Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
30 -Han Liangyi II


__ADS_3

Liu Chen saat ini sedang dihadapkan pada seekor serigala yang memiliki tubuh lebih besar darinya. Serigala itu terlihat kesal karna serangannya tak mengenai manusia dihadapannya.


Gggrrrr


Serigala abu langsung melayangkan serangan memakai satu tangan depannya kearah Liu Chen. Melihat adanya serangan itu, Liu Chen melentingkan tubuh ke belakang sehingga serangan hanya mengenai udara kosong.


Liu Chen kembali berdiri tegak dan langsung menghilang dari pandangan serigala abu. Ia muncul disamping serigala dan langsung mengambil pedang tingkat menengah. Sebab, saat ini pedang tingkat tingginya sudah tinggal sedikit. Jadi ia tak mau bila pedang tingkat tingginya nanti tambah berkurang.


Merasakan adanya bahaya, Serigala abu langsung melompat kedepan dan langsung melihat kearah dimana ia merasakan adanya bahaya. Ketika mengetahui bahwa itu disebabkan oleh manusia yang dilawannya, serigala abu itu langsung menghilang dari pandangan.


"Cepat sekali" gumam Liu Chen. Ia kembali meningkatkan kewaspadaannya, karna ia tidak bisa melihat dimana serigala itu berada saat ini.


Merasakan adanya krisis dibelakang, Liu Chen langsung berbalik dan mengayunkan pedang kearah atas. Namun serangannya hanya mengenai udara kosong.


Gggrrr


Liu Chen mengarahkan pandangannya keatas dan melihat serigala yang menyerangnya lewat belakang, bersiap menerkam.


Liu Chen segera menggulingkan tubuh kesamping kala merasa tak bisa menghindar dengan cara lain. Sebab, serigala itu sudah sangat dekat dengannya.


Serigala itu kini sudah menapak ditanah. Iapun langsung melihat kearah samping, dimana mangsanya menghindar. Melihat bahwa mangsanya baru saja menghindar, ia kembali memberikan serangan. Kali ini, ia mengayunkan satu kaki depan yang memiliki cakar sangat tajam. Ia bersiap mengoyak daging mangsanya.


Melihat adanya serangan cepat itu, Liu Chen langsung kembali menggulingkan badan kesamping. Hingga kaki serigala hanya mengenai tanah.


Serigala itu tetap menyerang dengan kaki depan. Ketika lawannya menghindar, maka ia akan kembali memberikan serangan yang sama berulang ulang.


Kini Liu Chen merasa pusing karna terus berguling ditanah. Bahkan ia tidak diberikan kesempatan untuk berdiri dengan tegak. Jadi Liu Chen hanya bisa menghindar dengan berguling kesamping.


Melihat kaki serigala yang ingin mengoyaknya, kali ini Liu Chen tidak langsung menghindar. Dirinya menahan kaki itu dengan menggunakan pedang yang digenggamnya.


Krrrakk


Terdengar suara retakan dari pedang itu, membuat Liu Chen mengumpat dalam hati. Iapun langsung kembali menggulingkan tubuhnya sebelum pedang itu benar benar terbelah menjadi dua dan jatuh ketanah dengan kaki serigala diatasnya yang menginjak pedang.


Melihat bahwa serigala itu tidak langsung menyerang, memberikan waktu bagi Liu Chen untuk berdiri.


Pandangan Liu Chen agak berputar karna ia terus menghindari serangan serigala abu dengan berguling. Bahkan ia agak sulit berdiri dengan tegak. "Serigala sialan! Kenapa kau tidak memberikan waktu bagiku untuk-"


Ucapan Liu Chen terhenti kala sebuah serangan kaki kembali dilayangkan oleh serigala berbulu abu itu. Liu Chen langsung melompat ke atas. Hingga dia bisa menghindar.


Tempat dimana Liu Chen saat ini berada tidak didekat Song Quon lagi. Sebab, ia terus menghindari serangan serigala abu membuatnya lama kelamaan semakin jauh dari temannya itu.


Liu Chen kembali menapak ditanah. Ia menatap tajam serigala abu dihadapannya. "Sekarang giliranku!"


Liu Chen langsung menghilang dari tempatnya berada. Iapun langsung muncul diatas serigala abu dengan tangan mengepal. Qi berkumpul pada kepalan tangganya dan Liu Chen pun langsung mengarahkannya pada serigala abu.


Serigala yang tau akan serangan itu karna merasakan adanya bahaya, langsung menghindar dari sana.


Boomm


Kepalan tangan Liu Chen mengenai tanah dan membuat angin yang agak kencang disekitar.


Angin itu juga membuat serigala terdorong beberapa langkah. Dedebuan menutupi tempat Liu Chen mendarat.


