Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
89 -Taman Obat


__ADS_3

"Yang benar saja?!" ucap Liu Chen, Han Liangyi, Song Quon dan Tao Mu serempak dengan kesal dan agak takut. Sekarang mereka tidak memiliki kekuatan apapun. Di sekitar juga tidak ada Qi sama sekali. Namun sialnya, di hadapan mereka saat ini sudah ada seekor harimau berukuran 5 meter yang tengah berdiri dengan keempat kakinya.


Harimau menatap Han Liangyi dan yang lainnya dengan ganas. Namun ia tidak melakukan apapun. Bahkan ia tak menyerang.


Tempat di sekitar cukup minim akan cahaya. Jadi Liu Chen dan juga yang lainnya tidak bisa terlalu jelas melihat sekitar. Kecuali, harimau yang sangat jelas mereka lihat saat ini.


Harimau mulai berlari kearah keempat pemuda yang kini tengah kebingungan. Dia terlihat seperti melakukan serudukan. Namun padahal, dia tidak memiliki tanduk sama sekali.


Liu Chen dan yang lainnya langsung berlari kearah samping dan menjauh dari arah tempat sasaran harimau. Harimau masih belum berhenti. Kini dirinya berlari kearah Tao Mu dan terus mengejarnya selama beberapa detik. Kemudian ia pindah menyerang Han Liangyi.


"Waaa! Kenapa aku?! Aku tidak memiliki Qi sekarang ini. Tolong aku!!" teriak Han Liangyi.


Liu Chen langsung berlari kearah Han Liangyi. Iapun membantu mengalihkan perhatian harimau agar mengejarnya. Namun, harimau tetap mengejar Han Liangyi dan seakan harimau itu lari karna dikejutkan sesuatu.


Bahkan harimau tidak mengayunkan cakar sama sekali. Ia hanya berlari dan terlihat seperti tak tahu arah. Kini harimau berbelok arah dan berlari menuju Liu Chen. Melihat hal itu, Liu Chen langsung memasang kuda kuda. Walaupun ia tidak tahu bisa mengalahkan harimau ini tanpa Qi atau tidak, namun Liu Chen akan mencoba mengalahkan harimau dengan fisik saja.


"Grraoo!"


Liu Chen melompat tinggi ke langit. Iapun langsung melakukan tendangan pada salah satu kaki harimau.


"Krrakk"


Harimau langsung menekuk kaki yang ditendang oleh Liu Chen. Nampak bahwa kaki harimau terluka cukup parah. Melihat hal itu, Liu Chen menyeringai. Karna ia tidak lagi memiliki Qi, maka ia tidak dapat mengeluarkan senjata dari cincin ruang miliknya. Jadi iapun sudah meminjam pedang milik Song Quon beberapa saat lalu, sebelum harimau mulai mengejarnya.


"Grraoo!"


Harimau mulai bangkit kembali. Iapun langsung menyerang dengan bruntal dan tanpa arah. Liu Chen langsung menggunakan pedang milik Song Quon untuk menyerang harimau.


Sementara itu, Han Liangyi terengah engah. Iapun menatap ke arah dimana Liu Chen dan harimau berada. Matanya mulai menyipit, "Sejak.. Kapan harimau memiliki sesuatu yang agak besar di dekat perutnya? Apalagi itu berwarna agak merah" ucapnya dengan heran.


Tao Mu mengeluarkan pedang dari sarungnya. Iapun ikut membantu Liu Chen untuk mengalahkan harimau. Mereka tidak menyadari ada sesuatu yang aneh dari bentuk fisik harimau. Namun bila tentang perilaku, memang mereka merasa agak aneh. Harimau ini memiliki cakar yang terlihat kuat dan tajam. Tapi mengapa tidak digunakan sama sekali? Dari pergerakan menyerangnya pun tidak terlihat seperti harimau. Hanya Han Liangyi yang menyadari ada sesuatu yang berbeda dari bentuk fisik harimau.


Kini harimau sudah ditaklukan dan tidak bisa berdiri karena keempat kakinya sudah terluka. Bahkan ada satu kakinya yang ditebas. Liu Chen dan Tao Mu berdiri di depan harimau. Harimau tergeletak menyamping dan membuat orang lain dapat melihat bahwa kakinya tinggal 3.


Han Liangyi berjalan mendekat begitupun Song Quon. Han Liangyi segera berkata sambil menunjuk bagian tubuh harimau, "Harimau ini terlihat berada di tingkat langit. Namun anehnya dia mudah dikalahkan. Yang lebih aneh, benda yang ada disana. Apa demonic beast seperti harimau mengalami evolusi seperti itu bila sudah mencapai tingkat langit?"


