan darimu "


Aiden memang selalu memberikan saran dan masukan kepada Jenna ketika mereka sedang berbincang di telepon, dan untungnya wanita itu selalu mempraktekkan apapun yang Aiden sarankan kepadanya tentunya dengan memberikan sedikit sentuhan Jenna. Dengan kata lain kolaborasi antara mereka telah berhasil dalam bidang bisnis.


" Hallo sayang..." Seperti biasa saat malam hari tiba Aiden selalu menghubungi Jenna, pria itu sudah tahu kapan wanitanya sudah berada didalam kamarnya.


" Hai Aiden... Kenapa dengan suaramu?" Jenna merasa suara Aiden seperti sedang tidak bersemangat, apakah dia sedang sakit pikirnya.


" Aku sangat merindukanmu Jenna sayang " Aiden menghela nafasnya, bahkan jika Jenna bisa melihat saat ini dikedua sudut matanya telah tergenangi buliran air mata.


" Tapi aku belum bisa pergi kesana, masih ada sedikit lagi urusan dikantor " Keluh lagi.


" Apa kamu tidak merindukan aku Jenna?"


" Aku juga merindukanmu Aiden..."


Tik

__ADS_1


Tik


Tik


Selama beberapa detik tidak ada satupun kata yang keluar dari mulut keduanya, hingga tiba-tiba Jenna mendengar isak tangis Aiden diseberang sana.


" Hei...Hei...Kenapa kamu menangis sayang ?" Jenna sedikit panik.


" Hiks....Hiks..." Mendengar Jenna memanggilnya dengan sebutan sayang tangis Aiden semakin terdengar.


" Aku...Aku terharu Jenna.." Ujarnya sambil tetap terisak-isak.


" Karena apa?" Jenna mengerutkan keningnya


" Kau telah memanggil ku sayang, aku mau kamu tetap memanggil ku sayang, aku mau itu Jenna..." Aiden terdengar seperti seorang anak kecil yang sedang merengek dengan manjanya.


" I...Iya Aiden " Sejujurnya Jenna sedang tertawa, tetapi dia berusaha keras agar suara tawanya tidak terdengar oleh Aiden, tetapi nyatanya Aiden telah mendengarnya.


" Kamu jangan menertawakan aku " Kembali Aiden merengek.


" Aku tidak menertawakan mu sayang...Mana berani " Kilah Jenna, tetap menahan tawanya.


" Tuh kan Jenna ketawa lagi, kamu harus aku hukum karena udah menertawakan aku "


" Loh...loh...Kok gitu??" Kali ini Jenna benar-benar tertawa.


" Aaaahhhh....Jenna!! Awas yah kalau nanti aku kesana!"


Jenna bisa membayangkan kalau sekarang Aiden pasti sedang bertingkah seperti bocah kecil, menendang kakinya dibawah selimut.


.


.


.


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Oia, buat yang penasaran apakah Jenna itu seorang wanita tanggung? Memang iya dia adalah seorang wanita tangguh, hanya sisi sensitif Jenna juga diperlihatkan di novel ini.

__ADS_1


So...Ikuti terus cerita ini yah 😘


__ADS_2