Sebelum dedebuan menghilang, sesuatu dengan cepat keluar dari sana dan langsung meluncur menuju serigala abu.


Liu Chen langsung memukul kepala serigala dengan tinju yang dialiri banyak Qi. Karna serigala itu tak siap dengan serangan kejutan yang dilakukan Liu Chen, akhirnya ia hanya bisa menerima serangan.


Kepala serigala itu langsung hancur dan tubuh serigala langsung terlempar jauh.


Liu Chen menatap kearah dimana serigala itu terlempar, sudut bibirnya terangkat. "Akhirnya aku dapat mengalahkanmu juga. Walaupun tingkat kekuatannya hanya berada di tingkat prajurit, namun kecepatannya hampir menyamaiku ketika memakai jurus langkah bayangan"


Dedebuan sekitar langsung menghilang dan memperlihatkan sebuah cekungan besar yang terpampang dipermukaan tanah.


"Sepertinya karna selalu menghindar dari serigala sialan itu, aku terpisah dari Quon. Aku harus kembali dengan cepat, mungkin ia tak mendengar suara pertarunganku tadi. Akan berbahaya jika tiba tiba saja ada demonic beast didekat Quon yang kini sedang tidur. Aku harus kembali dengan cepat!"


Liu Chen langsung berlari menuju tempat Song Quon berada. Ketika sampai, ia tidak melihat adanya pemuda itu ditempatnya berada.


"Apa aku salah jalan? Tapi kurasa tidak. Lalu dimana Quon? Quon?!"


Tidak ada jawaban sama sekali. Hanya ada keheningan dan suara dari Liu Chen. "Quon, kau dimana?! Jawab aku!"

__ADS_1


Tidak juga ada jawaban yang terdengar, "Apa Quon sudah ditangkap oleh iblis iblis itu? Atau jangan jangan...Quon dimakan oleh demonic beast yang tak sengaja lewat?", Liu Chen langsung menggelengkan kepala.


"Tidak, tidak mungkin. Aku harus segera mencari Quon saat ini", Liu Chen langsung pergi dari sana dan berniat mencari Song Quon yang menghilang. Ia sangat khawatir pada temannya itu.


Liu Chen terus mencari Song Quon sampai pagi tiba, namun tidak juga menemukan pemuda itu. Liu Chen menatap kearah langit,"Quon, kau dimana sebenarnya?"


"Aku tak mungkin pergi ke desa itu lagi. Namun bagaimana jika dia ada disana? Aku akan mengawasi desa itu dari jauh saja", Liu Chen menghilang ditempatnya dengan cepat. Bahkan beberapa debu langsung beterbangan.


Di pusat desa, seorang pemuda nampak diikat diantara tiang. Tangannya diikat ditiang bagian kiri dan kanannya.


"Sebenarnya apa tujuanmu datang kemari?!"


"Bagaimana manusia sepertimu bisa datang ke dunia kami?!"


"Manusia, aku membencimu!"


"Sebaiknya kau mati saja!"


"Siksa dia!"


"Kurung dia!"


"Bunuh!"


Beberapa suara teriakan terdengar. Teriakan itu terdengar seperti kebencian terhadap pemuda yang diikat diantara tiang besi.


Di sebelah tiang besi itu, terlihat seorang iblis yang terlihat kuat. "Diam semuanya!"


Perlahan, teriakan mulai mereda. Namun tatapan mereka pada pemuda yang diikat itu ada kebencian.


Pemuda itu menghela nafas, "Kenapa jadi begini?"


Iblis yang ada disebelah pemuda itu langsung berpindah menjadi berdiri didepan. Iblis itu menatap kearah pemuda yang diikat tersebut dengan tajam.


"Apa tujuanmu kemari, manusia?! Apa saja yang telah kau lakukan di dunia kami?!"


Pemuda itu menatap kearah iblis didepannya dengan malas, "Kau lihat sendiri, bukan? Aku saat ini diikat diantara tiang besi. Jadi apa yang bisa kulakukan? Aku hanya bisa mendengar ocehan kalian"


"Bunuh saja!"


"Diam semuanya!", tegas iblis yang berdiri didepan pemuda manusia itu.


Seketika sekelilingnya kembali diam. Tidak ada yang berani berbicara.


"Kau memang sangat berani, manusia! Lebih baik kau katakan, bagaimana caramu dapat kemari?!"


Beberapa detik menunggu, namun tak ada jawaban, membuat iblis itu menjadi kesal.


Iblis itu adalah seorang jendral. Bernama Bai Yuan.


"Jawab! Apa tujuanmu kemari?! Dan beritau kami dimana kedua manusia lainnya yang datang bersamamu?! Jawab aku, jika tidak-"


"Jika tidak apa?!" ucap pemuda itu dengan tegas. Iapun melanjutkan ucapannya, "Aku tidak takut padamu sama sekali. Aku bisa mengalahkanmu dengan mudah. Namun aku tak mau melakukannya! kau tau kenapa, hm?"


