Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
78 -Han Liangyi III


__ADS_3

"Sebenarnya apa tujuan kalian kemari?!", kesal pemuda 22 tahun.


"Tujuan kami? Hm.. Membantai semua keluarga Chu yang ada disini" ucap seorang wanita divisi pembunuh. Ia berbicara dengan santai, seakan kata katanya bukanlah apa apa.


Ketiga anak dari Chu Gao terbelalak mendengar ucapan wanita itu, "Kalian tidak mungkin bisa melakukannya!" ucap wanita 25 tahun.


"Hm.. Kau yakin? Hampir seluruh keluarga Chu yang ada disini sudah menjadi mayat dan mereka sudah dipanggil ke alam lain" ucap pemuda dari divisi pembunuh. Pemuda itu berumur sekitar 26 tahun. Namun karna ia memakai topeng, tidak ada yang mengetahui bagaimana wajahnya dan berapa umurnya.


"Tidak mungkin!" bantah anak Chu Gao yang dari tadi hanya diam. Ia adalah seorang pemuda berusia 18 tahun.


"Yah.. Terserah bila kalian tidak percaya" ucap pemuda dari divisi pembunuh.


Ketiga anak dari Chu Gao saling memandang tak percaya. Namun bila dilihat dari ucapan santai yang dikatakan pemuda divisi pembunuh itu, bisa jadi apa yang dikatakannya adalah kebenaran.


Lagi pula, tadi mereka dapat melihat seberapa cepatnya ketiga orang itu membunuh para penjaga yang ada di dalam rumah. Walaupun mereka tak dapat melihat pergerakan mereka bertiga.


Tak lama kemudian, seseorang muncul dan kini tengah berdiri di samping Yelu. Yelu dan kedua temannya terkejut kala melihat orang yang tiba tiba ada di dekat mereka. Ketiganya tidak merasakan hawa keberadaan orang ini tadi. Namun mereka segera tau siapa orang itu. Ya, dia adalah Chu Kaili.


"Apa kau sudah menyelesaikan urusanmu dengan kepala keluarga Chu itu?" ucap pemuda divisi pembunuh.


Chu Kaili menatap pemuda tersebut. Ia tersenyum di balik topengnya, "Ya. Aku sudah menyelesaikannya. Terimakasih karna membantuku membawa ketiga orang ini"


"Tak masalah"


Chu Kaili menatap kearah saudara dan saudarinya.


Saudara dan saudarinya juga menatap kearah Chu Kaili. "Siapa kau? Apa yang sudah kau lakukan dengan ayah?!" ucap wanita 25 tahun dengan marah.


"Hm? Ayahmu? Tentu saja dia sudah mati. Kau tau, betapa menyedihkannya dia saat tadi. Ah~ sangat menyedihkan" ucap Chu Kaili.


Ketiga anak dari Chu Gao langsung terkejut mendengar bahwa ayah mereka sudah mati. Mereka menggelengkan kepala dengan tak percaya. "Tidak mungkin! Tidak mungkin ayah bisa kau bunuh! Ayahku adalah orang yang hebat dan kuat!" ucap anak Chu Gao yang paling muda.


"Hm? Kalian juga akan menyusulnya. Kalian tenang saja" ucap Chu Kaili. Iapun menatap ketiga temannya, "Sebaiknya kalian pergi sekarang. Biar aku saja yang membereskan ketiga orang ini"


Yelu dan keduanya mengangguk, "Baiklah. Jangan terlalu lama". Mereka pun dengan cepat menghilang.


Chu Kaili memandang kearah tiga orang yang kini terduduk di lantai dengan tangan terikat tali Qi. "Apa kalian masih mengingatku?", iapun membuka topeng miliknya dan memperlihatkan wajah tampan yang dikenali ketiga anak Chu Gao.


"Kaili!" ucap serempak ketiganya dengan terkejut.


