Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
99 -Kekacauan II


__ADS_3

Di kamar Song Quon. Setelah melakukan pertemuan di ruang utama tadi, pemuda itu langsung kembali ke kamarnya. Bersamaan dengan itu, ia mulai berbicara pada Tuan-nya.


"Tuan, apa semua kekacauan yang terjadi di benua timur ini karna bawahan anda?" ucap Song Quon dengan telepati.


"Ya, karna aku yang menyuruh mereka. Kau terlalu lama menyelesaikan misi kedua. Jadi aku mempercepat rencana."


"Tapi Tuan, bukankah masih ada waktu dua minggu lagi bagi saya menyelesaikan misi ini? Kenapa rencana dipercepat?"


"Kau tidak perlu mempertanyakan apa yang kulakukan dan kau juga tidak berhak menanyakan ini, Quon kecil. Sekarang kau sudah terlalu banyak mempertanyakan semua keputusanku dan terlalu banyak keraguan terhadapku."


"Tu- tuan.. Bukan begitu.., sa- saya hanya ingin bertanya saja," Song Quon berkeringat dingin ketika mendengar suara yang terdengar tidak ramah dalam telepati.


"Kalau begitu, jangan kecewakan aku. Ingat, rencana dipercepat. Jadi, kau harus segera mengambilnya, kau faham?"


"I- iya Tuan, saya akan melakukannya secepat mungkin."


Telepati yang dilakukan Song Quon langsung berakhir. Pemuda itu menghela nafas tak berdaya. "Apa yang harus kulakukan? Aku tak mau melakukannya. Tapi, aku tak bisa melawan maupun mengkhianati Tuan. Karna aku akan langsung mati," Song Quon tidak tahu harus melakukan apa saat ini. Banyak keraguan, bingung dan rasa bersalah yang ia rasakan.


***


Pada malam hari, semua anggota kelompok berkumpul di halaman. Bukan hanya mereka, namun ada juga para ketua dan wakil ketua. Di sana juga ada tiga Jenderal iblis yang tentunya mereka masih menggunakan wujud manusia. Hingga anggota lain tidak mengetahui ketiganya iblis. Lalu, di sana juga terdapat Han Liangyi.


Para anggota ini merupakan orang orang lama dan baru. Semua bawahan bandit Zong Xian sudah bersama dengan anggota kelompok topeng bayangan. Jadi, tidak ada lagi markas bandit kalajengking. Semua anggota baru dan lama merupakan orang orang divisi pembunuh, pertahanan dan penyerang.


Sementara, orang orang divisi informasi tidak ada di sini karna mereka akan mengawasi semua pergerakan yang akan dilakukan kekaisaran Phoenix api yang akan menyerang kekaisaran Elang putih dan sekte aliran hitam yang akan menyerang sekte pedang langit. Bukan pergerakan mereka saja. Namun, pergerakan semua orang di tempat lain.


"Kalian pasti sudah tahu tentang kekacauan yang terjadi di benua timur ini" ucap Liu Chen dengan memakai Qi hingga suaranya dapat didengar semua orang.

__ADS_1


"Ya, ketua Xun!", semua anggota menjawab dengan tegas. Tidak ada ekspresi yang sedang bermain main saat ini.


"Maka aku mengumpulkan kalian semua untuk membantu membereskan perang yang akan terjadi di kedua tempat berbeda. Divisi pembunuh akan menyelinap masuk ke dalam kelompok orang orang sekte aliran hitam yang akan menyerang sekte pedang langit.


Lalu, kalian akan membunuh sebagian penyerang itu secara diam diam. Namun, ini sangat beresiko bagi hidup kalian. Kalian bisa terbunuh kapan saja. Maka dari itu, aku akan mengirim Jenderal Mu bersama kalian. Tapi, resiko kematian kemungkinana akan tetap ada. Karna Jenderal Mu tidak mungkin dapat menyelamatkan semua orang sekaligus. Semua divisi pembunuh, apa kalian siap melakukan misi ini?


Bila ada yang takut untuk mati, maka kalian tidak perlu ikut dan menjadi beban bagi orang orang yang siap mati. Angkat tangan kalian yang tidak setuju dengan misi ini!" ucap Liu Chen dengan tegas.


Salah satu orang mengangkat tangan dan hal ini membuat banyak mata tertuju padanya. "Kau bisa tetap diam di markas bila kau takut mati untuk melakukan misi ini" ucap Liu Chen tegas.


Seorang pemuda yang mengangkat tangan itu menggelengkan kepala dan menurunkan tangannya sambil berkata, "Saya tidak takut mati, ketua Xun. Anda sudah memberikan kami bagaimana itu rasa sakit. Kami sudah mendapatkan banyak pelatihan yang menyiksa dari anda. Lalu, kenapa kami takut mati? Padahal mati lebih baik dari pada terus berlatih dengan latihan yang menyiksakan itu?", ia tersenyum.


