Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
39 -Turnamen Empat Bintang


__ADS_3

Seminggu telah berlalu. Liu Chen sudah satu minggu ini berada di markas. Kini ia akan pergi untuk mencari informasi tentang pergerakan iblis. Ia sudah memberitau Yang Jian Li (Xinxin), Zong Xian (Haocun), dan Zhang Jiangwu (Guang) tentang istana iblis yang ditemukannya bersama Song Quon dan Han Liangyi.


Mereka berempat berencana mencari informasi dari sana. Namun keempatnya kini sedang berdiskusi tentang siapa saja yang akan pergi kesana. Karna dunia iblis sangat berbahaya bagi mereka. Juga, harus ada yang mengurusi markas dan mengatur kelompok.


Mereka berempat ada di ruang utama. Bukan hanya ada mereka berempat, namun ada juga wakil setiap ketua yang ikut hadir. Tempat ini berbeda dengan aula untuk pertemuan semua anggota. Karna ruang utama diperuntukkan hanya untuk ketua dan wakil ketua.


"Jadi siapa saja yang akan pergi kesana dengaku?" ucap Liu Chen.


"Aku ikut" ucap Yang Jia Li sambil mengangkat tangan.


"Heh, kau tak bisa ikut. Kau hanya akan merepotkan Xun saja bila ikut. Lagi pula kau mungkin akan terus mengeluh saat disana. Bagaimana pun kau adalah seorang putri dan kau adalah putri yang manja yang hanya bisa-"


Pletakk


"Aduh..!!", Zong Xian mengelus kepalanya yang benjol karna dijitak oleh Yang Jia Li yang duduk disampingnya.


"Hmph!", Yang Jia Li mendengus kesal, "Kau tau apa tentangku? Kau tak tau sama sekali. Jadi jangan asal bicara saja. Bila kau tidak mau kubuat sekarat seperti saat itu"


"Sudahlah, jangan bertengkar. Kenapa setiap kalian bertemu selalu bertengkar saja?" ucap Liu Chen sambil menatap kedua ketua dihadapannya.


Liu Chen duduk dikursi yang berseberangan dengan Zong Xian, Yang Jia Li dan wakil kedua ketua itu. Sementara disamping dirinya ada Zhang Jiangwu dan Song Quon. Wakil Zhang Jingwu duduk di samping pemuda itu.


Zong Xian dan Yang Jia Li tidak menjawab apapun. Mereka hanya menatap kearah Liu Chen.


"Aku memiliki ide, bagaimana bila kita adakan turnamen untuk melihat kemampuan kemampuan para anggota? Lalu, juara pertama akan mengurus markas bersama seorang ketua juga wakilnya disini. Sementara tiga ketua dan wakil lainnya dapat pergi ke istana iblis. Bagaimana?


Lalu siapa ketua yang akan pergi ke istana iblis dipilih berdasarkan juara pertama sampai ketiga. Bila itu adalah anggota yang dibawa seorang ketua, maka ketua dan wakil ketua itulah yang boleh pergi. Sementara untuk Xun (Liu Chen), kau harus ikut karna kau dan wakilmu yang mengetahui tempatnya" ucap Zong Xian.


"Aku setuju saja. Namun aku akan mengikut sertakan anggota yang ku bawa juga. Walaupun anggota yang kubawa hanyalah 3 terhitung dengan wakilku. Namun tentunya Qiang (Song Quon) tidak akan ikut karna dia adalah wakilku " ucap Liu Chen.


"Tidak apa bila kau ingin mengikut sertakan anggotamu. Lalu bagaimana? Apa kalian semua setuju untuk mengadakan turnamen? Hitung hitung, ini agar kita mengetahui seberapa besar kekuatan yang kita miliki" ucap Zong Xian.


"Huft..baiklah, aku setuju dengan Haocun sialan ini" ucap Yang Jia Li.


"Hei, kenapa kau memanggilku sialan?!", Zong Xian menatap kearah Yang Jia Li dengan kesal.


"Tak apa, sudahlah jangan membahasnya" ucap Yang Jia Li dengan cuek.


