
SAYA INGIN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1442 H. MINAL AIDIN WAL FAIZIN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.
"Hah..", Han Liangyi menghembuskan nafas panjang. Iapun menatap Liu Chen dengan serius. "Baiklah, aku akan mengatakannya. Lagi pula, memang seharusnya aku mengatakan hal ini padamu"
"Tapi sebaiknya kita tidak bicara disini" lanjut Han Liangyi.
Pandangan Liu Chen tiba tiba langsung berubah. Dia tidak berada di koridor. Namun kini berada di tempat yang aneh. Lantai seperti kaca. Sementara langit langit maupun bagian lainnya berwarna putih. Dihadapannya masih ada Han Liangyi.
"Siapa kau sebenarnya? Dan kita ada dimana?" ucap Liu Chen.
"Ini adalah dunia kecil milikku" ucap Han Liangyi.
Tiba tiba, di depan Liu Chen muncul meja kecil yang tidak terlalu tinggi.
"Kita mengobrol sambil duduk" ucap Han Liangyi. Iapun mempersilahkan Liu Chen untuk duduk.
Liu Chen menurut dan duduk. Sementara di seberang meja ada Han Liangyi yang duduk berhadapan dengannya.
Han Liangyi langsung mengeluarkan guci dan dua buah cangkir. Ia langsung menuangkan arak yang ada di dalam guci ke dalam dua cangkir di meja. Setelahnya, ia menyodorkan satu pada Liu Chen. "Ini adalah arak terbaik yang kupunya"
"Maaf aku tidak minum" ucap Liu Chen yang menolak.
"Baiklah, kalau begitu bagaimana bila ini saja?", Han Liangyi mengeluarkan cangkir lain yang nampak diisi dengan air berwarna putih. Namun cangkir kali ini nampak agak berbeda.
Mata Liu Chen nampak berkedut, "Aku ini bukan anak kecil lagi! Juga, bagaimana bisa kau sudah menyiapkan susu di cangkir seperti ini? Tapi kurasa ini tidak terlihat seperti cangkir biasa"
"Ya, ini memang bukan cangkir. Ini adalah wadah makanan kucing. Aku biasa memberikan susu kepada kucing yang ada di dalam markas mu itu. Jadi aku sudah menyediakan susu di wadah seperti ini"
Liu Chen menatap Han Liangyi dengan kesal, "Kau kira aku ini kucing, HAH?! Bila itu wadah dan minuman kucing, kenapa kau memberikannya padaku?!"
"Habisnya.. Aku tidak memiliki minuman lain" ucap Han Liangyi yang seakan tak bersalah.
"Tidak perlu, kau simpan saja susu untuk kucing itu. Aku tidak membutuhkannya", kesal Liu Chen.
"Yah.. Baiklah", Han Liangyi kembali memasukkan wadah untuk makanan kucing ke dalam cincin ruang miliknya. Iapun langsung meminum arak miliknya.
Liu Chen menghembuskan nafas pelan. Iapun menatap Han Liangyi dengan serius, "Siapa kau sebenarnya?"
Han Liangyi meletakkan cangkir arak miliknya ke meja. Iapun menatap Liu Chen, "Bukan aku. Tapi siapa kami"
Liu Chen mengerutkan kening. "Apa maksudmu?"
Han Liangyi menjentikkan jarinya dan seketika, ada kepulan asap yang muncul dan memadat di belakang Han Liangyi.
Ketika asap mulai menghilang, Liu Chen terkejut melihat apa yang ada di depannya saat ini. Ia tidak percaya dengan penglihatannya sekarang. Iapun mencubit pipinya dan merasa bahwa ini bukan mimpi. "Bagaimana mungkin?" gumam nya.
4 kepulan asap tadi berubah menjadi 4 roh yang melayang beberapa centi dari tanah.
"Guru" gumam Liu Chen.
Salah satu roh disana adalah Zhao Feng, guru Liu Chen. Ada juga adik gurunya, Zhao Yu. Dua orang lainnya adalah guru dari Zong Xian dan Yang Jia Li.
"Aku senang bisa bertemu denganmu lagi senior. Tapi kenapa dengan keadaan kami sudah menjadi roh?" ucap Zhao Yu. Ia memang senang dapat bertemu dengan seniornya lagi. Namun, ia tidak suka bertemu dengan dia dengan keadaan sudah menjadi roh.