Mendengar ucapan pemuda itu, membuat suasana yang awalnya tegang langsung berubah. Beberapa orang tertawa, beberapa orang menggelengkan kepala maupun tersenyum. Liu Chen sendiri nampak tersenyum kecut mendengar ucapan pemuda itu. Namun, disisi lain dia bangga. Karna semua anggota tidak ada yang takut akan kematian.


"Haha, kau benar."


"Lebih baik mati dari pada melakukan pelatihan yang menyiksa itu. Tubuhku bahkan bergidik ketika memikirkannya, haha."


"Hahaha."


"Baiklah, kalian berhenti mengejekku. Seakan aku ini sangat buruk bagi kalian," Liu Chen tersenyum kecut.


Semua orang berhenti tertawa maupun berucap. Semuanya kembali menatap Liu Chen. Walau kali ini, suasana tidak tegang seperti tadi.


Liu Chen menatap pemuda yang pertama kali membuat suasana menjadi cair ini, "Bagus sekali.. Kau akan kuhukum bila kau selamat nanti."


Pemuda itu berwajah pucat, "Sa- saya tadi hanya bercanda ketua Xun. Jadi jangan terlalu serius menanggapi ucapan saya. Jangan hukum saya!"

__ADS_1


Liu Chen tertawa, "Haha, aku bercanda. Kau takkan kuhukum. Baiklah, kita lanjutkan pembahasannya," Liu Chen kembali menatap semua anggota kelompok.


Pemuda tadi langsung bernafas lega mendengar ucapan Liu Chen. Ia kira, Liu Chen memang akan menghukumnya. Bila itu terjadi, maka ia lebih baik mati dari pada mendapatkan hukuman darinya.


"Markas tidak akan kita jaga sama sekali. Juga, semua pekerja yang ada di markas ini sudah pergi dari markas. Jadi, tidak akan ada siapapun di dalam markas. Maka dari itu, tidak perlu ada orang yang menjaganya. Semua divisi pertahanan akan berada di sekte pedang langit. Sementara, semua orang divisi penyerang akan berada di kekaisaran Elang putih untuk membantu mereka.


Kita memang seharusnya tidak memihak salah satu dari kekaisaran Phoenix api maupun Elang putih. Namun, penyerangan yang dilakukan oleh kekaisaran Phoenix api bukan karna keinginan mereka. Namun, ada seseorang yang memerintahkan pasukan itu dari balik layar. Hingga menyebabkan pasukan kekaisaran Phoenix api menyerang kekaisaran Elang putih. Kita harus mencaritahu siapa dalang dibaliknya. Namun, sebelum itu, kalian harus menyelesaikan pasukan kekaisaran Phoenix api terlebih dahulu. Namun, bukan membunuh mereka. Kalian hanya perlu melumpuhkan pergerakan mereka."


"Baik, mengerti ketua Xun!"


"Dia seperti pemimpin saja. Bahkan aku yang merupakan pemimpin, seperti anggota" batin Zong Xian. Ia hanya bisa tersenyum kecut.


"Kak Chen terlihat lebih tampan dari biasanya" batin Wu Xianlun. Wajahnya agak merah saat ini.


"Inilah pangeran Xiao yang kukenal. Baik, juga tegas" batin Jenderal Xi Wang. Di tangannya ada seekor kucing yang tertidur. Jenderal Xi Wang melihat ke arah kucing itu, "Untung saja dia tertidur. Bila tidak, maka bisa kacau."


"Ketua Haocun (Zong Xian), ketua Xinxin (Yang Jia Li), wakil Niu (Chan Juan) dan Jenderal Lin akan mengungsikan para warga sekitar kekaisaran Elang putih, kekaisaran phoenix api dan warga yang ada di dekat sekte pedang langit ke tempat aman. Sementara, aku, ketua Guang (Zhang Jiangwu), wakil Qiang (Song Quon) akan pergi bersama divisi pertahanan membantu sekte pedang langit.


Jenderal Xi akan diam di dekat markas. Ia yang akan membantu semua orang bertelepostasi ke tempat yang akan kalian tuju.


Sementara, Han Liangyi, wakil Duan (Lu Tuoli) dan wakil Gong (Feng Ying) akan pergi ke kekaisaran Phoenix api dan melihat apa yang terjadi di sana. Apa kalian mengerti tugas kalian masing masing?" ucap Liu Chen.


"Mengerti ketua Xun!" ucap para anggota.


"Hei, kenapa kau melibatkanku?" protes Han Liangyi.


Liu Chen menatap pemuda itu, "Daripada kau tidak dipakai dan diam saja. Lebih baik membantu. Bukankah itu merupakan tugas pilar dunia?" ucap Liu Chen. Setelahnya dilanjutkan dengan telepati pada Han Liangyi.

__ADS_1


Han Liangyi menatap malas ke arah Liu Chen, "Terserah kau saja."


Seluruh orang mulai melakukan tugas mereka masing masing. Karna sudah diberikan titik kordinat oleh anggota divisi informasi, maka semua orang dipindahkan ke tempat yang tepat oleh Jenderal Xi.


__ADS_2