Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
62 -Liu Chen II


__ADS_3

Han Liangyi, Zong Xian dan Zong Dian masih ada di dalam kamar Liu Chen saat ini.


"Kenapa udara disini semakin dingin?" ucap Zong Dian.


"Entahlah, padahal biasanya tidak seperti ini" ucap Zong Xian.


Tiba tiba, suhu di dalam ruangan bertambah dingin. Lantai, dinding dan barang barang yang ada di sekitar Liu Chen mulai membeku.


"Apa yang terjadi?" gumam Zong Xian.


"Ini.. Apa karna kekuatan milik Chen? " batin Han Liangyi. Ia memperhatikan Liu Chen.


Kini, bukan hanya benda benda di sekitar Liu Chen saja yang membeku. Namun bekuan semakin meluas hingga membuat ruangan membeku dan membuat suhu semakin dingin.


"Xian'er gege, aku kedinginan" ucap Zong Dian.


"Kalau begitu, kau keluar saja dari sini Dian'er"


Zong Dian mengangguk. Ia pun berniat keluar. Namun, pintu masuk sudah membeku. Jadi dia tidak bisa membukanya. "Xian'er gege, pintunya membeku. Aku tidak bisa membuka pintu ini"


Zong Xian langsung menghampiri adiknya. Ia pun mengepalkan tangan dan langsung meninju kearah pintu yang membeku untuk menghancurkan es. Ia kira, dengan memukul pintu itu dapat menghancurkan es nya Namun ternyata dugaannya salah, es itu tidak hancur sama sekali. Tapi terdapat sedikit retakan pada es.


Zong Xian terbelalak ketika melihat pukulannya tidak bisa menghancurkan es sama sekali. Padahal dia sudah meninjunya dengan memakai cukup banyak Qi. "Seberapa keras es ini?" gumam nya.


"Apa Xian'er gege tak bisa menghancurkan es nya?" ucap Zong Dian. Saat berucap, mulutnya mengeluarkan asap putih pertanda bahwa disana cukup dingin.


Zong Xian menatap kearah Zong Dian dan menggelengkan kepala, "Aku tidak bisa menghancurkan es ini. Jika Dian'er kedinginan, pegang saja tangan ku"


Zong Dian langsung memegang tangan Zong Xian. Setelah memegang tangan pemuda itu, tangannya terasa hangat, cukup mengurangi kedinginannya saat ini.


Tentunya Zong Xian memakai Qi miliknya untuk menghangatkan tubuh. Karna dia juga cukup kedinginan.


Han Liangyi masih berdiri di dekat Liu Chen yang terbaring. Ia menggunakan Qi miliknya agar tidak kedinginan. Ia juga terus memperhatikan Liu Chen dengan serius. "Apa yang terjadi padanya? "


Perlahan, mata Liu Chen yang terpejam langsung membuka. Ia merubah posisi berbaringnya menjadi duduk. Ia melihat sekitar dan terkejut karna disekitar membeku.


"Ice control:melting"


Seketika, es disekitar langsung menguap dan perlahan ruangan yang membeku itu telah kembali normal.


Akhirnya Han Liangyi, Zong Xian dan Zong Dian tidak kedinginan lagi. "Huft..", mereka menarik nafas lega.


"Akhirnya kau sadar juga, Chen" ucap Han Liangyi.


Liu Chen melihat kearah suara. Ia hanya menunjukkan ekspresi datar, lalu iapun berkata, "Sejak kapan aku tidak sadarkan diri?"


"Sudah 3 bulan kau tidak sadarkan diri. Kau membuat kami khawatir. Apa yang terjadi sebenarnya denganmu?" ucap Han Liangyi. Zong Xian dan Zong Dian kini mulai berjalan mendekat kearah Liu Chen.


"Hanya sedikit masalah. Tidak perlu mengkhawatirkanku. Aku baik baik saja" ucap Liu Chen dengan ekspresi datar.