Chu Kaili tersenyum, "Ya, ini aku. Aku kembali"


Saudarinya langsung memandang Chu Kaili dengan geram, "Apa yang sudah kau lakukan pada ayah?! Kenapa kau melakukan ini semua?! Padahal ayah sudah membesarkanmu! Apa ini balasanmu?!"


"Ayahmu membesarkanku? Hm.. Kau benar dia yang membesarkanku sejak aku berumur 12 tahun. Tapi ayahmu membesarkanku dengan sangat buruk. Memperlakukanku layaknya budak. Bukan dia saja, tapi kalian dan semua keluarga Chu lain pun sama.


Lalu kau bilang apakah ini balasanku? Ya, ini balasanku karna kalian sudah memperlakukanku dengan buruk. Kalian tenang saja, kalian akan menyusul pak tua Gao itu ke alam baka", Chu Kaili menyeringai. Iapun memakai topengnya kembali dan mengeluarkan sebuah belati.


"A- apa yang ingin kau lakukan?!" ucap pemuda 18 tahun.


"Apa yang akan kulakukan? Hm.. Kalian akan mengetahuinya", Chu Kaili berjalan semakin dekat kepada tiga orang itu.


Sementara itu, di luar rumah. Yelu dan kedua temannya menunggu Chu Kaili selama 40 menit lamanya.


"Dia itu lama sekali" ucap wanita divisi pembunuh.


"Kita tunggu saja" ucap Yelu.


"Bukankah tadi dia bilang agar kita pergi? Lalu kenapa kita menunggu disini?" ucap pemuda divisi pembunuh.


"Hehe, iya juga. Tapi aku hanya ingin menunggu dia saja" ucap Yelu.


Kedua temannya menghela nafas. Tak lama kemudian, pundak Yelu ditepuk oleh seseorang. Refleks, ia membalikkan tubuhnya dan menatap orang itu. Ternyata dia adalah orang yang ditunggu tunggu. "Akhirnya kau selesai juga"


"Kenapa kalian menungguku diluar? Bukankah aku sudah bilang agar kalian langsung pergi saja?" ucap Chu Kaili.


Mendengar suara itu, kedua orang di samping Yelu membalikkan tubuhnya dan menatap Chu Kaili. "Yelu yang ingin menunggumu"


Chu Kaili mengangguk, "Baiklah ayo pergi. Aku sudah mengambil semua harta yang ada di dalam rumahnya"

__ADS_1


Ketiga temannya mengangguk. Tak lama mereka berempat langsung menghilang dari tempat itu.


Setelah semua orang sudah berkumpul, mereka langsung pergi dari wilayah keluarga Chu.


Liu Chen yang sedang ada di langit langsung membuat api dan melemparkannya ke wilayah keluarga Chu.


WHUUSS


Api yang besar langsung membakar rumah rumah keluarga Chu. Api terus merambat dari satu rumah ke rumah lainnya dengan cepat.


"Ayo kita pergi. Api itu akan padam bila seluruh wilayah keluarga Chu terbakar" ucap Liu Chen.


Song Quon mengangguk. Ia dan Liu Chen pun langsung menghilang dari tempatnya berada.


Keesokan harinya, warga kota Awan dibuat gempar karna berita menghilangnya keluarga Chu. Tepatnya, kematian seluruh keluarga Chu. Mereka semua tak mengira bahwa keluarga Chu akan berakhir.


Beberapa orang yang berniat mencari dan mengambil harta keluarga Chu pun, tidak dapat menemukan sepeserpun uang. Kini, banyak warga yang bertanya tanya, siapa yang dapat membantai keluarga Chu hanya dalam waktu semalam?


Padahal, keluarga Chu dikenal juga karna orang orangnya yang berbakat. Juga dikatakan bahwa kepala keluarga Chu sudah berada di tingkat jenderal bintang 2. Bagaimana bisa pembantaian terjadi di keluarga Chu?