"Anda selama ini kemana saja, senior? Anda tidak membantu kami saat melawan Kaisar iblis" ucap wanita paruh baya. Dia adalah guru Yang Jia Li. Ia bernama Xia He.
"Aku tidak membantu kalian saat itu karna aku ada urusan. Aku saat itu sedang memulihkan diriku karna diserang seseorang" ucap Han Liangyi sambil melirik ke belakang. Ke arah Xia He.
"Siapa yang menyerang senior hingga bisa membuat senior terluka?" ucap pria tua disebelah Xia He. Ia adalah guru Zong Xian. Bernama Wu Pen.
"Entahlah. Aku tidak tau siapa dirinya. Tapi dia merebut pedang phoenix api yang kubawa saat itu" ucap Han Liangyi.
"Senior.. Kenapa anda memanggil kami?" ucap Zhao Feng. Walaupun ia bertanya pada Han Liangyi, namun tatapannya masih saja terarah pada Liu Chen.
"Aku memanggil kalian kemari karna ingin memperkenalkan kalian padanya", Han Liangyi menunjuk Liu Chen dengan tatapannya. "Aku tau, dia pasti orang yang kau pilih, junior Feng. Aku mengetahuinya setelah dia menggunakan salah satu jurus milikmu. Yaitu tulip api"
Liu Chen menjadi aneh ketika gurunya memanggil Han Liangyi dengan senior. Sementara Han Liangyi sendiri, memanggil gurunya dengan sebutan junior. Bukankah gurunya lebih tua dari pada Han Liangyi, jika dilihat dari penampilan mereka?
Zhao Feng tersenyum, "Anda benar senior. Dia memang muridku dan dia adalah orang yang kupilih untuk menggantikanku"
"Menggantikan? Apa maksudmu, guru?" ucap Liu Chen dengan bingung.
__ADS_1
"Akan kujelaskan. Tapi pertama tama, aku akan memperkenalkanmu pada tiga orang lainnya" ucap Han Liangyi.
Liu Chen membalas dengan anggukan. Ia menatap satu persatu roh di belakang Han Liangyi.
"Kau pasti sudah tau siapa nama gurumu, dia adalah Zhao Feng. Ia memiliki julukan 'Sang pembangkit' karna dia dapat mengendalikan mayat. Ia merupakan pilar benua utara.
Di sebelah guru mu, ada Zhao Yu. Dia merupakan adik dari junior Feng. Memiliki julukan 'Seribu pedang'. Dia merupakan pilar benua tengah.
Nenek itu-"
"Senior! Kenapa anda memanggilku nenek?! Aku tidak terima!" ucap Xia He dengan kesal.
"Memangnya ada apa? Itu memang benar" ucap Han Liangyi yang seakan tak bersalah.
"Tentu saja karna aku ini masih muda dan cantik" ucap Xia He dengan percaya diri.
"Aku ingin muntah mendengar ucapanmu itu. Cantik? Hmph! Apa yang cantik?" ucap Wu Pen.
Xia He menatap Wu Pen dengan kesal, "Aku tidak butuh pendapatmu!"
"Memang itu kenyataannya. Kau bukan'lah orang yang cantik. Kau bahkan tak membuatku bisa menyukaimu" ucap Wu Pen.
"Hei kalian berhenti'lah berdebat. Kalian seperti anak kecil saja. Kalian sudah tua, tapi masih saja bertengkar" ucap Han Liangyi sambil menatap Xia He dan Wu Pen dengan tajam.
"Se.. ni.. or" ucap Xia He dengan nada yang menyeramkan. Ia menatap Han Liangyi dengan dingin.
Han Liangyi berkedip, "Apa?"
"Jangan memanggilku tua. Aku ini masih muda" ucap Xia He.
"Sebaiknya anda tidak berdebat dengan wanita ini, senior. Wanita selalu menang dalam hal berdebat" ucap Wu Pen.
"Sudah'lah aku tidak peduli", Han Liangyi melanjutkan perkenalannya. "Wanita itu bernama Xia He. Memiliki julukan 'Bunga kematian'. Cantik, namun mematikan. Dia dapat menggunakan jurus ilusi yang kuat. Bisa juga membuat target nya membunuh dirinya sendiri. Karna frustasi akan ilusi yang dilihatnya.
Aku pun tidak tau kenapa dia dijuluki bunga. Mungkin karna menurut orang yang melihatnya, dia itu sangat cantik. Sepertinya junior He menggunakan kemampuan ilusinya agar terlihat sangat cantik di depan banyak orang. Dia merupakan pilar benua timur.