Han Liangyi dan Zong Xian mengerutkan keningnya karna merasa sifat Liu Chen agak berubah, "Apa yang terjadi padamu? Kurasa sifatmu agak berubah" ucap Zong Xian.


"Tidak ada" ucap Liu Chen.


"Kak Chen maafkan aku, karna aku kau jadi seperti ini dan terimaksih. Karna kak Chen, aku masih hidup dan bertemu Xian'er gege" ucap Zong Dian sambil tersenyum.


Liu Chen hanya mengangguk. Ia pun menatap Zong Xian, "Aku ingin mendengar alasanmu membunuh permaisuri, Xian"


"Memangnya apa urusannya denganmu? Ini masalah pribadiku. Jadi kau tidak perlu ikut campur. Biar aku saja yang menyelesaikannya" ucap Zong Xian.


Liu Chen memandang Zong Xian dengan dingin, "Apa kau lupa dengan apa yang kukatakan saat itu? Bila ada anggota kelompok yang mendapatkan masalah, maka aku akan berusaha sebisa mungkin menolongnya. Jadi sekarang katakan"


Zong Xian menelan ludahnya ketika melihat tatapan dingin Liu Chen. Ia merasa bahwa sifat Liu Chen memang agak berubah. "Baiklah-baiklah", Zong Xian mengangguk angguk.


"Karna aku ingin membuat pak tua itu merasakan apa yang kurasakan. Kehilangan, kehilangan orang yang berharga.


Saat aku kecil, ibuku selalu bercerita bagaimana dia bertemu dengan ayahku. Dia juga menceritakan bagaimana sehari hari mereka. Lalu, aku selalu menanyakan dimana ayahku. Ibu selalu menjawab bahwa ayahku sedang pergi, dia juga mengatakan bahwa ayah pasti akan kembali dan menemuiku.


Aku selalu menunggunya. Begitupun ibuku. Ia seperti sangat menantikan kedatangannya. Lalu, suatu hari sebuah kejadian terjadi. Ketika aku pulang setelah bermain dengan teman temanku, aku berniat menemui ibuku.


Kalian tahu apa yang terjadi? Aku melihat ibuku tergantung dengan leher yang terikat sebuah tali. Aku tak mempercayai apa yang kulihat saat itu. Ibuku melakukan bunuh diri.


Aku pun melihat sebuah kertas yang diletakkan di meja. Aku mulai membacanya. Disana tertulis permintaan maaf karna dia tak bisa menemaniku lagi. Lalu disana juga tertulis apa alasan dia melakukan itu.

__ADS_1


Apa kalian tahu alasannya? Alasan ibuku melakukan itu karna kekecewaan terhadap ayahku. Di kertas itu tertulis bahwa ayahku sudah menikah lagi dengan wanita lain. Bahkan dia sudah memiliki seorang anak.


Ibu juga menuliskan identitas sebenarnya dari ayahku, yang mana dia adalah Kaisar Yang. Dia juga baru mengetahuinya saat itu.


Ibuku sudah menantikan kedatangannya selama bertahun tahun. Saat dia kembali, dia bukannya membuat ibuku bahagia. Tetapi membuatnya sedih dan marah. Coba kalian pikirkan, penantian yang ibuku lakukan selama bertahun tahun bukankah tidak berguna?


Dalam surat terakhirnya juga tertulis bahwa ayah tidak mengetahui bahwa dia memiliki anak dari ibuku. Karna ibuku mengandungku ketika ayahku akan pergi. Jadi ibuku juga belum sempat memberitaunya tentangku.


Setelah kematian ibuku, aku pun diangkat menjadi anak oleh tetanggaku. Tepatnya, ibu dan ayah Dian'er. Aku lalu tinggal di rumah mereka. Sejak kematian ibuku, aku menjadi anak pendiam dan selalu menangis ketika sendiri di kamarku.


