Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
44 -Jenderal Muda, Tao Mu


__ADS_3

"Sialan! Kenapa sekarang aku yang tinggal di markas?!" kesal seorang wanita. Ia adalah Yang Jia Li. Ini sudah ketiga harinya setelah turnamen selesai.


Pemenang sudah ditentukan, Yelu memenangkan juara pertama. Karna Yelu merupakan orang yang Zong Xian bawa, maka pemuda itu ikut dengan Liu Chen.


Lalu juara kedua adalah Lao Tzu. Karna Lao Tzu adalah orang yang Zhang Jiangwu bawa, maka pemuda itu ikut juga dengan Liu Chen. Lalu juara ketiga adalah seorang wanita yang juga Zong Xian masukkan dalam kelompok.


Sementara juara keempat adalah orang yang Zhang Jiangwu bawa dan juara kelima adalah orang yang, Yang Jia Li bawa. Karna sebelumnya mereka sepakat untuk menentukan orang yang akan ikut dengan Liu Chen dengan melihat siapa juara satu sampai tiga, maka Yang Jia Li tidak ikut. Karna orang yang dirinya bawa memenangkan juara kelima.


"Haocun sialan!", Yang Jia Li ingat saat Zong Xian yang terus saja meledeknya karna kalah dari dirinya.


"Haha, kau akan menjadi yang terlemah diantara kita semua. Tingkatan kultivasi mu akan tertinggal jauh dari kami. Haha, selamat mengurus markas tuan putri. Semoga saja saat kami pulang nanti, markas tidak kacau!"


Itulah suara Zong Xian yang terngiang dikepala Yang Jia Li. Ia tentunya tidak ingin tertinggal dengan ketiga orang temannya itu. Dia juga tidak mau dikatakan orang yang tak becus dalam mengurus markas sehingga Zong Xian akan lebih mengejeknya.


"Haocun sialan!", Yang Jia Li langsung mencorat coret kertas dihadapannya saat ini.


"E-em..ketua keempat, jangan marah seperti itu. Nanti anda cepat tua" ucap Chan Juan (Wakil Yang Jia Li).


Yang Jia Li menatap Chan Juan dengan tajam karna kesal dikatakan seperti itu. "Apa kau mengataiku tua, hah?! Aku ini masih sangat muda!", Yang Jia Li langsung menggebrak meja dengan keras hingga membuat meja terbelah jadi dua. Akhirnya, kertas yang ada diatas meja pun beterbangan dan berserakan.


Chan Juan menelan ludahnya. Sepertinya ia salah ucap tadi. Iapun mencari kata yang lebih tepat, "Ti-tidak ada gunanya bila anda terus marah marah seperti ini, ketua keempat. Lebih baik anda membuktikan pada ketua pertama bahwa kultivasi anda tidak akan tertinggal darinya dan markas pun akan lebih maju bila anda yang mengurusnya" ucap Chan Juan yang mencoba menenangkan.


Yang Jia Li mengatur nafasnya dengan kesal. "Kalau begitu, untuk urusan markas, maka kau yang akan mengurusnya! Aku akan meningkatkan kekuatanku"


Chan Juan menjadi terkejut, "Ta-tapi.."


"Tidak ada protes. Kau bisa meminta bantuan Yelu. Jangan mengganggu latihan tertutupku", Yang Jia Li langsung berdiri dari kursinya. Iapun langsung membuka pintu. Sebelum keluar, ia menengok ke belakang.


"Jangan sampai ada masalah apapun. Kau harus mengurus tentang kerjasama kita dengan asosiasi bulan perak dan pekerjaan lainnya. Kau juga harus mengatur semua anggota. Kau mengerti 'kan?" ucap Yang Jia Li dengan penuh tekanan.


Chan Juan menganggukinya dengan berat hati. Setelah mendapat anggukan, Yang Jia Li langsung keluar dan menutup pintu dengan agak keras hingga membuat kertas yang sudah berserakan di lantai, kini beterbangan dan semakin berantakan.


Chan Juan menghela nafas berat, "Kenapa harus aku yang mengurusnya?", iapun menggelengkan kepala dengan pasrah.


Zong Xian,Feng Ying (Wakil Zong Xian), Liu Chen, Song Quon, Zhang Jiangwu dan Lu Tuoli (Wakil Zhang Jiangwu) kini sudah berada di dunia iblis setelah beberapa hari selesainya turnamen.