Namun banyak warga tidak peduli dengan kejadian yang menimpa keluarga itu. Sebab, hal itu tidak ada sangkut pautnya dengan mereka. Adapun yang senang karna musnahnya keluarga Chu.


Kini, toko obat senja buka seperti biasa. Namun, sekarang ini yang menjadi pelayan dan penjaga toko bukan lagi anggota divisi pembunuh. Tapi orang yang dipekerjakan dan dipilih oleh para anggota kelompok untuk dijadikan pegawai disana.


Liu Chen juga membawa para alkemis dari keluarga Chu untuk bekerja di tokonya. Para alkemis itu bukan berasal dari keluarga Chu. Namun hanya bekerja di toko Chu. Semua alkemis setuju. Lagi pula, mereka mendapat gaji yang sama disini dengan saat mereka bekerja pada keluarga Chu.


Bahkan saat ini mereka menjadi lebih baik lagi dalam memurnikan pil karna diajarkan oleh Liu Chen beberapa hari. Awalnya mereka tak percaya bila alkemis toko obat senja adalah orang yang masih sangat muda. Namun kenyataan sudah ada di depan mata dan pemuda itu juga sudah menunjukkan keahliannya. Hal ini membuat para alkemis kagum dan hormat pada Liu Chen.


Mereka belum tau bila Liu Chen merupakan pemilik toko obat senja. Yang mereka tau, pemilik toko obat senja adalah manajer yang Liu Chen pekerjakan di toko obat miliknya. Jadi mereka hormat kepada Liu Chen karna keahlian pemuda itu dalam membuat dan memurnikan pil. Bukan karna Liu Chen pemilik toko obat senja.


Setelah beberapa hari mengajarkan para alkemis keluarga Chu, Liu Chen dan yang lainnya kembali ke markas. Sementara Yelu akan tetap di kota Awan karna wilayah yang harus diawasinya memang'lah kota Awan. Bukan hanya ada dirinya, namun ada satu orang temannya yang berada di kota Awan dan merupakan anggota divisi informasi. Namun, dia berada di tempat yang berbeda dari Yelu.


Liu Chen dan Song Quon terbang di langit dan sudah berada jauh dari orang orang divisi pembunuh. Mereka maupun orang orang divisi pembunuh, tidak memakai jubah maupun topeng mereka sama sekali. Agar tak dicurigai dan agar identitas mereka tak diketahui.


Liu Chen dan Song Quon lebih dulu tiba di markas setelah sekitar 2 hari terbang. Sementara orang orang divisi pembunuh membutuhkan waktu lebih lama lagi.


Saat berjalan di koridor luar, Liu Chen mulai membuka suara. "Sepertinya minggu depan, aku akan pergi ke dunia iblis dan menemui Kaisar"


"Tentu. Tapi aku juga akan mengajak satu orang lagi bersamaku dan aku ingin mengajak Guang (Zhang Jiangwu)"


"Yah.. Terserah kau saja. Tapi aku akan ikut denganmu"


Liu Chen mengangguk, "Kalau begitu aku akan pergi ke kamar Guang. Kau kembali saja ke kamar mu"


"Aku memang berniat pergi kembali ke kamarku dan beristirahat"


"Apa demonic beast sepertimu membutuhkan istirahat? Bukankah kau memiliki kekuatan yang besar? Kenapa kau perlu istirahat?" ucap Liu Chen dengan nada mengejek.


"Hmph! Walaupun demonic beast memiliki fisik yang lebih kuat dari pada manusia, namun kami juga membutuhkan istirahat" ucap Song Quon sambil mendengus kesal. Iapun melangkah pergi meninggalkan Liu Chen.


Liu Chen tersenyum. Iapun berjalan kearah yang berlawanan dengan Song Quon. Ia pergi menuju kamar Zhang Jiangwu. Iapun langsung membuka pintu tanpa izin. "Guang!"


