Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Strategi Aiden


__ADS_3

Rencana untuk berlibur selama lima hari terpaksa harus Aiden pangkas menjadi dua hari saja, hal ini sangat dimengerti oleh Jenna karena ia pikir ada hal penting menyangkut urusan pekerjaan menanti dinegara asalnya. Dan hari ini adalah hari terakhir mereka menikmati keindahan pantai kepulauan itu.


Sejak Aiden menerima panggilan telepon dari Philip dihari pertama mereka tiba disana, pria itu terlihat berpikir keras.


" Jenna, jika hari ini aku meminta sesuatu kepadamu...Maukah kamu mengabulkan nya?" Tanya Aiden, pria itu menatap bola mata indah milik Jenna. Mereka sedang menikmati sarapan pagi bersama.


" Apa itu Aiden? Jika aku bisa memberikannya kepadamu maka akan aku berikan" Jenna menautkan kedua alisnya matanya, perasaannya mengatakan bahwa Aiden sedang gusar saat ini.


" Maukah kamu menikah dengan ku hari ini?" Aiden menggenggam erat jemari tangan Jenna, wanita itu terlihat syok dengan pertanyaan Aiden.


" Hari ini? Disini? Tapi kenapa begitu tiba-tiba Aiden?"


" Nanti kamu akan tahu setibanya kita di mansion, untuk saat ini aku minta kamu untuk percaya kepadaku.." Aiden memejamkan matanya dan menghela nafasnya panjang.


" Apa kamu mempercayai aku sayang?" Kembali menatap bola mata indah milik kekasih hatinya, kali ini Aiden menatap Jenna dengan penuh harap.


" Tentu Aiden, aku percaya kepadamu " Jenna melemparkan senyuman manisnya kepada Aiden. Meski ini bukanlah momen lamaran yang dia harapkan, tetapi setidaknya hubungan mereka akan lebih memiliki kejelasan. Bagaimanapun hal itulah yang diinginkan oleh setiap wanita dimana pun dimuka bumi ini bukan?


" Aku sudah meminta Gerry untuk mengatur semuanya, nanti siang kita akan melangsungkan pernikahan kita di chappel"


" Maafkan aku sayang, aku terpaksa mempercepat pernikahan kita..." Aiden mengecup punggung tangan Jenna


" Aku berjanji setelah semuanya selesai, aku akan segera mengadakan resepsi pernikahan terbesar disana" Lanjutnya.


Ya, itulah yang ada didalam pikiran Aiden sejak semalam. Setidaknya jika mereka telah resmi menikah, maka tidak akan ada lagi wanita manapun yang akan mencoba untuk mendekatinya, dan menghancurkan hubungannya dengan Jenna. Apalagi Helena dan Lolita.


Siang itu pun Aiden dan Jenna mengucapkan janji sehidup semati nya, disaksikan langsung oleh Gerry dan Philip serta seorang pria tampan berkulit putih pucat melalui panggilan video.


Enam jam kemudian mereka sudah kembali berada di mansion.


" Kamu istirahat saja sayang, aku akan berbicara dengan Philip diruang kerjaku " Aiden mengecup kening wanita yang sekarang ini telah resmi menjadi istrinya, lalu meninggalkannya ruangan mewah itu.


" Beritahu semuanya padaku Phil " Aiden mendudukkan dirinya dikursi kebesarannya.


Philip pun menceritakan kronologis dari hari pertama dirinya bertemu dengan Bonny, hingga akhirnya pria tua itu mengajukan gugatan ke pengadilan dengan bantuan Lolita.


" Rupanya nona Lolita yang membayar pengacara handal itu tuan " Lanjut Philip.

__ADS_1


Aiden menghela nafasnya panjang, bagaimana pun Bonny memang pamannya. Meski pria itu telah menandatangani surat pernyataan bahwa dirinya telah bersedia untuk melepaskan nama Teuscherro dibelakang namanya, tapi ikatan darah itu masih tetap ada.


Tujuan pria itu meninggalkan Aiden karena memang perusahaan mereka sedang diambang kehancuran sepeninggalnya Damian saat itu, hingga Bonny berpikir bahwa kerajaan bisnis Teuscherro akan hancur dan dia tidak mau menanggung malu karenanya. Tetapi sekarang perusahaan ini semakin maju dengan banyak cabang perusahaan, bahkan hingga ke luar negeri.


" Apa kamu sudah memanggil Stevan?" Tanya Aiden, pria itu mengelus dagu dengan bulu-bulu tipis miliknya.


Stevanus Aldrich adalah pengacara keluarga Teuscherro, pria itu meneruskan pekerjaan sang ayah Stevanus Aldrich Senior untuk keluarga Teuscherro dalam bidang hukum. Dulu sang ayah lah yang menjadi saksi atas penandatanganan perjanjian itu dengan Bonny.