Mereka berada di sebuah hutan. Mereka awalnya tiba tiba saja muncul di dekat gunung berapi. Ungtungnya, mereka tidak muncul tepat diatas lahar gunung berapi. Bila tidak, mungkin mereka akan mati tercebur ke dalam lahar panas.


"Aku jadi merinding memikirkannya. Untung saja saat itu kita muncul di dekat gunung berapinya dan bukan muncul diatas lahar panas gunung berapi. Jika tidak, maka kita akan mati tercebur ke dalam lahar panas" ucap Feng Ying.


"Kau benar" ucap Song Quon.


"Karna kita berada diluar markas, maka panggil dengan nama asli saja dan jangan memanggil memakai kata 'ketua' dan 'wakil ketua'. Kalian mengerti?" ucap Liu Chen.


"Tidak kau beritau pun, aku sudah tau" ucap Zong Xian. Iapun memperlihatkan jubah berwarna putih dengan corak berwarna biru dan kuning. "Chen, apa benar bahwa ini dapat membuat kita tidak ketahuan bahwa kita manusia?"


Liu Chen menatap Zong Xian. Iapun mengangguk, "Jubah yang kupesan untuk anggota kita bukanlah jubah biasa. Aku sudah menjelaskannya pada kalian, bukan? Apa kalian masih tidak percaya?"


Jubah yang Liu Chen pesan saat di asosiasi bulan perak dapat melindungi tubuh dari serangan yang diarahkan oleh lawan. Namun jubah hanya dapat menahan serangan sampai tingkat prajurit saja.


Tapi jubah yang Liu Chen pesan ini sangat berguna untuk saat ini. Karna jubah yang dibelinya dapat menghilangkan energi. Tepatnya, energi manusia atau apapun takkan dapat diketahui oranglain bila memakainya. Jadi tentunya, iblis tidak akan merasakan energi apapun yang dikeluarkan tubuh. Liu Chen dan yang lainnya pun tidak akan diketahui sebagai manusia.


"Bukan begitu, hanya saja..aku agak ragu" ucap Zong Xian dengan ragu ragu.


Liu Chen menghela nafas, "Kalau begitu, aku akan mencobanya terlebih dahulu", iapun langsung menggunakan jubah miliknya.


"Chen, tunggu. Aku akan ikut denganmu, lagi pula aku percaya dengan ucapan yang kau katakan tadi" ucap Song Quon. Iapun mulai menggunakan jubah yang sama dengan yang Liu Chen kenakan.


Liu Chen mengangguk, "Baiklah, kebetulan di dekat tempat kita sekarang ada sebuah kota. Kita bisa mencobanya dengan berjalan disana"


Song Quon mengangguk. Iapun langsung mengikuti langkah Liu Chen yang berjalan menuju sebuah tempat. Zhang Jiangwu pun memakai jubahnya dan mengikuti Liu Chen.


Saat Lu Tuoli ingin mengikuti Zhang Jiangwu, Zhang Jiangwu langsung mengatakan bahwa dia tidak perlu ikut dan menyuruh Lu Tuoli tetap disini.


"Tapi.."


Zhang Jiangwu menatap Lu Tuoli seakan mengatakan jangan membantahnya. Akhirnya Lu Tuoli menuruti ucapan Zhang Jiangwu.


Zhang Jiangwu pun mulai mengikuti Liu Chen dan Song Quon.


Zong Xian, Feng Ying, dan Lu Tuoli masih tetap ditempatnya. Mereka akan diam terlebih dahulu disini dan berjaga jaga.


"Kau ikut juga Jiangwu?" ucap Liu Chen sambil sedikit melirik ke belakang. Iapun hanya mendapat anggukan dari pemuda itu.

__ADS_1


Mereka pergi menuju kota terdekat yang ada disekitar. Tentunya mereka menggunakan jubah anggota kelompok topeng bayangan dan menggunakan tudung yang ada pada jubah untuk menutupi kepala mereka.


Saat sampai disana, mereka dapat melihat banyaknya iblis yang berjalan jalan. Semuanya memiliki dua tanduk diatas kepala mereka.