Liu Chen masuk ke dalam dan melihat sekitar. Ia tidak melihat pemuda datar itu disini. "Kemana dia? Apa dia pergi ke ruang latihan?" gumamnya. Iapun keluar dan menutup pintu.


Ketika hendak pergi, Han Liangyi menghampirinya. "Kenapa kau masuk ke dalam kamar papan datar itu? Dia tidak ada di dalam kamarnya"


"Papan datar? Maksudmu Jiangwu?"


"Tentu saja dia. Memangnya siapa lagi?" ucap Han Liangyi dengan tak acuh.


"Aku berniat mengajaknya ke dunia iblis. Tapi aku tidak menemukannya di dalam"


"Tentu saja, karna beberapa hari yang lalu dia pergi sendiri dari markas. Aku tidak tau dia akan kemana. Aku tidak peduli dia akan kemana dan kapan dia kembali. Jadi aku hanya tau bahwa dia pergi dari markas. Eh? Tunggu! Kau bilang ingin mengajaknya ke dunia iblis?"


Liu Chen mengangkat sebelah alisnya dan mengangguk, "Memangnya ada apa?"


"Aku ingin ikut dengan mu. Aku sudah bosan disini. Tidak banyak orang yang dekat dan bisa berbicara banyak denganku disini. Karna mereka sibuk berlatih. Dari pada aku hanya diam disini, aku ikut saja dengan mu"


"Tidak! Lagi pula, yang ingin kuajak kesana adalah Jiangwu. Bukan dirimu. Aku tidak terlalu tau asal usulmu. Bagaimana bila kau tiba tiba saja melakukan hal yang tidak baik di dunia iblis nanti?"

__ADS_1


"Apa kau meragukanku? Aku sudah 1 tahun lebih bersama mu. Kau juga pasti tau apa saja yang suka aku lakukan disini"


"Tetap saja tidak bisa! Bagaimana bila kau membuat masalah disana? Aku tidak ingin ikut campur dengan masalah mu itu dan bila kau membuat masalah disana, maka aku juga akan terlibat. Karna aku'lah yang membawamu"


"Oh ayolah! Aku ingin ikut dengan mu. Bila aku terus disini, aku akan mati karna bosan"


"Kau terlalu berlebihan. Tidak mungkin ada manusia yang mati karna bosan. Kecuali, manusia yang bosan hidup dan mengakhiri dirinya sendiri"


"Tetap saja. Aku sangat bosan disini. Biarkan aku ikut denganmu"


Han Liangyi terus merengek ingin ikut dengan Liu Chen. Ketika Liu Chen pergi meninggalkannya, maka Han Liangyi mengikuti Liu Chen. Kemana pun pemuda itu pergi. Tak lupa, rengekannya yang terus didengar oleh Liu Chen.


"Kau ini seperti anak kecil yang tidak diberi permen. Kau terus saja merengek" ucap Liu Chen.


"Biarkan saja. Aku akan melakukannya sampai kau mau mengajakku ke dunia iblis"


Liu Chen tidak mempedulikan Han Liangyi. Namun, lama kelamaan Han Liangyi semakin berisik dan mengganggu. Sudah dua jam pemuda itu terus mengikutinya kemana pun dia pergi.


Misalnya ketika ia pergi ke pemandian air panas yang ada di markas. Han Liangyi masih saja mengikutinya. Karna hal itu, membuat Liu Chen tidak jadi mandi di pemandian air panas. Ketika ia pergi ke perpustakaan yang ada di dalam markas, Han Liangyi juga masih mengikutinya. Hal ini membuat Liu Chen sangat terganggu.


Liu Chen dan Han Liangyi saat ini ada di koridor sepi. Tidak ada satupun orang yang lewat. Karna bila pergi keluar markas dan melihat langit, maka hari ini sudah malam. Banyak yang sudah tidur bila malam seperti ini.


