Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Dilema


__ADS_3

Perasaan yang cukup sulit untuk dijabarkan memenuhi benak pria paruh baya yang tengah menunggu kedatangan keponakan tersayangnya, antara rindu, ragu dan malu. Tapi mau bagaimana lagi keadaan dirinya saat ini membuat pria itu sulit untuk menolak tawaran menggiurkan dari seorang gadis yang begitu sangat ingin menjadi nona Teuscherro beberapa waktu yang lalu.


Sesekali pria itu melirik jam tangannya, kakinya pun tak hentinya dia gerakkan untuk mengurangi rasa gugupnya.


" Apakah Aiden masih mau menemui ku setelah apa yang aku lakukan terhadapnya dulu?" Batin Bonny.


Lamunannya buyar seketika setelah seseorang membuka pintu dan menyapanya. Sudah bisa dia duga, sang asisten lah yang akan dia temui sore itu.


" Selamat sore tuan Bonny " Philip memasuki ruangan dengan membawa sebuah amplop, menjabat tangan pria itu lalu menjatuhkan dirinya diatas sofa tepat diseberang Bonny.


" Sore Philip " Kembali menduduki sofanya.


" Dimana Aiden? Apakah kamu tidak memberitahukan perihal kedatangan ku kepada keponakan ku itu?"


" Maaf tuan, tuan muda sedang memimpin sebuah rapat sore ini dan mengenai pembicaraan kita malam itu beliau menitipkan ini untuk tuan " Philip menyodorkan amplop coklat itu kepada Bonny.


Bonny menghela nafasnya, dengan perasaan yang bercampur dia memberanikan diri untuk membuka amplop itu lalu mengeluarkan isinya.


" Ini...! Berani-beraninya dia!" Bonny melemparkan kertas-kertas itu kehadapan Philip.


Pria itu terlihat begitu tenang karena dia sudah bisa mengira apa yang akan terjadi apabila pria tua itu membaca isi amplop tersebut.


" Berapa nona Lolita membayar mu tuan Bonny?" Philip menatap tajam netra tua Bonny.


" Apa maksudmu Philip?! Ingat posisimu di keluarga ini!"


" Tuan pikir dengan dalih ingin kembali kedalam keluarga dan menyesali perbuatan tuan serta berjanji akan berubah bisa dengan mudah meyakinkan tuan muda Aiden dan membuat dia percaya?!"


" Setelah apa yang tuan lalukan kepadanya dulu?!" Ujar Philip dingin dan datar tetapi menekankan setiap kata yang dia ucapkan.


" Anda bahkan tega meninggalkan tuan muda disaat dirinya benar-benar sedang membutuhkan semua dukungan agar perusahaan ini tidak hancur " Lanjutnya.


" Tutup mulutmu itu Philip! Kau tidak tahu masalah yang sebenarnya! Kau hanya anak....!"


" Iya tuan, saya memang hanya anak angkat tuan Damian Teuscherro! Tetapi pernahkan anda berpikir kenapa beliau menitipkan Aiden kepada saya daripada kepada anda yang jelas-jelas adalah adiknya sendiri?!"


" Kau...!"


" Simpan saja semua sandiwara anda tuan, saya tahu tuan sedang membutuhkan banyak uang untuk menutupi semua hutang judi anda bukan?"


" Sekarang katakan berapa nominal yang anda butuhkan!"

__ADS_1


" Jaga mulut lancang mu itu Philip! Aku masih anggota keluarga ini! Kau harus menghormati ku!"


" Apa anda lupa? Anda telah menandatangani perjanjian yang menyatakan anda bersedia melepas nama Teuscherro dengan uang sebagai gantinya dulu?"


" Jadi bagi saya anda bukan lagi anggota keluarga ini "


" Saya akan memberikan apa yang anda butuhkan tuan Bonny, dengan catatan anda benar-benar harus menghilang dari kehidupan adikku Aiden "


" Dan lupakan niat anda untuk mendekatkan wanita licik itu dengan adikku, kau tahu benar aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi " Philip pergi meninggalkan ruangan yang mulai terasa menyesakan itu, perbincangannya dengan Bonny telah membuat mood kerjanya hancur seketika.


Sementara itu di mansion Aiden.


Jenna terlihat begitu khawatir setelah dirinya menerima panggilan telepon dari mantan suaminya Kevin yang mengabarkan bahwa Amanda sedang dirawat di ICU karena kesehatan nya yang menurun drastis.