Semua iblis itu nampak seperti manusia biasa, karna melakukan kegiatan yang sama saja seperti manusia biasa. Seperti adanya jual beli yang dilakukan dan hal lainnya.


Liu Chen, Song Quon dan Zhang Jiangwu melihat sekitar. Mereka merasa bahwa para iblis ini tidak mengetahui bahwa mereka manusia. Karna bila mereka mengetahuinya, pasti mereka langsung menyerang.


"Ini berhasil. Ternyata jubah yang kau berikan memang berhasil, Chen" ucap Song Quon dengan suara kecil.


Liu Chen hanya mengangguk. "Ternyata para iblis tidak seperti yang ku bayangkan. Aku kira mereka hanya tau bertarung saja. Ternyata mereka sama seperti manusia, ada transaksi jual beli, dan hal lainnya" batin Liu Chen.


Disekitar nampak sangat ramai. Hari saat ini sudah sore dan akan segera malam, namun terlihat bahwa para iblis semakin banyak.


"Kenapa disini sangat ramai? Apa akan ada sebuah acara yang dilakukan disini?" ucap Liu Chen.


"Sepertinya begitu, dilihat dari ramainya kota ini" ucap Song Quon.


Seorang iblis yang mendengar percakapan mereka langsung berjalan lebih maju lagi dan mensejajarkan dirinya dengan Liu Chen.


"Kau tidak tau, ya? Disini akan diadakan festival lampion. Kau lihat banyak yang menjual lampion di lapak mereka" ucapnya.


Liu Chen dan Song Quon terkejut ketika ada iblis yang menjawab rasa penasaran mereka. Mereka berusaha sebaik mungkin agar tidak ketahuan bahwa mereka bukanlah iblis.


"O-oh begitu ya? Terimakasih informasinya" ucap Liu Chen dengan canggung.


Iblis yang nampak seumuran dengan Liu Chen itu pun mengangguk. "Ngomong ngomong, kalian berasal darimana? Dan apa tujuan kalian datang ke kota ini?"


"Kami hanya pengelana yng datang berkunjung ke kota ini" ucap Song Quon.


Liu Chen mengangguki ucapan Song Quon. "Semoga saja dia tidak bertanya lebih lanjut lagi. Bila tidak, lama kelamaan mungkin kami akan ketahuan" batinnya. Liu Chen dapat mengetahui bahwa iblis yang berjalan disampingnya ini bukanlah iblis biasa. Dia dapat melihat bahwa pakaian yang dikenakan pemuda ini seperti prajurit. Liu Chen juga dapat melihat bahwa tingkatan kultivasi iblis ini berada di tingkat jenderal.


Namun yang tidak diketahuinya adalah bahwa pemuda iblis itu memiliki tingkat kultivasi yang lebih tinggi. Yaitu berada di tingkat bumi bintang 5.


Iblis dengan pakaian prajurit ini menyembunyikan tingkat kultivasinya. Umur dia sebenarnya juga sudah ratusan tahun. Namun wajahnya terlihat masih muda, sekitar 450 tahun. Namun umur sebesar itu dikatakan masih muda untuk para iblis. Karna iblis memiliki umur yang sangat panjang, berbeda dengan manusia.


Pemuda iblis ini sebenarnya adalah salah satu jenderal. Namun ia menyamar menjadi prajurit untuk dapat istirahat sejenak dari tugas tugas yang dimilikinya. Mungkin saat ini, para prajuritnya sedang mencari jenderal iblis ini.


"Ah, ya. Maaf karna tidak memperkenalkan diri sebelumnya. Namaku Tao Mu. Siapa nama kalian?" ucap pemuda iblis itu.


"Apa kalian tidak memiliki marga?", Tong Mu mengerutkan keningnya sambil menatap ketiga pemuda disampingnya ini.


"Yah..begitulah" ucap Song Quon.


Tao Mu hanya mengangguk. "Bagaimana jika kita mengikuti festival lampion? Itu pasti akan menyenangkan. Aku juga sudah lama tidak pernah mengikuti festival seperti ini. Bagaimana?" ucapnya dengan semangat.


Liu Chen dan Song Quon saling berpandangan. Keduanya secara bersamaan melihat kearah Zhang Jiangwu. Pemuda dengan eskpresi datar itu menjawab dengan anggukan. Ia tau, bila saja menolak tawaran Tao Mu, mungkin iblis itu akan terus memaksa. Maka dari itu, Zhang Jiangwu langsung menyetujuinya saja. Bisa saja mereka mendapatkan informasi tentang para iblis ini.