Ayah dan ibu Dian'er sepertinya tidak tega melihatku yang terus seperti itu. Lalu suatu hari ayah Dian'er menemuiku. Dia memegang keningku. Lalu, semua ingatan yang kumiliki tersegel karna dia.


Semenjak saat itu 'lah aku menganggap bahwa ayah dan ibu Dian'er memang benar benar keluargaku. Aku tidak mengingat apapun tentang ibuku. Ayah dan ibu Dian'er memberiku marga dari keluarga mereka dan mengubah namaku"


Zong Xian mengakhiri ceritanya. Tatapannya terlihat sedih dan marah secara bersamaan. "Sekarang kalian tau apa alasanku melakukan itu. Sebenarnya pak tua itu 'lah yang jahat. Dia meninggalkan ibuku begitu saja"


Han Liangyi terkejut begitupun Zong Dian. Mereka tak menyangka ternyata ayah Zong Xian merupakan Kaisar Yang.


"Hm.. Berarti kau kakak dari Jia Li" ucap Liu Chen. Ia tidak terlihat terkejut sama sekali. Ekspresinya masih saja datar.


"Yah, aku tak mau mengakuinya. Tapi memang benar, Jia Li adikku. Karna kami dari ayah yang sama" ucap Zong Xian.


"Sebaiknya kau mengatakan alasanmu itu pada Jia Li dan menceritakan kejadian mu itu" ucap Liu Chen.


"Aku yakin dia tidak akan percaya. Aku juga yakin bahwa dia tidak akan memaafkanku begitu saja hanya karna alasanku pribadi" ucap Zong Xian.


"Kalau begitu, apa yang akan kau lakukan?"


"Aku akan diam saja disini dan melatih para bandit yang sudah kutaklukan untuk melawan ras iblis"


"Kita tidak perlu melawan ras iblis lagi"


Zong Xian terkejut mendengar ucapan Liu Chen, "Apa maksudmu?! Apa kau ingin mengkhianati kelompok kita?!"


Liu Chen menggelengkan kepala, "Mereka takkan menyerang manusia lagi, mungkin"


"Apa maksudmu? Mengapa kau berpikir seperti itu?", heran Zong Xian.


"Sepertinya dia mendapat ingatan dari pangeran iblis. Mungkin karna itu juga sifatnya agak berubah. Tapi saat aku sedikit melihat masa lalu pangeran, dia tidak bersikap datar tanpa ekspresi seperti Chen saat ini. Lalu apa yang terjadi padanya? " batin Han Liangyi yang memperhatikan dan mendengarkan ucapan kedua pemuda itu dengan seksama.


Zong Xian terdiam sejenak, iapun tertawa terbahak bahak, "Hahaha, kenapa kau yakin sekali bahwa Kaisar iblis akan menuruti perkataanmu? Dia itu bermusuhan dengan manusia. Lalu hanya dengan kata katamu, bisa menghentikan perang nanti dan membuat ras iblis berdamai dengan manusia? Haha, Chen jangan mengada ngada. Apa yang membuatmu percaya diri bisa membuat ras iblis tidak melakukan perang terhadap manusia?", Zong Xian menggelengkan kepala tak percaya.


"Karna aku adalah pangeran iblis" ucap Liu Chen.


Zong Xian terus saja menganggap apa yang Liu Chen katakan adalah kebohongan, "Haha, jangan bercanda"


Zong Dian sendiri tidak mengerti apapun apa yang dibahas oleh kedua pemuda ini.


"Sudah kuduga, dia sudah mendapatkan ingatan pangeran " batin Han Liangyi. Iapun tersenyum tipis, "Kalau begitu aku tidak akan mendapatkan masalah. Ras iblis yang mengejarku pun tidak akan menghukumku "


"Terserah kau mempercayainya ataupun tidak. Karna ini memang akan sulit dipercaya oleh orang lain" ucap Liu Chen.