"Kalau begitu, semua anggota kelompok boleh ikut. Tepatnya, semua harus ikut kecuali ketua dan wakil ketua. Apa kau setuju, Guang (Zhang Jiangwu)?" ucap Liu Chen sambil melirik kearah samping.


Zhang Jiangwu mengangguk dan menggumam, "Mn.."


"Baguslah, kita akan mengadakan ini 1 minggu lagi. Lalu kita delapan orang ini, akan menyiapkan segala sesuatunya" ucap Zong Xian.


Semuanya mengangguk setuju.


"Bagaimana bila anggota dengan juara 1-5 mendapatkan hadiah? Agar mereka dan anggota lain semakin bersemangat untuk bertambah kuat" ucap Liu Chen.


"Bagus, kalau begitu aku akan memberitaukan turnamen ini pada semua anggota. Untungnya, aku sudah membuat tempat untuk turnamen selain tempat latihan" ucap Zong Xian.


"Kau memang hebat Haocun" ucap Liu Chen sambil tersenyum dan mengacungkan jempolnya kearah Zong Xian.


Melihat hal itu, Zong Xin menggosok atas bibir dan terkekeh, "Haha aku memang hebat. Kau baru mengetahui sebagian saja" ucapnya dengan bangga.


"Jangan bangga hanya karna ucapan itu" ucap Yang Jia Li dengan cuek.


"Hoho kau cemburu karna aku mendapat sebuah pujian sementara kau tidak?"


"Cih, tidak juga!"


"Bukankah kau bilang akan memberitaukan semua anggota tentang turnamen ini, Haocun?" ucap Liu Chen.


"Bukan aku, tapi wakilku", Zong Xian melirik ke sampingnya.


Wakil dari Zong Xian pun mengangguk, "Saya mengerti ketua pertama. Kalau begitu, saya pamit undur diri", iapun berdiri.


Keempat ketua langsung mengangguk. Setelah mendapatkan izin, wakil dari Zong Xian langsung keluar untuk memberitaukan pengumuman tentang turnamen agar semua anggota dapat bersiap sebelum hari turnamen tiba.


"Lalu kita akan menamakan apa turnamen ini?" ucap Yang Jia Li setelah wakil dari Zong Xian pergi.

__ADS_1


"Empat bintang"


Semua pandangan langsung tertuju pada asal suara. Karna dialah orang yang hanya diam saja dari tadi dan hanya mengangguk atau menjawab dengan gumaman. Ya, dia adalah Zhang Jiangwu, ketua ketiga.


"Nah, seperti itu Guang. Jangan diam terus seperti tadi. Bicaralah dan katakan pendapatmu" ucap Zong Xian sambil tersenyum kearah pemuda dengan ekspresi datar itu.


"Aku setuju dengan nama itu. Kau memang pintar memilih nama" ucap Yang Jia Li sambil tersenyum.


Liu Chen mengangguki ucapan dari Yang Jia Li dan setuju dengan nama 'Empat bintang' yang diusulkan oleh Zhang Jiangwu.


"Baiklah, kita sudah setuju dengan nama itu. Oh ya, bagaimana dengan semua wakil ketua? Apa kalian setuju?" ucap Zong Xian.


"Kami setuju" ucap ketiga wakil yang ada di dalam ruangan tersebut.


"Sekarang kita akan menentukan hadiah dan hal lainnya lagi" ucap Zong Xian.


Semua yang ada di dalam ruangan utama mengangguk. Mereka pun mulai membahas semua yang diperlukan untuk turnamen nanti. Seperti Hadiah yang akan diberikan pada pemenang, kira kira waktu yang dibutuhkan dan hal lainnya.


Seminggu telah berlalu begitu cepat. Ketika seminggu lalu mereka diberitaukan tentang turnamen, para anggota kelompok sangat antusias dengan itu, karna mereka ingin menunjukkan kekuatan masing masing dan ingin mengetes seberapa kuat mereka dengan anggota lainnya.