" Dia sedang menuju kemari " Jawab Philip seraya mematikan kembali layar ponselnya.


" Selamat malam pengantin baru " Ucap pria tampan berkulit putih pucat itu, lalu menghampiri Aiden dan memeluknya. Steven melemparkan senyuman khasnya kepada Aiden, pria itu turut berbahagia atas pernikahan Aiden yang dia saksikan lewat sambungan video siang tadi.


" Thanks Stev, maaf kamu harus menyaksikan nya lewat sambungan video "


" Its oke Aiden, aku mengerti keadaannya.." Kekeh Stevan


" Berjanjilah padaku setelah semuanya selesai kalian akan melangsungkan pesta pernikahan terbesar abad ini " Lanjutnya.


" Itu pasti Stev.."


" Bagaimana perkembangan kasus ini Stevan?" Lanjut Aiden, kali ini pria itu menunjukkan keseriusannya.


" Wanita itu...Cih " Aiden memutar bola matanya.


"Apa pria besar ini tidak menceritakannya kepadamu?" Stevan mendelik kearah Philip


" Wanita itu mengaku telah bertunangan dengan mu" Gelak Stevan.


" Maaf tuan muda, aku tidak mau membuatmu semakin khawatir " Ujar Philip dengan senyum kecutnya.


" Lakukan yang terbaik Stev dan buat ulang perjanjian dengan pamanku, dia boleh menyematkan kembali nama Teuscherro dibelakang namanya dan buat banyak syarat untuknya termasuk urusan judinya itu"


" Oke Aiden,akan aku pastikan pria tua itu menjauh darimu "


Steven sangat paham apa yang dimaksud oleh Aiden, bagaimana pun yang Bonny inginkan hanyalah uang. Dan untuk seorang Aidenamian memberikan 10.000 dollar setiap bulan untuk Bonny bukanlah hal yang sulit, uang sebanyak itu bahkan tidak cukup untuk membeli sepasang sepatu pewaris tunggal kerajaan bisnis coklat Teuscherro itu.


" Apa kamu yakin dengan keputusan mu tuan?" Tanya Philip sepeninggal sang pengacara ternama.

__ADS_1


" Aku sangat yakin Phil, bagaimana pun dia adalah satu-satunya keluarga Teuscherro yang tersisa " Aiden menghela nafasnya sejenak.


" Semenjak nona Jenna hadir dalam hidupmu, kau berubah menjadi sosok pria yang baik Aiden" Batin Philip.


" Oke jika menurut mu itu hal yang baik untuk dilakukan" Ujar Philip


" Satu hal Phil, tarik semua aset milik Teuscherro di perusahaan milik Peter Crouch setelah semuanya selesai " Aiden mengeratkan rahangnya.


" Kesombongan mereka harus berakhir sampai disini!" Lanjutnya.


" Baru dipuji " Philip terkekeh didalam hatinya.


" Baik tuan " Seketika senyuman dingin tergambar jelas diwajah sang asisten pribadi.


Tanpa diketahui oleh Peter Crouch, selama ini Aiden menginvestasikan dana di perusahaan milik ayah dari Lolita itu dengan menggunakan nama perusahaan lain yang dipimpin oleh salah satu orang kepercayaannya. Dan jika dihitung jumlah dana yang dia investasikan di perusahaan tersebut telah mencapai setengah dari total aset perusahaan itu, bisa dibayangkan kan jika Aiden menarik semua asetnya disana?


Bukan tanpa sebab Aiden ikut berinvestasi di perusahaan Peter Crouch, Crouch Overseas memang perusahaan yang sangat bagus menurut Aiden. Perusahaan jasa pengiriman yang cukup besar itu ikut andil dalam urusan pengiriman barang milik semua perusahaan Teuscherro.


" Bagaimana sayang?" Tanya Jenna setelah sang suami memasuki kamar dan menjatuhkan dirinya di sofa.


" Stevan dan Philip yang akan mengerjakan sisanya " Jawabnya asal, lalu merangkul dan mencium kening Jenna.


" Kau belum menceritakan semuanya kepadaku Aiden, memangnya aku mengerti dengan jawaban mu itu " Ucap wanita itu manja.


Kebiasaan Jenna ketika bermanja ria dengan Aiden adalah menggambar acak di dada dan perut pria yang kini sudah menjadi suaminya itu.


Dan terjadi lagi....Kisah si king cobra yang mencari seribu macam cara untuk memasuki sarangnya yang sempit tiada tara.


.


.


.


To be continued πŸ˜‰


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


Happy reading πŸ€—


__ADS_2