Kelompok Topeng Bayangan

Kelompok Topeng Bayangan
103 -Kekacauan VI


__ADS_3

Di dalam istana kekaisaran Phoenix api terjadi pertarungan. Han Liangyi, Feng Ying dan Lu Tuoli melawan beberapa orang prajurit kekaisaran Phoenix api. Walaupun kekuatan para prajurit ini lebih lemah dari mereka bertiga, namun mereka tak bisa menghabisi prajurit prajurit ini.


Feng Yin yang merupakan kakak dari Feng Ying saat ini tengah bertarung melawan Feng Ying. Ia tidak mengetahui bahwa orang yang ia lawan adalah adiknya sendiri. Karna Feng Ying memakai topeng dan tidak mengatakan apapun.


"Apa mungkin kakak dikendalikan? Tapi.. Dilihat dari keadaannya, ia tidak dikendalikan sama sekali. Lalu kenapa? Kenapa dia berada di pihak musuh?" batin Feng Ying.


"Dia memiliki kekuatan yang lebih baik dariku. Tapi kenapa dia tidak langsung mengakhiriku saja?" batin Feng Yin. Ia mengayunkan pedang secara vertikal ke arah Feng Ying. Namun, serangannya ditahan oleh pedang milik Feng Ying.


Feng Ying yang sejak tadi tidak membuka percakapan, akhirnya mulai mengeluarkan suaranya, "Kenapa kau melakukan ini kakak?"


Mendengar suara yang tak asing di telinganya, membuat Feng Yin terkejut bukan main. Iapun melompat mundur ke belakang, "Tidak mungkin!" gumamnya.


"Kenapa kau berada di pihak musuh dan melawan kami kakak?!" ucap Feng Ying sekali lagi. Ia sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya.


"Jangan meniru suara adikku! Sebaiknya kau diam saja," Feng Yin melompat ke atas dan berputar di udara. Iapun langsung melakukan tendangan ke arah Feng Ying.


Melihat adanya serangan, Feng Ying langsung melompat ke belakang untuk menghindari serangan. Kaki Feng Yin pun menapak di tanah dengan mulus. Ia menatap Feng Ying dengan kesal karna pemuda itu dapat menghindari serangan miliknya.


"Apa yang kau maksudkan? Aku ini tidak meniru suara! Ini memang suaraku dan aku adalah Feng Ying," Feng Ying langsung membuka topeng yang ia kenakan.


Melihat wajah adiknya ada di depan mata, membuat Feng Yin tambah terkejut. "Bagaimana kau bisa ada di sini Ying'er?!"


"Aku merupakan bagian kelompok topeng bayangan. Tugasku kemari untuk menghentikan orang yang mengendalikan seluruh pasukan kekaisaran Phoenix api" ucap Feng Ying.


"..Tapi ternyata.. Musuh yang harus kuhadapi adalah kakakku sendiri" lanjut Feng Ying dengan sedih.


"Hei, kenapa kau memberitau tujuan kita padanya?!" teriak Han Liangyi yang mendengar ucapan Feng Ying.


"Dia itu kakakku, walaupun saat ini berada di kubu musuh" ucap Feng Ying sambil melirik Han Liangyi yang sedang menahan serangan lawan.

__ADS_1


"Bagaimana kau bisa ada di sini? Seharusnya kau berada di rumah, Ying'er! Beberapa hari lalu aku sudah mengatakan agar kau tetap di rumah. Tapi kenapa kau malah ada di sini?!" ucap Feng Yin.


"Aku tidak bertemu kakak selama beberapa minggu ini. Lalu bagaimana bisa aku bertemu kakak beberapa hari lalu? Dan kapan kakak mengatakan agar aku tetap berada di rumah?" ucap Feng Ying dengan heran.


Feng Yin terkejut mendengar ucapan adiknya. "Jadi.. Siapa orang yang selalu bersamaku akhir akhir ini, bila dia bukan Ying'er?" batinnya.


"Apa kau benar benar Ying'er?" ucap Feng Yin sambil menatap Feng Ying dengan penuh selidik.


"Aku ini adikmu. Kenapa tidak mempercayaiku?!" ucap Feng Ying dengan tegas.


Feng Yin melemaskan pegangannya pada pedang ketika melihat tatapan Feng Ying yang menurutnya memperlihatkan kejujuran. "Jadi selama ini, kau masuk ke dalam kelompok topeng bayangan yang terkenal itu?"


"Sebenarnya aku sudah masuk ke dalam kelompok semenjak pertama kali kelompok itu didirikan" ucap Feng Ying.


Melihat bahwa Feng Ying berbicara dengan santai pada musuh membuat Han Liangyi kesal, "Apa yang kau lakukan?! Bila dia kakakmu, maka bilang padanya untuk berhenti menyerang kita!"


"Kakak, apakah kau bisa berhenti menyerang kami?" ucap Feng Ying sambil menatap kakaknya.


Bola kristal perlahan bercahaya putih dan bersamaan dengan itu, semua prajurit, juga seorang divisi informasi yang menyerang Han Liangyi dan Tao Mu mulai jatuh pingsan.


