Karma Is A Bich

Karma Is A Bich
Nekat Berujung


__ADS_3

Jenna baru saja menutup tokonya, wanita itu tengah memeriksakan kembali kuncian pintu-pintu dan jendela toko sebelum dia memeriksa kondisi dapur untuk terakhir kalinya.


Aiden dan Ruby sudah terlebih dulu meninggalkan toko sejak lima belas menit yang lalu, mereka bahkan membantu Jenna untuk membuang sampah sebelum mereka meninggalkan wanita itu sendirian disana.


Terkadang Jenna masih penasaran tentang siapa Aiden sebenarnya, pria yang tiba-tiba saja hadir dan mewarnai kehidupan nya meski baru satu Minggu kebersamaan mereka.


Perhatiannya yang begitu besar terhadap dirinya, Ruby bahkan terhadap bisnisnya, meski Jenna sendiri belum bisa membuka hati sepenuhnya untuk Aiden tetapi rasa terimakasihnya pada Aiden dirasanya cukup sebagai permulaan bagi dirinya untuk bisa menerima kehadiran pria itu kedalam kehidupan nya.


" Owh...Aku hampir melupakan mu" Kekeh Jenna saat netranya melihat sebuah bungkusan plastik hitam berisi sampah kertas yang tertinggal disalah satu sudut ruangan dalam dapur. Jenna meraihnya lalu berjalan menuju pintu samping gedung untuk membuang bungkusan plastik itu kedalam bak sampah yang tersedia disana.


" Huh...Beres juga! " Jenna memutar tubuhnya dan melangkahkan kakinya kembali menuju pintu samping ruko miliknya, tapi baru saja Jenna melangkahkan kakinya tiba-tiba seseorang muncul entah darimana datangnya dan mencoba untuk menarik tangan wanita itu.


" Aaaahhhh!!! Siapa kamu brengsek!" Pekik Jenna sambil berusaha untuk menarik kembali tangannya, tetapi tenaga pria itu lebih besar darinya.


" Jenna ..Ini aku Kevin!" Bisiknya saat pria itu menarik tubuh Jenna.


" Mau apa lagi kamu Kevin?!!"


" Pelankan suaramu Jenna, kau akan membangunkan semua orang dengan teriakan mu itu.." Pinta Kevin


" Aku tidak perduli! Biarkan semua orang tahu!"


" Mau apa kamu hah?! Apa belum puas kamu membuat hatiku terluka dan hancur Kevin??!" Lanjut Jenna


" Jenna...Aku mohon dengarkan aku dulu, aku hanya ingin meminta maaf kepada mu..." Kevin menghela nafasnya kasar


" Aku sudah memaafkan mu sejak dulu Kev, tapi bukan berarti aku bisa berada dekat denganmu lagi"


" Aku meninggalkan kalian agar aku bisa melupakan semuanya dan memulai kembali hidupku, jadi aku mohon jangan ganggu aku lagi " Lanjutnya. Jenna menarik tangannya kembali dan berjalan meninggalkan Kevin.


" Jenna! Mama sakit...Mama sangat merindukan mu "


Jenna menghentikan langkahnya sejenak, tetapi gadis itu melanjutkan langkahnya kembali memasuki ruko dan langsung mengunci pintunya lalu berlari menuju kamarnya dilantai dua.


" Kenapa dia harus hadir kembali didalam hidupku?" Jenna mulai terisak.


Jenna tidak memperdulikan Kevin yang terus memanggil namanya dan menggedor pintu itu.

__ADS_1


" Jenna! Aku mohon buka pintunya!"


" Apa anda tidak mempunyai pekerjaan lain selain mengganggu tunangan ku?" Kedatangan Aiden menghentikan aksi Kevin. Pria itu membalikkan tubuhnya dan menatap tajam wajah Aiden.


" Kau..!" Kevin mengeratkan rahangnya.


" Kau bahkan menggunakan nama ibumu untuk membuat tunangan ku merasa iba kepadamu, sungguh memalukan.."


" Dia mantan istriku! Kau jangan pernah melupakan hal itu!"


" Saya memang tidak akan pernah bisa melupakan hal itu tuan Kevin, dia memang mantan istrimu, dia masa lalu mu, tetapi kau jangan pernah lupa bahwa dia adalah masa depanku!"


" Kau telah membuang nya Kevin, mungkin dulu dia hanyalah sebongkah batu...Tapi aku akan mengubahnya menjadi sebuah berlian yang indah camkan itu!"


" Tidak! Aku akan pastikan bahwa tidak akan ada seorangpun yang bisa mengambil dia dariku, bahkan kau Aiden!" Ancam Kevin. Pria itu bahkan mencengkeram erat kerah baju yang dikenakan oleh Aiden.


