Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
90 -Tekanan


__ADS_3

Liu Chen yang sedang mengumpulkan tanaman obat melirik ke arah istana yang berada cukup jauh darinya. Sebuah kekuatan seperti memanggilnya dari arah istana. Iapun melihat kearah ketiga temannya. Mereka nampak biasa dan seperti tidak merasakan apa yang dirasakannya saat ini.


"Apa mereka tidak merasakannya?" batin Liu Chen.


"Kalian, aku akan pergi terlebih dahulu. Kalian lanjutkan saja mengumpulkan tanaman obat" ucap Liu Chen dengan memakai Qi nya.


Tao Mu, Song Quon dan Han Liangyi menatap ke arah Liu Chen. "Kau akan pergi kemana?" ucap Song Quon yang berada cukup jauh dari Liu Chen. Jadi dia menggunakan Qi nya agar suaranya lebih keras.


"Aku akan pergi ke istana itu. Kalian tidak perlu ikut denganku kesana," Liu Chen menunjuk istana yang terlihat sudah lama ditinggalkan. Namun istana masih berdiri kokoh.


"Kita pergi bersama saja ke sana. Bukankah berbahaya bila pergi ke sana sendiri? Apalagi kita belum tahu apa yang ada di sana" ucap Song Quon.


"Benar apa yang dia katakan. Bisa saja di sana berbahaya. Anda jangan pergi ke sana sendiri" ucap Tao Mu dengan khawatir.


"Kalian tenanglah, aku ini bisa menjaga diri dan kenapa kalian sangat khawatir seperti itu? Aku ini bukan lagi anak kecil yang harus terus dijaga" ucap Liu Chen sambil mengembungkan pipinya.


"Kau itu memang masih kecil, Gang" ucap Tao Mu.


"Huh, bila umurku dihitung dari kehidupan pertama dan sekarang, maka aku lebih tua darimu, Mu" ucap Liu Chen sambil mendengus.


"Tapi tetap saja. Sekarang kau masih kecil" ucap Tao Mu.


Liu Chen memutar bola matanya malas, "Kalian semua diam saja di sini dan jangan mengikutiku. Aku tidak akan pergi lama. Jadi kalian tenang saja."


"Pergi, tinggal pergi saja. Kalian berdua tidak perlu menghalangi Chen. Dia keras kepala" ucap Han Liangyi. Iapun langsung mengambil salah satu tanaman obat yang ada di dekatnya.


"Liangyi saja tidak masalah. Kenapa kalian harus khawatir seperti itu padaku?" ucap Liu Chen.


"Bila terjadi sesuatu padamu, maka Kaisar tidak akan memaafkanku. Juga diriku sendiri akan menyalahkanku" ucap Tao Mu.


"Aku ini temanmu. Jadi aku tidak mau terjadi sesuatu denganmu" ucap Song Quon. Iapun terdiam sejenak ketika mendengar ucapan dirinya sendiri, "Aku mengatakannya tanpa sadar."


Liu Chen tersenyum, "Tidak perlu khawatir. Aku bisa menjaga diri. Kalian harus mengumpulkan tanaman obat ini secepatnya."


"Hah.. Baiklah, sepertinya kami tidak bisa mengubah pemikiran itu" ucap Tao Mu sambil menghela nafas.


"Jaga dirimu baik baik. Kita ini ada di kawasan berbahaya," Song Quon menatap Liu Chen.


Liu Chen mengangguk, "Baiklah sampai jumpa."


Setelah mengatakan hal itu, Liu Chen tiba tiba menghilang dari pandangan ketiga temannya. Ketiganya kembali melakukan tugas untuk mengumpulkan banyak tanaman obat.


Disisi lain, setelah beberapa saat terbang dengan sangat cepat di udara, Liu Chen mendarat di depan istana. Ia memperhatikan sekitar. Di jarak puluhan meter dari istana ada sebuah tembok besar juga gerbang besar yang sudah ditinggalkan.


Istana memiliki 3 tingkat dengan pilar pilar yang menyangga bangunan. Istana berwarna biru muda bercampur hitam. Di depan istana tumbuh tanaman tanaman liar. Namun Liu Chen tak mempedulikan sekitarnya. Ia langsung masuk ke dalam bangunan istana tua.


Liu Chen berkeliling di dalam istana. Semua benda benda istana masih berada di tempatnya. Debu juga banyak terdapat dimana mana. Liu Chen tidak menemukan hal menarik apapun setelah memeriksa banyak ruangan. Kini tersisa satu ruangan lantai 3 yang belum diperiksa.


Liu Chen mulai mencoba membuka sepasang pintu besar di depannya. Namun kali ini, pintunya sulit dibuka. "Aneh, padahal pintu lain tidak seperti ini. Apa ada sesuatu di dalam sana?" gumamnya.


