
Keesokan harinya Philip membawa serta Rubby pulang ke negara XXX bersama dengan Aiden dan Jenna, setelah sebelumnya mereka berpamitan kepada kedua orang tua gadis itu.
Mischa sudah mulai melunak meski pria paruh baya itu masih terlihat sungkan terhadap Philip dan Aiden. Percakapannya dengan Aiden terakhir kali sedikit banyak telah mengubah mindset nya, hanya saja rasa bersalah dan malu masih tertanam dibenak Mischa.
" Maafkan saya Philip..." Ucap Mischa, lalu memeluk pria tinggi besar calon menantunya itu.
" Tidak ada yang perlu dimaafkan tuan Mischa...Saya mengerti..." Ujar Philip.
" Tolong jaga putriku baik-baik nak..." Ujarnya, sebelum Philip dan Rubby beserta Aiden dan Jenna memasuki mobil dan meninggalkan Sanremo menuju bandara dimana pesawat pribadi Aiden telah menunggunya disana.
Malam hari sebelumnya Philip memerintahkan Paloma untuk mengurus segala sesuatu nya hingga benar-benar tuntas disana sebelum dia dan tim nya dijemput kembali ke mansion.
Separuh perjalanan menuju XXX Rubby lalui dengan tidur dipangkuan calon suaminya, setelah sebelumnya Philip menyematkan cincin berlian itu dijari manis Rubby. Hal penting yang hampir saja mereka lupakan.
" Lekas sembuh baby...Agar kita cepat menikah..." Pinta Philip lalu mencium kening gadis itu.
Tidak berbeda dengan Aiden dan Jenna, merekapun melalui perjalanan kali ini dengan tidur. Berbeda dengan terakhir kalinya mereka terbang bersama, penuh drama dan aksi panas.
Tiba di bandar udara internasional XXX, mereka disambut oleh Gerry dengan mobil mewahnya yang akan mengantarkan mereka langsung ke mansion.
Setibanya di mansion Teuscherro, Philip menggendong gadis itu ke kamarnya dan memintanya untuk kembali beristirahat.
" Aku akan memanggil dokter sayang, kamu istirahat saja dulu..." Ucapnya setelah dia menaruh tubuh Rubby yang menurutnya semakin ringan dengan hati-hati keatas ranjang.
Tetapi Rubby menahan tangan Philip, lalu menggeleng pelan. Philip memahami keinginan gadis kesayangannya itu, dan memutuskan untuk menemani nya hingga gadis itu tertidur pulas.
Setelah yakin Rubby tertidur pulas, Philip menghubungi dokter keluarga melalui ponselnya.
" Bagaimana kondisinya sekarang Phil?" Tanya Jenna, saat wanita itu memasuki kamar dengan membawa bubur untuk makan siang Rubby, dan meletakkan nya diatas meja.
" Sepertinya dia sedikit demam nona, tidurnya gelisah sejak tadi..." Jawab Philip, lalu berpindah posisi agar Jenna mendekat dan duduk di pinggiran tempat tidur.
" Apa kamu sudah menghubungi dokter?" Tanya Jenna, sambil mendekatkan punggung tangan nya di kening gadis itu.
" Sudah nona, dia sedang dalam perjalanan menuju kemari "
__ADS_1
" Dia demam Philip, apa sebaiknya kita bawa dia kerumah sakit?" Jenna kembali memeriksa suhu tubuh Rubby dengan punggung tangannya.
Beberapa menit setelah Jenna memasuki kamar, Aiden datang beserta dokter dan seorang suster wanita dibelakang nya. Sang dokter pun segera memeriksa kondisi tubuh Rubby, dan memerintahkan asistennya untuk melepaskan perban di leher gadis itu.
Rubby terbangun saat dirinya merasakan perih dilehernya itu, bola matanya membulat serta mengeluarkan airmata. Dia pun berusaha untuk memanggil nama Philip sambil mengerdarkan pandangannya hingga sang suster terpaksa harus menghentikan pekerjaan nya.
Philip segera menghampiri Rubby dan menggenggam tangan nya erat.
" Daddy disini baby...,suster akan melepaskan perbanmu sayang agar dokter bisa memeriksa luka di leher mu oke..." Ucapnya, lalu meminta sang suster untuk kembali melakukan pekerjaannya.
