Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
110 -Kemusnahan Dan Kebangkitan II


__ADS_3

Long Shilin terkejut melihat apa yang ada di depannya. Seorang pemuda dengan iris mata merah dan rambut panjang berwarna hitam terbang cukup jauh darinya. Pemuda itu memiliki sepasang sayap hitam pekat di punggungnya.


Bukan itu saja, pemuda tersebut juga memiliki sebuah gambar sayap hitam di dahinya. Tatapannya tajam dan dingin secara bersamaan. Pakaiannya berwarna hitam bercampur merah dan terlihat mengesankan. Walaupun ia sangat tampan, namun udara di sekitarnya terasa mencekam. Membuat siapapun akan ketakutan ketika didekatnya.


"Dua kesempatan anda untuk mengajukan permintaan sudah habis. Saya akan pergi," suara itu berdengung di telinga pemuda yang kini ada di hadapan Long Shilin.


"Bagaimana.. Bagaimana kau bisa kembali lagi?!" ucap Long Shilin dengan terkejut. Walaupun tampilan dari pemuda itu cukup berubah, namun dia masih bisa mengenalinya. Pemuda itu adalah Liu Chen yang baru.


Permintaan yang diajukan sudah terjadi cukup lama. Permintaan pertama, itu bukanlah permintaan Liu Chen sesungguhnya.


Ketika sebuah kekuatan besar dari luar masuk ke dalam tubuh Liu Chen dengan paksa, bola kecil itu membantu Liu Chen untuk mengendalikan kekuatan besar yang berasal dari luar tersebut. Karna bila tidak, maka Liu Chen akan mati dikarenakan peningkatan kekuatan dengan cepat secara tiba tiba. Bahkan roh nya akan hancur bila kekuatan itu tidak dikendalikan. Jadi, satu kesempatan Liu Chen untuk meminta permintaan habis karna ini.


Permintaan kedua adalah cara menyelamatkan Tao Mu. Bukan karna iblis itu berada dalam bahaya manusia maupun iblis lainnya. Melainkan karna makhluk pengabul 3 permintaan. Bola kecil mewujudkannya dengan menyatukan dua roh Liu Chen yang terpisah dan menyatukan kembali ingatan keduanya.


Roh dengan seluruh ingatan Liu Chen adalah Steve. Karna sebenarnya Steve hanyalah sebagian roh yang terpisah dengan Liu Chen. Sementara Liu Chen sebagian roh yang hampir tak memiliki ingatan apapun tentang kehidupannya yang sebenarnya. Ia juga mendapatkan kehidupan kembali saat ini karna bola kecil itu.


Kedua permintaan terkabul tanpa diketahui Liu Chen. Pemuda itu bertemu bola kecil dan mengetahui tentang dua permintaan ini sejak dirinya mati di tangan Long Shilin untuk kedua kalinya. Ia juga mendapatkan informasi lain tentang kekuatan luar yang masuk ke dalam tubuhnya saat kehilangan kendali di hutan kabut darah.


'Bila dantianku diambil olehnya, dan aku mati, maka itu bukanlah akhir dari dunia ini. Akan ada sebuah kejutan yang akan muncul.' kata kata Liu Chen saat itu pada Han Liangyi sebenarnya hanyalah firasat yang dia miliki. Ia juga mengatakan hal itu pada Han Liangyi agar pemuda itu tidak lagi mencampuri urusannya.


Saat ini, Liu Chen yang muncul adalah Liu Chen yang berbeda. Dengan ingatan kehidupan ia yang sebenarnya dan setelah semua yang terjadi, ia mungkin tidak akan menjadi Liu Chen yang sama.


***


"Seharusnya kau sudah mati, aku sudah mengambil dantianmu dan memusnahkan roh mu. Tapi kenapa.. Kenapa kau bisa bangkit kembali?!" ucap Long Shilin dengan kaget bercampur marah.


Seseorang yang tak memiliki dantian maupun dantiannya retak seharusnya mati. Namun berbeda hal nya dengan yang terjadi saat ini pada Liu Chen.


"Aku tak punya waktu untuk berbicara denganmu," Liu Chen menghilang dari tempatnya berada.


Tak lama kemudian, dua kilatan cahaya terbentuk di langit. Dua kilat cahaya berpindah pindah tempat dengan sangat cepat. Hanya dengan angin dari pertempuran saja sudah membuat rumah rumah rusak, bahkan tanah juga menjadi cekungan besar.


Dua kilat cahaya naik ke langit menembus awan tebal nan gelap. Satu cahaya berwarna emas dan satunya lagi berwarna merah.

__ADS_1


Awan awan seakan mulai menyingkir dari arah kedua kilat itu saat ini dan pertarungan langsung terjadi di atas awan. Sehingga dampak yang ditimbulkan dari pertarungan keduanya agak berkurang di permukaan tanah.


***


Kaisar Xiao membuka mata lebar lebar ketika melihat bahwa giok yang digunakan untuk mengetahui keadaan Liu Chen kini bersinar. Giok yang awalnya pecah, mulai menyatu dan membentuk ulang kembali.