Tempat turnamen pun sudah ada sejak dibangunnya markas. Jadi para ketua tidak perlu menyiapkan lagi tempat. Pagi ini, di tempat turnamen berada sudah ada banyak anggota yang datang. Semua adalah peserta yang akan ikut turnamen. Sementara ketua dan wakil ketua belum datang. Hanya para anggota yang mengikuti turnamen saja yang sudah hadir.


Beberapa menit kemudian, semua anggota yang menjadi peserta dan Ketua maupun wakil ketua kini sudah hadir.


Orang yang akan menjadi pembawa acara adalah Song Quon. Dia ditunjuk oleh Liu Chen untuk memimpin acara turnamen ini. Semua ketua dan wakil ketua lain pun setuju saja. Karna ketua dan wakil ketua lain sudah setuju, Song Quon akhirnya setuju.


Kini Song Quon sudah ada ditengah tengah ruangan untuk turnamen. Ia menarik nafas perlahan dan menghembuskannya, ia sebenarnya agak gugup tentang ini. Namun ia mencoba untuk tenang. Saat Song Quon mulai akan berbicara, semua peserta langsung diam untuk mendengarkan apa yang akan Song Quon sampaikan.


"Turnamen kali ini akan dibagi menjadi dua tahapan. Pertama bertarung secara berkelompok, kedua bertarung secara individu. Aturan dari turnamen sederhana, bila lawan menyerah atau tidak sadarkan diri maka kalian harus berhenti melawannya dan kalian akan menang.


Lalu, dilarang menggunakan racun, berbuat curang dan membunuh lawan. Jika ada yang melanggar, maka dia akan didiskualifikasi dan akan menerima hukuman yang sudah ditetapkan. Apa ada yang keberatan dengan aturan yang ada? Bila ada yang keberatan, maka angkat tangan kalian" ucap Song Quon dengan menggunakan Qi nya agar suaranya terdengar keras.


Tidak ada yang menjawab Song Quon. Semuanya terlihat setuju dengan aturan itu.


Song Quon melihat sekitar dan saat melihat tidak ada yang keberatan dengan peraturan ini, iapun langsung melanjutkan ucapannya. "Baiklah, sekarang kalian bisa menentukan anggota tim masing masing. Setiap tim berisi 5 orang. Kalian bebas memilih siapapun. Kami akan memberikan waktu 10 menit untuk kalian"


Setelah mengatakan itu, iapun pergi ke tempat duduknya. Sementara para peserta langsung memilih teman kelompok mereka.


Song Quon menatap kearah samping, "Aku hanya agak gugup saja saat berada ditengah ruangan ini dan menyampaikan kata kata itu. Ini adalah pertama kalinya bagiku menyampaikan sesuatu di depan ratusan orang"


Liu Chen terkekeh kecil, "Hihi, Quon yang kukenal ternyata bisa gugup juga, ya? Aku baru mengetahuinya saat ini"


Merasa diejek, Song Quon pun menjadi kesal. "Jangan mengejekku seperti itu. Semua orang juga pasti bisa merasa gugup saat berada di depan kerumunan orang. Jadi jangan menertawakanku seperti itu"


"Baiklah, baiklah", Liu Chen berhenti tertawa.


"Sekarang kita lihat saja siapa yang akan ikut bersama Xun" ucap Zong Xian pada Yang Jia Li.


"Heh, orang orang yang ku bawa pasti takkan kalah dari orang orang yang kau bawa" ucap Yang Jia Li.


"Cih, kita lihat saja nanti dan bersiaplah untuk menangis"


Yang Jia Li mendengus, "Hmph, seharusnya aku yang mengatakan hal seperti itu. Bersiaplah untuk kalah, Haocun!"


"Heh, tidak akan!"


Mereka berdua saling bertatapan dengan persaingan yang cukup ketat. Terlihat tidak ada yang mau mengalah sama sekali. Tentunya itu karna mereka ingin ikut ke dunia ras iblis. Sebab, mereka mengetahui bahwa Qi disana tebal. Lebih tebal dari pada ditempat manusia. Mereka tentu ingin berkultivasi disana. Karna kemungkinan mereka akan lebih cepat naik tingkat.