" Jahitannya bagus, tidak ada masalah dengan itu...Demamnya akibat dari luka yang ada dilehernya..." Ucap sang dokter sambil memeriksa jahitan dileher gadis itu, lalu memerintahkan sang suster untuk mengganti perban dan menutupnya kembali.
" Apa perlu dibawa ke rumah sakit dok?" Tanya Philip.
" Tidak perlu tuan Philip, nona Rubby hanya masih harus beristirahat dan usahakan untuk tidak terlalu banyak bergerak dulu terutama pada bagian leher nya " Jawab sang dokter, lalu membereskan kembali peralatan medis nya.
" Kamu dengar itu baby...Kamu harus beristirahat banyak agar cepat sembuh..." Ucapnya pada Rubby.
Sang dokter terlihat mengerutkan dahinya, pasalnya baru pertama kali ini dia menyaksikan Philip bersikap lembut seperti itu. Aiden yang melihat reaksi sang dokter yang juga sahabat dari kakaknya itu, menggelengkan kepalanya dan mengajaknya keluar dari ruangan itu.
" Apa dia tersambar petir hingga bersikap selembut itu ?" Lanjutnya, masih tidak percaya dengan apa yang tadi dilihatnya.
" Iya, tersambar petir gadis itu..." Kekeh Aiden.
" Apa kamu yakin gadis itu tidak dalam ancaman si manusia es batu itu? " Davin tetap belum bisa memercayai perlakuan Philip pada gadis itu.
Aiden tergelak, dia sendiri masih belum percaya dengan sikap sang kakak yang berubah 380Β° saat bersama dengan Rubby, apalagi jika mengingat pria kaku itu pernah menculik Rubby untuk ikut berbulan madu bersamanya dan Jenna beberapa waktu yang lalu.
" Mereka tidak terpisah kan Davin, bisa gila kakakku itu jika gadis itu menghilang sebentar saja atau seorang pria mendekati nya "
" Pantas saja tadi kamu bilang suruh bawa suster perempuan, ternyata itu alasannya..." Ucap Davin sambil menggelengkan kepalanya.
" Kalian adik kakak sama gila nya " Lanjut Davin.
Jika Aiden saja begitu posesif terhadap Jenna, apalagi Philip pikir dokter tampan itu.
__ADS_1
Beberapa hari berlalu, Rubby pun sudah mulai pulih. Gadis itu sudah terlihat lebih ceria, meski pita suaranya masih sedikit terganggu tetapi hal itu tidak menghentikan Rubby untuk berceloteh seperti dulu.
" Kamu berisik sekali sayang..." Kekeh Philip. Pasalnya sejak semalam gadis itu tak hentinya membicarakan tentang pernikahan mereka.
" Iiss...Daddy " Ucapnya dengan bibir yang mengerucut sempurna, dia tidak terima jika Philip mengatainya seperti itu.
" Apa kamu ingin daddy mencium mu lagi seperti tadi?" Goda Philip.
Rubby langsung menutup bibirnya dan menggelengkan kepalanya, lalu memindahkan posisi duduk nya dari tubuh Philip. Pria itu tertawa melihat tingkah lucu Rubby.
" Ya sudah daddy mau mandi oke...Daddy harus berangkat pagi hari ini bersama dengan Aiden, kami akan bertemu klien diluar kota " Lanjurnya, sambil beranjak dari tempat tidur besar itu.
" Oke dad..." Ucap Rubby, sambil merebahkan tubuhnya kembali.
" Hei...Siapa bilang kamu boleh tidur lagi?? Ayo bangun!" Pinta Philip sambil menarik selimut yang baru saja menutupi tubuh gadis itu.
" Malas mandi dad..." Kekeh Rubby, lalu menarik kembali selimutnya.
" Daddy hitung sampai tiga, jika kamu tidak bangun maka daddy akan menggendongmu ke kamar mandi "
Baru saja Philip menyebutkan angka satu, gadis itu sudah melesat melewati nya menuju kamar mandi. Rubby masih ingat dengan peristiwa dua hari yang lalu, dimana Philip menggendong nya ke kamar mandi karena pagi itu Rubby malas mandi. Laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu memiliki ular cobra besar ditubuhnya, dan itu menyeramkan bagi Rubby.
" Cepat mandinya sayang...!" Pinta Philip.
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah...
Happy reading π€ππ€ππ€
__ADS_1