" Bagaimana caranya agar aku bisa menemui mama?" Gumam Jenna.


Meski Amanda adalah mantan mertua nya, tetapi rasa sayang Jenna terhadap wanita itu tidak pernah pudar. Bagaimanapun Amanda selalu menyayanginya sama seperti mendiang ibunya dulu.


" Apa aku harus meminta bantuan Aiden?" Gumamnya lagi.


" Bantuan apa sayang?"


" Kenapa wajahmu pucat seperti itu Jenna? Apa kamu sedang sakit?" Aiden menghampiri Jenna dan memeluknya.


" Tidak....tidak Aiden, aku tidak apa-apa "


" Lalu?" Mengurai pelukannya dan menatap dalam manik indah milik Jenna yang berkaca-kaca.


" Mama Amanda Aiden, mama Amanda sakit, dia ada di ICU..." Jenna terisak


" Siapa Amanda itu sayang? Aku tidak mengerti " Aiden mengusap air mata Jenna yang sudah mulai membasahi pipinya.


Jenna pun menceritakan siapa Amanda bagi dirinya dan dimana tepatnya wanita itu saat ini, Jenna paham jika Aiden tidak akan mengijinkan nya untuk menemui wanita itu karena Amanda adalah ibu kandung mantan suami nya Kevin. Meski sebenarnya dia benar-benar berharap Aiden akan mengijinkan dirinya untuk menemui wanita yang sudah dia anggap seperti mamanya itu.


" Aku akan menemanimu kesana " Meski berat tapi menurut Aiden ini adalah hal yang paling benar untuk dilakukan.


" Tapi Aiden, bagaimana dengan perusahaan mu? Kau baru saja beberapa hari ini kembali bekerja "


" Kau jangan khawatir sayang, ada Philip yang akan menangani semua pekerjaan ku "


" Aku akan memerintahkan Gerry untuk menemani kita selama disana "

__ADS_1


Malam itupun Aiden memerintahkan Philip untuk menyiapkan penerbangannya menuju negara XYZ dan seperti biasa meminta pria itu untuk menangani semua pekerjaannya selama dia berada disana dengan Jenna.


Kali ini Philip terpaksa tidak bisa menemani kepergian Aiden karena ada banyak pertemuan yang sudah tidak bisa diatur ulang lagi jadwalnya, dan mengharuskan dirinya untuk mewakili langsung Aiden untuk memimpin pertemuan tersebut.


" Jangan pernah lengah Gerry, atau kau akan tahu akibatnya " Pesan Philip kepada salah satu pengawal kepercayaan nya.


" Baik tuan "


Dua jam kemudian merekapun tiba ditujuan, Brian adik dari Kevin yang menyambut kedatangan mereka di Bandara. Brian tahu cerita tentang Jenna dan Aiden dari kakaknya Kevin dan tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu langsung dengan pemilik perusahaan tempat dia bekerja selama ini. Lelaki berperawakan sedang itu menawarkan dirinya sebagai sopir pribadi selama Aiden berada dikota itu.


Brian sudah akan memeluk Jenna saat wanita itu turun dari tangga pesawat, tetapi terpaksa dia urungkan setelah Gerry melarangnya.


" Bawa kami ke hotel Brian " Titah Gerry.


" Mulai besok saya yang akan mengawal tuan muda " Lanjutnya.


" Ba...Baik tuan " Ujarnya terbata, Brian merasa sedikit kecewa mendengar perintah yang secara tidak langsung melarangnya untuk tetap menjadi sopir pribadi sang bos besar. Brian pun mengarahkan kemudinya keluar bandara menuju hotel tempat mereka akan menginap.


" Bagaimana kondisi mama?"


" Mama masih di ICU kak, kondisi nya semakin menurun " Brian bisa melihat cara sang bos besar memperlakukan mantan kakak iparnya itu melalui rare mirror didepannya, menurutnya tuan Aiden sangat posesif! Pria itu bahkan tidak mengijinkan Jenna untuk melihat dirinya melalui rare mirror. Sangat jauh berbeda dengan cara kakaknya Kevin dulu.


" Papa?"


" Papa sebenarnya sakit sejak lama kak, hanya papa menolak untuk mendapatkan perawatan medis "


" Papa sakit apa Brian?" Mendengar hal itu kekhawatiran Jenna bertambah.


" Terakhir papa kena serangan jantung kak "


.


.


.


To be continued πŸ˜‰


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2