Song Quon, Liu Chen dan Tao Mu menatap kearah yang ditunjuk Han Liangyi. Mereka terkejut ketika melihat sesuatu di dekat perut harimau. Bentuknya seperti agak bulat lalu ada beberapa yang membentuk panjang. Warnanya agak merah.

__ADS_1


"Kenapa bentuknya seperti sapi perah?" gumam Liu Chen dan Tao Mu.


Greb!


Han Liangyi langsung memegang kedua pundak Song Quon sambil menatap pemuda itu dengan serius. Pemuda yang ditatap seperti itu langsung menatap Han Liangyi dengan heran. "Ada apa?"


"Quon.. Karna kau .."


Song Quon semakin penasaran dengan apa yang ingin Han Liangyi katakan. Liu Chen dan Tao Mu juga langsung menatap kearah Han Liangyi dan Song Quon.


"Karna kau demonic beast yang sudah ada di tingkat langit, maka kau juga pasti berevolusi. Harimau adalah makhluk yang tidak jauh berbeda dari serigala. Jadi.. Kau juga pasti memiliki bentuk sapi perah seperti harimau sapi perah itu. Jadi ayo tunjukkan! Aku ingin melihatnya! Jika kau memilikinya, kita tidak akan kehausan saat di jalan nanti" ucap Han Liangyi.


"Puftt", Liu Chen dan Tao Mu menahan tawa.


Sementara wajah Song Quon memerah seperti tomat. Ia mendorong Han Liangyi agar menjauh darinya, "Harimau berbeda dengan serigala dan kau sangat tidak tahu malu! Menjijikan! Menyebalkan!" ucap Song Quon dengan kesal sekaligus malu. Iapun mengumpati Han Liangyi karna mengatakan hal tak tahu malu seperti tadi.


"Ayolah Quon, kau pasti memilikinya. Bila seperti itu, kita tidak akan kehausan saat di jalan" ucap Han Liangyi dengan tidak tahu malunya.


Wajah Song Quon semakin merah. Melihat dan mendengar hal itu membuat Liu Chen dan Tao Mu tertawa terbahak bahak. Mereka tidak bisa menahan tawanya lagi dan membuat tawa mereka pecah di keheningan tempat ini.


"Quon, ayolah tunjukkan wujudmu. Aku sangat haus" ucap Han Liangyi.


Han Liangyi menghindari serangan Song Quon. Iapun lari karna dikejar oleh pemuda itu. "Hei, kenapa kau mau menyerangku? Apa kau berniat membunuhku?! Aku mengatakan hal yang sebenarnya. Kenapa kau marah?" teriak Han Liangyi.


"Kau memalukan! Menjijikan! Akan kubunuh kau!", kesal Song Quon. Ia muncul di hadapan Han Liangyi dan langsung mengayunkan tangannya. Han Liangyi segera memiringkan kepala untuk menghindari serangan dadakan dari Song Quon.


Liu Chen dan Tao Mu masih tertawa melihat ekspresi dan mendengar semua ucapan Han Liangyi.


Tiba tiba, harimau di hadapan mereka langsung berubah bentuk yang awal wujudnya harimau, kini menjadi sapi yang sudah menjadi mayat karna kehabisan banyak darah.


Liu Chen dan Tao Mu baru menyadari hal ini pun terkejut. Padahal jelas jelas bentuk tubuh demonic beast di depan mereka adalah harimau saat tadi. Namun kini berubah menjadi bentuk sapi perah yang ukurannya masih 5 meter.


"Apa sebenarnya tadi kita terkena ilusi dan harimau yang kita lihat tadi sebenarnya adalah sa.. Pi?" ucap Liu Chen dengan tidak percaya.


Tao Mu mengangguk dengan ekspresi tak percaya, "Sepertinya begitu."


Han Liangyi dan Song Quon masih belum menyadari perubahan pada harimau. Mereka masih saja saling mengejar. "Hei ayolah berhenti, Quon! Aku sudah lelah. Jika kau berubah wujudmu dan memberiku minum, maka kita bisa bermain kejar kejaran selama seharian," teriak Han Liangyi.

__ADS_1


Urat urat di pelipis Song Quon semakin terlihat. Pemuda yang ia kejar ini sangat tidak tahu malu. Niat membunuh langsung muncul di dalam dirinya. Ia ingin sekali memotong Han Liangyi menjadi cincangan daging dan memakannya sebagai cemilan malam.