Mereka disana untuk mencari informasi namun tentunya juga tidak akan melewatkan kesempatan berkultivasi di tempat yang Qi nya tebal.


10 menit sudah berlalu, Song Quon juga sudah berada di tengah ruangan yang dipakai untuk turnamen. Song Quon menatap kearah depannya.


Saat ini, ada banyak orang yang sudah berkelompok. Total semua kelompok ada 30 tim dengan masing masing 5 anggota. Semua peserta berjumlah total 150 orang. Artinya, anggota kelompok topeng bayangan sudah ada 150 orang dengan kebanyakan orang orang yang Zong Xian bawa.


Song Quon mengangguk ketika melihat mereka sudah berkelompok, "Baikah, perwakilan dari setiap tim kalian, ambil kertas ditanganku ini", Song Quon menyodorkan tangannya dan terlihat ada beberapa kertas kecil yang tergulung.


Semua peserta saling berpandangan. Hingga akhirnya satu persatu perwakilan setiap tim mengambil kertas itu dari tangan Song Quon. Mereka pun membukannya. Disetiap kertas, terdapat angka angka yang berbeda.


"Di dalam arena turnamen ini hanya ada tim dengan nomor 1 dan 2. Selain dari itu, bisa kembali ke tempat duduknya masing masing" ucap Song Quon.

__ADS_1


Semua anggota mematuhi apa yang Song Quon katakan. Mereka kembali ke tempat duduk masing masing dan hanya menyisakan kelompok 1 dan 2.


"Kalian lihat bendera berwarna merah dan biru yang ada di bagian kanan dan kiri arena ini?" ucap Song Quon.


Kedua tim berbeda mengangguk. Di ujung arena bagian kanan, terdapat bendera berwarna biru. Sementara bagian kiri ada bendera berwarna merah yang mana keduanya berada tepat di bagian tengah tepi arena.


"Tim 1 akan menjaga bendera berwarna merah. Sementara Tim 2 akan menjaga bendera berwarna biru. Aturannya sederhana, kalian hanya harus saling mengambil bendera lawan. Bila kalian berhasil mendapatkannya, maka kalian akan menang dan lanjut babak ke 2. Kalian akan menjaga bendera tim masing masing dengan kekuatan kalian. Jadi jangan sampai bendera kalian diambil oleh musuh terlebih dahulu. Dilarang saling membunuh dan dilarang menggunakan racun. Kalian mengerti?"


"Kami mengerti!" ucap kedua tim berbeda dengan semangat. Mereka mengira bahwa turnamen ini akan menyenangkan dan mereka memiliki kepercayaan diri untuk menang.


Song Quon pun langsung pergi ke tepi arena, "Baiklah kalau begitu, pertandingan dimulai!"


Tim 1 dan tim 2 berada diarah yang berbeda. Tim 1 ada dibagian kiri arena dan menjaga bendera merah. Sementara tim 2 ada di bagian kanan arena dan menjaga bendera berwarna biru.


Kedua tim saling menatap waspada, namun nampak senyuman percaya diri yang diperlihatkan semua anggota kedua tim.


Dua orang tim 2 langsung berlari kearah tim 1. Mereka langsung menyerang 2 orang anggota tim 1 yang berada paling depan. Kini ada 3 orang dari kelompok 1 dan 2 yang belum bertarung sama sekali dan nampak menjaga bendera.


Suara dentingan senjata terdengar di dalam arena.


"Gerakanmu cukup cepat juga, ya?" ucap salah satu tim 2 sambil tersenyum kearah lawan yang kini dihadapinya.


"Kau juga memiliki tenaga yang besar dan lebih cocok bila bertarung dengan kepalan tangan" ucap orang tim 1 sambil menahan serangan pedang yang diarahkan kepadanya.


"Kami berdua akan mengatasi dua orang ini. Lalu satu orang dari kalian buat dua orang tim lawan disibukkan denganmu. Satu orang lainnya pergi menuju bendera lawan dan satu orang dari tim kita yang tersisa akan menjaga bendera tim kita!" teriak seorang pria tim 1. Ia saat ini sedang bertarung dengan salah satu orang tim lawan.