Liu Chen menghentikan jalannya dan berbalik menatap Han Liangyi. Melihat itu, Han Liangyi langsung berhenti mengikuti Liu Chen.


Liu Chen memandang Han Liangyi dengan kesal, "Kenapa kau terus mengikuti dan menggangguku?!"


"Bukankah aku sudah bilang, aku akan terus mengikutimu seperti ini sampai kau memperbolehkanku ikut denganmu ke dunia iblis"


"Kenapa kau sangat ingin kesana?!"


"Karna aku bosan terus berada disini"


Liu Chen menghela nafas kasar, iapun kembali menatap Han Liangyi. "Jika kau ingin ikut denganku, maka aku akan memberikan mu 2 syarat"


Han Liangyi mengangguk, "Apa syaratnya?"


"Jangan membuat keributan saat di dunia iblis nanti"


Han Liangyi mengangguk, "Itu mudah bagiku. Karna aku bukanlah pembuat onar"


"Kedua.."


"Hah.. Cepat katakan" ucap Han Liangyi yang tidak sabaran.


"Siapa kau sebenarnya?"


"Ha?", Han Liangyi tak mengerti apa yang Liu Chen katakan. Jelas jelas dia adalah manusia! Lalu kenapa Liu Chen mengatakan hal itu?!


Liu Chen menatap Han Liangyi dengan sangat serius. Kini ia tidak sedang bermain main. Ia sudah sangat penasaran dengan identitas Han Liangyi sejak lama. Bagaimana Han Liangyi dapat mengetahui bahwa pembunuh dirinya di kehidupan pertama bukan manusia? Dia tau, Han Liangyi melihat masa lalu pedang phoenix api sehingga bisa mengetahui hal itu. Namun bagaimna bisa Han Liangyi mendapatkan pedang phoenix api?


Lalu, saat itu ia pernah melihat kualitas tulang Han Liangyi berumur ribuan tahun. Ketika ia tidak sengaja menelan pil tembus pandang, saat ia baru saja siuman di markas bandit kalajengking.


Tidak ada manusia yang bisa hidup hingga ribuan tahun, walaupun dia memiliki kekuatan besar. Kecuali orang dengan tingkat immortal. Itu pun tidak mungkin manusia bisa mencapainya. Karna hidup manusia yang tidak panjang seperti iblis.


Lalu, bagaimana bisa Han Liangyi yang merupakan manusia bisa hidup selama itu? Sama sekali tak masuk akal. Bila pun itu karna kekuatannya yang sudah sampai tingkat immortal, namun seharusnya penampilan Han Liangyi adalah pria sepuh. Karna membutuhkan waktu yang panjang untuk sampai tingkat itu.


"Siapa kau sebenarnya?", Liu Chen mengulang kata katanya.


"Apa maksudmu?"


"Jangan berpura pura seperti kau tak mengerti apa yang kumaksudkan, Liangyi. Aku serius, siapa kau sebenarnya? Aku tau kau berumur ribuan tahun. Manusia tidak mungkin bisa hidup sampai selama itu. Lalu, bagaimana manusia sepertimu bisa hidup selama itu? Siapa kau sebenarnya? Apa kau bukan manusia?"


"Tentu saja aku manusia!" bantah Han Liangyi.


"Kalau begitu, siapa kau sebenarnya? Aku sudah sangat penasaran akan identitasmu itu sejak lama dan sekarang aku baru bisa menanyakannya padamu"


"Bukankah kau sudah tau jawabannya? Aku adalah manusia"


"Bukan jawaban itu yang ingin kudengar darimu, Liangyi. Jangan bertele tele dan katakan identitasmu. Bila kau ingin ikut denganku dan bila kau masih ingin berada disini"

__ADS_1


"Hah..", Han Liangyi menghembuskan nafas panjang. Iapun menatap Liu Chen dengan serius. "Baiklah, aku akan mengatakannya. Lagi pula, memang seharusnya aku mengatakan hal ini padamu"


__ADS_2