"Aku percaya, karna aku sudah mencari tau sedikit tentangmu dan aku sudah memastikan kau memanglah pangeran iblis. Kalau begitu, kau harus segera berbicara pada Kaisar agar menghentikan perang yang nanti akan mereka lakukan" ucap Han Liangyi.


"Hei, kenapa kau percaya begitu saja?" ucap Zong Xian terkejut sambil menatap Han Liangyi.


"Karna aku sudah mencari tau beberapa hal tentangnya. Kau ingin tau sebuah kebenaran yang aku sembunyikan?", Han Liangyi tersenyum miring.


Zong Xian mengangkat sebelah alisnya. "Tidak juga, karna itu pasti tidak penting" ucapnya cuek.


"Yasudah, aku juga memang tak ingin memberitaukannya padamu. Aku hanya ingin memberitaukannya pada Chen" ucap Han Liangyi yang tak kalah cuek.


"Terserah kau saja, aku tak peduli"


Liu Chen diam saja melihat kedua pemuda itu bertengkar. Ia mengeluarkan sebuah pil dan langsung menelannya. Ia pun duduk bersila diatas kasur. Liu Chen akhirnya selesai menyerap khasiat dari pil itu.


Kakinya pun turun dari kasur. Namun dirinya masih duduk di tepi kasur, ia menatap kearah Zong Xian. "Kau latih saja bandit yang kau taklukan itu. Tapi bukan untuk menyerang ras iblis. Namun untuk melindungi dunia ini dari kejahatan apapun"


Zong Xian menaikkan sebelah alisnya, "Memangnya kenapa?"


"Bukankah aku sudah bilang? Aku adalah pangeran iblis. Jadi kau jangan menyerang ras iblis, karna kemungkinan mereka kembali menyerang manusia sedikit saat ini" ucap Liu Chen dengan datar.


"Jangan bercanda Chen", Zong Xian masih saja tidak menerima kenyataan yang diucapkan Liu Chen.

__ADS_1


"Aku akan kembali ke markas dan mengatur kembali kelompok", Liu Chen mulai berdiri.


"Eh? Apa kau sudah baik baik saja?"


Liu Chen mengangguk. "Bandit yang kau latih akan menjadi divisi penyerang"


"Eh? Baiklah, jadi kau ingin mengatur kembali kelompok?"


Liu Chen mengangguk, "Berusahalah agar tidak bertemu Jia Li maupun orang orang yang mengincarmu. Karna akan ada banyak orang mengincarmu dikarenakan hadiah yang akan diberikan Kaisar. Kau juga harus berhati hati dengan para bandit yang kau taklukan. Walaupun mereka sudah mengakuimu sebagai pemimpin mereka, namun bisa saja mereka akan berkhianat dan membawamu kepada Kaisar"


Zong Xian mengangguk paham. "Aku mengerti, aku akan melatih bawahanku. Jangan beritau keberadaanku pada siapapun"


"Aku tau, tolong antarkan aku keluar"


Zong Xian mengangguk. Mereka berempat pun berjalan keluar dari dalam markas bandit. Nampak beberapa bandit berpapasan dengan mereka. Bandit bandit itu menundukkan kepala sebagai hormat pada Zong Xian.


Zong Xian sendiri hanya mengangguk angguk.


Akhirnya, mereka pun sampai di luar markas. Mereka saling bertatapan.


"Kak Chen hati hati dijalan, ya?" ucap Zong Dian.


Liu Chen mengangguk. "Kau juga hati hati disini"


Zong Dian mengangguk dan tersenyum, "Tentu!"


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Chen? Sifatnya sangat berubah. Bahkan yang kutau, pangeran iblis tidak sampai seperti ini " batin Han Liangyi.


"Apa Chen memang benar benar pangeran iblis? Aku baru tau kalau Kaisar iblis pernah menikah dan mempunyai anak. Rasanya sulit dipercaya " batin Zong Xian.