"Heh, kalian kira bisa mengalahkan tim kami? Mimpi!", ucap seorang pria tim 2 dengan meremehkan.


"Kita harus terus bertahan sekarang. Yang harus kita lakukan hanyalah menjaga bendera!" lanjut pria itu.


Semua anggota setiap tim melakukan apa yang ketua tim katakan. Tim 1 pergi kearah tim lawan sesuai dengan apa yang ketua tim katakan. Sementara tim 2 pun demikian, mereka mengikuti instruksi dari ketua tim. Mereka hanya bertahan melawan tim 1.


Tim 1 terdiri dari orang orang yang dibawa oleh Zong Xian. Sementara tim 2 dari orang orang yang Zong Xian bawa juga orang orang yang Zhang Jiangwu bawa.


"Orang orang yang kau bawa cukup pintar juga ya, Haocun sialan!" ucap Yang Jia Li sambil memperhatikan pertarungan yang berlangsung dibawahnya.


"Heh, tentu saja! Orang orang yang kubawa tidaklah lemah seperti orang orang yang kau bawa" ucap Zong Xian dengan sombong.


"Cih, jangan sombong hanya karna pujian seperti itu. Jangan meremehkan orang orang yang kubawa juga!", kesal Yang Jia Li.


"Yah..akui saja bahwa aku memang hebat dalam memilih orang. Berbeda denganmu yang sangat payah! Kau bisanya memilih orang lemah dan kau bisanya hanya marah ma-"


Pletak


Urat urang di pelipis Yang Jia Li terlihat. Tangannya terkepal kedepan. Ia menatap kearah pria yang kini sedang mengelus kepalanya itu.


"Aduh! Kau jahat sekali. Kenapa memukulku seperti itu?! Pukulanmu itu sangat menyakitkan, kau tau?!" protes Zong Xian sambil mengelus kepalanya.


"Kau pantas mendapatkannya. Bahkan bila saja aku sedang tidak berada di tempat ramai seperti ini, akan kubuat kau sekarat", dengus Yang Jia Li. Iapun kembali menatap kearah arena turnamen dengan kesal.


"Ketua keempat dan ketua pertama terlihat serasi" ucap Chan Juan sambil tersenyum (Wakil dari Yang Jia Li).


"Hah?! Apa maksudmu, jangan berfikir bahwa aku cocok dengannya! Aku sama sekali tidak mau!" ucap Yang Jia Li dengan kesal sambil mengarahkan tatapan pada wakil sekaligus temannya ini.


"Heh, kau kira aku mau denganmu?" ucap Zong Xian.


"Cih, aku juga tidak mau denganmu" ucap Yang Jia Li.


"Hei, kalian diam! Jangan bertengkar! Apa kalian tidak lihat, banyak anggota yang memperhatikan kita?!" ucap Liu Chen dengan tegas sambil menatap kearah dua orang yang selalu ribut ini.


Yang Jia Li maupun Zong Xian menatap kearah dimana para peserta duduk. Memang ada beberapa anggota yang nampak memperhatikan mereka. Bahkan ada yang menggelengkan kepala maupun menahan tawa.


Zong Xian maupun Yang Jia Li langsung tertunduk dan diam.


Liu Chen menggelengkan kepala melihat sikap kedua orang itu. Iapun kembali menatap kearah arena turnamen. Disana, nampak bahwa tim 2 menang dan berhasil mengambil bendera lawan.


"Pemenang dari pertandingan pertama adalah tim 2! Selamat bagi para pemenang karna dapat melanjutkan pertandingan babak ke 2!" ucap Song Quon dengan menggunakan Qi miliknya.


Semua anggota yang menonton bertepuk tangan dan bersorak pada para pemenang.

__ADS_1


"Baiklah, kita akan melanjutkan pertandingan berikutnya! tim 3 dan tim 4, dipersilahkan masuk ke dalam arena sekarang" lanjut Song Quon. Ia memperhatikan setiap anggota anggota.


Tak lama, 10 orang dari 2 tim berbeda masuk ke dalam arena.


__ADS_2