Liu Chen dan Song Quon mengangguk secara bersamaan sambil menatap Tao Mu. "Baiklah"


Tao Mu tersenyum, "Terimakasih. Kalau begitu, ayo kita berjalan jalan sebentar disini. Lalu setelah malam tiba, kita akan membeli lampion untuk diterbangkan bersama"


Liu Chen dan Song Quon mengganguk. Liu Chen pun langsung bertanya dengan hati hati. "Apa kau adalah seorang prajurit? Dari pakaianmu, kau terlihat seperti prajurit. Tetapi, bila kau prajurit, seharusnya ada prajurit lain disini, bukan?"


Tao Mu terkekeh pelan, "Aku bukanlah prajurit. Aku hanya menyamar saja"


Song Quon mengerutkan keningnya. "Memangnya siapa kau sebenarnya?"


"Hm..nanti saja kuberitau setelah festival lampion selesai" ucap Tao Mu.


"Baiklah", Song Quon mengangguk.


Mereka berempat berjalan bersama. Hanya Zhang Jiangwu yang hanya diam saja tanpa mnegucapkan sepatah kata pun.


"Kenapa teman kalian itu hanya diam saja dari tadi?" ucap Tao Mu.


"Ah, dia memang tidak suka banyak bicara" ucap Liu Chen sambil tersenyum canggung.


Tao Mu hanya mengangguk, "Ayo kita makan itu. Sepertinya enak", ia menunjuk sebuah lapak dagang.


Liu Chen dan Song Quon mengangguk dengan agak ragu. Karna mereka ragu bila uang yang ada di dunia ras iblis ini berbeda dengan mereka. Namun mereka ikut saja pada Tao Mu.


Untungnya, uang yang dipakai disini sama saja. Makanan yang dibeli Liu Chen pun terlihat tidak aneh. Ia memakannya dan saat menggigit pertama kali daging yang dibakar itu, matanya melebar. Iapun langsung makan dengan cepat. Rasanya sangat enak menurut Liu Chen.

__ADS_1


Song Quon pun ikut mencicipi nya. Saat pertama kali menggigit, matanya juga melebar. Namun ada sedikit air mata di tepi matanya. Itu bukan karna rasanya yang begitu enak sampai dia menyukainya. Hanya saja, rasanya dia kenal dengan tekstur daging ini. Daging dari hewan yang tidak disukainya.


Song Quon langsung memuntahkan makanan itu ke tanah. Wajahnya terlihat agak pucat, "I-ini sebenarnya daging apa?"


Tao Mu terkejut melihat Song Quon yang memuntahkan makanan itu. "Apa kau tidak menyukainya? Ini adalah daging demonic beast berbentuk ulat. Bernama ulat tanduk"


Liu Chen yang baru saja menyelesaikn makananya, tersedak mendengar kata 'ulat'. Apa dia baru saja memakan daging ulat bulu?


"Apa aku tidak salah dengar?" ucap Liu Chen.


"Makanan ini memang terbuat dari daging ulat tanduk. Memangnya kenapa? Biasanya kebanyakan iblis menyukainya" ucap Tao Mu dengan heran.


Liu Chen ingin sekali memuntahkan makanannya kembali. Namun tidak bisa. Makanannya sudah terlanjur masuk ke dalam perut.


Song Quon memberikan makanan miliknya pada Tao Mu, "Ini untukmu saja. Aku tidak selera makan"


"Yasudah kalau begitu. Eh? Apa kau baik baik saja, Xun?", Tao Mu langsung menatap Liu Chen yang nampak seperti ingin muntah. Namun pemuda itu tidak bisa memuntahkan apa yang ingin dikeluarkannya.


Liu Chen mengangguk. Namun wajahnya agak pucat, "A-aku baik baik saja. Uhek, menjijikan. Aku memakan ulat? Semoga tidak ada kejadian yang lebih buruk lagi dari ini"


Liu Chen mengira bahwa bila dia memakan ulat, maka dia akan gatal gatal. Namun Tao Mu segera berkata bahwa ulat tanduk berbeda dengan ulat lainnya. Ulat itu tidak akan menyebabkan gatal gatal bila dimakan.