Liu Chen menatap kearah Zong Xian, "Aku akan membuat 4 divisi dalam kelompok"


"Hm? Apa saja itu?", bingung Zong Xian.


"Divisi pertahanan, penyerang, pembunuh dan informasi" ucap datar Liu Chen.


Zong Xian mengangguk angguk, "Jadi sekarang tujuan kelompok kita bukan melindungi manusia dari ras iblis? Namun melindungi manusia dari kejahatan apapun yang ada di dunia ini"


Liu Chen mengangguk, "Ada satu makhluk berbahaya yang kemungkinan setingkat dengan Kaisar iblis ada di dunia ini"


Zong Xian menjadi tak mengerti, "Apa maksudmu?"


"Kau akan tau nanti, sampai jumpa", Liu Chen langsung pergi begitu saja.


"Selamat tinggal kak Chen, berhati hatilah dijalan. Terimakasih atas semua yang telah kak Chen lakukan untukku dan Xian'er gege!" teriak Zong Dian sambil melambaikan tangan.


Liu Chen hanya mengangguk.


"Hei tunggu aku Chen! Kenapa kau selalu saja meninggalkanku?!", teriak Han Liangyi. Iapun berlari mengejar Liu Chen.


"Satu makhluk berbahaya setingkat Kaisar iblis? Makhluk apa yang dimaksud oleh Chen? " batin Zong Xian. Ia terus memandang punggung Liu Chen yang semakin menjauh.


Setelah beberapa menit terus berjalan tanpa adanya obrolan, Liu Chen dan Han Liangyi sudah sampai di luar hutan. Hari terlihat sudah sore.


"Apa kau benar benar sudah sehat Chen? Bila belum, jangan paksakan dirimu" ucap Han Liangyi yang agak cemas. Pasalnya, Liu Chen baru saja siuman. Namun kini sudah melanjutkan perjalanan untuk pulang.


Liu Chen mengangguk dan memandang kearah Han Liangyi, "Apa kau mengkhawatirkanku?"


"Ma-mana ada?!" bantah Han Liangyi.


Liu Chen tak mengatakan apapun lagi. Dia terus saja berjalan. "Jurus langkah bayangan:tahap pertama"


Liu Chen tiba tiba menghilang karna ia menggunakan jurus langkah bayangan yang dapat mempercepat pergerakan.


"Eehh?! Kenapa aku ditinggal lagi olehnya?!", Han Liangyi menggunakan sebuah jurus yang dapat mempercepat larinya.


Kecepatan berlarinya tak kalah dari kecepatan lari Liu Chen. Han Liangyi sudah ada di samping pemuda itu, "Chen sebenarnya apa yang terjadi denganmu? Sifatmu agak berubah. Jangan jangan, ini karna ingatan dari pangeran iblis?" ucap Han Liangyi dengan khawatir. Ia tidak mau bila Liu Chen yang ia kenal berubah. Karna ia lebih suka Liu Chen yang dikenalnya. Yang ramah dan murah senyum pada orang lain. Juga, orang yang terlalu baik.


Bukan Liu Chen saat ini yang hanya memperlihatkan ekspresi datar tanpa emosi. Seakan dia sudah tidak memiliki emosi apapun lagi.


"Mungkin hanya perasaanmu saja" ucap Liu Chen.


Dalam hati, dia tertawa terbahak bahak, "Hahaha, apa dia khawatir bila sifatku berubah? Haha mana mungkin. Aktingku sangat bagus hingga membuat mereka mengira aku benar benar berubah, haha. Kalian berhasil kukerjai "

__ADS_1


Han Liangyi tidak mengetahui sama sekali, bahwa Liu Chen hanya sedang berpura pura berubah. Padahal sifatnya tidak berubah. Liu Chen hanya ingin mengerjai Han Liangyi dan Zong Xian. Ia ingin tau bagaimana reaksi kedua pemuda itu.


__ADS_2