Di sebelah junior He, ada Wu Pen. Dia memiliki julukan 'Banteng besi', merupakan pilar benua barat. Lalu, aku adalah pilar benua selatan dan karena **mereka** ..", Han Liangyi menatap satu persatu orang dibelakangnya dengan tajam. Ia juga menekankan kata 'mereka'.
"..karna mereka semua, penduduk yang ada di benua selatan tewas. Itu terjadi karna pertarungan yang dilakukan dengan Kaisar iblis. Walaupun penduduk di benua selatan lebih sedikit dan disana tidak terdapat banyak tumbuhan, namun tetap saja mereka itu manusia dan mereka hidup.
Bila saja saat itu aku tidak sedang memulihkan diri, maka aku akan menyelamatkan semua penduduk benua selatan. Bagainana pun, aku yang seharusnya melindungi penduduk benua selatan. Karna itu tugasku sebagai pilar benua selatan", Han Liangyi masih menatap keempat juniornya dengan tajam.
"Ma- maaf senior. Kami kira, saat anda tidak membantu kami melawan Kaisar iblis, anda sedang mengungsikan penduduk benua selatan" ucap Wu Pen sambil menundukkan kepala.
"*Kukira benua selatan tidak terdapat penduduk dan kukira disana tidak ada tanaman sama sekali. Sehingga penduduk tidak akan bisa hidup lama bila tinggal disana. Ternyata disana masih ada penduduk dan disana ada tanaman, walau sedikit. Jadi saat itu aku setuju saja dengan pendapat mereka yang ingin bertarung di benua selatan*" batin Zhao Feng.
"Hmph! Gara gara kalian, benua selatan hancur" ucap Han Liangyi.
"Sebenarnya apa yang kau katakan Liangyi? Pilar?" ucap Liu Chen yang mulai membuka suara.
Han Liangyi kembali menatap Liu Chen. "Yang kumaksud adalah 5 pilar dunia, yaitu pilar benua barat yang menjadi pelindung dari benua barat itu sendiri, ada pun pilar benua selatan, utara, timur dan tengah. Keunggulan menjadi bagian dari 5 pilar dunia adalah kau bisa hidup selamanya"
"Maksudmu?"
"Bila kau mati, maka kau bisa hidup kembali. Asalkan kepalamu tidak terpenggal. Juga, jantung maupun dantian mu masih ada di tempatnya dan tidak hancur. Saat kau bangkit kembali, maka keadaan tubuh mu akan sama ketika kau belum mati. Tentunya, Qi mu akan terisi penuh seperti kau belum menggunakannya sama sekali. Tapi bila tangan mu terputus ketika masih hidup, maka saat kau bangkit, keadanmu memang seperti itu.
Lalu, bila kau sudah menjadi bagian 5 pilar dunia, maka wajahmu akan terlihat seperti ketika kau mendapat gelar salah satu pilar dunia. Misalnya, ketika kau sudah mempelajari semua ilmu yang diberikan salah satu pilar dunia sebelumnya dan kau sudah mendapat gelar bagian dari pilar dunia ketika berusia 15 tahun, maka ketika saat usiamu sudah ratusan bahkan ribuan tahun, wajahmu tidak akan terlihat sepuh. Tapi kau akan terlihat seperti berusia 20-25 tahun.
Itu'lah yang terjadi padaku. Dulu, aku mendapatkan gelar salah satu pilar dunia ketika aku berusia 17 tahun. Namun berbeda dengan junior juniorku, mereka mendapat gelar itu ketika mereka sudah tua, jadi mereka memiliki penampilan sepuh seperti sekarang.
Bila salah satu dari pilar dunia sudah memiliki pewaris atau penerus, padahal mereka masih hidup, maka gelar salah satu dari 5 pilar dunia mereka akan dicabut dan diberikan pada penerus mereka yang sudah memiliki semua ilmu miliknya. Sementara, orang yang sudah dicabut dari gelar salah satu dari pilar dunia, maka keistimewaan menjadi pilar dunia akan dicabut darinya.
Kekurangan ketika menjadi salah satu dari 5 pilar dunia adalah bila kau terpenggal dan mati ketika belum memiliki penerus, maka roh mu tidak akan bisa naik ke alam berikutnya. Kau harus menemukan penerusmu agar kau bisa pergi ke alam berikutnya. Jadi kau tidak akan bisa tenang sebelum mendapat penerusmu untuk menjadi salah satu dari 5 pilar dunia.