Tak lama setelah itu, tali yang mengikat pemuda itu langsung terputus. Padahal tali itu adalah tali Qi yang kuat. Semua iblis yang ada disana terkejut, kecuali Bai Yuan. Ia menatap pemuda didepannya dengan datar.


"Sudah kuduga, kau dapat melepaskan diri dari tali ini dengan mudah" ucap Bai Yuan.


Sudut bibir pemuda itu terangkat, "Kau sudah tau? lalu kenapa kau tidak langsung membunuhmu. Bisa saja aku akan langsung membunuh kalian, bukan?"


Bai Yuan menjawab, "Aku tidak melakukannya karna aku juga ingin tau, mengapa kau tidak langsung lari saja dari ku dan pasukanku pagi tadi dan memberontak pada kami? Bukankah kau bisa mengalahkanku dengan mudah?"


Semua iblis langsung terkejut mendengar apa yang Bai Yuan katakan. Mengalahkannya dengan mudah? Sekuat apa manusia itu?


"Awalnya aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu dan pasukanmu. Namun kalian tak ingin mendengarkan apa yang ingin kukatakan. Jadi aku ikut saja dengan kalian.


Aku tak memberontak ataupun melawan dan membunuh kalian karna aku tak ingin ras iblis semakin membenci manusia. Aku tau apa alasan kalian membenci kami. Namun, bukan kami yang melakukan hal itu. Tetapi orang lain" ucap pemuda tersebut.


"Apa bukti yang kau miliki manusia?! Kau pasti berbohong hanya untuk menyelamatkan dirimu sendiri dari kematian yang akan kau terima dari kami!" teriak kepala desa, Huang Cheng.


"Bukankah jendral iblis, Bai Yuan sudah mengatakannya pada kalian? Aku bisa saja mengalahkan dirinya dan pasukannya dengan mudah. Bukankah dia berkata seperti itu?", sudut bibir pemuda tersebut terangkat kembali.

__ADS_1


"Jadi tentunya aku bisa lari dari kalian dan membunuh kalian semua. Lalu untuk apa aku berbohong agar aku bisa selamat dari kematian yang akan kuterima jika kalian semua akan membunuhku? tentunya tak ada untungnya bagiku berbohong kepada kalian"


Semua iblis terdiam, jendral Bai Yuan memang mengatakan bahwa dirinya bisa saja dikalahkan dengan mudah oleh manusia itu. Jadi untuk apa dia berbohong untuk menyelamatkan hidupnya?


"Lalu, apa yang ingin kau katakan?" ucap jendral Bai Yuan dengan dingin.


"Alasan kalian membenci kami manusia, pasti karna pangeran kalian dibunuh oleh manusia. Bukankah begitu?" ucap pemuda tersebut.


"Ya, karna kalian adalah penyebab kematian pangeran!"


"Kalian membunuh pangeran kami!"


Semua iblis menjadi berisik dan mereka seperti mengungkapkan rasa marah mereka.


"Tapi bukan manusia yang melakukan itu", lanjut pemuda itu.


"Apa bukti yang kau miliki?!"


"Kaisar bahkan mengatakan bahwa seorang jendral selamat yang ikut dengan pangeran memberitaukan pelaku dari pembunuh pangeran. Jendral itu mengatakan bahwa pelakunya adalah manusia. Tak lama setelah memberitaukan itupun, jendral langsung tewas karna dia memaksakan diri pergi menemui Kaisar. Padahal dia sudah mendapat luka berat" ucap kepala desa, Huang Cheng.


"Tapi pelaku sebenarnya bukanlah manusia! manusia dijadikan sebagai kambing hitam oleh pelaku sebenarnya dari pembunuhan pangeran iblis" ucap pemuda tersebut.


"Li-Liangyi?!", kaget Liu Chen. Ia saat ini berada di sebuah atap rumah salah satu penduduk. Ia berada agak jauh dari pusat desa, yang saat ini ada banyak kerumunan iblis.


"Kenapa Liangyi bisa ada disini? Sepertinya benar apa yang kurasakan saat malam itu. Liangyi memang berada disini. Tapi bagaimana bisa? Apa sebelum portal menghilang, dia masuk ke dalamnya? Tapi aku dan Quon tidak bertemu Liangyi saat sampai disini" gumam Liu Chen. Ia menyipitkan matanya untuk melihat lebih jelas pemuda yang berada di depan kerumunan, yang tak lain adalah Han Liangyi.


Liu Chen hanya memperhatikan dari kejauhan dan belum mengambil tindakan apapun. Lagi pula, Han Liangyi terlihat baik baik saja. Liu Chen juga tak mau mengambil tindakan dengan gegabah.