Han Liangyi dan Tao Mu yang melihat itu, langsung melihat ke arah Feng Yin dan Feng Ying.


Feng Yin mundur secara perlahan. Hal ini, membuat Feng Ying merasa aneh, "Kenapa kau terus mundur seerti itu, kakak?"


"Aku sudah berhenti mengendalikan pasukan Phoenix api. Aku juga sudah menghentikan prajurit yang ada di sini. Berarti aku sudah melanggar perintah Tuan.. Kalian pergilah dari sini sekarang juga" ucap Feng Yin. Iapun berbalik dan ingin pergi. Namun, tangamnya segera dicengkram dari belakang.


"Apa maksudnya.. Kakak sudah mendapatkan segel yang membuatmu tak bisa berkhianat? Jika kakak menghentikan pasukan kekaisaran Phoenix api, berarti kakak sudah berkhianat" ucap Feng Ying yang menahan tangan kakaknya.


Feng Yin berbalik dan menatap adiknya. Ia melepaskan cengkraman tangan Feng Ying dengan perlahan, "Ying'er.. Aku senang bisa bertemu denganmu lagi. Tapi, mungkin ini adalah pertemuan terakhir kita. Jadilah orang yang baik, seperti ibu dan jadilah pria yang kuat seperti ayah. Jangan lupakan aku."

__ADS_1


Feng Yin mundur ke belakang kembali dengan perlahan. Tatapannya masih terpaku pada Feng Ying. Ia tersenyum, "Walaupun aku akan mati, tapi aku senang bisa bertemu adikku untuk yang terakhir kalinya."


Melihat Feng Yin menjauh, Feng Ying berniat menahannya. Namun, Han Liangyi dan Tao Mu segera menahan tangan Feng Ying agar pemuda itu tidak mendekati Feng Yin.


Feng Ying menatap Han Liangyi dan Tao Mu secara bergantian, "Apa yang kalian lakukan?! Lepaskan aku!" ucapnya dengan marah.


"Diamlah, Ying! Jangan mendekatinya!" ucap Han Liangyi. Ia mencengkram kuat tangan Feng Ying.


Feng Yin berbalik dan mulai berlari pergi. Tubuhnya sudah terasa seperti terbakar saat ini. Ia tau apa akibat dari bekhianat pada Tuan-nya. Jadi, dia langsung pergi menjauhi adiknya.


Feng Ying memandang kepergian Feng Yin, "Kakak!"


Ketika Feng Yin berada di ambang pintu masuk, tubuhnya sudah terbakar dengan api. "Aarrgghh."


Melihat hal itu, Feng Ying berniat melepaskan cengkraman Han Liangyi dan Tao Mu. Namun, cengkraman itu terlalu kuat untuk dirinya melepaskan diri. "Lepaskan aku! Aku ingin menemui kakak!"


Bukannya melepaskan tangan Feng Ying, Han Liangyi dan Tao Mu menarik Feng Ying mundur. Walaupun pemuda itu sudah memberontak, namun mereka tetap menarik Feng Ying dengan paksa.


Tak lama kemudian, terdengar ledakan dari ambang pintu. Melihat bahwa tempat di mana kakaknya berdiri tadi terdengar suara ledakan, Feng Ying menjadi terkejut, "Kakak!" teriaknya.


Ketika asap sudah menghilang, terlihat daging dan darah berceceran di tempat ledakan berada. Melihat hal itu, lutut Feng Ying menjadi lemas. Ia berlutut di lantai. Cengkraman Han Liangyi dan Lu Tuoli terlepas. Tepatnya, kedua pemuda itu memang sengaja melepas cengkraman tangan pada Feng Ying.


Feng Ying menatap ke arah ledakan dengan kosong. Hatinya terasa sesak ketika melihat bagaimana orang yang ia sayangi mati di depan matanya sendiri. Cairan bening nan hangat keluar dari sudut matanya. "Kakak.." ucapnya dengan lirih.


***


Sementara itu, di tempat terbuka yang ada di suatu tempat, nampak banyak orang yang tergeletak pingsan di permukaan tanah. Mereka memakai pakaian prajurit kekaisaran Phoenix api.


Tak lama, seseorang datang menghampiri seluruh orang yang pingsan itu. Dirinya adalah seorang pemuda dengan topeng yang menutupi setengah wajahnya, iapun menggelengkan kepala ketika melihat orang orang yang kini tengah pingsan.

__ADS_1


"Tck, sudah kuduga.. Dia tidak akan menyelesaikan tugasnya. Hah.. Sekarang aku harus membereskan ini" gumamnya. Bola kristal yang ada di tangannya mulai bercahaya biru. Bersamaan dengan itu, seluruh prajurit kekaisaran mulai berdiri. Mata yang awalnya terpejam mulai terbuka setelah beberapa detik berdiri tegak.


Keadaan mereka saat ini sama saja seperti mereka dikendalikan seperti sebelumnya. Mereka seperti boneka yang tidak bisa bertindak atas keinginan mereka sama sekali.


__ADS_2