Seperti junior juniorku ini. Mereka tidak bisa tenang dan naik ke alam berikutnya setelah mati. Karna mereka belum mendapatkan penerus ilmu mereka saat itu. Namun bila mereka sudah menurunkan semua ilmu yang mereka miliki pada seseorang, maka mereka bisa tenang dan naik ke alam berikutnya. Tugas menjadi bagian dari 5 pilar dunia adalah melindungi kelima benua yang ada di dunia ini" jelas Han Liangyi.
"Berarti aku.."
"Ya, kau salah satu dari 5 pilar dunia saat ini, Chen. Kau menjadi pilar benua utara" ucap Han Liangyi.
Liu Chen menatap Zhao Feng, "Berarti ucapan guru saat itu yang mengatakan bahwa roh mu tidak akan bertahan selama 5 tahun setelah keluar dari batu roh, bukan'lah alasan sebenarnya kau pergi? Tapi itu karna dirimu sudah memberikan semua ilmu yang kau miliki padaku dan kau bisa pergi ke alam berikutnya?"
__ADS_1
"Ya, Chen'er. Maaf guru tidak menjelaskan hal ini dan berbohong padamu. Sekarang kau memiliki tanggung jawab pada benua utara karna ku" ucap Zhao Feng yang merasa agak bersalah.
Liu Chen memejamkan mata sejenak. Iapun membukanya dan tersenyum menatap Zhao Feng, "Tidak apa guru. Aku senang bila guru bisa tenang pergi ke alam berikutnya. Pasti guru ingin cepat cepat pergi. Sehingga melatihku dengan sangat keras"
"Chen'er, sebenarnya bukan karna itu saja guru melatihmu sangat keras. Bahkan latihanku lebih keras dari pada teman temanku yang lain pada muridnya. Bisa dibilang, aku melatihmu dengan kejam..", Zhao Feng terdiam sejenak.
Liu Chen mendengarkan gurunya dengan seksama. Begitupun yang lain, mereka tidak ingin mengganggu pertemuan antara guru dan murid ini.
"Alasanku karna aku ingin kau segera menjadi penerusku menjadi salah satu pilar dunia. Bila kau sudah menjadi bagian dari itu, maka kau memiliki keistimewaan yang sudah dikatakan oleh senior tadi.
Alasanku ingin kau segera menjadi bagian dari pilar dunia adalah agar kau dapat menahan dantian kembar yang memiliki sifat bertolak belakang itu. Bila saja kau masih manusia biasa dan menahan elemen yang bertolak belakang itu sendiri, maka kau akan mati atau kau akan tersiksa dengan perubahan suhu yang akan kau rasakan secara drastis dan aku tidak ingin itu terjadi padamu, Chen'er"
"Apa maksud guru?"
"Sebenarnya, bila kau memiliki elemen yang bertolak belakang dalam dirimu, maka elemen itu akan saling menelan satu sama lain. Saat itu terjadi, maka tubuhmu yang akan mendapatkan dampaknya.
Bisa saja saat malam, kau akan merasa sangat kedinginan. Apapun yang kau lakukan untuk menghangatkan dirimu, itu tidak akan berguna sama sekali.
Lalu, bisa juga kau akan merasakan suhu panas yang sangat drastis dari tubuhmu. Kau tidak akan bisa menghilangkan rasa panas itu dengan cara apapun. Bila itu terjadi, maka kau akan sangat tersiksa.
Maka dari itu, aku ingin segera kau menjadi bagian dari pilar dunia agar dua elemen yang bertolak belakang itu tidak saling mengalahkan satu sama lainnya" jelas Zhao Feng.
"Jadi.. Selama ini guru menyelamatkanku dan mengkhawatirkanku?"
Zhao Feng hanya mengangguk, "Bagaimana keadaanmu?"
Liu Chen merasa terharu mendengar ucapan Zhao Feng yang mengkhawatirkannya. Ia tidak mengira gurunya sangat peduli padanya. Gurunya juga nampak sangat khawatir dengannya. Iapun tersenyum, "Aku baik baik saja guru. Aku masih hidup sampai sekarang juga karna guru yang melatihku"
Zhao Feng menghela nafas, "Syukurlah kalau begitu"
"Ekhem! Maaf mengganggu pembicaraan kalian. Tapi junior Feng, apa kau memilihnya menjadi muridmu karna kau sudah tahu bahwa dia adalah pangeran iblis?" ucap Han Liangyi.