Liu Chen mengalirkan Qi pada kedua tangan dan kaki. Ia mengumpulkn cukup besar Qi. Liu Chen pun langsung mendorong pintu dengan kuat hingga membuat sepasang pintu itu terdorong mengenai dinding di samping. "Dumb!"


"Eh, sepertinya aku terlalu berlebihan," Liu Chen menggaruk kepala belakangnya. Iapun langsung berjalan mendekat ke dalam ruangan dan tidak lagi mempedulikan pintu yang didobrak kencang tadi olehnya.


Liu Chen dapat melihat sebuah cermin yang ada di jarak beberapa meter darinya. Tidak ada barang lain lagi di ruangan ini selain cermin di hadapannya. Liu Chen akhirnya mendekat dan membersihkan debu yang ada pada cermin setinggi manusia itu.


"Kenapa di ruangan ini hanya ada cermin?" gumam Liu Chen setelah selesai membersihkan debu yang ada pada cermin. Iapun melihat pantulan dirinya di depan cermin.


Tiba tiba, gambar pada cermin bukan lagi Liu Chen. Namun ada sekitar 4 iblis yang nampak pada pantulan cermin kali ini. Liu Chen terkejut melihatnya. Ia kira bahwa keempat iblis itu ada di belakangnya. Namun ketika melihat pantulan dirinya tidak ada, membuat Liu Chen yakin bahwa keempat iblis ada di dalam cermin dan bukan di belakangnya.


Asap hitam pekat langsung keluar dari sisi cermin. Ketika asap itu mulai keluar, Liu Chen tak bisa bergerak sama sekali. Ia juga bahkan merasakan sesak. Ia langsung jatuh berlutut di depan cermin. "A- apa yang terjadi?" batin Liu Chen.

__ADS_1


Asap hitam pekat mengumpul semakin banyak dari sisi cermin. Asap pun langsung masuk ke dalam tubuh Liu Chen dengan sangat cepat. "Aarrkkhh"


Liu Chen berteriak dengan keras kala asap masuk ke dalam tubuhnya secara paksa. Tubuhnya ikut dikelilingi oleh asap hitam pekat. Secara perlahan, iris mata Liu Chen berubah menjadi merah sepekat darah.


***


"Chen lama juga di istana itu" ucap Song Quon.


Liu Chen sudah berada di istana berjam jam. Namun tidak juga keluar untuk menghampiri dirinya dan kedua temannya.


"Kau benar, dia sangat lama. Apa mungkin dia menemukan harta terpendam dan sekarang dia mendapatkan rintangan untuk mendapatkannya?" ucap Han Liangyi.


"Mungkin saja, karna ini adalah tempat misterius yang belum pernah ras iblis masuki" ucap Tao Mu sambil mengangguk.


"Karna tugas kita sudah selesai, bagaimana bila kita menyusul Chen saja kesana?" ucap Song Quon. Ia merasakan firasat kurang baik tentang Liu Chen saat ini.


Tao Mu mengangguk, "Aku setuju denganmu."


"Huft.. Padahal aku ingin diam di sini terlebih dahulu dan bersantai," Han Liangyi menghela nafas kasar. Iapun mengikuti Song Quon dan Tao Mu yang sudah terbang menuju istana.


Setelah benerapa waktu melayang di udara dan hampir sampai di istana, mereka menyadari ada sesuatu di bawah. Mereka pun terbang agak rendah. Seketika ketiganya terkejut.


Di bawah terlihat sekumpulan demonic beast dan ratusan manusia yang berpencar. Mereka merusak daerah sekitar. Tanah tanah berubah menjadi cekungan, pohon pohon ditebas ataupun dibakar. Juga, ada banyak demonic beast saling bertarung. Begitupun manusia.


"Aroma ini.. Mereka sudah mati" ucap Song Quon. Walaupun aroma di tubuh manusia dan demonic beast di bawah samar samar, namun karna ia memiliki indra penciuman yang tajam hingga membuatnya dapat menyadari itu.


Han Liangyi dan Tao Mu terkejut. "Sudah mati?! Lalu bagaimana bisa demonic beast dan manusia ini bergerak?!" keduanya berucap dengan serempak.


Song Quon menggelengkan kepala, "Aku tidak tahu."


Song Quon belum mengetahui bahwa Liu Chen memiliki kemampuan untuk mengendalikan mayat. Jadi ia tidak mengetahui siapa dalang dibalik para mayat mayat di bawah.


"Kita harus segera menemui Chen di istana. Karna posisi mayat mayat ini cukup dekat dengan istana" ucap Song Quon.