"Lalu apa bukti yang kau miliki?!", tegas jendral Bai Yuan.


"Aku bisa mengetahui penyebab kalian membenci manusia karna aku sudah mencari informasi. Salah satu informasi yang kuketahui adalah pangeran iblis membawa pedang phoenix api bersamanya saat itu.


Aku berniat mencari tau penyebab kalian menyatakan perang pada manusia. Karna aku merasa tak mungkin kalian akan menyatakan perang begitu saja tanpa penyebab apapun.


Penyebab perang memang biasanya karna wilayah, namun karna aku merasa ras iblis tidak akan menyatakan perang hanya untuk wilayah, jadi akupun mencari tau tentang kalian.


Informasi tentang pangeran yang membawa pedang phoenix api sangat berguna bagiku saat itu. Akupun mencari tau dimana lokasi pedang itu berada.


Setelah aku menemukannya, akupun menggunakan kemampuanku untuk melihat kejadian ketika sebelum pangeran iblis tewas.


Disanalah aku mengetahui pelaku pembunuhan sebenarnya.


Namun pedang phoenix api tak lama berada ditanganku. Sebab, aku langsung diserang dan pedang phoenix api pun diambil olehnya.


Aku terluka sangat parah saat itu, akupun bersembunyi untuk menyembuhkan lukaku terlebih dahulu. Namun tak disangka, membutuhkan waktu yang sangat lama untukku sembuh.


Akupun tak bisa membantu manusia disaat itu. Tapi untungnya, manusia belum musnah dari dunia. Lalu saat ini, aku akan memberitaukan berita bahagia untuk kalian", Han Liangyi tersenyum misterius kearah mereka.


"Kami belum mempercayai ceritamu manusia! jadi jangan harap kami akan mendengarkan apa yang ingin kau-"


Ucapan iblis itu dipotong oleh Han Liangyi, "Berita bahagia untuk kalian adalah...pangeran kalian hidup kembali saat ini"


Sontak, ucapan Han Liangyi membuat semuanya berisik. Mereka masih tak percaya dengan cerita Han Liangyi, namun ketika mendengar bahwa pangeran mereka hidup saat ini, membuat mereka bahagia. Tapi mereka tidak tau apakah manusia ini mengatakan hal yang sebenarnya ataukah bukan.


"Jangan bercanda, jika pangeran saat ini hidup, maka dimana dia sekarang?!" teriak seorang iblis.


"Kurasa...dia juga ada didunia ini. Manusia lain yang kalian maksud mungkin salah satunya adalah dia. Bukankah pangeran kalian memiliki energi yang terasa seperti manusia? namun didalam darahnya terdapat darah iblis", Han Liangyi tersenyum.


"Bagaimana kau bisa mengetahui hal seperti itu?!"


Han Liangyi menatap kearah iblis yang bertanya itu dan menjawab ucapannya, "Sudah kubilang, aku sudah mencari tau tentang kalian. Jadi aku mengetahui hal seperti ini"


"Apakah yang kau katakan benar?! Apa kau tidak membohongi kami?!"


Para iblis masih tak percaya dengan apa yang Han Liangyi katakan. Bagaimanapun, Han Liangyi adalah seorang manusia dan manusia adalah musuh mereka. Jadi tak mungkin mereka percaya begitu saja pada manusia dihadapan mereka ini.


Han Liangyi menghela nafas, "Sudah kuduga bahwa kalian takkan mudah percaya padaku. Lalu bagaimana jika nanti aku membuktikannya pada kalian tentang ucapan yang baru kukatakan tadi?


Aku akan membawa seorang reinkarnasi dari pangeran kalian. Kalian juga pasti akan mengetahui bahwa aku takkan berbohong karna kalian akan tau bahwa dia pangeran dengan melihat darah yang dimilikinya"


Semua iblis nampak terdiam. Apakah memang benar, pangeran mereka bereinkarnasi? Sebab, hampir tidak mungkin seseorang bisa bereinkarnasi. Bereinkarnasi satu kalipun, itu termasuk hal yang sangat beruntung yang tak bisa didapatkan banyak orang.

__ADS_1


Sementara saat ini Liu Chen tak dapat mendengar apa yang dikatakan Han Liangyi sama sekali. Dia berada cukup jauh dari pusat desa. Ia berniat mencari Song Quon, namun melihat adanya Han Liangyi, Liu Chen ingin menemui pemuda itu.


Namun ini bukanlah waktu yang tepat. Liu Chen masih tetap ditempatnya karna takut jika Han Liangyi tiba tiba saja diserang semua iblis yang ada didepannya. Jika itu terjadi, maka Liu Chen akan mencoba menolong Han Liangyi sebisanya.


__ADS_2