Zhao Feng menatap Han Liangyi. Iapun mengerutkan kening dan nampak bingung, "Apa maksudmu senior?"
"Chen adalah reinkarnasi pangeran iblis dan penyebab dari ras iblis yang menyerang manusia adalah karna mereka mengira pangeran iblis dibunuh oleh manusia "
Zhao Feng terbelalak mendengar ucapan Han Liangyi. Bukan dia saja, namun Xia He, Zhao Yu dan Wu Pen pun sama. Mereka membelalakkan mata dan terkejut. Secara bersamaan, Xia He, Zhao Yu dan Wu Pen memandang kearah Zhao Feng. "Apa itu benar? Muridmu merupakan reinkarnasi pangern iblis?" ucap mereka serentak.
"Aku tidak tau masalah itu senior, bahkan aku tidak tau bila Kaisar iblis memiliki anak. Yang kutau, Chen adalah anggota keluarga kekaisaran Liu di benua utara" ucap Zhao Feng.
Ketiga roh yang berada di samping Zhao Feng kembali terkejut. Selain pangeran iblis, ternyata murid Zhao Feng juga merupakan anggota keluarga dari kekaisaran Liu yang ada di benua utara.
"Jadi guru sudah mengetahui bahwa aku berasal dari anggota kekaisaran? Sejak kapan?" ucap Liu Chen yang nampak tak percaya. Padahal, ia sendiri tidak mengetahuinya saat kecil.
"Aku sudah mengetahuinya semenjak kau mengatakan marga mu Chen'er dan yang kutau, marga Liu adalah nama anggota keluarga kekaisaran salju putih dan kenapa kau tidak mengatakan bahwa kau adalah anak dari Kaisar iblis, Chen'er?" ucap Zhao Feng dengan nada yang agak meninggi.
Liu Chen menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal dan berkata, "Aku juga baru mengetahuinya saat itu, guru. Awalnya aku tidak memiliki ingatan ketika di kehidupan pertama ketika aku bertemu denganmu"
"Jadi begitu, aku sekarang mengerti. Junior Feng, kau sudah menyelamatkan seluruh umat manusia dari kehancuran karna kau sudah merawat Chen'er" ucap Han Liangyi sambil menatap Zhao Feng.
"Hei, bisakah kau memanggilku dengan Chen saja?" protes Liu Chen.
"Memangnya ada apa? Aku ini lebih tua darimu"
"Memangnya berapa umurmu yang sebenarnya? Sehingga guru memanggilmu senior"
Han Liangyi tersenyum kearah Liu Chen, "Umurku adalah 1.800 tahun"
Liu Chen terkejut. Ia memang sudah mengetahui bahwa Han Liangyi berumur 1.000 tahunan lebih. Namun mendengarnya sendiri dari mulut Han Liangyi membuatnya sangat terkejut, "Luar biasa. Kau merupakan bukti hidup dari salah satu pilar dunia", Liu Chen berdecak kagum.
"Kakak, kau luar biasa! Kau mendidik pangeran iblis?!", Zhao Yu berdecak kagum. Ia tak menyangka kakaknya akan mendapat murid semenakjubkan ini.
"Aku pun awalnya tidak mengetahui hal itu" ucap Zhao Feng.
"Tck tck tck, kau hebat sekali Feng. Karnamu, umat manusia tidak hancur dan musnah" ucap Wu Pen sambil berdecak.
"Lalu apa hubungannya bocah itu dengan perang 1.000 tahun lalu, senior?" ucap Xia He.
"Kelemahan ras iblis adalah Kaisar dan keturunan pertama Kaisar. Bila Kaisar tewas dan tidak ada keturunan pertamanya yang menggantikan posisi sebagai Kaisar, maka kekuatan iblis akan berkurang drastis.
Ras iblis akan mengalami kelambatan dalam peningkatan kekuatan mereka. Jadi kecepatan berkultivasi mereka akan sama saja seperti manusia. Walaupun mereka tinggal di tempat yang memiliki Qi lebih tebal dari dunia manusia. Juga, umur mereka akan sama seperti manusia.
Maka dari itu, ras iblis sangat marah ketika mengetahui pangeran mereka mati. Tidak ada manusia yang mengetahui kelemahan ras iblis, selain diriku dan Chen yang merupakan setengah manusia" jelas Han Liangyi.
__ADS_1
Keempat juniornya kembali terkejut dengan penjelasan Han Liangyi. Pantas saja ras iblis ingin melenyapkan manusia.