Liu Chen menjadi agak tenang. Namun ia kini tidak mau sembarangan membeli makanan di dunia iblis ini. Bisa bisa, dia memakan sesuatu yang lebih menjijikan lagi.


Sedangkan Zhang Jiangwu, ia tidak membeli bahkan mncoba makanan yang Liu Chen dan Song Quon beli. Karna ia tak tertarik sama sekali dengan itu.


Mereka kembali berjalan jalan di kota yang ramai ini.


"Aku tak ingin memakan makanan itu lagi" batin Liu Chen. Saat membayangkan ketika bagaimana ia lahapnya memakan daging ulat, membuat Liu Chen ingin muntah.


Liu Chen tidak mengetahui daging yang tadi dimakannya adalah daging ulat. Sebab, daging itu berbentuk seperti daging pada umumnya yang dipotong menjadi beberapa bagian. Hanya saja, bentuk daging yang Liu Chen makan tadi bulat sempurna. Dengan permukaan datar.


"Festival akan segera dimulai, ayo kita segera membeli lampion", ajak Tao Mu.


Liu Chen dan Song Quon segera mengangguk. Mereka pun mulai membeli lampion. Awalnya Zhang Jiangwu tidak ingin membelinya. Namun Liu Chen segera membelikan sebuah lampion untuk pemuda itu.


Banyak iblis yang berkumpul di sebuah titik tempat.


Walaupun Liu Chen, Song Quon dan Zhang Jiangwu menggunakan jubah, namun semua iblis tidak curiga. Sebab, tidak hanya mereka yang memakai jubah. Sering ada pengelana yang berpenampilan seperti ketiga pemuda ini. Jadi itu hal biasa bagi mereka.


"Kita apakan lampion ini? Dan kenapa tidak kita terbangkan langsung?", bingung Liu Chen.


Tao Mu menatap Liu Chen. "Kau tulis apa harapan yang kau inginkan pada lampion milikmu. Kita belum menerbangkannya karna jenderal besar belum menerbangkannya juga"


"Jendral besar?" batin Liu Chen dan Song Quon.


"Apa jenderal besar itu maksudnya adalah jenderal yang merupakan tangan kanan kaisar dan merupakan yang terkuat?" ucap Liu Chen dengan hati hati agar tak menimbulkan kecurigaan.


Tao Mu segera mengangguk, iapun mengerutkan keningnya. "Kenapa kalian tidak mengetahui ini? Sebanarnya kalian tinggal dimana hingga tidak mengetahui tentang jenderal besar?"


"A-ah, kami sepertinya terlalu lama tinggal di hutan dan melupakan banyak hal yang ada disini" ucap Song Quon.


"Terserah saja. Sekarang kalian tulis harapan kalian pada lampion masing masing" ucap Tao Mu. Ia pun mulai menulis sebuah harapan pada lampion miliknya.


"Apa kami bisa meminjam pena mu?" ucap Liu Chen.


"Ya, tentu. Namun bila aku sudah selesai dengan tulisanku" , Tao Mu nampak terus menulis di lampion dan akhirnya selesai. Iapun memberikan pena pada Liu Chen.


"Terimakasih"


Tao Mu mengangguki ucapan Liu Chen. Ia menatap kearah lampion milik Liu Chen yang kini mulai akan ditulis sesuatu.


"Jangan melihatnya" ucap Liu Chen. Iapun menutupi tulisan yang ada pada lampion.


"Uh, baiklah"


Setelah selesai, Liu Chen memberikan pena pada Song Quon. "Sekarang kau yang tulis. Setelah itu, Gu.."


Ucapan Liu Chen terhenti kala melihat pemuda dengan ekspresi datar itu sedang menulis sesuatu pada lampion. Bukankah berarti, pemuda itu membawa pena sendiri?


"Guang membawa pena sendiri. Sepertinya dia selalu membawanya" ucao Song Quon. Iapun menerima pena yang Liu Chen berikan dan mulai menulis. "Kau jangan melihat tulisanku"


"Baiklah", Liu Chen mengalihkan tatapannya kearah lain.

__ADS_1


Setelah selesai, Song Quon memberikan pena kembali pada Tao Mu. "Terimakasih"


"Tidak masalah"


__ADS_2