" Anda salah Kevin, aku yang akan memastikan bahwa tidak akan ada satu orangpun di dunia ini yang bisa memilikinya selain aku " Aiden mencengkram kuat tangan Kevin dan menariknya dari kerah bajunya hingga membuat pria itu meringis kesakitan.


" Kembalilah kepada anak istrimu, sebelum aku berubah pikiran " Ucap Aiden sambil menghempaskan tangan Kevin hingga membuat pria itu hampir saja terjatuh.


" Aku tidak akan pernah melupakan hal ini Aiden! Ini belum berakhir!"


Sebenarnya kedatangan Aiden kembali kesana adalah untuk mengambil handphone nya yang tertinggal di dapur saat dia meninggalkan ruko itu satu jam yang lalu, tetapi pria itu malah disuguhi sebuah adegan yang membuat emosinya memuncak saat langkah kakinya akan memasuki lorong samping gedung itu. Apalagi saat dia mendengar perkataan yang keluar dari mulut Jenna.


" Apa yang harus aku lakukan agar laki-laki itu menjauhi Jennaku " Aiden bergumam


Tiba-tiba sebuah ide gila muncul dikepala nya, dan seketika sebuah senyuman terukir diwajahnya.


" Aku rasa itu adalah ide yang paling bagus "


Keesokan paginya seperti biasa Ruby akan tiba pada pukul 6.30 pagi lalu disusul oleh Aiden, dan seperti biasa Jenna sudah berkutat dengan bahan-bahan sejak pukul 5 dini hari.


" Kau habis menangis Jenna? Matamu sembab.." Tanya Aiden pura-pura tidak tahu. Pria itu baru saja memakai apron nya dan mendekati Jenna.


" Tidak Aiden, sepertinya ini karena tidurku kurang nyenyak malam tadi " Kilah Jenna.


" Nah kan, sepertinya ini saat yang tepat untuk mendatangkan beberapa orang karyawan baru untuk membantumu dan Ruby menjalankan usaha ini " Ujar Aiden, pria itu menepuk kedua pundak Jenna.

__ADS_1


" Benarkan Ruby ?" Lanjutnya kepada Ruby.


" Sepertinya tuan Aiden benar nona, anda kelelahan hingga tidak bisa tidur dengan nyenyak semalam " Terlihat khawatir apalagi setelah wajah pucat sang nona terlihat jelas dimatanya.


" Tapi aku benar-benar belum tahu bagaimana aku bisa menggaji mereka Aiden "


" Kau bisa menyisihkan keuntungan bersih bagian ku untuk menggaji mereka untuk sementara waktu "


" Tapi itu artinya aku berhutang kepada mu untuk menggaji mereka nantinya "


" Kan aku bilang hanya untuk sementara waktu Jenna, bagaimana jika aku... maksudku kita menggaji satu orang di bagian akunting dan dua orang di bagian produksi lalu dua orang lagi sebagai pelayan?" Aiden menghela nafasnya sejenak.


" Dengan itu kamu bisa tetap fokus di bagian produksi dan aku akan mengawasi bagian akunting, adil kan tugas kita ?" Lanjutnya.


" Tapi darimana aku bisa mendapatkan orang-orang seperti itu dikota ini?"


" Kamu gak usah mengkhawatirkan hal itu, aku sudah meminta Philip untuk mencarikannya untuk kita dan sepertinya mereka semua akan datang hari ini, apa kamu sudah siap mewawancarai mereka?"


" Aku siap nona, aku sudah siap menyambut rekan kerja baru di toko kita " Ruby melemparkan sebuah senyuman kepada Jenna.


" Baiklah, sepertinya aku memang sudah harus siap bukan?"


*Aku menyesal telah membohongi Aiden, ujung-ujungnya aku terpaksa harus menyetujui Aiden untuk melebarkan sayap di bisnis ini - Jenna.


Untunglah kamu berbohong sayang, kesempatan yang bagus untuk memasukan orang-orang ku kedalam bisnis mu ini - Aiden*.


Bukan tanpa sebab Aiden ingin lebih cepat lagi membesarkan bisnis yang Jenna geluti selama ini, dia hanya ingin derajat wanita itu terangkat dengan sendirinya ketika nanti Jenna meraih kesuksesan dengan usahanya sendiri.


Aiden yakin Jenna akan merasa bangga kepada dirinya sendiri satu saat nanti, sama seperti dirinya saat dulu pertama kali dia bisa mewujudkan cita-cita nya membesarkan bisnis keluarga yang berawal dari sebuah perkebunan coklat hingga merambah menjadi perusahaan pabrik pengolahan bijih coklat dan bahkan saat ini telah mengekspor produknya ke luar negeri.


.


.


.


To be continued πŸ˜‰

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading πŸ€—


__ADS_2