Song Quon muncul di hadapan Han Liangyi dan langsung mengayunkan tangannya dengan sangat cepat. Walaupun ia tidak memiliki Qi saat ini, namun ia bisa saja membunuh Han Liangyi yang sedang lemah saat ini dengan menggunakan fisiknya. Tentunya Han Liangyi juga takkan dapat dibunuh Song Quon begitu saja.


Karna serangan Song Quon sangat cepat dan mendadak, Han Liangyi terkena kuku tajam Song Quon di perutnya. "Arrkh"


Song Quon langsung menendang Han Liangyi hingga membuat pemuda itu terlempar beberapa meter jauhnya. Song Quon segera menyusul ke tempat dimana Han Liangyi terlempar.


Liu Chen menghela nafas ketika melihat Song Quon dan Han Liangyi masih kejar kejaran. Ia tiba tiba tersentak. Ia langsung menoleh ke belakang. Namun tak melihat apapun yang mencurigakan. Hanya tempat yang gelap. Liu Chen kembali menatap kearah depan. "Kenapa aku selalu merasakan adanya bahaya semenjak terkena ilusi dan membantu Mu saat itu?" batinnya.


Tao Mu membuka suara, "Ada apa Gang? Kenapa ekspresi wajahmu seperti itu?" ucapnya dengan heran.


Liu Chen menggelengkan kepala dan tersenyum, "Aku baik baik saja. Sebaiknya kita segera menghentikan Quon dan Liangyi."


Tao Mu mengangguk. Namun sebelum itu terjadi, tiba tiba tempat di sekitar mereka langsung terkena cahaya dari atas. Mereka agak menutup mata karena silau. Setelah beberapa saat, mereka membuka mata dan mulai menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam mata mereka.


Song Quon dan Han Liangyi juga berhenti berlari. Mereka menutup mata dan membukanya setelah mulai menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam mata. Kini, kuku jari Song Quon sudah mulai memendek dan kembali seperti semula. Ekspresi kesal di wajahnya hilang, digantikan ekspresi kagum ketika sudah melihat ke arah depan.


Sapi perah yang ada di dekat Liu Chen dan Tao Mu langsung menghilang begitu saja. Namun hal ini tidak diperhatikan oleh dua pemuda ini karna mereka terlalu takjub dengan hal di depan.


Bersamaan dengan munculnya cahaya, kini di atas terlihat langit. Awalnya tidak terlihat apapun di atas sana ketika Liu Chen dan yang lain masuk ke dalam tempat ini. Namun kini sudah terlihat langit biru dengan beberapa awan yang menghiasinya. Sekarang juga Liu Chen dan teman temannya mendapatkan Qi nya kembali.


Di depan, nampak tempat luas dengan berbagai tanaman obat berusia tua. Bahkan ada banyak tanaman obat langka disini dengan usia yang juga sudah tua. Luas taman obat mencapai ratusan meter. Ini tentu sangat berharga bagi seorang alkemis. Contohnya Liu Chen. Ia tampak berekspresi seperti menemukan kehidupan baru.


"Ini.. Ini.. Luar biasa" gumam Liu Chen yang nampak tak percaya sekaligus kagum. Iapun menatap ke arah Tao Mu, "Bantu aku mengumpulkan semua tanaman obat disini. Jangan diambil semua, sisakan sedikit di tempat ini agar mereka dapat tetap tumbuh."


"Baik," Tao Mu langsung melaksanakan perintah. Iapun langsung mengumpulkan banyak tanaman obat.


Di depan bukan hanya ada taman obat, namun juga ada bangunan tinggi dan besar di ujung taman obat. Bentuknya seperti sebuah istana dengan beberapa pilar yang menegakkan bangunan. Istana berwarna biru muda bercampur hitam, nampak serasi.


"Quon, Liangyi! Kalian juga bantu aku mengumpulkan tanaman obat di sini. Aku bisa menggunakannya untuk membuat banyak pil" teriak Liu Chen menggunakan Qi miliknya hingga membuat Song Quon dan Han Liangyi dapat mendengar suara tersebut. Mereka langsung membantu mengumpulkan tanaman obat. Lagi pula, tidak ada salahnya membantu mengumpulkan tanaman obat untuk Liu Chen.


Liu Chen juga ikut mengumpulkan tanaman obat. Lalu memasukkannya ke dalam cincin ruang. Tak henti hentinya ia takjub. Wajahnya terus tersenyum cerah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Maaf chapternya pendek🙏 Maaf juga kemarin ga update karena author pergi ke rumah saudara dan pulangnya author agak ga enak badan.

__ADS_1


Terimakasih untuk yang selalu dukung author dan membuat author semangat untuk menulis novel ini🙏 ^_^


__ADS_2