Ketiganya langsung terbang lebuh rendah maupun lebih tinggi untuk menghindari serangan. Song Quon langsung menggunakan elemen angin dan membuat elang yang mendekat padanya menghantam tanah dengan keras.


Sementara Tao Mu langsung menggunakan elemen api. Iapun melemparkan api berwarna biru yang merupakan api terkuat kedua setelah api hitam.


Serangan Tao Mu langsung mengenai beberapa elang dan membuat mereka terbakar hebat di udara. Hingga akhirnya jatuh menghantam tanah dan membuat cekungan.


Karna Han Liangyi tidak dapat menggunakan kemampuannya untuk menghentikan waktu di dunia selain manusia, Han Liangyi menggunakan elemen cahaya.


Ia melesat secepat cahaya, melewati para elang. Hanya dalam beberapa detik, semua elang yang ada di dekat Han Liangyi berubah menjadi dua potongan daging masing masing elang.


Selain dapat menghentikan waktu dan membuat orang lain melupakan apa yang baru saja terjadi, ia juga berlatih elemen cahaya. Sehingga, bila suatu saat ia tidak bisa menggunakan kemampuannya untuk menghentikan waktu, ia bisa menggunakan elemen cahaya yang mana elemen ini merupakan salah satu elemen tercepat.


Karna demonic beast yang terbang hanya sedikit, Song Quon, Han Liangyi dan Tao Mu dapat membereskannya dengan cepat. Setelah selesai, ketiganya langsung melesat menuju ke dalam gerbang istana.


Setelah masuk ke dalam gerbang, ketiganya mulai mendekat ke arah istana. Ketika sudah dekat mereka dapat merasakan aura membunuh dan sebuah tekanan hingga membuat ketiganya sulit terbang di langit. Mereka pun memutuskan untuk turun.


"Apa yang terjadi di sini?" ucap Han Liangyi.


"Aku harus segera menemukan Chen. Dia mungkin berada dalam bahaya," Song Quon langsung berlari menuju istana dan tidak mempedulikan aura membunuh maupun tekanan yang ia rasakan dari arah istana.


"Hei, kau jangan masuk ke dalam!" teriak Han Liangyi. Namun, tak di dengarkan oleh Song Quon. Tidak bisa menghentikan Song Quon, kini Tao Mu ikut ikutan pergi mengikuti Song Quon masuk ke istana.


Han Liangyi merasa seakan tidak dipedulikan oleh kedua pemuda itu. Iapun akhirnya ikut berlari ke dalam istana.


Ketika sudah berada di dalam, ketiganya berhenti berlari karna ada seseorang di depan. Ketiganya terbelalak ketika mengetahui sumber dari aura membunuh dan tekanan kuat ini dari Liu Chen.


Tubuh Liu Chen melayang beberapa centi di atas permukaan tanah, tubuhnya tertutup asap hitam yang pekat. Iris matanya berwarna merah semerah darah. Tatapannya terlihat tajam juga buas.

__ADS_1


"Chen!" ucap Song Quon. Ia melapisi tubuhnya dengan Qi karna di sini tekanannya terasa lebih kuat dari pada saat di luar. "Hentikan ini. Apa yang kau lakukan?!"


Liu Chen tidak menjawab, ia malah menggeram, "Ggrrh."


"Kau jangan mendekat pada Chen. Lihatlah baik baik matanya," Han Liangyi menatap Liu Chen.


Mendengar ucapan Han Liangyi, Song Quon maupun Tao Mu menatap ke arah mata Liu Chen. Iris mata pemuda itu berwarna merah. Namun bagian mata yang seharusnya berwarna putih kini berubah menjadi warna hitam. "Apa yang terjadi?" gumam keduanya.


"Kalian sudah lihat bukan? Sepertinya dia bukan Chen," Song Quon menatap kearah Song Quon dan Tao Mu.


"Dia Chen. Hanya saja.. Sesuatu terjadi padanya. Aku yakin itu," Song Quon menatap ke arah Han Liangyi.


Tao Mu mengangguk setuju. Walaupun dia belum lama ini kenal dengan Liu Chen, namun ia juga merasa bahwa orang di depannya adalah Liu Chen.


"Hentikan ini semua, Chen," Song Quon berjalan mendekat ke arah Liu Chen.


"Ggrrhh," Liu Chen lagi lagi menggeram. Bersamaan dengan itu, tekanan dan aura membunuh semakin kuat. Sehingga, semakin Song Quon dekat dengan Liu Chen, maka tekanan yang dirinya terima semakin besar.


Song Quon masih bisa berjalan menuju Liu Chen. Walau tekanan kuat menerpa tubuhnya. Namun, semakin lama ia semakin berat untuk melangkah.