Jenderal Ding dan para prajurit di belakangnya mulai sembuh. Mereka perlahan mengangkat wajahnya karna merasa sudah agak baikan. Mereka nampak kesbingungan.


Sementara mata Jenderal Ding seakan mengatakan bahwa ia tak percaya akan apa yang terjadi. Karna berdasarkan pemikirannya, kejadian ini mengartikan bahwa pangeran iblis telah kembali.


***


Long Shilin sudah beberapa kali terkena pukulan dan sayatan pedang phoenix api milik Liu Chen. Sehingga Long Shilin menjadi geram. Ia mengayunkan pedang kaisar langit ke arah Liu Chen.


Semua serangan yang dilakukan Long Shilin berhasil dihindari Liu Chen. "Kenapa kau tak mati saja, sialan!" teriak Long Shilin. Ia terus mengayunkan pedang dari atas, dari arah samping maupun dari arah lainnya. Namun semua itu dapat dihindari Liu Chen.


"Karna mu.. Aku tak bisa.. Bertemu Quon lagi!", tatapan Liu Chen dingin nan tajam.


Long Shilin mundur. Iapun menatap Liu Chen dengan geram dan setelah itu, ia langsung berubah menjadi naga berkepala 3.


Salah satu kepala Long Shilin membuka mulut dan langsung keluar api berwarna biru. Ia terus mengarahkan mulutnya pada Liu Chen yang terbang menghindar terus menerus.


Salah satu tangan Liu Chen terulur ke depan. Seketika, udara dingin melawan api panas yang dikeluarkan Long Shilin.


Whuuuss


Long Shilin terkejut ketika tiba tiba saja dari arah sampingnya muncul Liu Chen. Padahal, serangan es masih melawan apinya. Salah satu kepala Long Shilin mengeluarkan bola petir dan mengarah pada Liu Chen.


Liu Chen memutar pedang phoenix api dan mengalirkn Qi nya. Iapun mendorong bola petir dan membuat serangan itu mengenai kepala Long Shilin.


"Grrooarr!!"


Long Shilin menghentikan serangan api. Bersamaan dengan itu, serangan es juga berhenti. Liu Chen kembali ke tempatnya. Ia langsung mengayunkan pedang secara horizontal dan membuat udara dingin. membentuk garis melesat ke arah Long Shilin.

__ADS_1


Whuuus


Long Shilin menjadi beku. Iapun tak bisa terbang membuatnya terjatuh dari ketinggian. Sebelum dirinya benar benar mencapai tanah, es yang membekukan tubuh Long Shilin retak dan pecah.


Bersamaan dengan itu, Liu Chen sudah berada di depannya. Sebuah mawar api, namun memiliki suhu dingin berada di atas kepala Liu Chen. Bentuk mawar api sangat besar dan ukurannya setengah dari tubuh besar Long Shilin.


Melihat hal ini, ketiga mulut Long Shilin membuka dan kekuatan terkumpul di mulutnya. Satu mulut terkumpul elemen api, mulut lainnya terkumpul elemen es dan petir.


Hanya dengan aura tubuh dan aura kekuatan keduanya saja sudah membuat kerusakan parah di sekitar. Semua rumah rusak menjadi debu dan tanah menjadi cekungan cukup dalam. Panjang cekungan belasan kilometer.


"Akan kuakhiri semua ini", Liu Chen menatap lurus ke depan.


Tiga bola besar terbentuk di atas mulut Long Shilin. Ia mengumpulkan semua kekuatannya karna merasakan kekuatan serangan milik Liu Chen sangat kuat.


Kedua serangan dari dua orang langsung dilesatkan. Kedua serangan seakan saling memakan dan mengalahkan satu sama lain. Angin kejut yang ditimpulkan membuat Long Shilin dan Liu Chen termundur jauh dari tempat.


"Seharusnya dia mati dengan serangan sekuat itu" batin Long Shilin.


"Ini.. Serangan yang terakhir!"


Long Shilin terkejut. Ia melihat ke arah atas dan melihat bahwa Liu Chen mengayunkan pedang phoenix api. Pedang phoenix api seakan mengeluarkan asap putih tipis. Ini terjadi karna Qi yang tersalur pada dirinya sangat besar.


Ssrrattt


Tubuh depan Long Shilin langsung terbelah karna serangan Liu Chen. "Ggrooaahh!"


Liu Chen langsung menyimpan pedang di punggungnya. Ia mengepalkan tangan dengan kuat dan Qi terkumpul di kepalan tangan. "Hiiiaa"


Liu Chen meluncur turun dan menghantamkan tinju pada tubuh besar Long Shilin.


Boomm


"Gggrraaoohh!"

__ADS_1


Suara Long Shilin menggema di dunia manusia. Membuat semua orang di benua lain juga mendengarnya. Laut langsung bergejolak karna serangan Liu Chen dan Long Shilin yang tadi berbenturan. Gunung merapi juga mengeluarkan laharnya karna tekanan energi yang sangat kuat itu.


__ADS_2