"Hentikan Quon! Apa yang kau lakukan?! Apa kau ingin mati, melawan tekanan dan aura membunuh yang kuat itu?!" ucap Han Liangyi.


"Aku harus.. Menyadarkannya.. Liangyi," Song Quon berucap dengan kesulitan. Ia kembali melangkahkan kakinya ke depan. Lantai yang dipijak oleh Song Quon kini retak. Hal ini membuktikan bahwa tekanan yang Song Quon lawan bukanlah main main. Tapi memang sangat kuat baginya. Walaupun begitu, Song Quon tetap melangkah ke depan. "Chen, sadarlah!"


Tao Mu berniat mendekati Liu Chen. Namun ia langsung dihentikan oleh Han Liangyi, "Kau tidak boleh pergi ke sana" ucap Han Liangyi.


"Tapi aku harus ke sana menolong pangeran!"


"Bila kau tetap ke sana, maka kau akan terluka parah."


"Aku tidak peduli. Keselamatan pangeran adalah nomor 1."


"Kau mungkin tak peduli dengan keselamatan dirimu akan tetap hidup atau mati. Tapi Chen peduli akan hal itu. Dia pasti tidak ingin kau mati. Jadi jangan ke sana. Biarkan Quon yang menanganinya. Walaupun dia berada di tingkat langit bintang 1 dan tingkatan kultivasimu lebih tinggi darinya, namun demonic beast memiliki fisik yang kuat. Jadi dia kemungkinan akan selamat, bila tekanan tidak lagi bertambah."


Tao Mu terkejut ketika mendengar bahwa Song Quon adalah demonic beast.


Ketika Song Quon berhasil satu langkah ke depan, dirinya langsung berlutut di lantai. Lantai yang ia pijak mulai membuat sebuah cekungan kecil. Song Quon menggertakkan gigi. Iapun perlahan bangkit dan kembali melangkahkan kakinya. Qi miliknya terkuras dengan cepat.


Han Liangyi dan Tao Mu hanya diam dan memperhatikan. Mereka juga melapisi tubuh dengan Qi karna aura membunuh yang dimiliki Liu Chen sangat mengerikan. Ketika sedang memperhatikan Song Quon dan Liu Chen, muncul mayat hidup dari arah luar istana. Mayat hidup awalnya berada di depan gerbang istana. Namun kini mereka masuk ke dalam istana.


Melihat hal itu, Han Liangyi dan Tao Mu menyiapkan kuda kuda. Mereka tidak akan membiarkan para mayat hidup ini mendekati Song Quon maupun Liu Chen. Jadi mereka akan menghabisi semuanya.


Tao Mu menggunakan elemen api berwarna biru miliknya. Sementara Han Liangyi berlari dengan cepat dan menghabisi satu persatu mayat hidup.


Namun, hal yang mengejutkan mulai terjadi. Mayat mayat hidup yang terbelah menjadi dua karna serangan Han Liangyi masih dapat bergerak. Tubuh mereka yang terbelah dua langsung menyatu kembali dan langsung menyerang Han Liangyi.


Sementara semua mayat hidup yang terbakar tidak bisa bergerak lagi.


Han Liangyi muncul di samping Tao Mu, "Setiap aku sudah memotong mereka, tubuh mereka kembali menyatu. Sekarang hanya kau yang dapat mengurus mereka semua. Karna kau dapat membakar dan membuat mereka tidak bisa bergerak lagi."


"Jadi sekarang harus aku yang menyelesikan semua mayat hidup?", Tao Mu menatap ke arah kerumunan mayat hidup yang semakin lama semakin banyak yang masuk ke dalam. Bahkan ada juga demonic beast.


"Kita alihkan perhatian mereka dan bawa mereka keluar. Akan sulit bila bertarung di dalam istana ini," Han Liangyi menghilang dari tempatnya. Iapun langsung mengalihkan perhatian semua mayat hidup agar mengikuti dirinya. "Aku di sini, ayo kemari bila kalian bisa menangkapku, mayat bau!"


Benar saja, setelah mengatakan itu, Han Liangyi dikejar oleh semua mayat hidup. Han Liangyi menggiring mereka agar keluar dari istana.


Tao Mu menatap ke arah Song Quon, "Tolong selamatkan pangeran. Aku akan mengurus masalah mayat hidup yang datang kemari."


Setelah mengatakan hal itu, Tao Mu pergi berlari keluar untuk mengatasi semua mayat hidup.


Disisi lain, Song Quon masih berjuang agar dapat menggapai Liu Chen. Sudut bibirnya mengeluarkan darah. Ia juga berlutut di lantai. "Hah.. Hah.. Hah.."

__ADS_1


"Aku.. tidak bisa seperti ini terus. Aku harus segera.. Menyadarkan Chen" batin Song Quon.


__ADS_2